Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » Dorong Ketahanan Pangan, Gubernur Sulbar Tingkatkan Indeks Pertanaman

Dorong Ketahanan Pangan, Gubernur Sulbar Tingkatkan Indeks Pertanaman

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
  • visibility 179
  • comment 0 komentar

MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka, menegaskan bahwa peningkatan Indeks Pertanaman (IP) menjadi kunci utama untuk mendorong lonjakan produksi pangan di Sulawesi Barat, dibanding hanya mengandalkan pencetakan sawah baru.

Hal itu disampaikan Suhardi Duka saat mengikuti Panen Raya Padi dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara daring dari Kompleks UPTD Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulbar, di Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Rabu 7 Januari 2026.

Menurut Suhardi Duka, IP Sulbar saat ini masih berada di angka 1,4, yang berarti sebagian besar lahan sawah hanya ditanami satu kali dalam setahun.

“Kalau IP kita 1,4, dari sekitar 43 ribu hektare sawah, hanya sekitar 10 ribu hektare yang panen dua kali. Sisanya 33 ribu hektare hanya satu kali panen. Padahal kalau IP kita naik ke 2 saja, itu sama dengan mencetak sawah baru sekitar 30 ribu hektare,” jelasnya.

Namun demikian, Gubernur mengakui bahwa kendala utama peningkatan IP adalah keterbatasan jaringan irigasi dan minimnya anggaran daerah.

“Masalahnya, kita mau bangun irigasi, pengairan, tapi tidak ada duit. Yang punya duit itu (Pemerintah Pusat di) Jakarta. Sementara sektor pengairan pertanian sering kali bukan prioritas utama karena indikator kementerian PU lebih fokus ke jalan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti ego sektoral antar kementerian, khususnya antara kewenangan sektor pertanian dan pekerjaan umum, yang kerap memperlambat penguatan irigasi pertanian.

Gubernur Suhardi Duka menegaskan bahwa selama masa kepemimpinannya, pertanian dan perkebunan akan menjadi pondasi utama pembangunan Sulawesi Barat. Meski secara teori daerah berbasis pertanian berisiko terjebak dalam middle income trap, namun sektor ini tetap harus diperkuat sebagai fondasi pemerataan kesejahteraan.

“Kalau pondasinya pertanian, maka ketimpangan bisa ditekan. Gini Ratio Sulbar 0,306, lebih rendah dari nasional 0,380. Artinya distribusi kesejahteraan kita lebih adil,” ujarnya.

Untuk meningkatkan nilai tambah, Suhardi Duka menekankan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi pertanian, mulai dari pengolahan beras, tepung, hingga produk turunan sawit.

“Kalau kita masih jual biji kakao, kita tidak akan maju. Tapi beras kita sudah masuk industri. Ke depan kita harus bangun industri tepung, minyak goreng, kosmetik berbasis sawit, dan produk turunan lainnya,” katanya.

Ia juga menargetkan ekspor langsung dari Sulawesi Barat, tanpa harus melalui Makassar atau Surabaya. Upaya ini diperkuat dengan rencana menghadirkan kantor Bea Cukai di Sulbar.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga meminta Dinas TPHP Sulbar memetakan sawah yang belum memiliki pengairan teknis, sebagai dasar koordinasi dengan Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian guna meningkatkan IP minimal menjadi 2 dalam lima tahun ke depan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penggunaan varietas unggul melalui penguatan program demplot dan pembelian hasil panen bibit unggul oleh pemerintah daerah agar bisa didistribusikan ke petani.

Kepala Dinas TPHP Provinsi Sulawesi Barat, Hamdani Hamdi menyampaikan bahwa Luas sawah Sulbar mencapai 42.900 hektare, terluas di Kabupaten Polewali Mandar. Cakupan irigasi baru 46 persen, sementara 54 persen masih non-irigasi. Luas panen meningkat dari 63.181 ton (2024) menjadi 74.131 ton (2025).

Produksi beras 2025 mencapai 219.100 ton, dengan konsumsi 149.323 ton, sehingga surplus 69.780 ton. Program percetakan sawah di Mamasa seluas 300 hektare sedang berjalan.

