Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » Dorong Ketahanan Pangan, Gubernur Sulbar Tingkatkan Indeks Pertanaman

Dorong Ketahanan Pangan, Gubernur Sulbar Tingkatkan Indeks Pertanaman

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
  • visibility 150
  • comment 0 komentar

MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka, menegaskan bahwa peningkatan Indeks Pertanaman (IP) menjadi kunci utama untuk mendorong lonjakan produksi pangan di Sulawesi Barat, dibanding hanya mengandalkan pencetakan sawah baru.

Hal itu disampaikan Suhardi Duka saat mengikuti Panen Raya Padi dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara daring dari Kompleks UPTD Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulbar, di Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Rabu 7 Januari 2026.

Menurut Suhardi Duka, IP Sulbar saat ini masih berada di angka 1,4, yang berarti sebagian besar lahan sawah hanya ditanami satu kali dalam setahun.

“Kalau IP kita 1,4, dari sekitar 43 ribu hektare sawah, hanya sekitar 10 ribu hektare yang panen dua kali. Sisanya 33 ribu hektare hanya satu kali panen. Padahal kalau IP kita naik ke 2 saja, itu sama dengan mencetak sawah baru sekitar 30 ribu hektare,” jelasnya.

Namun demikian, Gubernur mengakui bahwa kendala utama peningkatan IP adalah keterbatasan jaringan irigasi dan minimnya anggaran daerah.

“Masalahnya, kita mau bangun irigasi, pengairan, tapi tidak ada duit. Yang punya duit itu (Pemerintah Pusat di) Jakarta. Sementara sektor pengairan pertanian sering kali bukan prioritas utama karena indikator kementerian PU lebih fokus ke jalan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti ego sektoral antar kementerian, khususnya antara kewenangan sektor pertanian dan pekerjaan umum, yang kerap memperlambat penguatan irigasi pertanian.

Gubernur Suhardi Duka menegaskan bahwa selama masa kepemimpinannya, pertanian dan perkebunan akan menjadi pondasi utama pembangunan Sulawesi Barat. Meski secara teori daerah berbasis pertanian berisiko terjebak dalam middle income trap, namun sektor ini tetap harus diperkuat sebagai fondasi pemerataan kesejahteraan.

“Kalau pondasinya pertanian, maka ketimpangan bisa ditekan. Gini Ratio Sulbar 0,306, lebih rendah dari nasional 0,380. Artinya distribusi kesejahteraan kita lebih adil,” ujarnya.

Untuk meningkatkan nilai tambah, Suhardi Duka menekankan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi pertanian, mulai dari pengolahan beras, tepung, hingga produk turunan sawit.

“Kalau kita masih jual biji kakao, kita tidak akan maju. Tapi beras kita sudah masuk industri. Ke depan kita harus bangun industri tepung, minyak goreng, kosmetik berbasis sawit, dan produk turunan lainnya,” katanya.

Ia juga menargetkan ekspor langsung dari Sulawesi Barat, tanpa harus melalui Makassar atau Surabaya. Upaya ini diperkuat dengan rencana menghadirkan kantor Bea Cukai di Sulbar.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga meminta Dinas TPHP Sulbar memetakan sawah yang belum memiliki pengairan teknis, sebagai dasar koordinasi dengan Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian guna meningkatkan IP minimal menjadi 2 dalam lima tahun ke depan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penggunaan varietas unggul melalui penguatan program demplot dan pembelian hasil panen bibit unggul oleh pemerintah daerah agar bisa didistribusikan ke petani.

Kepala Dinas TPHP Provinsi Sulawesi Barat, Hamdani Hamdi menyampaikan bahwa Luas sawah Sulbar mencapai 42.900 hektare, terluas di Kabupaten Polewali Mandar. Cakupan irigasi baru 46 persen, sementara 54 persen masih non-irigasi. Luas panen meningkat dari 63.181 ton (2024) menjadi 74.131 ton (2025).

Produksi beras 2025 mencapai 219.100 ton, dengan konsumsi 149.323 ton, sehingga surplus 69.780 ton. Program percetakan sawah di Mamasa seluas 300 hektare sedang berjalan.

