Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » Warga Terdampak Bencana dan MBR di Mamuju Tengah Terima Bantuan Program Membara

Warga Terdampak Bencana dan MBR di Mamuju Tengah Terima Bantuan Program Membara

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Kam, 14 Des 2023
  • visibility 155
  • comment 0 komentar

TOBADAK- Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan memberikan bantuan perbaikan rumah tinggal kepada warga yang terdampak bencana alam maupun mayarakat miskin dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada kawasan kumuh.

Bantuan program Membangun Rumah Rakyat (Membara) tersebut diserahkan secara bergantian oleh Wakil Bupati Mateng HM Amin Jasa, Ketua DPRD Dr Arsal Aras, dan Sekda Dr Askary Anwar kepada warga penerima di Alun-alun kota terpadu mandiri (KTM) Tobadak, Senin lalu (11/12/2023). Penyerahan bantuan usai penutupan gelar karnaval budaya dalam rangka Hari Jadi Mateng ke 11 tahun ini.

Warga terdampak bencana maupun mayarakat miskin dan masyarakat berpenghasilan rendah menerima bantuan program MEMBARA masing-masing Rp 20 juta, Penerima bantuan bencana alam berasal dari Desa Lara, Polo Camba, Babana, dan Pangalloang. Sedangkan penerima bantuan kategori masyarakat miskin dan MBR pada kawasan kumuh dari Desa Babana, Polo Pangale, Pangale, dan Kombiling.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kabupaten Mateng Dr Paisal Anwar, SS, M.A.P. mengatakan, bantuan program MEMBARA yang berumber dari APBD Mateng diberikan kepada warga masyarakat yang terkena bencana, baik gempa bumi, angin puting beliung, dan angin kencang.

Selain itu, bantuan program MEMBARA juga diberikan kepada masyarakat miskin dan masyarakat berpenghasilan rendah pada kawasan kumuh.

“Program MEMBARA ini adalah kolaborasi antara pemerintah daerah dengan stakeholder lainnya seperti Bank Sulselbar, Baznas, Developer. Termasuk juga kolaborai dengan organisasi paguyuban atau kerukunan keluarga,” ungkap Paisal Anwar yang ditemui SBChannel.id usai puncak acara Hari Jadi Mateng ke 11, Kamis (14/12/2023).

Dr Paisal Anwar menjelaskan bahwa untuk program MEMBARA tahun ini masih terbilang sedikit karena minimnya APBD. “Programnya belum berjalan maksimal sehingga ke depan kita berharap agar lembaga non pemerintah bisa berperan lebih maksimal,” ujarnya. (ishaka)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diskotikdansa Majene Kaji Banding ke Diskominfo Toraja Utara

    Diskotikdansa Majene Kaji Banding ke Diskominfo Toraja Utara

    • calendar_month Sen, 13 Mar 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 91
    • 0Komentar

    MAJENE – Studi banding atau Kunjungan Kerja (Kunker) tentu bertujuan menambah wawasan dan pengetahuan untuk diterapkan menjadi lebih baik bagi perkembangan kinerja organisasi. Selain itu, studi banding, dapat membandingan objek studi secara langsung sebagai bahan evaluasi dan memperbaiki kekurangan untuk mendukung kemajuan daerah yang diharapkan mampu menjadi bahan riset dan melahirkan inovasi agar pembangunan dapat […]

  • Kabar Baik! Perkimtanhub Sulbar Dukung Pembangunan Kanwil Haji & Umrah

    Kabar Baik! Perkimtanhub Sulbar Dukung Pembangunan Kanwil Haji & Umrah

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 27
    • 0Komentar

    MAMUJU — Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan (Perkimtanhub) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menerima kunjungan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Haji dan Umrah Sulbar Ahmad Barambangi, Senin (30/3). Kunjungan tersebut terkait permintaan hibah lahan untuk pembangunan Kanwil Haji dan Umrah Sulbar. Kedatangan Kepala Kanwil Haji dan Umrah Sulbar, diterima langsung oleh Kepala Dinas Perkimtanhub […]

  • Waspada Cacar Monyet: Gejala, Penyebaran dan Upaya Penanganan

    Waspada Cacar Monyet: Gejala, Penyebaran dan Upaya Penanganan

    • calendar_month Kam, 29 Agu 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Wabah cacar monyet atau Mpox kembali mencuat, namun Indonesia berhasil menangani mayoritas kasus dengan cepat. Dengan 87 dari 88 pasien sudah sembuh, penting bagi kita untuk tetap waspada dan memahami langkah-langkah pencegahan yang efektif. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan data terbaru yang dikonfirmasi per Sabtu, 17 Agustus 2024 terkait penyebaran wabah penyakit cacar monyet (Mpox) di […]

  • Suhardi Duka Bertemu Raja Mamuju dan Raja Balanipa, Komitmen Jaga Stabilitas Daerah

    Suhardi Duka Bertemu Raja Mamuju dan Raja Balanipa, Komitmen Jaga Stabilitas Daerah

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 107
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka melakukan pertemuan dengan Raja Mamuju Andi Bau Akram Dai dan Raja Balanipa Bau Arifin di kantornya, Rabu 3 September 2025. Raja Mamuju Andi Bau Akram Dai mengatakan pertemuan ini silaturahmi dengan Gubernur Sulbar. “Tadi disampaikan bahwa ternyata beliau kawan lama Raja Balanipa Bau Arifin,” kata Bau Akram. Ia menambahkan […]

  • Wagub Uu Tinjau Arus Balik di Kadungora Garut

    Wagub Uu Tinjau Arus Balik di Kadungora Garut

    • calendar_month Rab, 26 Apr 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 107
    • 0Komentar

    KABUPATEN GARUT — Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meninjau Posko Lebaran Pemantauan Arus Balik, di Posko Cihuni Kadungora, Kabupaten Garut, Rabu (26/4/2023). ”Saya memantau wilayah Garut untuk melihat suasana dan keadaan. Alhamdulillah sekalipun arus mudik pada Lebaran tahun ini meningkat sekian kali lipat karena sebelumnya pandemi, namun insiden kecelakaan minim,” kata Wagub Jabar. […]

  • Perlu ‘Road Map’ Khusus Atasi Persoalan Ketersediaan Pustakawan di Indonesia

    Perlu ‘Road Map’ Khusus Atasi Persoalan Ketersediaan Pustakawan di Indonesia

    • calendar_month Sab, 8 Apr 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 101
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah menilai perlu ada peta jalan (road map) khusus untuk mengatasi persoalan ketersediaan pustakawan di Indonesia. Menurutnya, terdapat kesenjangan yang tinggi antara ketersediaan dan kebutuhan pustakawan. Saat ini, menurutnya, ketersediaan pustakawan di Indonesia hanya bisa meng-cover kebutuhan sebanyak 7,51 persen, sementara sebesar 92,49 persen belum dapat terpenuhi kebutuhan pengadaannya. […]

expand_less