Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » Jelang Ramadan, Stok Pangan Dijamin Aman

Jelang Ramadan, Stok Pangan Dijamin Aman

  • account_circle mbahdot
  • calendar_month Sel, 7 Mar 2023
  • visibility 157
  • comment 0 komentar

Presiden minta stok pangan selalu tersedia. Para menteri harus saling dukung dan melakukan check on the spot.

Masalah ketersediaan pangan sangat penting jelang Ramadan dan Idulfitri 1444 Hijriah yang tinggal menghitung hari. Seperti pada pelaksanaan beberapa tahun lalu, pemerintah sangat memperhatikan masalah ketersediaan pangan itu bagi masyarakat.

Itulah sebabnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa perlu memanggil pembantunya secara khusus demi mengetahui kesiapan pemerintah menghadapi Ramadan-Idulfitri 1444 Hijriah tersebut.

Rapat terbatas dipimpin langsung Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (24/2/2023). Hadir dalam kesempatan itu, antara lain, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA) Arief Prasetyo Adi, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Dirut Perum Bulog Budi Waseso, dan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Mentan Syahrul menjelaskan, Presiden Jokowi mengecek secara detail satu per satu ketersediaan 12 komoditas pangan strategis, mulai dari beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging lembu/sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, gula konsumsi, dan minyak goreng.

Pengecekan dilakukan secara khusus dalam rangka memastikan ketersediaan komoditas-komoditas itu menjelang puasa-lebaran di 2023. Menurut Mentan Syahrul, Presiden Jokowi meminta stok selalu tersedia, dan semua menteri harus saling mendukung dan bersama-sama melakukan check on the spot atas ketersediaan dari buffer stock 12 komoditas yang ada.

“Secara umum, ketersediaan dalam neraca yang ada, sampai dengan Maret 2023, Alhamdulillah cukup tersedia,” ujar Mentan Syahrul, yang dipantau dari kanal media sosial Sekretariat Kabinet, Jumat (24/2/2023).

Untuk mendukung upaya menjaga pasokan, kata Mentan Syahrul, harus didukung oleh aspek logistik, terutama distribusi. Pemerintah terus membenahi aspek itu. Pemerintah pusat juga melibatkan kerja sama dengan pemerintah daerah (pemda) untuk menjamin pasokan 12 komoditas pangan tersebut.

“Aspek logistik terutama distribusi harus kita benahi, kita juga kerja sama dengan para gubernur dan bupati/wali kota agar upaya menjaga ketersediaan 12 komoditas pangan itu berjalan baik,” kata Mentan Syahrul.

Berkaitan dengan ketersediaan minyak goreng, pemerintah juga memastikan ketersediaannya berdasarkan neraca yang ada. “Minyak goreng ini bukan kompetensi saya, tapi dilaporkan cukup tersedia, semoga pada puasa-lebaran nanti semua berjalan sesuai harapan,” tambahnya.

Untuk pangan dasar yang harus dipenuhi dari impor, seperti daging, Presiden Jokowi juga memerintahkan semua menteri memberi perhatian serius sehingga tidak ada hambatan dalam menjaga ketersediaannya hingga ke daerah.

Dalam kesempatan itu, Mentan Syahrul menjelaskan, saat ratas juga dibahas upaya menormalisasi harga beras. Secara khusus, Presiden Jokowi mengecek secara detail jumlah panen padi untuk menjaga ketersediaan beras menjelang puasa-lebaran di 2023.

“Berapa panen padi kita untuk kesiapan pasokan beras pada Januari, Februari, hingga Maret nanti. Karena ini berkaitan dengan tugas Kementerian Pertanian (Kementan), saya sampaikan bahwa akan ada panen raya padi sekitar 1 juta hektare (ha) pada Februari hingga memasuki Maret dan peak panen raya akan terjadi sekitar periode itu,” tutur Mentan.

Data Kerangka Sampel Area Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, produksi beras pada Januari–Maret 2023 akan mencapai 10,64 juta ton, sedangkan konsumsi 7,52 juta ton, sehingga surplus sebesar 3,12 juta ton. Mentan Syahrul mengungkapkan, upaya menjaga ketersediaan beras harus diikuti dengan upaya distribusi yang baik sehingga normalisasi harga komoditas itu tercapai.

“Ketersediaan ini tidak hanya berjalan sendiri, harus diikuti distribusi sehingga normalisasi harga beras bisa tercapai. Kerja sama dengan private sector atau pengusaha juga harus dilakukan. Bapanas dan Bulog adalah bagian-bagian yang akan bermitra dengan pengusaha-pengusaha yang ada,” ungkap Mentan Syahrul.

Sedangkan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, Presiden Jokowi secara khusus meminta ketersediaan beras dijaga. “Beliau memang agak keras untuk memastikan stok ada. Pertama, beras dalam satu bulan ke depan kita panen raya, maka Bulog diperintahkan langsung untuk siap-siap mulai menaikkan harga gabah kering panen/gabah kering giling (GKP/GKG) supaya Bulog bisa menyerap,” papar Arief.

Khusus soal importasi daging, Kepala Bapanas juga menyatakan, Presiden Jokowi menginstruksikan jajaran terkait untuk mencari negara alternatif sumber impor daging sapi yang selama ini bergantung dari Australia. “Beliau menyampaikan (agar) ada alternatif negara untuk country origin sapi (selain) dari Australia ini,” ujar Arief seperti dilansir Antara.

