Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » Menyiapkan Tata Kelola Laut Berkelanjutan

Menyiapkan Tata Kelola Laut Berkelanjutan

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Jum, 28 Jul 2023
  • visibility 151
  • comment 0 komentar

Indonesia siap menggelar KTT Forum AIS 2023 dengan mengundang 51 kepala negara dan kepala pemerintahan negara-negara pulau dan kepulauan ke Nusa Dua, 10-11 Oktober 2023.

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 17.000 pulau dan dua pertiga luas wilayahnya berupa perairan. Jika mengacu kepada hasil Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 10 Desember 1982, luas laut Indonesia sebesar 3.257.357 kilometer persegi dan daratan sekitar 1.919.440 km2. Luasnya perairan tersebut memberi banyak keuntungan kepada Indonesia di antaranya cukup tersedianya hasil laut seperti produksi ikan.

Mengutip data Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2022, potensi sumber daya perikanan (SDI) Indonesia yang berada di 11 wilayah pengelolaan perikanan (WPP) mencapai 12,01 juta ton. Tetapi di sisi lain, Indonesia sebagai negara kepulauan rentan terhadap dampak dari perubahan iklim seperti kenaikan permukaan air laut dan peningkatan suhu permukaan air laut.

Selain itu, terjadi intensitas gelombang pasang dan penurunan kadar keasaman air laut akibat reaksi gas karbondioksida atau disebut juga sebagai asidifikasi. Hal tadi ikut ditambah oleh kondisi laut kita yang sedang tidak baik-baik saja. Berdasarkan hasil survei terumbu karang oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 2020 terungkap fakta bahwa dua pertiga dalam kondisi rusak.

Belum lagi kerusakan pada ekosistem pesisir seperti padang lamun dan hutan mangrove akibat alih fungsi lahan yang jumlahnya dapat mencapai ribuan hektare dalam setahun. Fenomena berikutnya yang ikut timbul adalah kehadiran sampah plastik di lautan yang menjadi monster baru bagi kelestarian biota laut. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan, pada 2022 saja, dari sekitar 19,45 juta ton produksi sampah rumah tangga, sebanyak 18,55 persen dihasilkan oleh sampah plastik.

BRIN memperkirakan, sebanyak 70–80 persen sampah plastik itu bermuara ke lautan Nusantara atau sekitar 480 ribu–1,29 juta ton setiap tahun. Temuan tersebut sejalan dengan hasil penelitian World Wildlife Fund (WWF) Indonesia yang menyebut sebanyak 25 persen ikan laut telah mengandung bahan mikroplastik dan tentu saja berasal dari sampah plastik di laut. Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter dan dapat dikonsumsi oleh plankton, salah satu pakan utama ikan di laut.

Lalu berapa kerugian yang diderita Indonesia dari dampak tersebut? Versi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Asia Pasifik (APEC), Indonesia diperkirakan rugi secara ekonomi hingga USD450 juta (Rp6,75 triliun) per tahun akibat sampah plastik di laut. Dampak luas dari perubahan iklim seperti diutarakan di atas tak hanya dialami oleh Indonesia saja, karena hal serupa juga terjadi di negara-negara pulau dan kepulauan di seluruh dunia.

Forum AIS

Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat, ada 44 negara kepulauan di dunia selain Indonesia dan puluhan lainnya berupa negara-negara pulau tersebar di lima benua. Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia bersama Program Pembangunan PBB (UNDP) berinisiatif membentuk sebuah forum terbuka dan inklusif berisikan negara-negara pulau dan kepulauan tadi.

Forum ini dipakai guna mencari jalan keluar dari persoalan yang dihadapi mereka sebagai pemilik negara kepulauan dan negara-negara pulau (archipelagic and island states/AIS). Indonesia berharap, dari forum itu dapat disusun strategi berkelanjutan seperti mitigasi perubahan iklim, penanganan sampah plastik di lautan, dan menciptakan ekonomi biru sebagai bagian dari tata kelola kemaritiman berkelanjutan.

