Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » Pijar Setrum Mandiri dari Lereng Argopuro

Pijar Setrum Mandiri dari Lereng Argopuro

  • account_circle Pro Indonesia
  • calendar_month Ming, 12 Mar 2023
  • visibility 123
  • comment 0 komentar

Kolaborasi masyarakat di Desa Andungbiru untuk menerangi wilayahnya dari kegelapan selama berpuluh tahun lewat program mandiri diakui secara nasional.

Nama dusun ini adalah Sumber Kapong. Lokasinya ada di lereng Gunung Argopuro, tepatnya di Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Perjalanan menuju Dusun Sumber Kapong dapat ditempuh melalui jalur darat selama dua jam dari ibu kota kabupaten di Kraksaan, dengan jalan berkelok-kelok dan medan berat.

Namun, di akhir perjalanan melelahkan tersebut akan terbayar lunas oleh hamparan pemandangan alam yang indah, khas kawasan pegunungan dan berudara sejuk. Maklum saja, Dusun Sumber Kapong dan Andungbiru berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Andungbiru sendiri selama ini dikenal sebagai kawasan perkebunan teh yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara XII.

Setiap akhir pekan, kawasan perkebunan teh yang menghijau itu kerap dikunjungi masyarakat Probolinggo untuk berwisata, mirip Puncak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hanya saja, kita tidak akan membahas lebih jauh mengenai perkebunan teh itu. Pembahasan difokuskan pada bagaimana masyarakat di Dusun Sumber Kapong dan Desa Andungbiru sejak puluhan tahun telah mandiri listrik.

Mereka berhasil memanfaatkan sumber air yang melimpah dari Sungai Pekalen yang berhulu di Argopuro sebagai bahan baku utama dalam penyediaan listrik untuk menerangi wilayah mereka. Apalagi lokasi ini masih terhitung terpencil. Hingga 2018, masyarakat di wilayah ini belum tersentuh setrum dari PT Perusahaan Listrik Negara.

Keberadaan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) itu berawal dari keprihatinan salah satu warga Andungbiru bernama Mohammad Rasyid, yang selama puluhan tahun hidup dalam situasi gelap gulita tanpa listrik saat malam hari datang. Pria 50 tahun kelahiran Andungbiru itu mengaku, lampu minyak dan petromaks menjadi pelita satu-satunya bagi warga desa saat senja datang.

Ia kemudian terinspirasi oleh sebuah kincir air peninggalan Belanda yang terpasang di salah satu lokasi perkebunan teh, saat sang paman bekerja sebagai sinder atau mandor di perkebunan teh di Jember, Jatim. Kincir yang menghidupkan dinamo itu menghasilkan listrik mandiri bagi kawasan perkebunan.

Rasyid melihat, kondisi geografis Jember dan tempatnya tinggal tidak jauh berbeda, karena berada di balik perbukitan dan aliran air sungainya selalu deras sepanjang tahun. Agar bisa mewujudkan mimpinya membuat daerahnya terang, Rasyid pun menjual sapi dan perhiasan istrinya. Modal yang terkumpul akhirnya dipakai untuk membuat kincir kayu di tepi aliran sungai.

PLTMH sederhana itu berhasil dibangun bersama beberapa temannya pada 1993 di daerah Sumber Kapong. Saat itu tak sedikit yang mencibir upaya mulia Rasyid dan mengatakan ia sudah gila karena hendak mengubah air menjadi listrik. Ternyata, upaya itu membuahkan hasil ketika air mulai menggerakkan kincir dan mampu menghidupkan dinamo serta menghasilkan listrik berkekuatan 400 kilovolt (kV).

Awalnya, ada sebanyak 200 keluarga yang mendapatkan aliran listrik dari energi baru terbarukan (EBT) tersebut. Dan karena keterbatasan pengetahuan yang dimiliki, listrik yang dihasilkan belum stabil.

Kendati begitu, dusunnya tak lagi gelap seperti dulu. “Puluhan tahun dusun kami gelap gulita, sekarang terang benderang. Tak perlu khawatir ada pemadaman karena listrik kami menyala 24 jam,” katanya seperti dikutip Antara.

