Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » Korea Punya Ginseng, Indonesia Punya Kelor

Korea Punya Ginseng, Indonesia Punya Kelor

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Ming, 9 Apr 2023
  • visibility 192
  • comment 0 komentar

Selain mengandung kalsium dan protein, kelor juga mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berfungsi sebagai antibakteri, antioksidan, antifungi, antiinflamasi, antikanker, antiobesitas, dan antikolesterol.

Tanaman kelor yang bernama latin Moringa oleifera Lam mendadak menjadi primadona di kala pandemi. Tanaman berdaun mini itu banyak diburu masyarakat.

Di Nusa Tenggara Timur (NTT), pemerintah provinsi pun mencanangkan gerakan menaman kelor dan mewajibkan masyarakat mengonsumsi. Menyusul, adanya pengetahuan baru bahwa khasiat tanaman itu bagus untuk ibu hamil dan menyusui. Di sana, kelor juga diberikan kepada anak-anak usia sekolah.

Mengingat khasiat daun kelor bagi kesehatan, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pun meminta agar kelor bisa diteliti secara mendalam. Menkes ingin tanaman kelor menjadi obat tradisional khas Indonesia yang bisa menembus pasar global dan menyaingi ginseng khas Korea Selatan.

“Saya pengin mengimbangi seperti ginsengnya Korea, dibikin penelitian yang serius untuk masuk dunia internasional,” katanya seperti dikutip dari laman Sehat Negeriku Kemenkes, Senin (6/2/2023).

Tak hanya sebagai obat-obatan herbal, kelor yang cukup populer di NTT ini juga memiliki potensi untuk menjadi salah satu sumber pangan alternatif. Khususnya untuk pemberantasan masalah kelaparan di daerah terpencil di NTT. Terlebih diketahui kelor memang kaya akan nutrisi.

“Jadi kita akan menjadikan kelor sebagai salah satu makanan tradisional dan herbal Indonesia, kita akan riset secara formal. Kita dukung risetnya supaya bisa diterima di kalangan internasional,” tukas Menkes.

Lantas seajaib apa kelor, hingga dijuluki sebagai ‘the miracle tree’ oleh World Healthy Organization (WHO)? Apa pula yang membuat pemerintah menaruh harap kelor dapat bersaing dengan ginseng Korea? Untuk membuktikan hal tersebut, Peneliti Pusat Riset Hortikultura dan Perkebunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ridwan pun mengungkap sejumlah fakta.

Menurut dia, pohon kelor yang tergolong ke dalam genus Moringaceae diyakini berasal dari kaki bukit Himalaya, meliputi Pakistan, India, Nepal, dan Bangladesh. Kini, tanaman tersebut tersebar luas dan banyak dibudidayakan terutama di wilayah tropis.

Selain diolah sebagai bahan pangan, kelor juga dapat diolah sebagai campuran herbal. Kandungan vitamin dan mineral dalam kelor terbukti mencukupi gizi harian yang dibutuhkan oleh tubuh. Bahkan, kandungan kalsiumnya pun melebihi susu hewani.

“Kandungan kalsium kelor lebih tinggi dibanding tanaman lain. Bahkan, jika dibandingkan dengan susu sapi sekalipun. Padahal selama ini susu sapi dikenal sebagai sumber utama kalsium bagi manusia,” ujar Ridwan, seperti dilansir dari laman BRIN, Kamis (9/3/2023).

Berdasarkan beberapa literatur, Ridwan yang merupakan doktor lulusan Institut Pertanian Bogor itu juga mengungkapkan, susu sapi rata-rata mengandung 143mg/100 gr kalsium, sedangkan kandungan kalsium daun kelor kering dapat mencapai 17 kali lipatnya. Ridwan pernah menganalisis dan membandingkan kandungan kalsium daun kelor dari beberapa daerah di Indonesia. Hasilnya ada yang mencapai hingga 21 kali lipat, yaitu mencapai 3.000mg/100gr.

Khasiat tinggi yang dimiliki kelor membuat Pemprov NTT mewajibkan masyarakatnya mengonsumsi kelor, khususnya bagi ibu hamil dan menyusui. Tanaman itu juga memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, sekitar 25%–34%, setara dengan kandungan protein pada kacang-kacangan. Kendati, belum melampaui kandungan protein pada biji kedelai yang mencapai 36 persen.

Kandungan Senyawa Bioaktif  

Pada beberapa publikasinya, Ridwan menuturkan, beberapa tahun terakhir, pemanfaatan tanaman kelor meningkat secara signifikan. Baik sebagai bahan makanan, obat-obatan, maupun untuk kosmetika. Kemungkinan, kata dia, hal itu disebabkan oleh bertambahnya pengetahuan kandungan gizi dan potensi farmasi kelor.

Selain mengandung kalsium dan protein, kelor juga mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berfungsi sebagai antibakteri, antioksidan, antifungi, antiinflamasi, antikanker, antiobesitas, dan antikolesterol. Tak hanya itu, senyawa metabolit sekunder memiliki beberapa fungsi lain, di antaranya sebagai atraktan (menarik serangga penyerbuk), pelindung dari stres lingkungan, pelindung dari serangan hama atau penyakit (phytoaleksin), pelindung terhadap sinar ultra violet, dan sebagai zat pengatur tumbuh.