Terlebih lagi, Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memperkirakan bahwa nilai tambah output ekonomi laut global akan berlipat ganda dalam 10 tahun dari semula senilai USD1,5 triliun pada 2010 menjadi USD3 triliun di 2030 mendatang. Selain itu, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di Asia Tenggara dapat berperan meningkatkan sumbangsih laut untuk kesejahteraan bersama negara-negara anggota Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN).

Laut Asia Tenggara mencakup 66 persen dari total luas kawasan dan menyumbang 15 persen dari perikanan global. Inisiatif global ini disambut oleh 46 negara pulau dan kepulauan dan mereka menggelar pertemuan pertama pada 22 November 2017 dihadiri delegasi AIS di kawasan Asia Pasifik. Kerangka Forum AIS terbentuk pada pertemuan tersebut dan diwujudkan dalam Sidang Tingkat Menteri AIS yang dihadiri 21 negara dan berujung pada Deklarasi Bersama Manado, 1 November 2018.

KTT Forum AIS

Sejak itu, Forum AIS rutin mengadakan pertemuan tahunan tingkat pejabat senior dan menteri. Hingga pada penyelenggaraan keempat di Nusa Dua, Bali, 6 Desember 2022 seluruh peserta sepakat bahwa pada 2023 digelar sebuah konferensi tingkat tinggi kepala negara dan kepala pemerintahan dari 47 negara anggota.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marives) Luhut Binsar Pandjaitan dalam Forum AIS di Nusa Dua, Desember 2022 menyebutkan, Indonesia siap menambah kontribusinya sebesar USD5 juta (Rp75 miliar) untuk mendanai program-program AIS sampai lima tahun ke depan serta membangun Sekretariat AIS.

Luhut juga mengungkapkan, dalam rentang empat tahun Forum AIS diadakan, telah terbentuk AIS Startup Hub sebagai wadah pegiat startup di negara-negara anggota AIS berkolaborasi dan berjejaring. “Kami telah memfasilitasi pertemuan dari 100 startup dan pihak swasta. Forum AIS juga mencetuskan Indeks Pembangunan Ekonomi Biru dan menghasilkan 200 lebih kegiatan pelatihan,” ucap Luhut.

Sementara itu, Sekretaris Kemenko Marinves Ayodhia GL Malake di Jakarta, Kamis (20/7/2023) mengumumkan rencana Indonesia menjadi tuan rumah KTT Forum AIS di Nusa Dua, 10–11 Oktober 2023 mendatang. Indonesia berencana mengundang 51 kepala negara dan kepala pemerintahan dalam forum yang beragenda utama membahas tata kelola laut berkelanjutan tersebut.

Indonesia menargetkan setidaknya ada 25 kepala negara bisa hadir di Pulau Dewata. “Kesamaan tantangan dan peluang yang dihadapi negara-negara pulau dan kepulauan menciptakan kesempatan bagi Indonesia untuk berperan lebih inklusif dan strategis dalam tataran kawasan global,” tegas Sesmenko Marinves seperti dikutip dari Antara.

Semoga keterlibatan Indonesia dalam Forum AIS menjadi suatu langkah sangat penting, khususnya dalam upaya mewujudkan laut global berkelanjutan dan berperan sebagai pelaku utama perjuangan masyarakat dunia melawan perubahan iklim.

