Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Pesona Laguna Kehe Daing yang Tersembunyi di Sudut Kakaban

Pesona Laguna Kehe Daing yang Tersembunyi di Sudut Kakaban

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Sen, 23 Des 2024
  • visibility 292
  • comment 0 komentar
PERAIRAN Kehe Daing terhitung dangkal dengan air jernih berwarna biru kehijauan. Letak laguna ini membelakangi Danau Kakaban yang terkenal.

Setiap daerah di Indonesia menyimpan potensi keindahan alam yang menarik untuk dikunjungi. Kehe Daing adalah satu di antaranya yang terletak di Kakaban, pulau tak berpenghuni seluas 774,2 hektare (ha) yang berada di gugus Kepulauan Derawan, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kakaban merupakan satu dari beberapa pulau yang berada di Kepulauan Derawan. Sedikitnya, ada 3 pulau lainnya yang sudah sangat terkenal selain Kakaban di gugus Kepulauan Derawan, yakni Pulau Maratua, Derawan, dan Sangalaki.

Kakaban terbentuk dari gugus batu karang melingkar atau atol dan terdapat laguna atau air laut yang terperangkap di tengah pulau karang. Laguna tadi membentuk danau berair payau, yang rasanya antara asin dan tawar dengan biota terkenalnya yaitu ubur-ubur (jellyfish) oranye tak bersengat yang sangat langka–hanya ada di dua tempat di dunia. Itu sebabnya pada 2004, Danau Kakaban ditetapkan sebagai kawasan warisan dunia oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

Ada beberapa jenis ubur-ubur yang hidup di Danau Kakaban. Yakni, ubur-ubur terbalik (Cassiopea ornata) dengan ukuran 15–20 sentimeter (cm) dan ubur-ubur bulan (Aurelia aurita) yang ukurannya 5–50 cm. Atau ubur-ubur kotak (Tripedalia cystophora) yang seukuran ujung jari telunjuk atau sekitar 7–10 milimeter (mm) dan ubur-ubur totol (Mastigias papua) seukuran 1–20 cm.

Kakaban yang letaknya di Kampung Payung-Payung dan menghadap Laut Sulawesi tak hanya dikenal dengan danau payau berusia 2 juta tahun lampau serta ubur-uburnya. Di sana, terdapat pula laguna unik yang posisinya menjorok ke pesisir pulau, namanya Kehe Daing.

Kendati berada di pulau yang sama, ada perbedaan mencolok antara Danau Kakaban dengan Laguna Kehe Daing. Jika Danau Kakaban berair payau, sedikit keruh, memiliki luas 500 ha atau dua pertiga dari Pulau Kakaban dan dikelilingi tebing karang terjal, maka tidak demikian dengan kembarannya. Kehe Daing yang posisinya membelakangi Danau Kakaban justru berair jernih biru kehijauan dikelilingi oleh rindangnya pepohonan seperti sagu (Metroxylon sagu), merbau (Intsia bijuga), dan mangrove.

Bentuk Kehe Daing mirip aliran sungai, yang memanjang sejauh sekira 2 kilometer dengan perairannya yang dangkal, sekitar 1,5–2 meter. Dilihat dari udara, laguna ini seperti nyaris menyatu dengan sisi laut dan hanya dipisahkan oleh daratan memanjang.

Rasa airnya asin seperti air laut. Maklum saja karena bersumber dari rembesan air laut yang menyusup melewati celah sempit menyerupai lubang kecil. Bentuk lubang kecil tadi baru bisa dilihat dengan mata telanjang saat air laut sedang surut dan sedikit sulit untuk dilewati oleh orang dewasa.

Lubang itu yang melatari penyebutan nama laguna jernih tersebut, lantaran dalam bahasa suku Bajau yang mendiami Kepulauan Derawan, “kehe” berarti lubang dan “daing” adalah ikan. Jadi, Kehe Daing artinya adalah lubang ikan. Berhubung Kehe Daing terletak di pulau tak berpenghuni yang dikelilingi oleh hutan belantara dan perairan, maka akses satu-satunya adalah melalui jalur laut.

