Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Unik! Empat Lapis Hutan Mangrove di Pesisir Bangka

Unik! Empat Lapis Hutan Mangrove di Pesisir Bangka

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Kam, 6 Apr 2023
  • visibility 116
  • comment 0 komentar

Bagi masyarakat Tanjung Punai di Provinsi Bangka Belitung, keberadaan mangrove merupakan sebuah warisan penting. Semakin hijau tanaman di hutan mangrove mereka, artinya akan ada banyak stok ikan di laut.

Tanjung Punai hanyalah nama sebuah dusun seluas 600 hektare di antara tujuh dusun di Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung (Babel). Jika dari Muntok, ibu kota Kabupaten Bangka Barat, Tanjung Punai dapat dicapai dalam 20 menit berkendara melewati jalan raya beraspal mulus.

Kalau dari Pangkalpinang, ibu kota Provinsi Babel, perjalanan menuju Muntok dan terus ke Tanjung Punai memakan waktu sekitar tiga jam berkendara. Dusun yang dihuni oleh hampir 200 kepala keluarga itu letaknya di tepi Selat Bangka yang memisahkan Bangka, pulau kaya timah, dan daratan Sumatra.

Kendati posisinya berada sedikit di luar pusat kota, kehidupan masyarakat dusun yang diapit Sungai Ahoy dan Sungai Sukai ini lebih sejahtera dibandingkan daerah lain di pesisir Muntok. Mayoritas penduduk Tanjung Punai kental dengan budaya bahari, sebagai nelayan atau petambak dan sebagian lainnya memilih membuka perkebunan lada, pisang, dan sayuran.

Tanjung Punai sungguh beruntung karena di dusun ini masih tersisa kawasan hutan mangrove alami yang tumbuh subur di atas lahan seluas hampir 2.000 ha. Ini menjadi bagian dari teritorial mangrove Muntok seluas total 3.337 ha yang tersebar di Belo Laut, Tanjung Punai, dan Dusun Sukai.

Kondisi itu kontras dengan apa yang dialami oleh provinsi berjuluk Serumpun Sebalai ini. Menurut data Walhi, Babel telah kehilangan 240.467,98 ha hutan mangrove dalam 20 tahun terakhir dan kini hanya menyisakan 33.224,83 ha.

Hutan mangrove Tanjung Punai yang membentang hingga ke perbatasan dengan Dusun Ahoy itu masuk ke dalam kawasan hutan lindung mangrove Bangka Barat yang dikelola oleh Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Rambat Menduyung. Mangrove bersama padang lamun dan gambut menjadi benteng terakhir dalam menjaga karbon biru.

Mengutip dari website Kementerian Kelautan dan Perikanan, karbon biru atau blue carbon adalah istilah untuk cadangan emisi karbon yang diserap, disimpan, dan dilepaskan oleh ekosistem pesisir dan laut untuk mengurangi emisi penyebab perubahan iklim. Istilah karbon biru dilatarbelakangi oleh keadaan karbon yang terserap dan tersimpan di bawah air dan berhubungan dengan perairan.

Indonesia sendiri menyimpan potensi karbon biru sangat besar, mencapai 3,4 gigaton atau sekitar 17 persen dari total karbon biru dunia. Namun demikian, bagi masyarakat Tanjung Punai keberadaan mangrove merupakan sebuah warisan penting. Semakin hijau tanaman di hutan mangrove mereka, artinya akan ada banyak stok ikan di laut.

Sebab, kawasan mangrove menjadi rumah bagi ikan-ikan pesisir untuk berkembang biak dan membesarkan anak-anak mereka lantaran perairannya tenang dan hangat. Selain itu, mangrove yang selalu terjaga kelestariannya akan menjadi habitat paling nyaman bagi plankton, asupan alami terbaik bagi perkembangan anak-anak ikan. Semakin lestari mangrove, makin banyak pula populasi planktonnya.

Miliaran plankton ini selanjutnya akan menyebar ke perairan di sekitar sebagai makanan aneka ikan. Itulah sebabnya hasil tangkapan ikan nelayan Tanjung Punai sangat variatif, bukan cuma teri, belanak, udang, atau kepiting bakau. Para nelayan pun semakin sering mendapatkan ikan kerapu, bawal, kakap yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Empat Lapis

Hutan mangrove Tanjung Punai sungguh unik karena terdiri dari empat lapis tanaman aneka jenis yang menjorok sampai 200 meter sejak dari bibir pantainya. Pohon-pohon yang tumbuh di dalam hutan mangrove Tanjung Punai tumbuh lebat dan rapat, sehingga seperti permadani hijau jika dilihat dari udara.

