Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » Pijar Setrum Mandiri dari Lereng Argopuro

Pijar Setrum Mandiri dari Lereng Argopuro

  • account_circle mbahdot
  • calendar_month Ming, 12 Mar 2023
  • visibility 304
  • comment 0 komentar

Kolaborasi masyarakat di Desa Andungbiru untuk menerangi wilayahnya dari kegelapan selama berpuluh tahun lewat program mandiri diakui secara nasional.

Nama dusun ini adalah Sumber Kapong. Lokasinya ada di lereng Gunung Argopuro, tepatnya di Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Perjalanan menuju Dusun Sumber Kapong dapat ditempuh melalui jalur darat selama dua jam dari ibu kota kabupaten di Kraksaan, dengan jalan berkelok-kelok dan medan berat.

Namun, di akhir perjalanan melelahkan tersebut akan terbayar lunas oleh hamparan pemandangan alam yang indah, khas kawasan pegunungan dan berudara sejuk. Maklum saja, Dusun Sumber Kapong dan Andungbiru berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Andungbiru sendiri selama ini dikenal sebagai kawasan perkebunan teh yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara XII.

Setiap akhir pekan, kawasan perkebunan teh yang menghijau itu kerap dikunjungi masyarakat Probolinggo untuk berwisata, mirip Puncak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hanya saja, kita tidak akan membahas lebih jauh mengenai perkebunan teh itu. Pembahasan difokuskan pada bagaimana masyarakat di Dusun Sumber Kapong dan Desa Andungbiru sejak puluhan tahun telah mandiri listrik.

Mereka berhasil memanfaatkan sumber air yang melimpah dari Sungai Pekalen yang berhulu di Argopuro sebagai bahan baku utama dalam penyediaan listrik untuk menerangi wilayah mereka. Apalagi lokasi ini masih terhitung terpencil. Hingga 2018, masyarakat di wilayah ini belum tersentuh setrum dari PT Perusahaan Listrik Negara.

Keberadaan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) itu berawal dari keprihatinan salah satu warga Andungbiru bernama Mohammad Rasyid, yang selama puluhan tahun hidup dalam situasi gelap gulita tanpa listrik saat malam hari datang. Pria 50 tahun kelahiran Andungbiru itu mengaku, lampu minyak dan petromaks menjadi pelita satu-satunya bagi warga desa saat senja datang.

Ia kemudian terinspirasi oleh sebuah kincir air peninggalan Belanda yang terpasang di salah satu lokasi perkebunan teh, saat sang paman bekerja sebagai sinder atau mandor di perkebunan teh di Jember, Jatim. Kincir yang menghidupkan dinamo itu menghasilkan listrik mandiri bagi kawasan perkebunan.

Rasyid melihat, kondisi geografis Jember dan tempatnya tinggal tidak jauh berbeda, karena berada di balik perbukitan dan aliran air sungainya selalu deras sepanjang tahun. Agar bisa mewujudkan mimpinya membuat daerahnya terang, Rasyid pun menjual sapi dan perhiasan istrinya. Modal yang terkumpul akhirnya dipakai untuk membuat kincir kayu di tepi aliran sungai.

PLTMH sederhana itu berhasil dibangun bersama beberapa temannya pada 1993 di daerah Sumber Kapong. Saat itu tak sedikit yang mencibir upaya mulia Rasyid dan mengatakan ia sudah gila karena hendak mengubah air menjadi listrik. Ternyata, upaya itu membuahkan hasil ketika air mulai menggerakkan kincir dan mampu menghidupkan dinamo serta menghasilkan listrik berkekuatan 400 kilovolt (kV).

Awalnya, ada sebanyak 200 keluarga yang mendapatkan aliran listrik dari energi baru terbarukan (EBT) tersebut. Dan karena keterbatasan pengetahuan yang dimiliki, listrik yang dihasilkan belum stabil.

Kendati begitu, dusunnya tak lagi gelap seperti dulu. “Puluhan tahun dusun kami gelap gulita, sekarang terang benderang. Tak perlu khawatir ada pemadaman karena listrik kami menyala 24 jam,” katanya seperti dikutip Antara.

