Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » Korea Punya Ginseng, Indonesia Punya Kelor

Korea Punya Ginseng, Indonesia Punya Kelor

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Ming, 9 Apr 2023
  • visibility 140
  • comment 0 komentar

Selain mengandung kalsium dan protein, kelor juga mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berfungsi sebagai antibakteri, antioksidan, antifungi, antiinflamasi, antikanker, antiobesitas, dan antikolesterol.

Tanaman kelor yang bernama latin Moringa oleifera Lam mendadak menjadi primadona di kala pandemi. Tanaman berdaun mini itu banyak diburu masyarakat.

Di Nusa Tenggara Timur (NTT), pemerintah provinsi pun mencanangkan gerakan menaman kelor dan mewajibkan masyarakat mengonsumsi. Menyusul, adanya pengetahuan baru bahwa khasiat tanaman itu bagus untuk ibu hamil dan menyusui. Di sana, kelor juga diberikan kepada anak-anak usia sekolah.

Mengingat khasiat daun kelor bagi kesehatan, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pun meminta agar kelor bisa diteliti secara mendalam. Menkes ingin tanaman kelor menjadi obat tradisional khas Indonesia yang bisa menembus pasar global dan menyaingi ginseng khas Korea Selatan.

“Saya pengin mengimbangi seperti ginsengnya Korea, dibikin penelitian yang serius untuk masuk dunia internasional,” katanya seperti dikutip dari laman Sehat Negeriku Kemenkes, Senin (6/2/2023).

Tak hanya sebagai obat-obatan herbal, kelor yang cukup populer di NTT ini juga memiliki potensi untuk menjadi salah satu sumber pangan alternatif. Khususnya untuk pemberantasan masalah kelaparan di daerah terpencil di NTT. Terlebih diketahui kelor memang kaya akan nutrisi.

“Jadi kita akan menjadikan kelor sebagai salah satu makanan tradisional dan herbal Indonesia, kita akan riset secara formal. Kita dukung risetnya supaya bisa diterima di kalangan internasional,” tukas Menkes.

Lantas seajaib apa kelor, hingga dijuluki sebagai ‘the miracle tree’ oleh World Healthy Organization (WHO)? Apa pula yang membuat pemerintah menaruh harap kelor dapat bersaing dengan ginseng Korea? Untuk membuktikan hal tersebut, Peneliti Pusat Riset Hortikultura dan Perkebunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ridwan pun mengungkap sejumlah fakta.

Menurut dia, pohon kelor yang tergolong ke dalam genus Moringaceae diyakini berasal dari kaki bukit Himalaya, meliputi Pakistan, India, Nepal, dan Bangladesh. Kini, tanaman tersebut tersebar luas dan banyak dibudidayakan terutama di wilayah tropis.

Selain diolah sebagai bahan pangan, kelor juga dapat diolah sebagai campuran herbal. Kandungan vitamin dan mineral dalam kelor terbukti mencukupi gizi harian yang dibutuhkan oleh tubuh. Bahkan, kandungan kalsiumnya pun melebihi susu hewani.

“Kandungan kalsium kelor lebih tinggi dibanding tanaman lain. Bahkan, jika dibandingkan dengan susu sapi sekalipun. Padahal selama ini susu sapi dikenal sebagai sumber utama kalsium bagi manusia,” ujar Ridwan, seperti dilansir dari laman BRIN, Kamis (9/3/2023).

Berdasarkan beberapa literatur, Ridwan yang merupakan doktor lulusan Institut Pertanian Bogor itu juga mengungkapkan, susu sapi rata-rata mengandung 143mg/100 gr kalsium, sedangkan kandungan kalsium daun kelor kering dapat mencapai 17 kali lipatnya. Ridwan pernah menganalisis dan membandingkan kandungan kalsium daun kelor dari beberapa daerah di Indonesia. Hasilnya ada yang mencapai hingga 21 kali lipat, yaitu mencapai 3.000mg/100gr.