Dari sisi alat mesin pertanian (alsintan), Sulbar masih mengalami kekurangan signifikan, antara lain:

Traktor roda dua: tersedia 566 unit, kebutuhan 2.861 unit
Traktor roda empat: tersedia 189 unit, kebutuhan 477 unit
Kultivator: tersedia 146 unit, kebutuhan 18.000 unit

Tahun 2026, Sulbar memperoleh DIPA Tugas Pembantuan Kementan sebesar Rp151,9 miliar, serta dana dekonsentrasi pupuk sebesar Rp881 juta, yang akan dioptimalkan melalui koordinasi lintas kementerian. (Rls)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasanuddin Haruna Tekankan Program Dinas TPHP Harus Dukung Misi Gubernur Sulbar

    Hasanuddin Haruna Tekankan Program Dinas TPHP Harus Dukung Misi Gubernur Sulbar

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 179
    • 0Komentar

    MAMUJU – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat, Hasanuddin Haruna, menegaskan pentingnya penataan dan penajaman program perangkat daerah agar benar-benar selaras dan mendukung lima misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga. Penegasan tersebut disampaikan Hasanuddin usai mengikuti Rapat Pemaparan Program dan Kegiatan […]

  • Pertalite Segera Dihapus!

    Pertalite Segera Dihapus!

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 103
    • 0Komentar

    JAKARTA – Wacana pembatasan dan bahkan penghapusan Pertalite sedang bergulir. Seolah menegaskan wacana tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan kasih kode keras soal Pertalite. Luhut mengungkap kalau Indonesia butuh meningkatkan kualitas udara, salah satunya dengan cara beralih menggunakan bahan bakar yang berkualitas dan menjaga standar emisi gas buang yang tinggi. Jadi selain gencar […]

  • Sewindu Mengarungi Disrupsi Multidimensi

    Sewindu Mengarungi Disrupsi Multidimensi

    • calendar_month Ming, 9 Mar 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Oleh: Firdaus, Ketua Umum SMSI DISRUPSI teknologi kian menjadi-jadi ketika organisasi pers Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) genap berusia sewindu pada Jumat, 7 Maret 2025. Disrupsi tidak kunjung mereda, bahkan memasuki babak baru: disrupsi multidimensi. Ciri multidimensi ditandai dengan serangan dari berbagai sisi. Dari berbagai sisi media dilumpuhkan satu sama lain. Dari sisi bisnis, keredaksian, […]

  • Gubernur Sulbar Suhardi Duka Lantik 15 Pejabat Eselon II dan 5 Pelaksana Tugas

    Gubernur Sulbar Suhardi Duka Lantik 15 Pejabat Eselon II dan 5 Pelaksana Tugas

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 302
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada lima pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulbar. Adapun, pejabat yang mendapatkan posisi Plt diantaranya Plt Karo Ortala Nur Rahma Parampasi, Plt. Karo Tapemkesra Murdanil, Plt Diskominfo Muh. Ridwan Djafar, Plt Satpoldamkar Aksan Amirullah, dan Plt Kepala Dinas Kesehatan […]

  • Suhardi Duka Dorong Pengelolaan LTJ Sulbar Berpihak pada Kesejahteraan Masyarakat

    Suhardi Duka Dorong Pengelolaan LTJ Sulbar Berpihak pada Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 71
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah pusat tengah mengembangkan potensi rare earth element (REE) atau logam tanah jarang (LTJ) yang saat ini menjadi incaran dunia karena dibutuhkan untuk industri pertahanan, elektronik, hingga baterai kendaraan listrik. BUMN baru bentukan Danantara, Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), rencananya akan menggarap pilot proyek hilirisasi logam tanah jarang (rare earth) di Mamuju. Pada Rabu, […]

  • Kontingen Jabar Memimpin Perolehan Medali

    Kontingen Jabar Memimpin Perolehan Medali

    • calendar_month Sel, 4 Jul 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 134
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG — Kontingen Jawa Barat hingga Selasa (4/7/2023) pukul 17.00 masih memimpin perolehan medali Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (Fornas) VII/2023 Jawa Barat. Jabar mengoleksi 18 medali dengan rincian 6 emas, 6 perak, dan 6 perunggu. Sementara posisi dua ditempati kontingen DKI Jakarta dengan 12 medali, rinciannya 6 emas, 2 perak dan 4 perunggu. […]

expand_less