Penulis: Anton Setiawan

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BAKN Minta Informasi Valid terkait Kinerja Askrindo dan Jamkrindo

    BAKN Minta Informasi Valid terkait Kinerja Askrindo dan Jamkrindo

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 130
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Wahyu Sanjaya menelaah hasil pemeriksaan BPK RI terkait pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada beberapa BUMN dan lembaga. Salah satu yang menjadi telaahan adalah bahwa BAKN DPR RI tidak pernah mendapatkan informasi yang valid terkait kinerja dua BUMN yang bergerak di bidang penjaminan kepada masyarakat, […]

  • Hadiri Haul Emas Mama Pagelaran, Ridwan Kamil: Sosok Kiai Pejuang Republik Indonesia

    Hadiri Haul Emas Mama Pagelaran, Ridwan Kamil: Sosok Kiai Pejuang Republik Indonesia

    • calendar_month Ming, 18 Jun 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 125
    • 0Komentar

    KABUPATEN SUBANG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menghadiri Peringatan Haul Emas ke-50 Mama Pagelaran Pondok Pesantren Pagelaran III di Desa Gardusayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Minggu (18/6/2023). Ridwan Kamil bersama ratusan santri dan alumni Pondok Pesantren Pagelaran III mengikuti kegiatan Haul Emas dengan khidmat. Setelah melaksanakan Haul Emas, Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– bercerita […]

  • BPC Benahi Lapangan Sepakbola Talondo

    BPC Benahi Lapangan Sepakbola Talondo

    • calendar_month Rab, 18 Okt 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 156
    • 0Komentar

    MAMUJU – PT Bonehau Prima Coal (BPC) kini sedang membenahi Lapangan Sepakbola Talondo di Desa Bonehau, Kecamatan Bonehau, Mamuju. Upaya tersebut dilakukan PT BPC sebagai salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) atau program tanggung jawab sosial perusahaan. Menurut Kepala Pengawas PT BPC H. Muh. Sahib, pembenahan Lapangan Sepakbola Talondo untuk merespon permitaan masyarakat Talondo. […]

  • Realisasikan 100% PBB-P2, Desa Salogatta Raih Penghargaan Bupati Mateng

    Realisasikan 100% PBB-P2, Desa Salogatta Raih Penghargaan Bupati Mateng

    • calendar_month Kam, 14 Des 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 156
    • 0Komentar

    TOBADAK – Sederet prestasi sudah menjadi langganan bagi Desa Salogatta Kecamatan Budongbudong Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng). Tahun 2003 ini, desa yang sebelumnya masuk kategori desa maju, kekinian meningkat menjadi desa mandiri. Bahkan diakhir tahun ini pula berhasil merealisasikan target penerimaan 100% pajak bumi dan bangunan perkotaan dan perdesaan atau PBB- P2. Atas keberhasilan merealisasikan 100% […]

  • Mak Endah Kaget Rumahnya Didatangi Ridwan Kamil saat Sahur

    Mak Endah Kaget Rumahnya Didatangi Ridwan Kamil saat Sahur

    • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 278
    • 0Komentar

    KABUPATEN KUNINGAN — Mak Endah Saedah (69) warga di lingkungan Buana, Kelurahan Cijoho, Kabupaten Kuningan kaget rumahnya disambangi Gubernur Ridwan Kamil untuk makan sahur bareng. Warga pra sejahtera tinggal dengan kedua cucunya. Tak pelak obrolan Gubernur Ridwan Kamil dengan keluarga Mak Endah berlangsung haru. Kepada Gubernur, Mak Endah memberanikan diri mengutarakan berbagai keinginannya termasuk memiliki […]

  • Balap Motor Sulbar Target Raih Medali

    Balap Motor Sulbar Target Raih Medali

    • calendar_month Ming, 1 Sep 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 103
    • 0Komentar

    MEDAN – Tim balap motor Sulbar mengerahkan tiga pebalap terbaiknya pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI  Aceh-Sumut 2024. Manajer Tim Balap Sulbar Rezki Thaha menyampaikan, pada PON kali ini Sulbar mengirim tiga pebalap, yakni M. Yudi, Adiyatma Dinis Putra, dan M. Gilang Akbar Roland. M. Yudi akan terjun di Kelas Bebek 150cc Standard Perorangan. Kemudian di Kelas Bebek 150cc Standard Beregu akan menerjunkan M. Yudi dan Adiyatma Dinis Putra. Selanjutnya pada Kelas Bebek […]

expand_less