Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » Usai Mengikuti Arahan Mendagri, Gubernur Sulbar Minta Masyarakat Kawal Demo Secara Damai

Usai Mengikuti Arahan Mendagri, Gubernur Sulbar Minta Masyarakat Kawal Demo Secara Damai

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
  • visibility 69
  • comment 0 komentar

MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka, bersama Wakil Gubernur Salim S Mengga, mengikuti arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terkait perkembangan situasi nasional yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2025 melalui zoom meeting di Ruang Oval, Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, Selasa, 2 September 2025.

Usai rapat, Gubernur Suhardi Duka menyampaikan bahwa Kemendagri menegaskan kondisi nasional relatif terkendali, meski sempat terjadi insiden serius di sejumlah daerah.

“Situasi saat ini sudah mulai terkendali meski ada tujuh daerah di Indonesia yang gedung DPRD-nya terbakar (akibat polemik belakangan ini),” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah pusat mengimbau seluruh daerah tetap menjaga stabilitas dengan melibatkan masyarakat, termasuk melalui kegiatan doa bersama dan pendekatan sosial.

“Langkah-langkah ini penting agar timbul kesadaran masyarakat. Bahkan di beberapa daerah, justru masyarakat yang ikut menjaga agar aksi demo tidak merusak fasilitas umum,” tambahnya.

Terkait aksi unjuk rasa, Suhardi Duka menegaskan bahwa Pemprov Sulbar siap memfasilitasi dan memberikan jaminan keamanan sepanjang aksi berjalan damai.

“Sepanjang demo tidak ada masalah. Tapi kalau sudah merusak, itu tindakan hukum. Kalau sudah mau merusak, kita tegak untuk penindakan,” tegasnya. (Rls)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri Pelantikan Pengurus DPD Demokrat Jabar, Ridwan Kamil: Mari Bersinergi Bangun Jawa Barat

    Hadiri Pelantikan Pengurus DPD Demokrat Jabar, Ridwan Kamil: Mari Bersinergi Bangun Jawa Barat

    • calendar_month Sel, 12 Apr 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 235
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menghadiri Pelantikan Pengurus DPD Demokrat Jabar Periode 2022-2027, di Hotel Trans Luxury, Kota Bandung, Selasa (12/4/2022). Dihadapan anggota Partai Demokrat, Ridwan Kamil mengajak kepada Ketua DPD Demokrat Jabar Anton Sukartono untuk bahu membahu bersinergi dengan Pemda Provinsi Jabar dalam berbagai hal yang berkaitan dengan pembangunan. “Senang ada […]

  • Bahtiar Lantik Kepala BPKP Provinsi Sulbar, Kementerian Lembaga dan Pemda Harus Solid Membangun Daerah

    Bahtiar Lantik Kepala BPKP Provinsi Sulbar, Kementerian Lembaga dan Pemda Harus Solid Membangun Daerah

    • calendar_month Rab, 18 Des 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 87
    • 0Komentar

    MAMUJU – Penjabat Gubernur Provinsi Sulawesi Barat Bahtiar Baharuddin melantik Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulbar, Zulherizal, di Rujab Gubernur Sulbar, Selasa 17 Desember 2024. Bahtiar menyampaikan, pelantikan ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat hubungan antara Kementerian Lembaga dan Pemda di Sulbar. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri ini menjelaskan Pemprov merupakan […]

