Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » Dorong Ketahanan Pangan, Gubernur Sulbar Tingkatkan Indeks Pertanaman

Dorong Ketahanan Pangan, Gubernur Sulbar Tingkatkan Indeks Pertanaman

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
  • visibility 163
  • comment 0 komentar

MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka, menegaskan bahwa peningkatan Indeks Pertanaman (IP) menjadi kunci utama untuk mendorong lonjakan produksi pangan di Sulawesi Barat, dibanding hanya mengandalkan pencetakan sawah baru.

Hal itu disampaikan Suhardi Duka saat mengikuti Panen Raya Padi dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara daring dari Kompleks UPTD Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulbar, di Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Rabu 7 Januari 2026.

Menurut Suhardi Duka, IP Sulbar saat ini masih berada di angka 1,4, yang berarti sebagian besar lahan sawah hanya ditanami satu kali dalam setahun.

“Kalau IP kita 1,4, dari sekitar 43 ribu hektare sawah, hanya sekitar 10 ribu hektare yang panen dua kali. Sisanya 33 ribu hektare hanya satu kali panen. Padahal kalau IP kita naik ke 2 saja, itu sama dengan mencetak sawah baru sekitar 30 ribu hektare,” jelasnya.

Namun demikian, Gubernur mengakui bahwa kendala utama peningkatan IP adalah keterbatasan jaringan irigasi dan minimnya anggaran daerah.

“Masalahnya, kita mau bangun irigasi, pengairan, tapi tidak ada duit. Yang punya duit itu (Pemerintah Pusat di) Jakarta. Sementara sektor pengairan pertanian sering kali bukan prioritas utama karena indikator kementerian PU lebih fokus ke jalan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti ego sektoral antar kementerian, khususnya antara kewenangan sektor pertanian dan pekerjaan umum, yang kerap memperlambat penguatan irigasi pertanian.

Gubernur Suhardi Duka menegaskan bahwa selama masa kepemimpinannya, pertanian dan perkebunan akan menjadi pondasi utama pembangunan Sulawesi Barat. Meski secara teori daerah berbasis pertanian berisiko terjebak dalam middle income trap, namun sektor ini tetap harus diperkuat sebagai fondasi pemerataan kesejahteraan.

“Kalau pondasinya pertanian, maka ketimpangan bisa ditekan. Gini Ratio Sulbar 0,306, lebih rendah dari nasional 0,380. Artinya distribusi kesejahteraan kita lebih adil,” ujarnya.

Untuk meningkatkan nilai tambah, Suhardi Duka menekankan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi pertanian, mulai dari pengolahan beras, tepung, hingga produk turunan sawit.

“Kalau kita masih jual biji kakao, kita tidak akan maju. Tapi beras kita sudah masuk industri. Ke depan kita harus bangun industri tepung, minyak goreng, kosmetik berbasis sawit, dan produk turunan lainnya,” katanya.

Ia juga menargetkan ekspor langsung dari Sulawesi Barat, tanpa harus melalui Makassar atau Surabaya. Upaya ini diperkuat dengan rencana menghadirkan kantor Bea Cukai di Sulbar.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga meminta Dinas TPHP Sulbar memetakan sawah yang belum memiliki pengairan teknis, sebagai dasar koordinasi dengan Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian guna meningkatkan IP minimal menjadi 2 dalam lima tahun ke depan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penggunaan varietas unggul melalui penguatan program demplot dan pembelian hasil panen bibit unggul oleh pemerintah daerah agar bisa didistribusikan ke petani.

Kepala Dinas TPHP Provinsi Sulawesi Barat, Hamdani Hamdi menyampaikan bahwa Luas sawah Sulbar mencapai 42.900 hektare, terluas di Kabupaten Polewali Mandar. Cakupan irigasi baru 46 persen, sementara 54 persen masih non-irigasi. Luas panen meningkat dari 63.181 ton (2024) menjadi 74.131 ton (2025).

Produksi beras 2025 mencapai 219.100 ton, dengan konsumsi 149.323 ton, sehingga surplus 69.780 ton. Program percetakan sawah di Mamasa seluas 300 hektare sedang berjalan.

