Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Sentra Tenun Jembrana Model Perkembangan Industri Kreatif

Sentra Tenun Jembrana Model Perkembangan Industri Kreatif

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Sel, 4 Apr 2023
  • visibility 175
  • comment 0 komentar

Sentra Tenun Jembrana sekaligus menjadi rumah produksi dan pusat pemasaran terpadu seluruh produk kerajinan masyarakat Jembrana.

Sentra Tenun Jembrana menjadi salah satu tujuan kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Bali, pada awal Februari 2023. Presiden Jokowi menghargai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana didukung Pemerintah Provinsi Bali untuk pengembangan kain tenun dan songket endek di wilayahnya.

“Saya juga sangat menghargai apa yang telah dilakukan oleh bupati dan didukung Gubernur Bali dalam mengembangkan tenun, songket untuk pengembangan industri-industri kecil kain tenun dan songket yang ada,” ujar Presiden Jokowi, di Sentra Tenun Jembrana, Kamis (2/2/2023).

Tak lupa Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana beserta para menteri meninjau dan memilih produk-produk yang ada di Sentra Tenun dan UMKM Jembrana tersebut. Tak lupa, Presiden Jokowi membeli sepasang sepatu sneaker bermotif tenun Jembrana dan Ibu Negara Iriana juga memesan sejumlah kain tenun.

Presiden Jokowi menilai, upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah tersebut dapat mendorong perkembangan industri kreatif, terutama industri buatan tangan, untuk dapat berkembang. Termasuk, adanya imbauan pemerintah untuk mengenakan kain tradisional khas Bali setiap Selasa dan busana adat setiap Kamis yang dituangkan dalam peraturan gubernur (pergub).

Awalnya Sentra Tenun Jembrana yang berlokasi di Jl Sudirman tersebut merupakan bekas terminal kargo Jembrana. Sentra yang dibangun dengan anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali itu diharapkan mampu menampung seluruh kerajinan tenun dan produk UMKM yang ada di Kabupaten Jembrana.

Sentra tenun yang diresmikan oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba pada Desember 2022 juga merupakan satu-satunya pusat tenun di Bali yang menyediakan tempat untuk menenun kain khas Jembrana. Bupati I Nengah Tamba mengatakan, sentra tenun merupakan jawaban dari untuk produk tenun Jembrana yang masih sering terkendala pemasaran.

Keberadaan Sentra Tenun Jembrana sekaligus sebagai rumah produksi terpadu dan pusat pemasaran terpadu seluruh produk-produk kerajinan yang dihasilkan masyarakat Jembrana. Sesuai fungsinya, maka kawasan itu diharapkan mampu membangkitkan gairah para pelaku usaha mikro, utamanya para perajin tenun untuk mengembangkan usahanya dan terus naik kelas sehingga dapat menyejahterakan dirinya dan masyarakat pada umumnya.

“Saat ini kami sedang mendidik 62 orang anak muda umur 18–25 tahun sebagai perajin tenun dan produk turunannya.”

Menurut Bupati Jembrana, terwujudnya sentra tenun merupakan impian dan salah satu bagian ekosistem terbentuknya tempat-tempat kunjungan wisata di Jembrana. Wilayah Bali bagian barat ini juga kaya akan spot-spot keindahan alam, kelezatan kuliner serta keragaman budaya.

Targetnya, pada 2026 Jembrana diproyeksikan sudah bisa menyaingi kawasan Kuta, Nusa Dua, dan Ubud sebagai destinasi wisata dunia.

Khas Jembrana

Endek merupakan kain tenun ikat khas Bali yang mempunyai banyak keunikan. Kain endek mempunyai beragam motif, seperti motif patra dan encak saji yang dianggap sakral, maupun pelbagai motif alam. Motif kain ini terus berkembang, seiring berkembangnya zaman.

Di Kabupaten Jembrana, terdapat motif endek mekepung yang merupakan ciri khas Kabupaten Jembrana. Motif ini dikembangkan oleh para perajin tenun tradisional yang ada di Kabupaten Jembrana.

Endek mekepung mempunyai warna khas kemerah-merahan dan ada motif mekepung di bagian bawahnya. Mekepung atau karapan kerbau merupakan salah satu budaya khas yang ada di Jembrana. Keunikan dari kain itu membuat harga jualnya menjadi cukup mahal. Per meter kain tenun itu bisa mencapai harga Rp100.000-an.

Secara umum, harga jual kain tenun Jembrana bisa berkisar Rp350 ribu sampai Rp4 jutaan, tergantung pada jenis bahan dan motifnya. Selain endek mekepung, produk kain tenun di Jembrana juga dikenal sebagai kain tenun Cagcag.

Kenapa dinamai cagcag? Karena mengikuti bunyi alat tenun tradisional saat membuat motif kain.  Meski secara umum proses pembuatan kain tenun sama dengan daerah lain, motif setiap daerah berbeda. Tenun Jembrana masih mempertahankan teknik tradisional mulai cara membuat dan mewarnai bahan tenun dengan bahan alam.

Warna alami itu terbuat dari bahan daun tumbuhan dan kulit batang pohon, seperti daun jambu, daun mangga, daun sawo, daun pohon ketapang dan daun indigo. Selain daun juga ada dari bahan kulit kayu mahoni, kayu bayur, kayu secang, kayu kutuh, dan kunyit.

