Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Taman Nasional Betung Kerihun, Surga Hayati di Tapal Perbatasan

Taman Nasional Betung Kerihun, Surga Hayati di Tapal Perbatasan

  • account_circle Pro Indonesia
  • calendar_month Kam, 4 Mei 2023
  • visibility 79
  • comment 0 komentar

Sebagai destinasi wisata, Taman Nasional Betung Kerihun seluas 800.000 hektare, memiliki objek wisata alam yang eksotis.

Indonesia memiliki berbagai jenis keanekaragaman hayati yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Keanekaragaman tersebut merupakan salah satu bentuk kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia.

Kekayaan keanekaragaman hayati itu kini lebih mudah dinikmati, karena sebagian besar berada di dalam satu lokasi taman nasional. Dilansir dari laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budi daya, pariwitasa, dan rekreasi.

Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa selain untuk pelestarian keanekaragaman hayati, tujuan pembangunan taman nasional juga untuk penelitian dan rekreasi. Agar pengelolaan taman nasional berjalan secara efektif dan optimal, diterapkanlah sistem pengelolaan zonasi.

Ada empat sistem zona dalam pengelolaan taman nasional, yaitu zona inti, zona rimba, dan zona perlindungan bahari untuk wilayah perairan, zona pemanfaatan, dan zona lain-lain yang terdiri dari zona tradisional, zona rehabilitasi, zona religi, budaya, dan sejarah, serta zona khusus. Pertanyaannya kemudian, Indonesia memiliki berapa taman nasional?

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan Indonesia memiliki 56 taman nasional. Dari total itu, sebanyak enam di antaranya merupakan bagian dari situs warisan dunia, sembilan taman bagian dari jaringan cagar biosfer dunia, dan lima taman merupakan lahan basah yang secara internasional dilindungi Konvensi Ramsar.

Nah, kali ini kenapa kita tak mencoba mengunjungi Taman Nasional Betung Kerihun yang juga dikenal dengan sebutan ‘surga di perbatasan Malaysia’. Benar, Betung Kerihun terletak di perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.

Secara administratif, Taman Nasional Betung Kerihun berlokasi di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Batas wilayah taman nasional di sebelah utara yaitu Serawak, Malaysia Timur, di sebelah selatan yaitu Provinsi Kalimantan Tengah, di sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Timur, dan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Sintang.

Sebagai destinasi wisata, taman nasional, kawasan seluas 800.000 hektare itu memiliki objek wisata yang menarik berupa alamnya yang eksotis. Tidak itu, pengunjung taman nasional ini bisa menikmati pelbagai jenis flora dan fauna endemik serta langka.

Di kawasan itu juga akan ditemui banyak bentang alam seperti sungai, gunung, bahkan budaya yang menjadi daya tarik tersendiri. Sebelum berlanjut ke pembahasan tentang keunikan dari taman nasional itu, sebaiknya pengunjung wajib mencari tahu soal informasi bagaimana menuju ke taman nasional tersebut.

Pengunjung sebaiknya terlebih dahulu mencari informasi, bahkan bila perlu melakukan registrasi ke pengelola taman nasional Betung Kerihun, yakni Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun yang berkantor di Jl Piere Tendean No. 100, Komplek Kodim 1206, Putussibau, Kalimantan Barat. Telepon +6256722282, Fax +6256721935.

Berikutnya adalah persiapan menuju lokasi taman nasional Betung Kerihun. Berlokasi di Kabupaten Putussiabau, Kalimantan Barat, untuk mencapai lokasi itu, pengunjung perlu pergi terlebih dahulu ke Pontianak.

Dari Pontianak, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan dengan penerbangan ke kota Putussiabau. Selanjutnya perjalanan menggunakan boat dan menjelajahi aliran Sungai Kapuas, Sungai Sibau dan Sungai Mendalam selama lima jam.

Kawasan ini pertama kali ditetapkan oleh Menteri Pertanian sebagai area konservasi alam dengan luas 600.000 hektare pada 1982. Sepuluh tahun kemudian, luas kawasan berubah menjadi 800.000 hektare pada 1992 dan statusnya berubah menjadi taman nasional.