Pada lapis pertama terdapat tanaman perepat (Sonneratia alba) yang tumbuh menjulang hingga 20-30 meter, mirip hutan hujan tropis di Kalimantan dan Sumatra. Lapis kedua adalah bakau (Rhizopora), diikuti nyiri batu (Xylocarpus moluccencis) di lapis ketiga. Lapis terakhir ada keluarga palma, yaitu nipah (Nypa fruticans wurmb) dan nibung (Oncosperma tigillarium).

Kesadaran masyarakat Tanjung Punai untuk menjaga hutan mangrove dan tidak merusaknya mulai tumbuh sejak beberapa tahun terakhir. Salah satunya diawali oleh Ardianeka, staf pengelola KPHP Rambat Menduyung. Ia mengajak masyarakat setempat pada 2019 untuk mendirikan tiga kelompok pemberdayaan.

Seperti diberitakan Antara, ketiganya yaitu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kelompok Tani Hutan Tanjung Punai, dan Kelompok Usaha Mikro, Kecil Menengah Belangkas Berseri. Belangkas atau Limulidae adalah nama sejenis hewan air unik bertubuh pipih seperti ikan pari dengan ekor panjang.

Hewan purba yang sudah ada sejak 420 juta tahun lampau dan tidak berubah banyak bentuk fisiknya itu adalah penghuni setia hutan mangrove seperti halnya di Tanjung Punai. Beruntung, belangkas atau horseshoe crab ini tidak menjadi tangkapan favorit nelayan setempat, lantaran pemerintah sudah melindungi satwa nokturnal tersebut.

Ardianeka ikut mengarahkan para nelayan untuk membangun semacam pusat penangkaran belangkas agar populasinya semakin berkembang. Sekitar 200 meter dari tepi hutan mangrove, tepatnya di pesisir berlumpur pantai dusun, pihak KPHP Rambat Menduyung mengajak sekitar 50 kepala keluarga Tanjung Punai untuk mengembangkan budi daya kerang darah (Anadara granosa).

Setiap petambak mengelola lahan tambak seluas minimal 1 ha dan maksimal 10 ha, bergantung permodalan yang dimiliki. Dalam satu periode pembesaran selama enam bulan, setiap petambak menebar sekitar satu ton bibit kerang darah dan ketika dipanen menghasilkan rata-rata tiga ton kerang darah dewasa.

Kerang darah merupakan salah satu komoditas hasil laut dan pesisir andalan dari Tanjung Punai dan banyak dicari oleh masyarakat Pulau Bangka dan Kota Palembang. Setidaknya hampir 600 ton kerang darah diperdagangkan keluar dari Kecamatan Muntok ke daerah lain.

Petambak bernama Masiha mengatakan, ukuran kerang darah dari daerahnya jauh lebih besar dibandingkan tempat lain. Begitu pula untuk dagingnya, jauh lebih padat. Masiha meyakini, keberadaan hutan mangrove yang masih sehat dan sebagai rumah miliaran plankton secara tidak langsung turut menyumbang pertumbuhan fisik kerang darah.

Dapat Bantuan

Masyarakat nelayan dan tambak pun diarahkan oleh KPHP Rambat Menduyung mengolah hasil tangkapan dan tambak menjadi produk olahan seperti makanan kering agar nilai ekonominya makin meningkat. Pemberdayaan itu dilakukan memanfaatkan keberadaan Kelompok UMKM Belangkas Berseri. Upaya itu mendapat dukungan dari sebuah perusahaan tambang timah swasta yang beroperasi di Muntok.

Mereka pada Desember 2022 lalu menghibahkan dua unit mesin vacuum frying senilai Rp61,5 juta beserta rumah gardunya lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility). Penjabat Gubernur Babel, Ridwan Djamaluddin telah meresmikan pemanfaatan bantuan tersebut pada 22 Februari 2023.

Ridwan mengajak masyarakat Tanjung Punai untuk mengelola hasil tangkapan sambil tetap menjaga kelestarian alam. “Kekayaan alam yang ada sekarang ini harus memberi manfaat kepada masyarakat dan lingkungan Dusun Tanjung Punai,” kata Ridwan yang juga Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral seperti dikutip dari website Pemerintah Kabupaten Bangka Barat.