Rasyid bersama warga membentuk Kelompok Tirta Pijar Sumber Makmur untuk mengelola PLTMH ini. Lewat Tirta Pijar ini, warga ditarik iuran sangat terjangkau, yaitu Rp500 per kilowatt jam (kWh). Nominal yang dibayarkan warga terbilang murah, antara Rp30.000-Rp70.000 per bulan. Sistem pembayarannya pun terbilang unik karena disesuaikan dengan kemampuan warga membayarnya kepada Tirta Pijar.

Waktunya pun tidak menentu. Mereka dapat membayar secara bulanan, atau ketika sudah musim panen. Jika warga sedang tidak memiliki uang, pembayaran bisa memakai hasil bumi warga seperti kopi, pisang, hewan ternak seperti ayam. Karena yang terpenting nilainya setara dengan iuran listrik yang harus dibayarkan. Iuran yang terkumpul dipakai untuk biaya perawatan PLTMH, honor pengurus kelompok yang menjaga dan merawat PLMTH.

Pengamat masalah pembangunan sosial dan kesejahteraan dari Universitas Gadjah Mada Vandy Yoga Swara menilai, upaya Rasyid dan seluruh warga patut diapresiasi. Karena lewat listrik dari PLTMH ini, masyarakat di Sumber Kapong dan Andungbiru telah melakukan sebuah upaya inovasi terhadap pengelolaan sumber daya alam secara mandiri.

Inisiatif berbasis komunitas di masyarakat dalam hal pemenuhan kebutuhan listrik secara mandiri secara tak langsung memberi kontribusi untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah. “Keberlanjutan dari upaya listrik mandiri ini harus dilestarikan dan ada unsur konservasi di dalamnya karena dilakukan tanpa merusak alam,” ujarnya.

 

Berkah Setrum Air

Seiring waktu, upaya Rasyid dan Tirta Pijar makin diminati warga dan saat ini sudah 600 kepala keluarga menjadi pelanggan listrik mandiri itu. Terlebih setelah mendapatkan bantuan melalui program tanggung jawab sosial korporat (corporate social responsibility) dari sebuah perusahaan pembangkit listrik swasta raksasa di Probolinggo. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian.

Menurutnya, lewat program Kampung Sentra Energi Terbarukan Untuk Masyarakat (Kampung Setrum), perusahaan tersebut menjadikan Sumber Kapong dan Andungbiru sebagai proyek percontohan Desa Mandiri Energi. Mereka pun mengganti sistem kincir menjadi turbin, menggelar pipa besar berdiameter 40 sentimeter sepanjang 200 meter untuk mengalirkan air ke turbin.

Jaringan perkabelan pun diganti menjadi standar PLN, digitalisasi pencatatan rekening listrik, dan pelatihan pengelolaan pembangkit untuk pengurus Tirta Pijar. Setelah PLTMH diperkuat dengan tiga turbin, kapasitas listrik yang dihasilkan pun meningkat menjadi 1.200 kV.

Listrik pun merambah ke dua desa di Kecamatan Tiris dan lima dusun di dua desa yang ada di Kecamatan Krucil. Tak hanya itu, karena listrik juga telah menerangi 12 musala dan masjid di sekitar desa, dua sekolah dasar, empat madrasah, dan mensubsidi listrik untuk 40 kepala keluarga miskin.

Kehidupan masyarakat menjadi lebih baik setelah adanya listrik mandiri, salah satunya karena mereka dapat membeli televisi untuk menerima beragam informasi yang membangun. Perekonomian pun terangkat karena para petani tak lagi harus keluar desa untuk menggiling hasil panen padi dan kopi.

Oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, upaya listrik mandiri itu akhirnya diberi ganjaran penghargaan Anugerah Lingkungan PROPER Emas 2021. Seperti dikutip dari website Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin memberikan langsung penghargaan tersebut di Istana Wapres, 28 Desember 2021 disaksikan Menteri LHK Siti Nurbaya. (***)

Penulis: Anton Setiawan

  • Penulis: mbahdot

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rektor Unimaju Tekankan Pentingnya Akreditasi Institusi, Ada Tiga Hal yang Disampaikan

    Rektor Unimaju Tekankan Pentingnya Akreditasi Institusi, Ada Tiga Hal yang Disampaikan

    • calendar_month Sel, 14 Jan 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 171
    • 0Komentar

    MAMUJU – Rektor Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju) Dr. H. Muh. Tahir, M.Si. menekankan pentingnya akreditasi institusi. Baik akreditasi perguruan tinggi maupun akreditasi program studi. Untuk maksud tersebut, dalam menghadapi proses akreditasi, Muh. Tahir mengingatkan tiga hal yang perlu segera dievaluasi. Tiga hal yang dimaksudkan yakni,  evaluasi pelaksanaan akreditasi institusi, evaluasi pelaksanaan semester ganjil, dan evaluasi […]

  • Warga Sambut Gembira Aplikasi Pemesanan Minyak Goreng Terobosan Pemda Provinsi Jabar

    Warga Sambut Gembira Aplikasi Pemesanan Minyak Goreng Terobosan Pemda Provinsi Jabar

    • calendar_month Jum, 8 Apr 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 251
    • 0Komentar

    KOTA DEPOK — Pemda Provinsi Jawa Barat memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk membeli minyak goreng. Pembelian minyak goreng khusus curah kini dapat dilakukan melalui aplikasi Sapawarga dengan koordinasi Ketua Rukun Warga (RW) setempat. Pemesanan minyak goreng yang merupakan kolaborasi antara Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar melalui Jabar Digital Service dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar […]

  • Gubernur Sulbar dan Mentan Amran Komitmen Kembangkan Bawang Merah di Majene

    Gubernur Sulbar dan Mentan Amran Komitmen Kembangkan Bawang Merah di Majene

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 114
    • 0Komentar

    MAJENE – Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) mendampingi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mencanangkan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, sebagai calon sentra baru produksi bawang merah nasional. Dalam kunjungan kerjanya ke Kecamatan Banggae, Sabtu 19 Juli 2025, Mentan Amran menyampaikan rencana visioner pengembangan kawasan hortikultura di Majene, menjadikannya sebagai Kabupaten Bawang di wilayah timur Indonesia. […]

  • Pembentukan LKK Belum Berjalan Mulus

    Pembentukan LKK Belum Berjalan Mulus

    • calendar_month Rab, 15 Mar 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 169
    • 0Komentar

    MAJENE – Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) di daerah ini rupanya belum berjalan mulus. Masalahnya, masih terdapat sanggahan yang diajukan salah satu peserta calon Ketua LKK Lingkungan Timbo-timbo Kelurahan Pangaliali Kecamatan Banggae atas nama Syamsuddin. Sanggahan yang diajukan Syamsuddin sapaan kades itu, menilai bahwa yang terpilih sebagai Ketua LKK Lingkungan Timbo-timbo saat ini tidak sesuai […]

  • Suhardi Duka Jadi Narasumber di Rakerkonas Apindo, Tawarkan Potensi dan Peluang Investasi

    Suhardi Duka Jadi Narasumber di Rakerkonas Apindo, Tawarkan Potensi dan Peluang Investasi

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 141
    • 0Komentar

    BANDUNG — Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) menjadi salah satu narasumber dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) ke-34 Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Selasa 5 Agustus 2025. Kehadiran Gubernur Suhardi Duka dalam forum nasional bergengsi ini menjadi momen strategis untuk memperkenalkan potensi investasi dan kekayaan sumber daya di provinsi […]

  • Gubernur Sulbar Pimpin Rapat Pembahasan MoU SPAM Regional Majene-Polman Senilai Rp300 Miliar

    Gubernur Sulbar Pimpin Rapat Pembahasan MoU SPAM Regional Majene-Polman Senilai Rp300 Miliar

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 93
    • 0Komentar

    M AMUJU – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka, memimpin rapat pembahasan draft nota kesepakatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional Majene–Polewali Mandar (Polman), Jumat 20 Februari 2026. Rapat tersebut digelar untuk membahas sejumlah poin dalam draf Memorandum of Understanding (MoU) yang dinilai belum sepenuhnya menciptakan rasa keadilan bagi kedua kabupaten. Gubernur Suhardi Duka menegaskan, […]

expand_less