Sebagai taman nasional yang berbatasan dengan Malaysia, Indonesia dan Malaysia memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga kelestarian taman nasional itu. Oleh karena itu, kedua negara sepakat mengajukan permohonan secara resmi kepada UNESCO pada Februari 2004. Tujuannya agar lembaga itu mengakui wilayah konservasi tersebut sebagai salah satu situs warisan dunia.

Taman nasional ini memiliki iklim tropis dengan temperatur udara antara 21°-29° Celcius. Ketika musim penghujan, kawasan ini kerap mengalami banjir, tetapi ketika musim kemarau aliran air menjadi sedikit terhambat. Sementara itu, aliran air yang dimiliki sangatlah banyak yaitu sekitar ratusan sungai kecil dan besar, terutama sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas.

Tipe ekosistem di kawasan taman nasional ini terbagi menjadi delapan jenis. Di antaranya, ekosistem hutan dipterocarpaceae (tumbuhan kayu tropis) dataran rendah atau low land dipterocarp forest.

Berikutnya, taman itu juga merupakan ekosistem hutan bukit dipterocarpaceae, species hutan kayu yang banyak terdapat di daerah tropis, dan ekosistem hutan aluvial atau alluvial forest. Ada pula ekosistem hutan sekunder tua atau old secondaiy forest, ekosistem hutan rawa atau swamp forest, ekosistem hutan gunung atau montane forest, ekosistem hutan berkapur limestone forest, dan ekosistem hutan sub-gunung atau sub-montane forest.

Sebagai kawasan hutan tropis primer, Taman Nasional Betung Kerihun mempunyai peran yang sangat penting terhadap kelangsungan hidup aneka jenis fauna. Oleh sebab itu, kawasan ini tidak hanya kaya akan keanekaragaman flora, melainkan juga memiliki berbagai jenis fauna. Flora dan fauna tersebut sebagian adalah jenis endemik bahkan langka.

Beberapa spesies tumbuhan endemik di wilayah ini antara lain Amyxa pluricormis yang merupakan tumbuhan unik satu-satunya di dunia (kerabat pohon gaharu dan memiliki marga sendiri), Castanopsis inermis, Neo uvaria, Shorea peltata, Chisocheton caulifloris, Eugenia spicata, Lithocarpus phillipinensis, Acuminatissima, dan juga pisang musa.

Selain itu, kawasan ini diketahui memiliki 89 spesies anggrek. Begitu juga kelompok mamalia sebanyak 48 spesies. Di antaranya adalah sambar (Cervus sp.), kelinci (Tragulus napu), berang-berang (Lutra sumatrana), harimau dahan (Muntiacus muntjak), dan kijang emas (Mutiacus atherodes),

Sementara itu, taman nasional itu juga memiliki lebih dari tujuh spesies primata yang dapat dijumpai, seperti tarsius (Tarsius bancanus), hout (Presbytis frontata), kelempiau (Hylobates muelleri), seaman (Presbytis rubicunda), orangutan Borneo (Pongo pygmaeus), Macaca fascicularis, dan Macaca nemestrina.

Tentu masih banyak lagi keunikan yang dimiliki taman nasional itu, seperti kegiatan wisata alam sampai wisata budaya. Wisata budaya misalnya, pengunjung dapat menjumpai berbagai kebudayaan khas masyarakat Dayak Kayaan.

Dari masyarakat Dayak Kayaan, pengunjung bisa menyaksikan pakaian etnik khas Dayak. Begitu juga kesenian (tari, musik, dan nyanyian), dan makanan serta minuman tradisional serta pembuatan Mandau dan seni tato.