  • KUR Kian Bersahabat dengan UMKM

    KUR Kian Bersahabat dengan UMKM

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Keringanan bunga dan agunan diberikan kepada debitur KUR supermikro-mikro dengan maksimal pinjaman Rp100 juta. Pada 2023, pemerintah kembali menetapkanbunga KUR 3 persen untuk KUR supermikrodan bunga single digit untuk KUR mikro.Kebijakan itu merupakan bentuk afirmatifpemerintah ke sektor UMKM yang menguasai61 persen PDB Indonesia. Selain sumbangan terhadap PDB besar, sektoritu juga memberikan sumbangan terhadappenyerapan tenaga kerja hingga 97 persen daritotal penyerapan tenaga kerja nasional. Jadi,keberadaan program kredit usaha rakyat(KUR) yang kian ramah untuk nasabah adalahsebuah keharusan. Tak hanya tawaran bunga kredit rendah mulaidari 3 persen, pemerintah juga meminta bank penyalur KUR untuk memberikan keringananberupa bebas agunan bagi debitur mikromaupun supermikro. Keringanan itu tertuanglewat Peraturan Menteri Koordinator bidangPerekonomian nomor 1 tahun 2023 yang terbitpada akhir Januari 2023. Pada aturan itu, keringanan bunga dan agunandiutamakan untuk debitur KUR supermikrodan mikro dengan maksimal pinjaman tidaklebih dari Rp100 juta. Menteri Koordinatorbidang Perekonomian Airlangga Hartartomengatakan, kebijakan bunga KUR supermikro jadi 3 persen itu merupakan wujudkeberpihakan kepada para pekerja yang terkena PHK dan ibu rumah tangga untuk bisamenjalankan usahanya lebih produktif. Jika dirinci, kebijakan KUR dengankeringanan dan agunan untuk dua segmendebitur, pertama debitur KUR supermikromendapatkan fasilitas bunga kredit 3 persendengan plafon kredit maksimal Rp10 juta.Segmen ini diberikan tenor 3 tahun–-5 tahun. Kedua, debitur KUR mikro akan dikenaibunga kredit sesuai tipe penerima, misalnyadebitur pertama kali mengajukan KUR bisamendapatkan bunga 6 persen, kedua kali 7 persen, ketiga kali 8 persen, dan keempat kali 9 persen. Pemerintah menentukan plafon KUR untuk mikro mulai dari Rp10 juta–-Rp100 juta. Yang menjadi istimewa untuk debitur KUR supermikro dan mikro adalah mereka tidakdiwajibkan untuk memenuhi agunantambahan. Tapi, tetap menyepakati agunanpokok. Sedangkan, debitur KUR yang mendapat pinjaman di atas Rp100 juta tetapmemenuhi ketentuan agunan pokok dantambahan. Tentu kebijakan itu menjadi anginsegar bagi masyarakat, terutama untuk pekerjadan ibu rumah tangga. Dari data Kementerian Perekonomian, pada2022 dari total 7,62 juta debitur KUR, sebanyak 66,11 persen adalah debitur mikro, 31,84 persen untuk debitur kecil, dan 1,74 persen debitur supermikro dan di bawah 1 persen PMI. Sejatinya, peran perbankan dibutuhkan untukmenciptakan pertumbuhan ekonomi daripelaku usaha kelas bawah, yakni supermikro.Hanya saja, suku bunga yang mini dan tanpaagunan tambahan dapat memicu kenaikanrisiko kredit bermasalah atau non performingloan/NPL perbankan. Di sisi lain, alokasi KUR untuk pelaku usahasupermikro masih tergolong baru, sehinggakontribusinya terhadap total plafon KUR masih kecil. Namun terlepas dari semua itu, harus diakui peran penting UMKM tetap harusdiapresiasi oleh pemerintah. Pasalnya, sektorUMKM mampu menyerap sejumlah tenagakerja, banyaknya jumlah unit usaha, capaiankinerja ekspor yang kian impresif, hinggakontribusi yang signifikan terhadap PDB. Pengembangan UMKM penting bagipemerintah untuk dapat mengungkitpertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintahjuga terus berupaya mendukung peningkatandaya saing UMKM dan kontribusinyaterhadap ekonomi nasional, salah satunyadengan mengkaji dan memperbaiki kebijakanterkait pembiayaan UMKM. “Saat ini kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia mencapai 61 persen dengankemampuan penyerapan tenaga kerjamencapai 97 persen dari total penyerapantenaga kerja nasional. Diharapkan juga, kontribusi UMKM terhadap ekspor nonmigasyang saat ini baru mencapai 16 persen dapatditingkatkan,” ungkap Menko Airlangga, dalam satu kesempatan. Terkait dengan kebijakan pembiayaan bagiUMKM tersebut, pemerintah berupayameningkatkan akses pembiayaan KUR denganporsi kredit yang ditargetkan mencapai 30 persen pada 2024. Selanjutnya gunamendorong UMKM naik kelas jugadiperlukan skema kerja sama antara usahakecil dan usaha besar, sehingga UMKM dapatberkembang dengan peningkatan kuantitas dankualitas produksi. Bagi perusahaan besar juga dapatmeningkatkan profit. Melalui kerja sama yang diiringi dengan peningkatan produktivitas dankualitas produksi yang baik, UMKM akanlebih mudah menjangkau global value chain (GVC). Keberpihakan pemerintah terhadap sektorUMKM sangat jelas dan tegas. Bagipemerintah, keberadaan sektor UMKM saatini sangat disadari pentingnya bagi pemulihanperekonomian nasional. Harapannya, sejumlah kebijakan pemerintahyang afirmatif terhadap sektor UMKM bisamendongkrak mereka untuk naik kelas. Ujung dari semua itu, peran sektor UMKM tetap bisamenjadi penyangga perekonomian negara. (***)

  • Indonesia Tingkatkan Pembangunan PLTS Atap

    Indonesia Tingkatkan Pembangunan PLTS Atap

    • calendar_month Kam, 29 Agu 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Indonesia semakin serius dalam transisi energi hijau dengan mempercepat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis atap. Langkah ini tidak hanya mendukung target net zero emission 2060, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang lebih berkelanjutan. Kesadaran global terhadap pentingnya penggunaan energi hijau semakin meningkat. Salah satu inisiatif yang semakin masif adalah penggunaan Pembangkit Listrik […]

  • Kalsel Matangkan Kesiapan Jadi Tuan Rumah HPN 2025

    Kalsel Matangkan Kesiapan Jadi Tuan Rumah HPN 2025

    • calendar_month Jum, 22 Nov 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 69
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kalimantan Selatan (Kalsel) memastikan kesiapan sebagai tuan rumah peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025. Penegasan ini disampaikan dalam pertemuan jajaran PWI Pusat dengan perwakilan Pemerintah Provinsi Kalsel di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (18/11) malam. Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, menyatakan bahwa Kalsel telah diputuskan menjadi tuan rumah HPN 2025 sejak […]

  • Harvick Hasnul Qolbi Harap Tingkatkan Produksi Pertanian

    Harvick Hasnul Qolbi Harap Tingkatkan Produksi Pertanian

    • calendar_month Sel, 31 Jan 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 84
    • 0Komentar

    MAJENE – Pertanian merupakan jantung perekonomian dan merupakan salah satu penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) di daerah. Hal ini, disampaikan Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia (Wamentan RI) Harvick Hasnul Qolbi pada kegiatan Kunjungan Kerja (Kunker) di Dusun Galungg Para Desa Pamboborang Kecamatan Banggae, Selasa (31/01/2023). Ia mengemukakan, pengembangan produksi pertanian diharapkan tetap meningkat meski […]

expand_less