Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Peternak Waspada Kasus Lumpy Skin Disease pada Hewan Ternak

Peternak Waspada Kasus Lumpy Skin Disease pada Hewan Ternak

  • account_circle mbahdot
  • calendar_month Sel, 13 Jun 2023
  • visibility 162
  • comment 0 komentar

KOTA BANDUNG —  Lumpy Skin Disease (LSD) atau cacar sapi/kerbau merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang utamanya menyerang hewan sapi. Penyakit ini dicirikan dengan adanya benjolan pada kulit sapi.

Virus penyebab LSD termasuk dalam genus Capripoxvirus yang ditularkan melalui antropoda, terutama serangga penghisap darah (lalat, nyamuk, caplak),  pakan dan air yang terkontaminasi, serta penularan langsung melalui saliva, sekresi hidung, dan air mani.

Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat Supriyanto, LSD hanya menyerang sapi dan kebau karena hewan tersebut merupakan spesies yang paling rentan tertular LSD virus (LSDV). Virus tersebut memiliki reseptor spesifik pada sel dalam tubuh sapi yang menyebabkan virus dapat masuk dan bereplikasi di dalam tubuh.

“Hewan lain kemungkinan tidak memiliki reseptor spesifik yang dibutuhkan oleh virus untuk menginfeksi sel secara efektif. Sapi merupakan host utama dan paling rentan terserang LSD, spesies lain seperti kerbau air dan ruminansia liar. Namun, kambing dan domba dilaporkan resisten terhadap infeksi LSDV,” ucap Supriyanto, Senin (12/6/2023)

Menurut Supriyanto, penyakit ini menyebabkan timbulnya benjolan atau bintik-bintik pada kulit hewan yang tertular. Yang diawali dengan bintik-bintik tersebut kecil dan keras, tetapi secara bertahap tumbuh ukurannya dan menjadi lembut serta berisi cairan.

“Kulit di atas bintik-bintik tersebut dapat menjadi merah, membengkak, dan akhirnya mengalami ulserasi, yang kemudian dapat menyebabkan infeksi bakteri sekunder,” kata Supriyanto.

“LSD dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan karena menurunkan produksi susu, penurunan berat badan, menurunkan fertilitas, dan kematian dalam kasus-kasus yang parah,” imbuhnya.

Supriyanto memaparkan bahwa LSD tidak lebih berbahaya dibanding dengan dampak PMK. Sebab, PMK memiliki tingkat penularan lebih tinggi, lebih cepat, dan dapat menyebabkan kerugian ekonomi baik secara domestik maupun internasional (perdagangan ternak dan produk hewan).

“Sapi yang terinfeksi LSD dapat diberikan obat untuk mengurangi gejala penyakit seperti demam dan nyeri pada kulit. Pengobatan ini dapat membantu sapi untuk mempercepat pemulihan dan meningkatkan daya tahan tubuhnya,” jelasnya.

Supriyanto menyatakan bahwa kasus LSD terdeteksi sudah masuk Jabar. Menurutnya, terdapat satu kabupaten/kota Zero Reported Case (Kota Bandung), dan 9 kabupaten/kota memiliki kasus aktif di bawah 50 kasus. “Lima kabupaten/kota memiliki kasus aktif di bawah 50–100 kasus, 12 kabupaten/kota memiliki kasus aktif tertinggi,” ucapnya.

Menurut Supriyanto, antisipasi yang sudah dilakukan Jabar adalah melakukan KIE ke masyarakat serta Dinas Kabupaten/Kota, serta melakukan upaya-upaya untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi LSD.

“Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat juga telah mendistribusikan obat-obatan dan desinfektan untuk digunakan di kabupaten/kota se-Jawa Barat,” kata Supriyanto.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menerima 90.000 dosis vaksin Lumpy Skin Disease dari Kementerian Pertanian yang telah didistribusikan ke kabupaten/kota di Jawa Barat. Untuk tenaga vaksinator di Jawa Barat terdapat 917 petugas yang terdiri dari 282 orang medik veteriner, 362 orang paramedik veteriner, dan 273 orang inseminator,” tambahnya.

Supriyanto menyatakan, untuk menekan kasus LSD, pihaknya telah melakukan pengawasan lalu lintas ternak yang masuk ke wilayah Jawa Barat, yaitu dengan melakukan pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan klinis oleh petugas pada ternak yang melewati check point Jawa Barat.

“Kita juga telah melakukan distribusi vaksinasi dari Provinsi Jawa Barat ke kabupaten/kota se-Jawa Barat dengan menjaga rantai dingin, petugas provinsi dapat mengantarkan ke kabupaten/kota atau petugas kabupaten/kota mengambil ke provinsi,” ucapnya.

“Dosis yang didistribusikan sebanyak 74.600 dari 90.000 dosis, dan hingga saat ini distribusi masih berlangsung,” tambahnya.

Supriyanto memastikan bahwa daging dari sapi yang pernah terserang LSD aman untuk dikonsumsi apabila karkas dan organnya normal atau tidak menunjukkan perubahan. Apabila karkas dan daging mengalami kelainan, dilakukan penyayatan dan pemisahan.

Jika karkas dan organ dari hewan menunjukkan adanya infeksi sistemik seperti pembesaran kelenjar, pendarahan di berbagai organ, adanya perubahan warna menjadi kekuningan maka daging tersebut tidak layak untuk dikonsumsi dan harus dimusnahkan.