Pengunjung dapat menumpang perahu cepat (speedboat) seharga Rp150.000 per orang yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Batu, Berau ke Pulau Derawan dan transit di Kakaban dengan waktu tempuh 30–45 menit. Atau dari Pelabuhan Tanjung Redeb ke Kakaban dan Maratua dengan tarif Rp350.000. Jika berangkat secara rombongan maksimal 16 orang bisa menyewa speedboat seharga Rp3 juta.

Apabila akses masuk ke Danau Kakaban telah dilengkapi oleh dermaga apung serta jalan kayu sepanjang 400 meter yang diresmikan oleh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas pada 20 Juni 2024 lalu, maka tidak demikian halnya dengan Laguna Kehe Daing sebab untuk memasuki kawasan ini hanya bisa melalui tangga kayu yang digunakan sewaktu air laut sedang pasang. Kalau surut, pengunjung bisa mencoba masuk lewat lubang kecil asalkan sesuai dengan ukuran tubuh pengunjung.

Oh iya, sejak beberapa bulan terakhir setiap pengunjung yang ingin menikmati Kehe Daing akan dikenai retribusi sebesar Rp30.000 per orang dan angka ini sungguh setimpal dengan kepuasan yang didapat oleh pengunjung. Sebab, kita bisa berenang sepuas hati mengitari Kehe Daing yang sunyi dan hanya terdengar kicau burung dan sayup-sayup debur ombak.

Selain berenang dan menyelam, pengunjung juga bisa melakukan aktivitas snorkeling melihat ke dasar laguna yang berisi terumbu karang dan ikan-ikan hias aneka warna. Kalau air laut sedang surut, maka debit di laguna pun ikut susut dan suasana itu membuat pengunjung bisa menyaksikan butiran-butiran pasir putih di tepian laguna, mirip sekali seperti pantai.

Sebelum berwisata mengunjungi Pulau Kakaban dengan pesona Kehe Daing dan Danau Kakaban, pengunjung harus mengetahui beberapa hal. Pertama, karena pulau yang juga menjadi habitat penyu sisik (Eretmochelys imbricata) dan penyu hijau (Chelonia mydas) ini tidak berpenghuni, maka setiap pengunjung wajib mempersiapkan bekal makan dan minum yang memadai. Bawa juga obat antimabuk laut lantaran perjalanan melalui perairan yang berombak lumayan tinggi.

Jangan lupa membawa pakaian ganti jika ingin melakukan aktivitas berenang dan membawa tabir surya (sunblock) untuk mencegah kulit terbakar sinar matahari. Pilih waktu yang tepat untuk berkunjung, misalnya di pagi hari ketika cuaca belum terlalu panas dan air laut sedang surut. Pantau juga kondisi cuaca karena perjalanan ke Kakaban melewati perairan.

Bawa alas kaki agar terhindar dari pecahan terumbu karang di tepi pantai Kakaban dekat Kehe Daing atau tebing karang terjal sewaktu naik tangga kayu. Terakhir, jangan membuang sampah sembarang. Bawa kembali sampah yang dihasilkan keluar dari Pulau Kakaban agar lingkungan dan habitat yang hidup di dalamnya tetap lestari. Yuk kita berwisata di Indonesia saja!