Penulis: Firman Hidranto

  • Penulis: Pro Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Digitalisasi Tanggap Bencana: BPBD Sulbar Konsisten Raih Nilai Tinggi SPBE

    Digitalisasi Tanggap Bencana: BPBD Sulbar Konsisten Raih Nilai Tinggi SPBE

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 78
    • 0Komentar

    MAMUJU – Plt. Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Muhammad Yasir Fattah, memberikan apresiasi kepada Tim SPBE BPBD serta seluruh ASN dan PTT BPBD Sulbar atas capaian peningkatan dalam penilaian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tahun 2025. Dalam hasil evaluasi terbaru, BPBD Sulbar menempati peringkat ke-17 dari 41 OPD […]

  • Pasar Kreatif Jabar di Cikutra Diresmikan Jumat, Tempat Kumpul Alternatif yang Instagramable

    Pasar Kreatif Jabar di Cikutra Diresmikan Jumat, Tempat Kumpul Alternatif yang Instagramable

    • calendar_month Jum, 7 Jul 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 41
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Pemdaprov Jabar segera meresmikan atau grand launching Pasar Kreatif Jabar di kawasan Cikutra, Kota Bandung. Peresmian Pasar Kreatif Jabar rencananya dilakukan Jumat (7/7/2023) dan menjadi satu rangkaian dengan event Karya Kreatif Jabar – Pekan Kreatif Jawa Barat yang dibuka pada hari yang sama tapi tempatnya di Gedung Sate Bandung. Grand launching Pasar […]

  • Wagub: Harga Sembako Stabil Jelang Lebaran

    Wagub: Harga Sembako Stabil Jelang Lebaran

    • calendar_month Sab, 15 Apr 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 51
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG — Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan harga bahan pokok di Pasar Sehat Soreang, Kabupaten Bandung relatif stabil dan sesuai harga eceran tertinggi (HET). Hal itu dikatakan Wagub Jabar saat mendampingi Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga dalam melaksanakan kegiatan grebek Pasar Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (15/4/2023). Dia pun menyebut anggaran […]

  • Tiba di Mamuju, SDK Mengaku Disambut Hangat Masyarakat dan Forkopimda

    Tiba di Mamuju, SDK Mengaku Disambut Hangat Masyarakat dan Forkopimda

    • calendar_month Ming, 2 Mar 2025
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 41
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) tiba di ibu kota provinsi, Mamuju, sekira pukul 08.30 Wita, Sabtu, 1 Maret 2025 seusai mengikuti retreat di Magelang, Jawa Tengah. Setiba di Mamuju, Suhardi langsung menuju Rujab Bupati Mamuju (Sapota) bersama Bupati Mamuju Sutinah Suhardi dan Wabup Mamuju Yuki Permana. Terlihat, sejumlah forkopimda, pimpinan instansi vertikal, pimpinan […]

  • Gubernur Ridwan Kamil Raih Penghargaan Satyalencana Wira Karya, Program Petani Milenial berkontribusi nyata dalam regenerasi petani di Jabar

    Gubernur Ridwan Kamil Raih Penghargaan Satyalencana Wira Karya, Program Petani Milenial berkontribusi nyata dalam regenerasi petani di Jabar

    • calendar_month Sab, 10 Jun 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 47
    • 0Komentar

    KOTA PADANG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima Tanda Kehormatan Satyalencana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atas keberhasilan dalam mendukung program Pembangunan Pertanian. Penganugerahan Tanda Kehormatan tersebut disematkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo atas nama Presiden dalam rangkaian acara pembukaan kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVI Tahun 2023 di […]

  • Unimaju dan Karang Taruna Karampuang Dorong Branding Digital Wisata Pulau Karampuang

    Unimaju dan Karang Taruna Karampuang Dorong Branding Digital Wisata Pulau Karampuang

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 110
    • 0Komentar

    MAMUJU – Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Pulau Karampuang pada Minggu, 14 September 2025. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui kerja sama dengan Karang Taruna Karampuang, serta didukung oleh Program BIMA Kemenristekdikti. Tema yang diangkat adalah “Pemberdayaan Karang Taruna sebagai Digital Marketer: Strategi Branding Wisata Pulau Karampuang […]

expand_less