Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Sentra Tenun Jembrana Model Perkembangan Industri Kreatif

Sentra Tenun Jembrana Model Perkembangan Industri Kreatif

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Sel, 4 Apr 2023
  • visibility 131
  • comment 0 komentar

Sentra Tenun Jembrana sekaligus menjadi rumah produksi dan pusat pemasaran terpadu seluruh produk kerajinan masyarakat Jembrana.

Sentra Tenun Jembrana menjadi salah satu tujuan kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Bali, pada awal Februari 2023. Presiden Jokowi menghargai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana didukung Pemerintah Provinsi Bali untuk pengembangan kain tenun dan songket endek di wilayahnya.

“Saya juga sangat menghargai apa yang telah dilakukan oleh bupati dan didukung Gubernur Bali dalam mengembangkan tenun, songket untuk pengembangan industri-industri kecil kain tenun dan songket yang ada,” ujar Presiden Jokowi, di Sentra Tenun Jembrana, Kamis (2/2/2023).

Tak lupa Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana beserta para menteri meninjau dan memilih produk-produk yang ada di Sentra Tenun dan UMKM Jembrana tersebut. Tak lupa, Presiden Jokowi membeli sepasang sepatu sneaker bermotif tenun Jembrana dan Ibu Negara Iriana juga memesan sejumlah kain tenun.

Presiden Jokowi menilai, upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah tersebut dapat mendorong perkembangan industri kreatif, terutama industri buatan tangan, untuk dapat berkembang. Termasuk, adanya imbauan pemerintah untuk mengenakan kain tradisional khas Bali setiap Selasa dan busana adat setiap Kamis yang dituangkan dalam peraturan gubernur (pergub).

Awalnya Sentra Tenun Jembrana yang berlokasi di Jl Sudirman tersebut merupakan bekas terminal kargo Jembrana. Sentra yang dibangun dengan anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali itu diharapkan mampu menampung seluruh kerajinan tenun dan produk UMKM yang ada di Kabupaten Jembrana.

Sentra tenun yang diresmikan oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba pada Desember 2022 juga merupakan satu-satunya pusat tenun di Bali yang menyediakan tempat untuk menenun kain khas Jembrana. Bupati I Nengah Tamba mengatakan, sentra tenun merupakan jawaban dari untuk produk tenun Jembrana yang masih sering terkendala pemasaran.

Keberadaan Sentra Tenun Jembrana sekaligus sebagai rumah produksi terpadu dan pusat pemasaran terpadu seluruh produk-produk kerajinan yang dihasilkan masyarakat Jembrana. Sesuai fungsinya, maka kawasan itu diharapkan mampu membangkitkan gairah para pelaku usaha mikro, utamanya para perajin tenun untuk mengembangkan usahanya dan terus naik kelas sehingga dapat menyejahterakan dirinya dan masyarakat pada umumnya.

“Saat ini kami sedang mendidik 62 orang anak muda umur 18–25 tahun sebagai perajin tenun dan produk turunannya.”

Menurut Bupati Jembrana, terwujudnya sentra tenun merupakan impian dan salah satu bagian ekosistem terbentuknya tempat-tempat kunjungan wisata di Jembrana. Wilayah Bali bagian barat ini juga kaya akan spot-spot keindahan alam, kelezatan kuliner serta keragaman budaya.

Targetnya, pada 2026 Jembrana diproyeksikan sudah bisa menyaingi kawasan Kuta, Nusa Dua, dan Ubud sebagai destinasi wisata dunia.

Khas Jembrana

Endek merupakan kain tenun ikat khas Bali yang mempunyai banyak keunikan. Kain endek mempunyai beragam motif, seperti motif patra dan encak saji yang dianggap sakral, maupun pelbagai motif alam. Motif kain ini terus berkembang, seiring berkembangnya zaman.

Di Kabupaten Jembrana, terdapat motif endek mekepung yang merupakan ciri khas Kabupaten Jembrana. Motif ini dikembangkan oleh para perajin tenun tradisional yang ada di Kabupaten Jembrana.

Endek mekepung mempunyai warna khas kemerah-merahan dan ada motif mekepung di bagian bawahnya. Mekepung atau karapan kerbau merupakan salah satu budaya khas yang ada di Jembrana. Keunikan dari kain itu membuat harga jualnya menjadi cukup mahal. Per meter kain tenun itu bisa mencapai harga Rp100.000-an.

Secara umum, harga jual kain tenun Jembrana bisa berkisar Rp350 ribu sampai Rp4 jutaan, tergantung pada jenis bahan dan motifnya. Selain endek mekepung, produk kain tenun di Jembrana juga dikenal sebagai kain tenun Cagcag.

Kenapa dinamai cagcag? Karena mengikuti bunyi alat tenun tradisional saat membuat motif kain.  Meski secara umum proses pembuatan kain tenun sama dengan daerah lain, motif setiap daerah berbeda. Tenun Jembrana masih mempertahankan teknik tradisional mulai cara membuat dan mewarnai bahan tenun dengan bahan alam.

Warna alami itu terbuat dari bahan daun tumbuhan dan kulit batang pohon, seperti daun jambu, daun mangga, daun sawo, daun pohon ketapang dan daun indigo. Selain daun juga ada dari bahan kulit kayu mahoni, kayu bayur, kayu secang, kayu kutuh, dan kunyit.

