Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Sentra Tenun Jembrana Model Perkembangan Industri Kreatif

Sentra Tenun Jembrana Model Perkembangan Industri Kreatif

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Sel, 4 Apr 2023
  • visibility 100
  • comment 0 komentar

Sentra Tenun Jembrana sekaligus menjadi rumah produksi dan pusat pemasaran terpadu seluruh produk kerajinan masyarakat Jembrana.

Sentra Tenun Jembrana menjadi salah satu tujuan kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Bali, pada awal Februari 2023. Presiden Jokowi menghargai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana didukung Pemerintah Provinsi Bali untuk pengembangan kain tenun dan songket endek di wilayahnya.

“Saya juga sangat menghargai apa yang telah dilakukan oleh bupati dan didukung Gubernur Bali dalam mengembangkan tenun, songket untuk pengembangan industri-industri kecil kain tenun dan songket yang ada,” ujar Presiden Jokowi, di Sentra Tenun Jembrana, Kamis (2/2/2023).

Tak lupa Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana beserta para menteri meninjau dan memilih produk-produk yang ada di Sentra Tenun dan UMKM Jembrana tersebut. Tak lupa, Presiden Jokowi membeli sepasang sepatu sneaker bermotif tenun Jembrana dan Ibu Negara Iriana juga memesan sejumlah kain tenun.

Presiden Jokowi menilai, upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah tersebut dapat mendorong perkembangan industri kreatif, terutama industri buatan tangan, untuk dapat berkembang. Termasuk, adanya imbauan pemerintah untuk mengenakan kain tradisional khas Bali setiap Selasa dan busana adat setiap Kamis yang dituangkan dalam peraturan gubernur (pergub).

Awalnya Sentra Tenun Jembrana yang berlokasi di Jl Sudirman tersebut merupakan bekas terminal kargo Jembrana. Sentra yang dibangun dengan anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali itu diharapkan mampu menampung seluruh kerajinan tenun dan produk UMKM yang ada di Kabupaten Jembrana.

Sentra tenun yang diresmikan oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba pada Desember 2022 juga merupakan satu-satunya pusat tenun di Bali yang menyediakan tempat untuk menenun kain khas Jembrana. Bupati I Nengah Tamba mengatakan, sentra tenun merupakan jawaban dari untuk produk tenun Jembrana yang masih sering terkendala pemasaran.

Keberadaan Sentra Tenun Jembrana sekaligus sebagai rumah produksi terpadu dan pusat pemasaran terpadu seluruh produk-produk kerajinan yang dihasilkan masyarakat Jembrana. Sesuai fungsinya, maka kawasan itu diharapkan mampu membangkitkan gairah para pelaku usaha mikro, utamanya para perajin tenun untuk mengembangkan usahanya dan terus naik kelas sehingga dapat menyejahterakan dirinya dan masyarakat pada umumnya.

“Saat ini kami sedang mendidik 62 orang anak muda umur 18–25 tahun sebagai perajin tenun dan produk turunannya.”

Menurut Bupati Jembrana, terwujudnya sentra tenun merupakan impian dan salah satu bagian ekosistem terbentuknya tempat-tempat kunjungan wisata di Jembrana. Wilayah Bali bagian barat ini juga kaya akan spot-spot keindahan alam, kelezatan kuliner serta keragaman budaya.

Targetnya, pada 2026 Jembrana diproyeksikan sudah bisa menyaingi kawasan Kuta, Nusa Dua, dan Ubud sebagai destinasi wisata dunia.

Khas Jembrana

Endek merupakan kain tenun ikat khas Bali yang mempunyai banyak keunikan. Kain endek mempunyai beragam motif, seperti motif patra dan encak saji yang dianggap sakral, maupun pelbagai motif alam. Motif kain ini terus berkembang, seiring berkembangnya zaman.

Di Kabupaten Jembrana, terdapat motif endek mekepung yang merupakan ciri khas Kabupaten Jembrana. Motif ini dikembangkan oleh para perajin tenun tradisional yang ada di Kabupaten Jembrana.

Endek mekepung mempunyai warna khas kemerah-merahan dan ada motif mekepung di bagian bawahnya. Mekepung atau karapan kerbau merupakan salah satu budaya khas yang ada di Jembrana. Keunikan dari kain itu membuat harga jualnya menjadi cukup mahal. Per meter kain tenun itu bisa mencapai harga Rp100.000-an.

Secara umum, harga jual kain tenun Jembrana bisa berkisar Rp350 ribu sampai Rp4 jutaan, tergantung pada jenis bahan dan motifnya. Selain endek mekepung, produk kain tenun di Jembrana juga dikenal sebagai kain tenun Cagcag.

Kenapa dinamai cagcag? Karena mengikuti bunyi alat tenun tradisional saat membuat motif kain.  Meski secara umum proses pembuatan kain tenun sama dengan daerah lain, motif setiap daerah berbeda. Tenun Jembrana masih mempertahankan teknik tradisional mulai cara membuat dan mewarnai bahan tenun dengan bahan alam.

Warna alami itu terbuat dari bahan daun tumbuhan dan kulit batang pohon, seperti daun jambu, daun mangga, daun sawo, daun pohon ketapang dan daun indigo. Selain daun juga ada dari bahan kulit kayu mahoni, kayu bayur, kayu secang, kayu kutuh, dan kunyit.

