Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Perusahaan Pers Startup Siap-siap Gigit Jari dengan Terbitnya Perpres Keberlanjutan Media

Perusahaan Pers Startup Siap-siap Gigit Jari dengan Terbitnya Perpres Keberlanjutan Media

  • account_circle mbahdot
  • calendar_month Jum, 24 Feb 2023
  • visibility 151
  • comment 0 komentar

Perusahaan Pers Startup Siap-siap Gigit Jari dengan Terbitnya Perpres Keberlanjutan Media

Oleh: Sihono HT (Ketua SMSI DIY, Founder Media Startup Wiradesa.co)

Presiden Republik Indonesia (RI) berencana menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Keberlanjutan Media. Kini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Dewan Pers sedang berpacu, adu cepat, mengusulkan draft rencana perpres tersebut.

Ada dua usulan draft yang disodorkan ke Presiden. Pertama, usulan dari Kemenkominfo draft R-Perpres tentang Kerja Sama Perusahaan Platform Digital dan Perusahaan Pers untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas, Kedua, usulan Dewan Pers draft R-Perpres tentang Tanggung Jawab Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas.

Kedua lembaga negara itu sepertinya tergopoh-gopoh, pengin secepat mungkin, memenuhi saran Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berpidato di puncak peringatan HPN 2023 di Medan, Sumatera Utara, Kamis 9 Februari 2023. “Saran saya bertemu, kemudian dalam satu bulan ini harus selesai mengenai perpres ini. Jangan lebih dari satu bulan,” tegas Presiden Jokowi.

Memenuhi saran Presiden itu baik, tetapi akan lebih baik jika mendengarkan apa yang dirasakan pengelola perusahaan pers startup. Perusahaan media kecil di Indonesia itu sekarang jumlahnya puluhan ribu. Pengelola media kecil banting tulang, memeras keringat, dan kerja mati-matian untuk bisa bertahan di masa pandemi Covid-19 dan di era disrupsi.

Mereka para pimpinan di kedua lembaga negara itu sibuk menyusun peraturan ini peraturan itu, pedoman ini pedoman itu, yang semuanya dibiayai negara, kami-kami di lapangan pontang-panting melaksanakannya.

Dewan Pers yang diamanahi untuk mendata perusahaan pers (Pasal 15 ayat 2 butir g UU Nomor 40/1999 tentang Pers) justru membuat syarat verifikasi yang sulit untuk dipenuhi perusahaan media startup.

Kami sendiri tidak sulit memenuhi dua syarat utama untuk verifikasi, yakni berbadan hukum Indonesia dan pemimpin redaksinya memiliki kartu wartawan utama. Tetapi untuk syarat yang lain, memiliki modal minimal Rp 50 juta dan menggaji wartawan sesuai standar upah minimum provinsi sebanyak 13 kali setahun, serta mengikutkan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan itu pukulan telak bagi startup.

Tidak jarang kita mendapat komentar dari berbagai pihak yang katanya tokoh pers. “Kalau tidak punya modal dan tidak mampu membayar karyawan, ya gak usah mendirikan perusahaan pers”. Emangnya di Indonesia ini yang boleh mendirikan perusahaan pers itu hanya orang yang punya modal, orang yang punya duit?

Hebatnya, soal verifikasi ini masuk dalam draft R-Perpres usulan Dewan Pers. Dalam draft usulan R-Perpres tentang Tanggung Jawab Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas, Pasal 8 ayat (1) berbunyi “Perusahaan Pers yang berhak mengajukan permohonan kepada Dewan Pers atas pelaksanaan Kerjasama Perusahaan Platform Digital dengan Perusahaan Pers adalah Perusahaan Pers yang telah terverifikasi oleh Dewan Pers”.

Jadi puluhan ribu perusahaan pers startup, perusahaan media kecil di Indonesia, siap-siap gigit jari dengan terbitnya Perpres tentang Keberlanjutan Media. Karena nanti hanya media-media yang bermodal besar yang akan diuntungkan dengan perpres ini. Akhirnya asas keadilan tidak akan dirasakan oleh perusahaan media kecil, yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia.

Belajarlah dari Google

Selama ini, Pemerintah (Kemenkominfo) dan Dewan Pers tidak memberi solusi riil terhadap persoalan yang dihadapi Perusahaan Pers Startup, seperti kami. Pengelola media kecil, seperti kami dan juga yang lain, berusaha keras sendiri-sendiri untuk menghasilkan karya jurnalisme berkualitas dan berusaha agar bisnis medianya tetap berkelanjutan. Tetapi Dewan Pers justru merepotkan dengan syarat verifikasi dengan dalih mendata pers, menjalankan undang-undang.

Ketika Kemenkominfo dan Dewan Pers sibuk memenuhi saran Presiden, sebenarnya perusahaan platform digital internasional, seperti Google telah menjalankan apa yang diributkan oleh para elit pers dan pejabat di Indonesia tersebut. Justru Google yang dikeluhkan itu yang membantu media startup, media kecil yang terabaikan di draft usulan R-Perpres tentang Keberlanjutan Media.