Penulis: Anton Setiawan

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemdaprov Gelar Bazar Ramadan dan Baksos, Wagub Uu:Ringankan dan Bahagiakan Masyarakat

    Pemdaprov Gelar Bazar Ramadan dan Baksos, Wagub Uu:Ringankan dan Bahagiakan Masyarakat

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 98
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Pemdaprov Jabar melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Diskuk Jabar menggelar Bazar Ramadan dan Bakti Sosial 2023. Bazar Ramadan dan Baksos dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan meringankan beban masyarakat jelang Idul Fitri. Bazar Ramadan dan Baksos 2023 digelar mulai hari ini dibuka Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum di halaman Kantor […]

  • Ridwan Kamil Dampingi Presiden Joko Widodo dalam Acara Temu Raya Alumni Program Kartu Prakerja

    Ridwan Kamil Dampingi Presiden Joko Widodo dalam Acara Temu Raya Alumni Program Kartu Prakerja

    • calendar_month Kam, 16 Jun 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 165
    • 0Komentar

    KABUPATEN BOGOR– Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendampingi Presiden RI Joko Widodo dalam Acara Temu Raya Alumni Program Kartu Prakerja di Sentul International Convention Centre (SICC), Kabupaten Bogor, Jumat (16/6/2022). Pada kunjungan kerjanya itu Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi, bahwa Program Kartu Prakerja yang dibangun sukses meski dalam suasana COVID-19. “Saya sangat senang sekali terhadap program […]

  • Donasi Pemprov Rp 1 Miliar Lebih, Siap Disalurkan ke Sumatra-Aceh

    Donasi Pemprov Rp 1 Miliar Lebih, Siap Disalurkan ke Sumatra-Aceh

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 103
    • 0Komentar

    MAMUJU – Donasi penggalangan dana Pemprov Sulbar terus berjalan sampai saat ini. Pengumpulan donasi untuk Aceh dan Sumatera dilaksanakan samapi 10 Desember. Penyerahan akan dilakukan tanggal 15 Desember 2025. Hal ini, disampaikan Plt Karo Pemkesra Sulbar Murdanil. Ia mengatakan penggalangan donasi masih terus berjalan. “Terkumpul dari Pemprov sendiri dan umum Rp 1 miliar lebih dan […]

  • Wagub Salat Idulfitri di Kabupaten Kuningan, Ajak Warga Pererat Persaudaraan

    Wagub Salat Idulfitri di Kabupaten Kuningan, Ajak Warga Pererat Persaudaraan

    • calendar_month Sen, 2 Mei 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 178
    • 0Komentar

    KABUPATEN KUNINGAN — Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum melaksanakan salat Idulfitri tahun 1443 H/ 2022 di Masjid Hidayatul Muslimin Desa Cipasung, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Senin (2/5/2022). Wagub memaknai Idulfitri tahun ini sebagai momen untuk memperbaiki diri sekaligus memperbaiki hubungan antar sesama. Sehingga warga Jabar dapat menjadi muslimin dan muslimah yang makin bertakwa […]

  • Uu Ruzhanul Lantik 79 Dewan Hakim STQH Tingkat Provinsi Jabar

    Uu Ruzhanul Lantik 79 Dewan Hakim STQH Tingkat Provinsi Jabar

    • calendar_month Ming, 7 Mei 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 108
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Plh. Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum melantik 79 Dewan Hakim Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2023 di Hotel Nexa Mercure, Kota Bandung, Minggu (7/5/2023). Adapun pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Jawa Barat Nomor 05/Kep/LPTQ-Jabar/V/2023. Dalam sambutannya, Pak Uu […]

  • Pedagang Diimbau Tidak Gunakan Trotoar

    Pedagang Diimbau Tidak Gunakan Trotoar

    • calendar_month Rab, 18 Jan 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 123
    • 0Komentar

    MAJENE – Trotoar digunakan bagi pejalan kaki untuk memudahkan ketika sedang berjalan kaki untuk tidak bercampur dengan kendaraan yang mengakibatkan memperlambat arus lalu lintas. Selain sebagai aksesoris kota, fungsi utama trotoar memberikan pelayanan kepada pejalan kaki sehingga dapat meningkatkan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan pejalan kaki dan bukan tempat berjualan. Jika trotoar beralih fungsi, maka tentu Satuan […]

expand_less