Khasiat tinggi yang dimiliki kelor membuat Pemprov NTT mewajibkan masyarakatnya mengonsumsi kelor, khususnya bagi ibu hamil dan menyusui. Tanaman itu juga memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, sekitar 25%–34%, setara dengan kandungan protein pada kacang-kacangan. Kendati, belum melampaui kandungan protein pada biji kedelai yang mencapai 36 persen.

Kandungan Senyawa Bioaktif  

Pada beberapa publikasinya, Ridwan menuturkan, beberapa tahun terakhir, pemanfaatan tanaman kelor meningkat secara signifikan. Baik sebagai bahan makanan, obat-obatan, maupun untuk kosmetika. Kemungkinan, kata dia, hal itu disebabkan oleh bertambahnya pengetahuan kandungan gizi dan potensi farmasi kelor.

Selain mengandung kalsium dan protein, kelor juga mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berfungsi sebagai antibakteri, antioksidan, antifungi, antiinflamasi, antikanker, antiobesitas, dan antikolesterol. Tak hanya itu, senyawa metabolit sekunder memiliki beberapa fungsi lain, di antaranya sebagai atraktan (menarik serangga penyerbuk), pelindung dari stres lingkungan, pelindung dari serangan hama atau penyakit (phytoaleksin), pelindung terhadap sinar ultra violet, dan sebagai zat pengatur tumbuh.

Flavonoid merupakan salah satu senyawa polifenol yang baru-baru ini telah banyak dipelajari dan digunakan dalam bidang kesehatan.

Metode Budi Daya Kelor

Jika ingin membudidayakan kelor, jangan khawatir, karena pembudidayaannya sangat mudah. Memperbanyaknya dapat dilakukan secara vegetatif dengan stek batang dan generatif dengan biji. Baik dengan stek batang dan biji masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Memperbanyak dengan stek batang dapat menghasilkan daun dan buah yang lebih cepat. Namun, dalam usaha budi daya intensif dan luas, pemenuhan kebutuhan batang sebagai bahan stek akan menjadi masalah.

Pasalnya, batang yang digunakan untuk stek dengan probabilitas keberhasilan tinggi harus memenuhi beberapa kriteria. Yakni, batang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, panjang 1 meter, dan diameter 5–10 cm.

Kelemahannya, akar yang terbentuk melalui metode stek tidak terlalu kuat sehingga lebih mudah roboh. Berbeda dengan metode perbanyakan dengan biji yang lebih aplikatif untuk budi daya intensif, karena viabilitas metode biji cukup tinggi. Akar yang akan terbentuk kuat, tidak mudah roboh, dan penanaman lebih mudah.

Untuk masa panen daun juga relatif cepat (mulai 3–4 bulan setelah tanam). Namun, untuk produksi buah membutuhkan waktu cukup lama, yaitu sekitar 1,5-2 tahun, tergantung kondisi lingkungan tumbuhnya.

Perawatan tanaman kelor sebenarnya tidak terlalu susah. Pengairan secukupnya dan jangan sampai tergenang. Jika kelebihan air tanaman kelor sangat rentan terkena penyakit busuk akar. Di Indonesia, distribusi kelor hampir tersebar di seluruh pulau dan memiliki potensi lain yaitu untuk memperoleh variabilitas genotipe unggul dengan produksi biomassa daun dan kandungan flavonoid yang tinggi.

“Saya bersama tim pernah melakukan uji coba penanaman kelor di sepuluh pulau di Indonesia yaitu Sumatra, Jawa, Madura, Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua dalam polibag berkapasitas 10 kg,” jelas Ridwan.

Hasilnya, peneliti BRIN menemukan, Sumatra merupakan aksesi yang memiliki daun tertinggi dengan produksi biomassa yang dikombinasikan dengan kandungan total flavonoid dan aktivitas antioksidan yang paling tinggi, dibandingkan dengan yang lain.  “Aksesi Sumatra direkomendasikan sebagai aksesi yang sangat baik untuk budi daya dengan tujuan menghasilkan flavonoid,” terang Ridwan.

Dengan demikian, sederet bukti telah menunjukkan jika kelor merupakan tanaman ajaib dan mampu bersaing dengan ginseng yang telah mendunia. Gerakan mengkonsumsi kelor kiranya perlu didukung, karena dapat menjadi alternatif upaya swasembada pangan secara mandiri.