Setelah benang diwarnai, proses pertama mulai menyiapkan benang dan menggulungnya ke dalam bundar atau jangkar tempat benang. Jumlah benang sesuai dengan jumlah kain yang akan dibuat. Motif bisa menyesuaikan pesanan konsumen.

Proses pembuatan kain cukup rumit dari mulai memasukkan benang dan melakukan penenunan. Untuk motif polos, proses pembuatannya bisa memakan waktu 7 sampai 10 hari, sedangkan untuk motif yang lebih rumit seperti songket, bisa memakan waktu 3–4 minggu.

Produk tenun Jembrana tidak hanya dikenal seantero Bali dan Jakarta, melainkan juga juga sudah diekspor ke Australia dan Amerika Serikat. Pada zaman modern seperti saat ini, wastra atau kain tenun endek sudah biasa digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Bahkan, ada pula yang digunakan sebagai bahan dasar barang kerajinan, seperti tas dan kipas, serta dekorasi interior. Kain tenun digunakan sebagai simbol menyama braya atau ikatan tali persaudaraan dan kerap menjadi cinderamata untuk orang terdekat.

Penulis: Kristantyo Wisnubroto

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jabar Pilot Project Sejuta Putri Brilian, Cetak Perempuan Remaja Wirausaha

    Jabar Pilot Project Sejuta Putri Brilian, Cetak Perempuan Remaja Wirausaha

    • calendar_month Ming, 10 Apr 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 246
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Provinsi Jawa Barat menjadi pilot project program Sejuta Putri Brilian (Tarian) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bersama Womenpreneurs Indonesia Networks (WIN). Program penguatan ekosistem wirausaha bagi remaja perempuan Indonesia ini resmi diluncurkan oleh Menteri PPPA Bintang Puspayoga di Panti Asuhan Bayi Sehat Muhammadiyah Kota Bandung, Minggu (10/4/2022). Turut mendampingi, Gubernur […]

  • Kejurnas Catur ke-50: Wagub Sulbar Dorong Lahirnya Talenta Baru dan Gairah Ekonomi

    Kejurnas Catur ke-50: Wagub Sulbar Dorong Lahirnya Talenta Baru dan Gairah Ekonomi

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 202
    • 0Komentar

    MAMUJU — Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S. Mengga, secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-50 sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) ke-45 tahun 2025, di Mamuju, Jumat 7 November 2025. Pembukaan ajang bergengsi ini turut dihadiri oleh Ketua Umum PB PERCASI Drs. GM Utut Adianto, jajaran pengurus PERCASI pusat, […]

  • Prof Wasilah Pimpin Kagama Cabang Majene, Berkomitmen Perkuat Alumni

    Prof Wasilah Pimpin Kagama Cabang Majene, Berkomitmen Perkuat Alumni

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 170
    • 0Komentar

    MAJENE – Prof. Dr. Wasilah Sahabuddin resmi memimpin Pengurus Cabang Kagama Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Ia berkomitmen memperkuat organisasi alumni UGM untuk kontribusi nyata. Dalam sambutannya, Wasilah mengapresiasi Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Majene yang memilihnya. Ia merasa terhormat memimpin cabang di daerah asalnya, Majene. Wasilah mengungkapkan ia asli Sulawesi Barat, dengan orang tua […]

  • Libatkan Pelajar dan Mahasiswa, BNPT-FKPT Sulbar Gelar Suara Damai Nusantara

    Libatkan Pelajar dan Mahasiswa, BNPT-FKPT Sulbar Gelar Suara Damai Nusantara

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 141
    • 0Komentar

    MAMUJU – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan Suara Damai Nusantara (SUDARA) yang melibatkan pelajar SMP, SMA sederajat dan Mahasiswa dalam pencegahan terorisme. Acara yang dilaksanakan dalam nuansa budaya daerah tersebut dilaksanakan di DAF Cafe Mamuju, Rabu 1 Oktober 2025. Ketua FKPT Sulbar, Muhammad Sahlan […]

  • Wamenag RI Launching Kampung Zakat di Majene

    Wamenag RI Launching Kampung Zakat di Majene

    • calendar_month Kam, 9 Mar 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 170
    • 0Komentar

    MAJENE – Setelah kunjungan ke Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Majene, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi melaunching kampung zakat di Lingkungan Parappe Kelurahan Labuang Kecamatan Banggae Timur, Kamis (09/03/2023). Kampung Zakat merupakan hasil sinergi Kementerian Agama (Kemenag) bersama sejumlah institusinya, diantaranya Badan Zakat Nasional (Baznas), Pemerintah Daerah serta Yayasan Assalam Fil Alamin (Asfa) yang diketuai […]

  • SDK Titip Doa Masyarakat untuk Kesehatan dan Keselamatan Memimpin Sulbar

    SDK Titip Doa Masyarakat untuk Kesehatan dan Keselamatan Memimpin Sulbar

    • calendar_month Sen, 3 Mar 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 145
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) berada di tengah-tengah masyarakat Lingkungan Tarambang, Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, dalam rangka menunaikan Salat Tarawih berjamaah di Masjid Nurul Anhar, Minggu 2 Maret 2025. Turut hadir di barisan jamaah wanita, Bupati Mamuju Sutinah Suhardi bersama Wakil Ketua DPRD Sulbar Suraidah Suhardi. Dalam sambutannya, SDK mengajak masyarakat […]

expand_less