Setelah benang diwarnai, proses pertama mulai menyiapkan benang dan menggulungnya ke dalam bundar atau jangkar tempat benang. Jumlah benang sesuai dengan jumlah kain yang akan dibuat. Motif bisa menyesuaikan pesanan konsumen.

Proses pembuatan kain cukup rumit dari mulai memasukkan benang dan melakukan penenunan. Untuk motif polos, proses pembuatannya bisa memakan waktu 7 sampai 10 hari, sedangkan untuk motif yang lebih rumit seperti songket, bisa memakan waktu 3–4 minggu.

Produk tenun Jembrana tidak hanya dikenal seantero Bali dan Jakarta, melainkan juga juga sudah diekspor ke Australia dan Amerika Serikat. Pada zaman modern seperti saat ini, wastra atau kain tenun endek sudah biasa digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Bahkan, ada pula yang digunakan sebagai bahan dasar barang kerajinan, seperti tas dan kipas, serta dekorasi interior. Kain tenun digunakan sebagai simbol menyama braya atau ikatan tali persaudaraan dan kerap menjadi cinderamata untuk orang terdekat.

Penulis: Kristantyo Wisnubroto

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jasad Eril Ditemukan Guru Perempuan Sekolah Dasar

    Jasad Eril Ditemukan Guru Perempuan Sekolah Dasar

    • calendar_month Jum, 10 Jun 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 164
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Ridwan Kamil membeberkan jasad anak sulungnya, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, ditemukan oleh seorang guru sekolah dasar bernama Geraldine Beldi. Dalam akun media sosialnya, Kang Emil mengatakan bahwa Geraldine menemukan jasad Eril ketika ia tengah berjalan pagi menuju tempat mengajarnya. “Ia langsung menelepon Polisi dan akhirnya jenazah Eril bisa ditemukan dan […]

  • Ridwan Kamil Ajak Kejaksaan Tinggi Tingkatkan Penggunaan Produk Dalam Negeri

    Ridwan Kamil Ajak Kejaksaan Tinggi Tingkatkan Penggunaan Produk Dalam Negeri

    • calendar_month Sel, 12 Apr 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 199
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak Kejaksaan Tinggi Jabar berkolaborasi meningkatkan penggunaan produk dalam negeri dengan memaksimalkan marketplace. “Sejak tahun 2019, Pemda Provinsi Jabar telah mendorong UMKM untuk bekerja sama dengan marketplace. Itu karena saya ingin belanja dalam negerinya itu ke Jawa Barat,” kata Ridwan Kamil dalam acara Ngabuburit Bareng Kajati tentang […]

  • BUBOS 6 Tebar 1,4 Juta Paket Makanan Rantang Cinta Berbagi Sesama

    BUBOS 6 Tebar 1,4 Juta Paket Makanan Rantang Cinta Berbagi Sesama

    • calendar_month Sab, 23 Apr 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 196
    • 0Komentar

    KABUPATEN KUNINGAN — Rangkaian acara Bulan Berbagi on The Street (BUBOS) 6 selama tiga minggu terakhir berhasil membagikan 1,4 juta paket makanan rantang cinta kepada warga yang membutuhkan. Bukan hanya di Jawa Barat tapi juga warga di berbagai provinsi Indonesia. Sementara jumlah infak yang terkumpul mencapai Rp4,4 miliar berasal dari stakeholders pendukung acara serta para […]

  • Operasi Marano Polres Majene Ungkap 2 TO dan 8 Non TO

    Operasi Marano Polres Majene Ungkap 2 TO dan 8 Non TO

    • calendar_month Rab, 1 Feb 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 56
    • 0Komentar

    MAJENE – Bukan menjadi rahasia umum jika Penyakit Masyarakat (Pekat) seperti narkoba, peredaran miras, perjudian, prostitusi terjadi di lingkungan masyarakat baik, secara terang-terangan ataupun dilakukan secara terselubung. Pekat ini merupakan tanggung jawab bersama meskipun kepolisian menjadi garda terdepan, karena pekat sangat berbahaya dalam bermasyarakat, sehingga harus segera di berantas. Seperti, pemberantasan pekat yang digelar Kepolisian […]

  • FORNAS VII 2023 JABAR, Perolehan Medali Kontingen Jawa Barat Tak Terkejar

    FORNAS VII 2023 JABAR, Perolehan Medali Kontingen Jawa Barat Tak Terkejar

    • calendar_month Jum, 7 Jul 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 78
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG – Provinsi Jawa Barat diambang juara umum dalam ajang Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Fornas) VII 2023 Jabar. Perolehan medali sudah mencapai 100 lebih dan sulit dikejar provinsi lain. Hingga Kamis (6/7/2023) atau menyisakan dua hari lagi, dalam klasemen tim Jawa Barat masih berada di posisi pertama diikuti Provinsi DKI Jakarta dan Jawa […]

  • Ramadan Produktif, Perpusip Sulbar Buka Pelayanan Tujuh Hari

    Ramadan Produktif, Perpusip Sulbar Buka Pelayanan Tujuh Hari

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 20
    • 0Komentar

    MAMUJU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, dengan membuka layanan perpustakaan selama 7 hari dalam sepekan. Kebijakan ini dilakukan untuk memberikan kemudahan akses literasi bagi masyarakat, pelajar, dan mahasiswa yang tetap membutuhkan ruang belajar dan referensi selama […]

expand_less