Setelah benang diwarnai, proses pertama mulai menyiapkan benang dan menggulungnya ke dalam bundar atau jangkar tempat benang. Jumlah benang sesuai dengan jumlah kain yang akan dibuat. Motif bisa menyesuaikan pesanan konsumen.

Proses pembuatan kain cukup rumit dari mulai memasukkan benang dan melakukan penenunan. Untuk motif polos, proses pembuatannya bisa memakan waktu 7 sampai 10 hari, sedangkan untuk motif yang lebih rumit seperti songket, bisa memakan waktu 3–4 minggu.

Produk tenun Jembrana tidak hanya dikenal seantero Bali dan Jakarta, melainkan juga juga sudah diekspor ke Australia dan Amerika Serikat. Pada zaman modern seperti saat ini, wastra atau kain tenun endek sudah biasa digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Bahkan, ada pula yang digunakan sebagai bahan dasar barang kerajinan, seperti tas dan kipas, serta dekorasi interior. Kain tenun digunakan sebagai simbol menyama braya atau ikatan tali persaudaraan dan kerap menjadi cinderamata untuk orang terdekat.

Penulis: Kristantyo Wisnubroto

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Junda Maulana Pamit dari Bapperida: Siap Emban Tugas Baru sebagai Sekprov Sulbar

    Junda Maulana Pamit dari Bapperida: Siap Emban Tugas Baru sebagai Sekprov Sulbar

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 220
    • 0Komentar

    MAMUJU – Momen serah terima barang dan aset di lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat menjadi penanda penting transisi kepemimpinan jelang pelantikan Junda Maulana sebagai Sekretaris Daerah (Sekprov) Sulawesi Barat pada Senin, 10 November 2025 mendatang. Kegiatan tersebut digelar dalam rapat internal bersama seluruh jajaran pegawai Bapperida Sulbar di […]

  • Junda Maulana Tekankan Konsolidasi dan Disiplin Kinerja Selama Ramadan

    Junda Maulana Tekankan Konsolidasi dan Disiplin Kinerja Selama Ramadan

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 57
    • 0Komentar

    MAMUJU – Pemprov Sulbar melaksanakan Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN). Kali ini berlangsung berbeda. Digelar secara virtual untuk menghormati umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan mulai Rabu 18 Februari 2026. Sekda Provinsi Sulbar Junda Maulana menyampaikan, atas arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi internal dan penguatan kinerja […]

  • Suhardi Duka Bertemu Raja Mamuju dan Raja Balanipa, Komitmen Jaga Stabilitas Daerah

    Suhardi Duka Bertemu Raja Mamuju dan Raja Balanipa, Komitmen Jaga Stabilitas Daerah

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 98
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka melakukan pertemuan dengan Raja Mamuju Andi Bau Akram Dai dan Raja Balanipa Bau Arifin di kantornya, Rabu 3 September 2025. Raja Mamuju Andi Bau Akram Dai mengatakan pertemuan ini silaturahmi dengan Gubernur Sulbar. “Tadi disampaikan bahwa ternyata beliau kawan lama Raja Balanipa Bau Arifin,” kata Bau Akram. Ia menambahkan […]

  • Kapolres Majene Dukung Ketahanan Pangan Melalui Pemanfaatan Pekarangan

    Kapolres Majene Dukung Ketahanan Pangan Melalui Pemanfaatan Pekarangan

    • calendar_month Jum, 10 Feb 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 78
    • 0Komentar

    MAJENE – Pemanfaatan lahan pekarangan merupakan salah satu alternatif, selain mendukung ketahanan pangan nasional, juga mewujudkan kemandirian pangan dalam suatu rumah tangga. Lahan kosong di sekitar kantor atau rumah jika dikelola dengan baik, tentu sangat bermanfaat dan memberikan kehidupan, seperti menanam tanaman cabai besar, cabai kecil, terong dan kacang panjang. Pemanfaatan lahan kosong di perkantoran, […]

  • Komisi III DPRD Sulbar Kunker ke Dinas ESDM Sulsel

    Komisi III DPRD Sulbar Kunker ke Dinas ESDM Sulsel

    • calendar_month Kam, 27 Feb 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 114
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Wisnu Hasta Praja, mendampingi rombongan Komisi III DPRD Sulbar dalam kunjungan kerja (kunker) ke Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Kamis, 27 Februari 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memperjelas implementasi perizinan air tanah yang telah […]

  • Ridwan Kamil ke Kapolda Jabar Baru: Gaspol!

    Ridwan Kamil ke Kapolda Jabar Baru: Gaspol!

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 93
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Ridwan Kamil mengajak Kapolda Jabar yang baru menjabat Irjen Pol Akhmad Wiyagus untuk gaspol menjaga kondusivitas Jabar. Menurutnya, adaptasi tak begitu dibutuhkan sebab Wiyagus sebelumnya cukup lama menjabat sebagai Wakapolda Jabar pada 2019. “Kita menyambut kedatangan kembali Pak Wiyagus, saya kira tidak perlu beradaptasi kita langsung gaspol,” ujar Gubernur saat memberikan […]

expand_less