Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » Potensi Raksasa Industri Panel Surya

Potensi Raksasa Industri Panel Surya

  • account_circle Pro Indonesia
  • calendar_month Sel, 7 Mar 2023
  • visibility 42
  • comment 0 komentar

Sumber listrik nasional masih didominasi oleh pembangkit berbasis batu bara. Dari berbagai potensi energi terbarukan, potensi tenaga surya menjadi yang terbesar, yakni mencapai 3.294 megawatt (MW).

Indonesia kini terus menggenjot pengembangan energi bersih berbasis energi baru dan terbarukan untuk menggantikan bahan bakar berbasis fosil.

Namun, situasi perekonomian global yang diprediksi tidak bersahabat pada tahun ini, akibat masih berlarutnya perang Rusia-Ukraina mengancam dunia dengan bayang-bayang resesi, membuat dunia perlu mengkaji lagi peta jalan berkaitan dengan energi bersih.

Demikian pula dengan Indonesia. Komitmen Indonesia untuk mengembangkan energi bersih, salah satunya dengan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS. Pasalnya sebagai negara yang berada tepat di garis khatulistiwa, Indonesia kaya dengan sumber energi itu.

Hanya saja, kendati kemauan besar, negara ini perlu memantapkan langkah untuk menggarap proyek energi bersih jenis itu. Seperti disampaikan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Herman Darnel Ibrahim, pemerintah memang menyatakan keinginan untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan (EBT), tapi pelaksanaannya tetap butuh upaya ekstra.

Sebagai informasi, sumber listrik nasional masih didominasi oleh pembangkit berbasis batu bara. Dari berbagai potensi energi terbarukan, potensi tenaga surya menjadi yang terbesar, yakni mencapai 3.294 megawatt (MW).

Meski begitu, pemanfaatan tenaga surya untuk listrik tercatat baru 0,01 persen. Sementara itu, panas bumi yang potensinya 23,9 gigawatt (GW) telah dimanfaatkan 9,6 persen dan energi hidro dengan potensi 95 GW telah dimanfaatkan 7 persen.

Menurut Herman, pengembangan energi terbarukan harus dimulai dengan pengurangan penggunaan energi fosil, baik untuk pembangkit listrik maupun transportasi. Menurutnya, syarat mutlak pengembangan energi terbarukan adalah ‘perlawanan’ terhadap energi fosil.

Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan adalah dengan pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara bertahap. Pemerintah dapat memberlakukan harga BBM yang bergerak sesuai kondisi pasar atau harga bahan baku sehingga masyarakat terbiasa atas perubahan harga dan subsidi dapat berkurang perlahan.

Turunnya beban subsidi BBM membuat anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan EBT. Setelah itu, pemerintah perlu memantapkan keberanian untuk benar-benar mengembangkan energi terbarukan secara masif.

Menciptakan Keseimbangan

Saat ini, menurut Herman, tercipta pertandingan yang tidak seimbang antara pengembangan energi terbarukan dan penggunaan energi fosil. Herman menilai, pemerintah tidak memiliki keberanian untuk menciptakan keseimbangan karena terdapat pula risiko politik dari kebijakan energi.

“Sebenarnya, yang diperlukan adalah political guts dan cohesiveness atau kekompakan,” tambahnya.

Kembali lagi dalam rangka pengembangan energi surya, Dewan Energi Nasional sebenarnya telah mendorong pembangunan pabrik panel surya pertama di Indonesia, lewat kerja sama badan usaha milik negara (BUMN) dengan swasta. DEN sudah memegang komitmen PT Len Industri (Persero), PT PLN Indonesia Power, dan PT Agra Surya Energy untuk berinvestasi pada pembangunan pabrik panel surya pertama di Indonesia tahun ini.

“Kita sudah lakukan feasibility study, kita butuh dana Rp4 triliun untuk membangun pabrik untuk modul surya itu,” kata Sekretaris Jenderal DEN Djoko Siswanto di Jakarta, Kamis (23/2/2023).

Djoko mengatakan, inisiasi pembentukan pabrik panel surya itu menjadi krusial di tengah impor komponen bahan baku yang terbilang tinggi dari Tiongkok beberapa waktu terakhir.  Di sisi lain, kata dia, Indonesia justru melakukan ekspor pasir silika sebagai salah satu bahan dasar pembentuk komponen panel surya yang relatif besar setiap tahunnya ke Tiongkok.

Seperti diketahui, Kementerian Perdagangan mencatat ekspor pasir silika ke Tiongkok sempat menyentuh di angka 1,39 juta ton pada 2021. Saat itu, nilai ekspor ditaksir mencapai di angka USD23,18 juta.

“Selama ini kita hanya instalasi begitu, perakitan saja, kalau sekarang masih impor kita belum punya pabrik itu, kita akan bangun pabrik itu,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi mengaku geram lantaran kinerja ekspor aluminium serta panel surya domestik berada di urutan masing-masing ke-33 dan 31 dunia. Malahan sebagian besar bahan baku pembentuk dua produk itu dijual ke Tiongkok.