Pokdarwis Tanjung Punai yang dimotori oleh anak-anak muda juga tak mau kalah. Sejak Desember 2022, mereka membangun kanopi berupa jalan selebar 50 sentimeter terbuat dari papan. Jalan tersebut panjangnya sekitar 300 meter mengelilingi kawasan hutan mangrove. Rencananya mereka akan menawarkan paket wisata berjalan di atas jalan kayu dipayungi kerindangan hutan mangrove Tanjung Punai.

Bagi masyarakat Tanjung Punai, keberadaan hutan mangrove yang masih terjaga merupakan berkah yang dapat dimanfaatkan secara bijak supaya bisa diwariskan bagi kehidupan generasi berikutnya.

Penulis: Anton Setiawan

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua nu jatim hasan mutawakkil alallah di masjid-al akbar surabaya

    NU Minta Pesantren Tak Terprovokasi Teror Orang Gila

    • calendar_month Sen, 19 Feb 2018
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Teror orang tak dikenal atau OTK menyerang tempat ibadah dan pesantren terjadi lebih dari satu kali di Jawa Timur. Terbaru, serangan OTK dikabarkan terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, dan Pesantren Karangasem Paciran, Lamongan. Namun, Pimpinan Nahdlatul Ulama meminta masyarakat agar tak terprovokasi. Di Lamongan, OTK dikabarkan menyerang KH Hakam Mubarok […]

  • BKD Sulbar Serahkan SK Purna Bhakti kepada Kepala Dinas PMD Yakob F. Solon

    BKD Sulbar Serahkan SK Purna Bhakti kepada Kepala Dinas PMD Yakob F. Solon

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 144
    • 0Komentar

    MAMUJU – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) hari ini Kamis 25 September 2025, secara resmi melaksanakan penyerahan Surat Keputusan (SK) Purna Bhakti kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sulbar Yakob F. Solon. Diselenggarakan di Kantor Dinas PMD Sulbar, penyerahan SK Purna Bhakti ini sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih dari […]

  • Strategi Digitalisasi: Memperkuat Fondasi dan Daya Saing Ekonomi Indonesia

    Strategi Digitalisasi: Memperkuat Fondasi dan Daya Saing Ekonomi Indonesia

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 178
    • 0Komentar

    JAKARTA – Transformasi ekonomi digital di Indonesia bergerak cepat. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025, nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan melampaui USD130 miliar, menjadikannya yang terbesar di Asia Tenggara. Pesatnya arus digitalisasi global menjadikan Indonesia menapaki babak baru dalam perjalanan ekonominya. Inovasi digital kini menjadi motor penggerak utama dalam memperkuat transformasi ekonomi dan keuangan digital (EKD) […]

  • Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan, Pj Gubernur Sulbar Rakor dengan Para Bupati

    Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan, Pj Gubernur Sulbar Rakor dengan Para Bupati

    • calendar_month Kam, 29 Feb 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 124
    • 0Komentar

    MAMUJU – Menjelang bulan suci ramadan, Pemprov Sulbar menggelar rakor dengan para bupati untuk pengendalian laju inflasi.  Pj Gubernur Prof Zudan Arif Fakrulloh secara resmi membuka High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi dan Kabupaten se Sulbar, di Grand Maleo Hotel Mamuju, Kamis (29/2/2024). Acara […]

  • Bahas Sekolah Rakyat: Kadinsos Sulbar Hadiri Rapat Finalisasi Readiness Criteria

    Bahas Sekolah Rakyat: Kadinsos Sulbar Hadiri Rapat Finalisasi Readiness Criteria

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 118
    • 0Komentar

    BALI – Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat Abdul Wahab Hasan Sulur, menghadiri Rapat Koordinasi Finalisasi Readiness Criteria (RC) pelaksanaan kegiatan Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Tahun 2025. Kegiatan dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di The Trans Resort Bali, Jalan Sunset Road, Kerobokan, Bali, Jumat, 7 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh […]

  • Jawa Barat hingga 2024  Fokus pada Perbaikan Jalan

    Jawa Barat hingga 2024 Fokus pada Perbaikan Jalan

    • calendar_month Sel, 6 Jun 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 105
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dari 2023 hingga 2024 akan fokus pada perbaikan infrastruktur jalan di seluruh wilayah Jabar.  Hal tersebut disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai rapat pimpinan (rapim) bersama para kepala perangkat daerah di kantor Bappeda Jabar, Kota Bandung, Selasa (6/6/2023). “Kita di 2023 akhir dan 2024 akan fokus mengalokasikan […]

expand_less