Dari sisi alat mesin pertanian (alsintan), Sulbar masih mengalami kekurangan signifikan, antara lain:

Traktor roda dua: tersedia 566 unit, kebutuhan 2.861 unit
Traktor roda empat: tersedia 189 unit, kebutuhan 477 unit
Kultivator: tersedia 146 unit, kebutuhan 18.000 unit

Tahun 2026, Sulbar memperoleh DIPA Tugas Pembantuan Kementan sebesar Rp151,9 miliar, serta dana dekonsentrasi pupuk sebesar Rp881 juta, yang akan dioptimalkan melalui koordinasi lintas kementerian. (Rls)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PP KAGAMA Lantik 47 Pengurus Daerah KAGAMA Sulawesi Barat Periode 2025–2030

    PP KAGAMA Lantik 47 Pengurus Daerah KAGAMA Sulawesi Barat Periode 2025–2030

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 109
    • 0Komentar

    MAMUJU — Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (PP KAGAMA) resmi melantik 47 pengurus baru Pengda KAGAMA Sulawesi Barat (Sulbar) periode 2025–2030 di Hotel Grand d’Maleo, Mamuju, Sabtu (17/1). Pelantikan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Umum PP KAGAMA, Prof. Anwar Sanusi, Ph.D., dan dihadiri oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., […]

  • Ridwan Kamil: Pasar Rakyat Jabar Juara Harus Jadi Pilihan Utama Warga

    Ridwan Kamil: Pasar Rakyat Jabar Juara Harus Jadi Pilihan Utama Warga

    • calendar_month Rab, 27 Apr 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 244
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengemukakan, Pasar Rakyat Jabar Juara harus jadi pilihan utama warga dalam mencari kebutuhan pokok. Maka dari itu Ridwan Kamil berharap Pasar Rakyat Jabar Juara di Ciranjang, Kabupaten Cianjur, bisa meningkatkan roda perekonomian warga setempat. “Kami bercita-cita agar ekonomi kerakyatan itu harus bangkit jadi pilihan utama. Jadi shoping […]

  • Bahtiar Kunjungi Panti Asuhan Campaloga Mamuju Serahkan Bantuan Baznas Sulbar

    Bahtiar Kunjungi Panti Asuhan Campaloga Mamuju Serahkan Bantuan Baznas Sulbar

    • calendar_month Jum, 6 Des 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 146
    • 0Komentar

    MAMUJU- Penjabat Gubernur Sulawesi Barat Bahtiar Baharuddin mengunjungi panti asuhan Campaloga, Tamasapi, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Kamis 5 Desember 2024. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama Pemprov Sulbar dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulbar. “Ini contoh konkrit betapa bermanfaatnya Baznas, terutama teman-teman pegawai Pemprov Sulbar yang menyalurkan zakatnya,” kata Bahtiar. Makanya, dirinya mengimbau agar […]

  • Perkuat Budaya Anti Korupsi, Inspektorat Sulbar Turun Langsung Dampingi Pengguna Layanan Isi Kuesioner SPI KPK

    Perkuat Budaya Anti Korupsi, Inspektorat Sulbar Turun Langsung Dampingi Pengguna Layanan Isi Kuesioner SPI KPK

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 150
    • 0Komentar

    MAMUJU — Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Barat melalui Tim Inspektorat Pembantu Wilayah Khusus (Irbanwil Khusus) melaksanakan pendampingan pengisian Kuesioner Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2025 kepada masyarakat dan pengguna layanan publik. Pendampingan dilaksanakan di beberapa instansi pelayanan, yaitu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Samsat, serta UPTD Pengujian Mutu Dinas PUPR, Selasa […]

  • Kopiah Resam, Kerajinan Ramah Lingkungan Khas Bangka

    Kopiah Resam, Kerajinan Ramah Lingkungan Khas Bangka

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Masyarakat Bangka Belitung pernah memberikan cendera mata kopiah resam kepada para peserta salah satu rangkaian Presidensi G20. Beragamnya suku yang mendiami 38 provinsi di tanah air telah memberi sumbangsih besar dalam memperkaya khasanah budaya dan tradisi Nusantara. Setiap suku tentu memiliki adat istiadatnya masing-masing, yang terkadang tak dijumpai di daerah lainnya. Mereka pun sangat dekat […]

  • Menyiapkan Tondano Jadi Arena Olahraga Internasional

    Menyiapkan Tondano Jadi Arena Olahraga Internasional

    • calendar_month Sab, 3 Jun 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Lebih 1.000 wisatawan per bulan datang menikmati kesejukan udara sekitar Danau Tondano. Upaya mengembalikan pamor dan pesona danau vulkanik, yang merupakan rumah ikan endemik bernama payangka, tengah gencar dilakukan. Sulawesi Utara bukan hanya terkenal karena Taman Nasional Bunaken. Provinsi dengan moto Si Tou Tumou Tou itu juga memiliki objek wisata cantik lainnya, salah satunya adalah Danau Tondano. […]

expand_less