Bantuan itu tidak hanya pendanaan, tetapi juga workshop (pelatihan) tentang bagaimana membuat karya jurnalisme berkualitas tinggi dan bisnis media yang berkelanjutan. Program Google News Initiative Startups Lab Indonesia itu salah satu contohnya.

Seharusnya Pemerintah (Kemenkominfo) dan Dewan Pers melakukan apa yang dijalankan Google. Khususnya terkait pembuatan karya jurnalisme berkualitas tinggi dan berbisnis media secara profesional.

Jika memang serius membuat regulasi tentang media, maka ajaklah berbicara kepada semua stakeholders, berbagai pihak yang berkepentingan, termasuk perusahaan media startup dan perusahaan platform digital.

Seharusnya Dewan Pers sebagai lembaga independen memfasilitasi organisasi-organisasi pers dalam menyusun peraturan-peraturan di bidang pers dan meningkatkan kualitas profesi kewartawanan, bukan berpacu, adu cepat, dengan Kemenkominfo menyodorkan R-Perpres tentang Keberlanjutan Media kepada Presiden. (*)

  • Penulis: mbahdot
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Sulbar Targetkan Revitalisasi Posyandu: dari Stunting hingga Layanan Lansia

    Wagub Sulbar Targetkan Revitalisasi Posyandu: dari Stunting hingga Layanan Lansia

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 168
    • 0Komentar

    MAMUJU – Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S Mengga secara resmi memimpin Kick Off Gerakan Cinta Posyandu yang digelar di ruang rapat oval lt 3 kantor Gubernur Sulawesi Barat, Selasa 9 Septembet 2025. Rapat tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa, Kadis Kesehatan, sertabjajaran pimpinan OPD lainnya. Dalam sambutannya, Salim Mengga menegaskan bahwa posyandu […]

  • Gerakan Pangan Murah, Bahtiar: Ini Cara Kita Mengatasi Masalah di Hilir

    Gerakan Pangan Murah, Bahtiar: Ini Cara Kita Mengatasi Masalah di Hilir

    • calendar_month Sel, 4 Feb 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 183
    • 0Komentar

    MAMUJU – Penjabat Gubernur Sulawesi Barat Bahtiar Baharuddin melakukan peninjauan langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) atau pasar murah yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Sulbar di Taman Karema, Kabupaten Mamuju, Senin 3 Februari 2025. Hadir juga Ketua DPRD Sulbar Amalia Fitri Aras, Wakil Ketua DPRD Sulbar Munandar Wijaya Ramlan, Kepala BI Sulbar, perwakilan Polda […]

  • Selaraskan Anggaran Daerah dengan Pusat, BPKPD Sulbar Ikuti Pedoman Teknis DAU Tahun 2026

    Selaraskan Anggaran Daerah dengan Pusat, BPKPD Sulbar Ikuti Pedoman Teknis DAU Tahun 2026

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 155
    • 0Komentar

    MAMUJU — Dalam rangka memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan kebijakan fiskal nasional, Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengikuti kegiatan Sosialisasi Kebijakan Penggunaan Dana Alokasi Umum (DAU) yang Ditentukan Penggunaannya Tahun 2026. Sosialisasi diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan, secara daring melalui platform […]

  • Uu Ruzhanul: Promosikan Potensi Wisata dan Ekonomi Jabar Selatan

    Uu Ruzhanul: Promosikan Potensi Wisata dan Ekonomi Jabar Selatan

    • calendar_month Kam, 4 Mei 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 139
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Cycling de Jabar 2023 akan menjadi lokomotif promosi wisata dan ekonomi Jabar Selatan. Adapun pada tahun ini, Cycling de Jabar mengangkat tema “Nyambungkeun Sumanget”. Tema tersebut dipilih sebagai simpul kolaborasi dari berbagai pihak dalam menyukseskan Cycling de Jabar 2023. Tema tersebut juga memiliki tujuan bersama dari para stakeholders untuk mempromosikan wisata dan […]

  • ASEAN Konsisten Membangun Kerja Sama Konkret dan Inklusif

    ASEAN Konsisten Membangun Kerja Sama Konkret dan Inklusif

    • calendar_month Ming, 7 Mei 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 163
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pendekatan ASEAN sangat konsisten, yaitu ingin membangun kerja sama konkret dan inklusif dengan semua negara untuk menjadikan Indo Pasifik sebagai kawasan damai dan sejahtera. Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno L.P. Marsudi mengingatkan kembali bahwa pendekatan ASEAN sangat konsisten, yaitu ingin membangun kerja sama konkret dan inklusif dengan semua negara untuk menjadikan Indo […]

  • Suhardi Duka: Kunci SDM Unggul dan Berkarakter Ada di Tangan Guru

    Suhardi Duka: Kunci SDM Unggul dan Berkarakter Ada di Tangan Guru

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 174
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka menegaskan bahwa keberhasilan misi ketiga Panca Daya, yaitu membangun sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkarakter, bergantung pada kualitas dan ketulusan para guru. Hal itu disampaikan Suhardi Duka dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam dan Strategi Implementasi Program Sulbar Mandaras yang dirangkaikan dengan pengukuhan Ibunda Guru dan Bunda […]

expand_less