Dari sisi alat mesin pertanian (alsintan), Sulbar masih mengalami kekurangan signifikan, antara lain:

Traktor roda dua: tersedia 566 unit, kebutuhan 2.861 unit
Traktor roda empat: tersedia 189 unit, kebutuhan 477 unit
Kultivator: tersedia 146 unit, kebutuhan 18.000 unit

Tahun 2026, Sulbar memperoleh DIPA Tugas Pembantuan Kementan sebesar Rp151,9 miliar, serta dana dekonsentrasi pupuk sebesar Rp881 juta, yang akan dioptimalkan melalui koordinasi lintas kementerian. (Rls)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • YOI Festival Berlangsung Meriah, FKPT Sulbar Mendorong Terwujudnya Sekolah Damai

    YOI Festival Berlangsung Meriah, FKPT Sulbar Mendorong Terwujudnya Sekolah Damai

    • calendar_month Jum, 18 Okt 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 124
    • 0Komentar

    MAMUJU – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Barat menggelar acara Youth Of Indonesia (YOI) Festival. Pelaksanaan YOI Festival di DAF Cafe and Resto Mamuju pada Kamis 17 Oktober 2024, mengusung tema “Muda Mandiri Berkarya untuk Negeri”. Berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan peserta dan undangan kehormatan. Ketua Bidang […]

  • Pemdaprov Jabar Terus Kembangkan Bandara Kertajati

    Pemdaprov Jabar Terus Kembangkan Bandara Kertajati

    • calendar_month Rab, 26 Apr 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 126
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Pemda Provinsi Jawa Barat terus mengembangkan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka. Kepala Biro BUMD,  Investasi dan Administrasi Pembangunan (BIA) Setda Jabar Lusi Lesminingwati mengemukakan hal itu terkait dibukanya rute penerbangan baru Kertajati –  Kuala Lumpur, Malaysia oleh maskapai Air Asia. ”Kami berharap, tentunya selain full support Pak […]

  • Pesan Terakhir Arifin Panigoro kepada Ridwan Kamil: Rumuskan Kebijakan Terbaik Bidang Kesehatan

    Pesan Terakhir Arifin Panigoro kepada Ridwan Kamil: Rumuskan Kebijakan Terbaik Bidang Kesehatan

    • calendar_month Sel, 8 Mar 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 219
    • 0Komentar

    JAKARTA — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melayat ke rumah duka almarhum Arifin Panigoro di Jalan Madrasah II, Jakarta Selatan, Selasa (8/3/2022) pagi. Ridwan Kamil hadir dengan peci hitam dan batik nuansa hitam serta tetap menggunakan masker ciri khasnya bermotif megamendung. Tak lupa ia mendoakan almarhum serta keluarga yang ditinggalkan agar diberi ketabahan. Arifin Panigoro […]

  • Suherman Siap Jadikan KORMI Mamasa Jadi Rumah Besar

    Suherman Siap Jadikan KORMI Mamasa Jadi Rumah Besar

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 313
    • 0Komentar

    MAMASA – Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Mamasa H. Suherman, S.Kep.Ns.,M.M menyatakan siap menjadikan organisasi yang dipimpinnya sebagai rumah besar. Penegasan tersebut disampaikan Suherman, saat membawakan sambutan perdana usai dikukuhkan bersama Pengurus KORMI Kabupaten Mamasa Masa Bakti 2025-2029. Acara yang berlangsung di Aula Gedung Perpustakaan Kabupaten Mamasa, Selasa 11 November 2025 berlangsung sukses […]

  • FGD “Sinergi UGM dan KAGAMA Sulawesi Barat” Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Pembangunan Daerah

    FGD “Sinergi UGM dan KAGAMA Sulawesi Barat” Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Pembangunan Daerah

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 103
    • 0Komentar

    MAMUJU — Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Sulawesi Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sinergi UGM dan KAGAMA Sulawesi Barat” di Hotel Grand d’Maleo, Mamuju, pada Sabtu (17/1). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara kampus, alumni, dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan reputasi […]

  • Innalillah! Founder Fajar Group HM Alwi Hamu Meninggal Dunia

    Innalillah! Founder Fajar Group HM Alwi Hamu Meninggal Dunia

    • calendar_month Sab, 18 Jan 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 188
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kabar duka datang dari dunia pers nasional. H. M. Alwi Hamu, tokoh asal Sulawesi Selatan sekaligus Founder Fajar Group, meninggal dunia pada Sabtu (18/1/2025). Almarhum mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Puri, Jakarta. “Innalillahi wainnaa ilaihi rodjiun, telah berpulang ke rahmatullah Bapak H. M. Alwi Hamu pada hari Sabtu, 18 Januari 2025, di […]

expand_less