“Kita juga meminta peternak dapat berhati-hati saat membeli ternak baru, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada petugas kesehatan hewan setempat sebelum me-lalu-lintas-kan hewan. Peternak juga perlu untuk menjaga kebersihan sekitar kandang, memperhatikan asupan makan dan air minum ternak, serta memperhatikan kesehatan ternak. Peternak dapat segera melaporkan apabila menemukan gejala ternak yang sakit ke petugas kesehatan hewan setempat,” tuturnya.

Supriyanto mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu ragu untuk berkurban. Menurutnya, pilih ternak yang sehat dan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan yang ditandatangani oleh dokter hewan setempat. Untuk ternak sapi, masyarakat dapat memilih ternak yang memiliki eartag penandaan nasional dan untuk kambing dapat memilih ternak yang memiliki tanda sehat.

“Masyarakat dapat melaksanakan kurban sesuai dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 34 Tahun 2023 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban saat Merebaknya Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) dan Antisipasi Penyakit Peste Des Petits Ruminants (PPR) pada Hewan Kurban,” ucap Supriyanto.

  • Penulis: mbahdot

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Sulbar Terima Unjukrasa Aliansi Masyarakat Gentungan

    DPRD Sulbar Terima Unjukrasa Aliansi Masyarakat Gentungan

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 170
    • 0Komentar

    MAMUJU – Kabag Persidangan dan Staf Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Barat Terima Unjukrasa Aliansi Masyarakat Gentungan Raya. Rabu, 26 Februari 2025. Kepala Bagian Persidangan, Dr. Musra Awaluddin beserta staf Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Barat menerima aksi unjuk rasa dari Aliansi Masyarakat Gentungan Raya yang menyampaikan aspirasi terkait penolakan dan tuntutan pencabutan izin tambang di wilayah […]

  • Menanti Aksi Pebasket Dunia di Indonesia Arena

    Menanti Aksi Pebasket Dunia di Indonesia Arena

    • calendar_month Sab, 29 Jul 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Publik basket Indonesia bakal disuguhkan penampilan menawan bintang-bintang basket NBA saat Piala Dunia Basket 2023 di Jakarta. Seperti halnya bulu tangkis dan sepak bola, bola basket merupakan cabang olahraga yang memiliki penggemar cukup banyak di tanah air. Setiap kali kompetisi basket nasional digelar termasuk saat Pekan Olahraga Nasional, venue pertandingan dapat dipastikan selalu dipenuhi ribuan penonton. Mereka […]

  • Perkuat Keterbukaan Informasi, Diskominfo Sulbar dan Mamuju Sinergikan Pengelolaan Website Pemerintah

    Perkuat Keterbukaan Informasi, Diskominfo Sulbar dan Mamuju Sinergikan Pengelolaan Website Pemerintah

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 92
    • 0Komentar

    MAMUJU – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfoss) Sulawesi Barat memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Mamuju yang proaktif melakukan koordinasi terkait tata kelola media digital pemerintah. Langkah ini dinilai strategis untuk menyamakan persepsi dalam pemanfaatan kanal komunikasi publik di tingkat daerah. Pertemuan hangat tersebut berlangsung di Ruang Multimedia Bidang Komunikasi Publik (KPM) […]

  • Suhardi Duka Tekankan Efisiensi Anggaran, Ingatkan ASN Sulbar Hindari Pungutan

    Suhardi Duka Tekankan Efisiensi Anggaran, Ingatkan ASN Sulbar Hindari Pungutan

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 75
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka,memimpin apel virtual lingkup Pemprov Sulbar, Senin 4 Mei 2026. Gubernur Suhardi Duka pada kesempatan tersebut menegaskan pentingnya efisiensi anggaran di tengah kondisi nasional yang dinilai tidak sedang baik-baik saja. Dia mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk bekerja rasional, melayani masyarakat dengan maksimal, serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu […]

  • 10 Parpol Jabar Dapat Bantuan Keuangan Pemerintah

    10 Parpol Jabar Dapat Bantuan Keuangan Pemerintah

    • calendar_month Sen, 18 Apr 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 266
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Sebanyak 10 partai politik yang memiliki kursi di DPRD Provinsi Jawa Barat mendapatkan bantuan keuangan dari Pemda Provinsi Jabar. Penandatanganan dan penyerahan berita acara pencairan bantuan keuangan dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat dengan 10 pimpinan Parpol di Aula Barat Gedung Sate, Senin (18/4/2022). Adapun 10 Parpol tersebut adalah Partai Gerindra, PDI Perjuangan, […]

  • Tiga Kandidat Ketua Umum akan Bersaing Ketat di Munas II ABUPI

    Tiga Kandidat Ketua Umum akan Bersaing Ketat di Munas II ABUPI

    • calendar_month Rab, 5 Feb 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 194
    • 0Komentar

    JAKARTA – Musyawarah Nasional (Munas) II Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) siap digelar untuk memilih ketua umum baru, untuk kepemimpinan periode 2025-2030, menggantikan Aulia Febrial Fatwa Ketua Umum ABUPI periode 2020-2025. Rangkaian acara tersebut diawali dengan pendaftaran bakal calon ketua Umum di Hotel Aryaduta Menteng pada Jumat, 17 Januari 2025, pendaftaran dibuka pukul 09.00 […]

expand_less