Penulis: Kristantyo Wisnubroto

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Angka Kecelakaan Menurun 45,58 Persen

    Angka Kecelakaan Menurun 45,58 Persen

    • calendar_month Rab, 10 Mei 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 117
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Angka kecelakaan di Jawa Barat selama mudik Lebaran 2023 menurun 45,58 persen dibandingkan mudik tahun lalu. Pada mudik Lebaran 2022 tercatat 430 kecelakaan, tahun ini hanya 234 kejadian. Data kecelakaan ini berdasarkan catatan kepolisian. Sementara data kecelakaan yang dilaporkan di jalan tol melalui Jasa Raharja tercatat 99 kejadian, yang menyebabkan 33 orang […]

  • Unhas Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta

    Unhas Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta

    • calendar_month Jum, 13 Des 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 153
    • 0Komentar

    MAKASSAR  – Universitas Hasanuddin memperluas layanan pendidikannya dengan menghadirkan Program Studi di Luar Kampus Utama atau PSDKU di Daerah Khusus Jakarta. Sejumlah petinggi Unhas kini berada di Jakarta, Jumat (13/12/2024), untuk persiapan soft launching PSDKU Jakarta, yang dijadwalkan pada Sabtu (14/12/2024). Soft launching dirangkaikan dengan rapat koordinasi pimpinan Universitas Hasanuddin. “Syukur alhamdulillah setelah melewati proses […]

  • Arus Mudik Lintas Jawa Barat Momen Lebaran 2023 Lancar

    Arus Mudik Lintas Jawa Barat Momen Lebaran 2023 Lancar

    • calendar_month Sel, 2 Mei 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 93
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat A. Koswara mengemukakan, arus mudik lintas Jabar pada momen Idulfitri 1444 Hijriah berlangsung sangat lancar, terutama pada jalur Jabar utara. Sedangkan pada jalur selatan, seperti lintas Tasikmalaya dan Garut masih terjadi kemacetan di beberapa titik, seperti di pasar tumpah jalur Limbangan – Malangbong – Kadungora. “Peran […]

  • Pemprov Sulbar dan PHDI Sulbar Bersinergi untuk Kemajuan Daerah

    Pemprov Sulbar dan PHDI Sulbar Bersinergi untuk Kemajuan Daerah

    • calendar_month Sab, 2 Agu 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 88
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) diwakili Plt Karo Pemkesra Setda Sulbar Murdanil menghadiri loka Sabha III Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sulbar di Hotel Aflah Mamuju, Jumat 1 Agustus 2025. Hadir Ketua PHDI pusat Wisnu Bawa Tenaya, Forkopimda Sulbar, dan pengurus PHDI kabupaten maupun provinsi. “Semoga kegiatannyabisa berjalan dengan baik, melahirkan pemimpin generasi […]

  • Kabupatan Subang Utara Disetujui Jadi Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru  Total dari Jabar sampai tahun ini diusulkan sembilan CDPOB

    Kabupatan Subang Utara Disetujui Jadi Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru Total dari Jabar sampai tahun ini diusulkan sembilan CDPOB

    • calendar_month Sel, 27 Jun 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 96
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan DPRD Jabar menyetujui Kabupaten Subang Utara menjadi Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru dan selanjutnya segera diusulkan ke Pemerintah Pusat. Pengusulan Kabupaten Subang Utara menjadi Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) ke Pemerintah Pusat berdasarkan persetujuan yang berlangsung dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, […]

  • Hasanuddin Haruna Resmi Jabat Plt Kepala Bapperida Sulbar

    Hasanuddin Haruna Resmi Jabat Plt Kepala Bapperida Sulbar

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 100
    • 0Komentar

    MAMUJU- Gubernur Sulbar Suhardi Duka, resmi menerbitkan Surat Perintah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat kepada Hasanuddin Haruna, terhitung mulai 5 Januari 2026. Sebelum dipercaya mengemban jabatan tersebut, Hasanuddin menjabat sebagai Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, Evaluasi, dan Pembangunan Daerah (PPEPD) Bapperida Sulbar. Penyerahan tugas Plt Kepala […]

expand_less