Di sisi lain, Presiden Jokowi menyayangkan, justru ekspor bijih bauksit domestik berada di posisi ke-3 dunia. Artinya, sebagian besar bahan mentah itu belum terhilirisasi dengan optimal di dalam negeri.

“Indonesia ini ekspor bahan mentah bauksit nomor tiga di dunia, tetapi ekspor aluminium kita nomor 33. Mentahannya nomor tiga, barang jadinya 33,” kata Presiden Jokowi saat membuka Mandiri Investment Forum, Jakarta, Rabu (1/2/2023).

Apalagi, Presiden Jokowi menambahkan, potensi nilai tambah yang bisa diambil Indonesia lewat industrialisasi panel surya dapat mencapai 194 kali dari nilai ekspor bahan mentah. “Kalau ini kita kerjakan, panel surya itu nilai tambahnya sampai 194 kali, perkaliannya coba nikel sudah 33 kali, yang ini 194 kali,” tuturnya. (***)

Penulis: Firman Hidranto

  • Penulis: Pro Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Investasi Rebana, Ridwan Kamil: Door to Door, Bukan Jaga Warung

    Investasi Rebana, Ridwan Kamil: Door to Door, Bukan Jaga Warung

    • calendar_month Jum, 28 Apr 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 92
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Jabar Ridwan Kamil telah menunjuk Bernardus Djonoputro sebagai Kepala Badan Pengelola Kawasan Metropolitan Rebana. Penunjukkan Kepala BP Rebana sesuai mandat Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Jawa Barat Bagian Selatan. BP Rebana bertugas mengoordinasikan dan memfasilitasi pengembangan di wilayah 43 ribu hektare meliputi Kota Cirebon, Kabupaten […]

  • IDP Beri Wejangan Kepada Pengurus IKA Unhas Betapa Pentingnya Mendidik Anak

    IDP Beri Wejangan Kepada Pengurus IKA Unhas Betapa Pentingnya Mendidik Anak

    • calendar_month Ming, 24 Mar 2024
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 79
    • 0Komentar

    MAJENE – Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Wilayah Sulawesi Barat Muhammad Idris DP memberikan wejangan betapa pentingnya orang tua untuk mendidik anak. Menurutnya, keberhasilan anak dalam dunia pendidikan tidak akan terlepas peran orang tua. Sebab mendidik anak dan menyekolahkan anak merupakan tanggung jawab orang tua. Bahkan merupakan kewajiban yang diemban oleh orang […]

  • Suhardi Duka Janjikan Penyelesaian Akses Jalan ke Unsulbar

    Suhardi Duka Janjikan Penyelesaian Akses Jalan ke Unsulbar

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 62
    • 0Komentar

    MAJENE – Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan akses jalan menuju Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). Melalui bantuan keuangan daerah (Banrub). SDK memastikan Pemprov Sulbar akan bantu menuntaskan perbaikan jalan menuju kampus tersebut sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur pendidikan. Janji tersebut disampaikan saat menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) […]

  • Biro Umum Sulbar Gotong Royong Bersihkan Kantor Gubernur

    Biro Umum Sulbar Gotong Royong Bersihkan Kantor Gubernur

    • calendar_month Jum, 1 Mar 2024
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 113
    • 0Komentar

    MAMUJU – Guna menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat rutin melaksanakan kegiatan jumat bersih. Kegiatan Jumat bersih tersebut dipantau langsung Kepala Biro Umum Anshar Malle dan diikuti seluruh jajaran, Jum’at (1/3/2024). Jumat bersih dilaksanakan dengan membersihkan area Kantor Biro Umum, Rujab Gubernur, Rujab Sekretaris Daerah, Kantor Sementara Gubernur […]

  • Jawa Barat Prioritaskan Pembangunan SMA/SMK Baru di 33 Kecamatan

    Jawa Barat Prioritaskan Pembangunan SMA/SMK Baru di 33 Kecamatan

    • calendar_month Sel, 2 Mei 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 37
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memprioritaskan pembangunan SMA/SMK baru di 33 kecamatan di Jabar. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jabar Wahyu Mijaya, pembangunan SMA/SMK negeri di 33 kecamatan itu akan dimulai pada 2024. “Kita bangun secara bertahap, mulai tahun 2024, 2025, dan 2026 sesuai dengan kemampuan anggaran. Sebenarnya, berdasarkan data ada sekitar 130 […]

  • Pesan Ridwan Kamil kepada Anak Muda Jabar: Bawa Kebermanfaatan dan Muliakan Anak Yatim

    Pesan Ridwan Kamil kepada Anak Muda Jabar: Bawa Kebermanfaatan dan Muliakan Anak Yatim

    • calendar_month Ming, 16 Apr 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 51
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berpesan kepada anak muda di Jabar untuk menjadi penerus bangsa yang membawa kebermanfaatan dengan memuliakan anak yatim. Hal itu dikatakan Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– saat menghadiri Gerobag Ramadan (Gerakan Berbagi Menuju Masyarakat Madani) di SOR Saparua, Kota Bandung, Minggu (16/4/2023) malam WIB. ”Di acara Gerobag Ramadan, […]

expand_less