Rasyid bersama warga membentuk Kelompok Tirta Pijar Sumber Makmur untuk mengelola PLTMH ini. Lewat Tirta Pijar ini, warga ditarik iuran sangat terjangkau, yaitu Rp500 per kilowatt jam (kWh). Nominal yang dibayarkan warga terbilang murah, antara Rp30.000-Rp70.000 per bulan. Sistem pembayarannya pun terbilang unik karena disesuaikan dengan kemampuan warga membayarnya kepada Tirta Pijar.

Waktunya pun tidak menentu. Mereka dapat membayar secara bulanan, atau ketika sudah musim panen. Jika warga sedang tidak memiliki uang, pembayaran bisa memakai hasil bumi warga seperti kopi, pisang, hewan ternak seperti ayam. Karena yang terpenting nilainya setara dengan iuran listrik yang harus dibayarkan. Iuran yang terkumpul dipakai untuk biaya perawatan PLTMH, honor pengurus kelompok yang menjaga dan merawat PLMTH.

Pengamat masalah pembangunan sosial dan kesejahteraan dari Universitas Gadjah Mada Vandy Yoga Swara menilai, upaya Rasyid dan seluruh warga patut diapresiasi. Karena lewat listrik dari PLTMH ini, masyarakat di Sumber Kapong dan Andungbiru telah melakukan sebuah upaya inovasi terhadap pengelolaan sumber daya alam secara mandiri.

Inisiatif berbasis komunitas di masyarakat dalam hal pemenuhan kebutuhan listrik secara mandiri secara tak langsung memberi kontribusi untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah. “Keberlanjutan dari upaya listrik mandiri ini harus dilestarikan dan ada unsur konservasi di dalamnya karena dilakukan tanpa merusak alam,” ujarnya.

 

Berkah Setrum Air

Seiring waktu, upaya Rasyid dan Tirta Pijar makin diminati warga dan saat ini sudah 600 kepala keluarga menjadi pelanggan listrik mandiri itu. Terlebih setelah mendapatkan bantuan melalui program tanggung jawab sosial korporat (corporate social responsibility) dari sebuah perusahaan pembangkit listrik swasta raksasa di Probolinggo. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian.

Menurutnya, lewat program Kampung Sentra Energi Terbarukan Untuk Masyarakat (Kampung Setrum), perusahaan tersebut menjadikan Sumber Kapong dan Andungbiru sebagai proyek percontohan Desa Mandiri Energi. Mereka pun mengganti sistem kincir menjadi turbin, menggelar pipa besar berdiameter 40 sentimeter sepanjang 200 meter untuk mengalirkan air ke turbin.

Jaringan perkabelan pun diganti menjadi standar PLN, digitalisasi pencatatan rekening listrik, dan pelatihan pengelolaan pembangkit untuk pengurus Tirta Pijar. Setelah PLTMH diperkuat dengan tiga turbin, kapasitas listrik yang dihasilkan pun meningkat menjadi 1.200 kV.

Listrik pun merambah ke dua desa di Kecamatan Tiris dan lima dusun di dua desa yang ada di Kecamatan Krucil. Tak hanya itu, karena listrik juga telah menerangi 12 musala dan masjid di sekitar desa, dua sekolah dasar, empat madrasah, dan mensubsidi listrik untuk 40 kepala keluarga miskin.

Kehidupan masyarakat menjadi lebih baik setelah adanya listrik mandiri, salah satunya karena mereka dapat membeli televisi untuk menerima beragam informasi yang membangun. Perekonomian pun terangkat karena para petani tak lagi harus keluar desa untuk menggiling hasil panen padi dan kopi.

Oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, upaya listrik mandiri itu akhirnya diberi ganjaran penghargaan Anugerah Lingkungan PROPER Emas 2021. Seperti dikutip dari website Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin memberikan langsung penghargaan tersebut di Istana Wapres, 28 Desember 2021 disaksikan Menteri LHK Siti Nurbaya. (***)

Penulis: Anton Setiawan

  • Penulis: Pro Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guratan Akulturisasi Budaya di Masjid Agung Sumenep

    Guratan Akulturisasi Budaya di Masjid Agung Sumenep

    • calendar_month Jum, 14 Apr 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Masjid Agung Sumenep termasuk salah satu bangunan dari 10 masjid tertua di Nusantara dan mempunyai arsitektur yang khas. Bila Anda pencinta wisata religi, terutama pada momentum Ramadan, sempatkanlah datang ke Masjid Agung Keraton Sumenep. Wisatawan dipastikan akan mendapatkan sensasi luar biasa ketika berkunjung ke masjid itu. Kendati pintu masjid itu selalu terbuka lebar setiap saat, […]

  • Petani Program Desa Digital Jadi Direktur Utama Pertanian Modern Dulu disubsidi, sekarang berdikari

    Petani Program Desa Digital Jadi Direktur Utama Pertanian Modern Dulu disubsidi, sekarang berdikari

    • calendar_month Rab, 10 Mei 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 103
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Berkat kegigihan dan tekad yang kuat untuk membangun pertanian modern _(smart farming)_, Ade Rukmana berhasil menjadi Direktur Utama Koperasi Produsen Agronative Pratama Indonesia (KPAPI) yang berada di kawasan Desa Tani, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Mang Ade –sapaan Ade Rukmana– merupakan penerima manfaat program Desa Digital Jawa Barat 2021. Melalui […]

  • Jabar Tegaskan Komitmen Pembangunan Berkeseimbangan

    Jabar Tegaskan Komitmen Pembangunan Berkeseimbangan

    • calendar_month Sel, 22 Mar 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 232
    • 0Komentar

    KOTA TASIKMALAYA –  Memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh tiap 22 Maret, Jawa Barat kembali meneguhkan komitmen  mengembangkan konsep pembangunan berwawasan lingkungan. Kesejahteraan masyarakat diciptakan dnegan menjaga keseimbangan antara keberlanjutan pembangunan dan kelestarian alam termasuk di dalamnya sumber daya air.   Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum saat puncak peringatan Hari Air Sedunia […]

  • Raih Medali Emas Polo Air Putri, Jabar Patahkan Dominasi Jakarta

    Raih Medali Emas Polo Air Putri, Jabar Patahkan Dominasi Jakarta

    • calendar_month Ming, 1 Sep 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 108
    • 0Komentar

    MEDAN- Jawa Barat (Jabar) berhasil mematahkan dominasi DKI Jakarta di cabang olahraga polo air putri. Jabar sukses meraih medali emas polo air putri Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara (Sumut). Dan medali emas itu merupakan yang pertama bagi Jabar di polo air putri. Naiknya Jabar di podium tertinggi setelah mereka mampu mengalahkan DKI Jakarta […]

  • Bapperida Sulbar Tegaskan Komitmen PSN Bendungan Budong-Budong Berkeadilan dan Berkelanjutan

    Bapperida Sulbar Tegaskan Komitmen PSN Bendungan Budong-Budong Berkeadilan dan Berkelanjutan

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 110
    • 0Komentar

    MAMUJU – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat kembali menegaskan komitmennya terhadap pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Budong-Budong yang berkeadilan dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan/Pendampingan PSN Bendungan Budong-Budong yang digelar di Hotel Grand Maleo Mamuju, Rabu 10 September 2025. Rapat dipimpin oleh Asisten I Bidang […]

  • Ridwan Kamil Serahkan SK P3K Tahap 1 untuk 5.767 Guru

    Ridwan Kamil Serahkan SK P3K Tahap 1 untuk 5.767 Guru

    • calendar_month Sel, 17 Mei 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 191
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerahkan surat perjanjian kontrak kerja dan Surat Keputusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau P3K jabatan guru SMA, SMK dan SLB formasi tahun 2021 secara simbolis di Aula SMK Negeri 2 Kota Bandung, Selasa (17/5/2022). Untuk tahap I sebanyak 5.767 guru dinyatakan lulus sebagai ASN P3K. Mereka […]

expand_less