Presiden Jokowi sempat mengingatkan kondisi yang terjadi 2–3 tahun lalu saat harga daging sapi Australia naik akibat terdampak banjir. “Kemudian (sekarang) sudah mulai turun, tapi apabila kondisi seperti ini (terjadi lagi), harusnya disandingkan dengan country origin yang lain, supaya fair,” jelas Arief.

Berkaitan dengan rencana impor dari beberapa negara, pemerintah pun mempertimbangkan untuk impor dari negara lain, seperti impor daging sapi adalah Brasil dan Meksiko. Brasil memiliki selisih harga daging sapi sekitar 5 persen–10 persen lebih murah dari Australia.

“Cuma Brasil itu agak jauh jadi perlu waktu lebih dari dua bulan untuk memasukkannya karena kita bicara untuk sapi hidup. Di sisi lain, untuk menggerakkan ekonomi itu salah satunya penggemukan (fattening) sapi yang ada di peternak-peternak Indonesia,” ujarnya.

Pemerintah juga harus mempertimbangkan aspek spesifik apabila ingin mengimpor sapi dari Brasil, misalnya terkait kepastian terbebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK). “Itu juga dalam bahasan, tapi intinya harus diberikan negara alternatif untuk pemasukan produk daging tersebut,” tutur Arief. (***)

Penulis: Firman Hidranto

  • Penulis: mbahdot

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi IX: Perlu Pengawasan Makanan dan Minuman untuk Perlindungan Masyarakat

    Komisi IX: Perlu Pengawasan Makanan dan Minuman untuk Perlindungan Masyarakat

    • calendar_month Sen, 3 Apr 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 156
    • 0Komentar

    LAMPUNG – Wakil ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh mengatakan ketersediaan dan tingkat harga pangan ketika menjelang dan saat bulan Ramadan merupakan isu tahunan. Masyarakat banyak yang membuat takjil untuk dijual maupun dibagikan di masjid, di panti asuhan, dan di pinggir jalan sehingga menjadi salah satu penyebab meningkatnya minat dan daya beli masyarakat terhadap […]

  • Wagub Sulbar Terima Audiens Rektor Unasman, Bahas Sinergi Dunia Pendidikan untuk Kemajuan Daerah

    Wagub Sulbar Terima Audiens Rektor Unasman, Bahas Sinergi Dunia Pendidikan untuk Kemajuan Daerah

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 176
    • 0Komentar

    MAMUJU – Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S Mengga menerima audiensi Rektor Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) Dr. Hj. Chuduriah Sahabuddin, M.Si. di ruang kerjanya hari ini, Selasa 23 September 2025. Pertemuan dengan Wakil Gubernur, setelah bertemu dengan Gubernur Sulbar Suhardi Duka. Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, […]

  • Amir Dado Ditunjuk Jadi Plt Kepala DPMPTSP Sulbar

    Amir Dado Ditunjuk Jadi Plt Kepala DPMPTSP Sulbar

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 111
    • 0Komentar

    MAMUJU – Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Junda Maulana, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulbar kepada Amir Dado, Senin, 26 Januari 2026. Hal itu dilakukan menindaklanjuti perintah Gubernur Sulbar, Suhardi Duka untuk segera mengisih kekosongan jabatan Kepala DPMPTSP Sulbar setelah pelantikan pejabat eselon […]

  • Atalia Praratya Dorong Dekranasda Semakin Solid Besarkan Jawa Barat

    Atalia Praratya Dorong Dekranasda Semakin Solid Besarkan Jawa Barat

    • calendar_month Jum, 5 Mei 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 142
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil menghadiri Silaturahmi Halalbihalal sekaligus mengukuhkan pengurus baru dan pelepasan pengurus lama Dekranasda Jabar di Nara Park Bandung, Kota Bandung, Jumat (5/5/2023). Dalam kesempatan tersebut Atalia mengingatkan kinerja pengurus Dekranasda Jabar yang baru agar semakin solid dalam upaya memasarkan produk-produk Jabar […]

  • Persija luncurkan jersey dan skuat

    Jersey Persija Laku Keras Usai Juara Piala Presiden

    • calendar_month Sen, 19 Feb 2018
    • account_circle mbahdot
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Keberhasilan Persija Jakarta memboyong trofi Piala Presiden 2018 disambut gegap gempita oleh publik Ibu Kota. Puasa gelar juara selama 17 tahun akhirnya dituntaskan pada ajang pramusim tersebut. Dan imbas dari sukses Macan Kemayoran itu tak lain adalah larisnya penjualan jersey dan sejumlah atribut khas skuat kebanggaan The Jakmania itu. Para penjual pun ketiban rezeki yang […]

  • Evaluasi Program Stunting, Salim Mengga Tekankan Pentingnya Sinergi Lintas Sektor

    Evaluasi Program Stunting, Salim Mengga Tekankan Pentingnya Sinergi Lintas Sektor

    • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 171
    • 0Komentar

    MAMUJU – Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S. Mengga, menghadiri Rapat Review Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Semester I Tahun 2025. Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Maleo Town Square Mamuju, Senin, 25 Agustus 2025. Rapat ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian program pencegahan dan penurunan stunting di daerah selama enam bulan pertama tahun 2025, […]

expand_less