Flavonoid merupakan salah satu senyawa polifenol yang baru-baru ini telah banyak dipelajari dan digunakan dalam bidang kesehatan.

Metode Budi Daya Kelor

Jika ingin membudidayakan kelor, jangan khawatir, karena pembudidayaannya sangat mudah. Memperbanyaknya dapat dilakukan secara vegetatif dengan stek batang dan generatif dengan biji. Baik dengan stek batang dan biji masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Memperbanyak dengan stek batang dapat menghasilkan daun dan buah yang lebih cepat. Namun, dalam usaha budi daya intensif dan luas, pemenuhan kebutuhan batang sebagai bahan stek akan menjadi masalah.

Pasalnya, batang yang digunakan untuk stek dengan probabilitas keberhasilan tinggi harus memenuhi beberapa kriteria. Yakni, batang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, panjang 1 meter, dan diameter 5–10 cm.

Kelemahannya, akar yang terbentuk melalui metode stek tidak terlalu kuat sehingga lebih mudah roboh. Berbeda dengan metode perbanyakan dengan biji yang lebih aplikatif untuk budi daya intensif, karena viabilitas metode biji cukup tinggi. Akar yang akan terbentuk kuat, tidak mudah roboh, dan penanaman lebih mudah.

Untuk masa panen daun juga relatif cepat (mulai 3–4 bulan setelah tanam). Namun, untuk produksi buah membutuhkan waktu cukup lama, yaitu sekitar 1,5-2 tahun, tergantung kondisi lingkungan tumbuhnya.

Perawatan tanaman kelor sebenarnya tidak terlalu susah. Pengairan secukupnya dan jangan sampai tergenang. Jika kelebihan air tanaman kelor sangat rentan terkena penyakit busuk akar. Di Indonesia, distribusi kelor hampir tersebar di seluruh pulau dan memiliki potensi lain yaitu untuk memperoleh variabilitas genotipe unggul dengan produksi biomassa daun dan kandungan flavonoid yang tinggi.

“Saya bersama tim pernah melakukan uji coba penanaman kelor di sepuluh pulau di Indonesia yaitu Sumatra, Jawa, Madura, Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua dalam polibag berkapasitas 10 kg,” jelas Ridwan.

Hasilnya, peneliti BRIN menemukan, Sumatra merupakan aksesi yang memiliki daun tertinggi dengan produksi biomassa yang dikombinasikan dengan kandungan total flavonoid dan aktivitas antioksidan yang paling tinggi, dibandingkan dengan yang lain.  “Aksesi Sumatra direkomendasikan sebagai aksesi yang sangat baik untuk budi daya dengan tujuan menghasilkan flavonoid,” terang Ridwan.

Dengan demikian, sederet bukti telah menunjukkan jika kelor merupakan tanaman ajaib dan mampu bersaing dengan ginseng yang telah mendunia. Gerakan mengkonsumsi kelor kiranya perlu didukung, karena dapat menjadi alternatif upaya swasembada pangan secara mandiri.

Penulis: Kristantyo Wisnubroto

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ridwan Kamil: Dukung Cirebon Melalui Bankeu Provinsi

    Ridwan Kamil: Dukung Cirebon Melalui Bankeu Provinsi

    • calendar_month Rab, 19 Jul 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 120
    • 0Komentar

    KOTA CIREBON– Gubernur Ridwan Kamil mengatakan selama lima tahun kepemimpinan bersama Wagub Uu Ruzhanul Ulum, Pemdaprov Jabar telah mengucurkan bantuan keuangan Rp500 miliar kepada Kota Cirebon untuk pembangunan. Bantuan keuangan mencapai setengah triliun rupiah itu dipakai di antaranya untuk memperbaiki 1.500 rumah tidak layak huni, Alun-alun Kejaksaan dan Alun – alun Kasepuhan, Creatif Center Ciayumajakuning, […]

  • Suhardi Duka Gelar Maulid Nabi di Kediamannya, Penuh Kehangatan Bersama Warga

    Suhardi Duka Gelar Maulid Nabi di Kediamannya, Penuh Kehangatan Bersama Warga

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 159
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di kediamannya bersama masyarakat, Kamis 2 Oktober 2025. Tampak hadir Wakil Gubernur Sulbar Salim S Mengga, tokoh agama, tokoh masyarakat, pejabat Pemprov maupun Pemkab Mamuju serta masyarakat Sulbar. Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan secara sederhana dengan penuh hikmat. Gubernur Sulbar Suhardi Duka mengatakan […]

  • Dinsos Sulbar Optimalkan Perlindungan Sosial untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

    Dinsos Sulbar Optimalkan Perlindungan Sosial untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 148
    • 0Komentar

    MAMUJU — Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat (Dinsos Sulbar) Abdul Wahab Hasan Sulur, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia secara daring, pada Senin, 29 Desember 2025. Rakor ini diikuti oleh seluruh pemerintah daerah se-Indonesia dan bertujuan untuk memperkuat sinergi pusat dan […]

  • Logo daihatsu

    Belum Pakai CVT, Apa yang Ditakuti Daihatsu Indonesia?

    • calendar_month Sel, 20 Feb 2018
    • account_circle mbahdot
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Hingga saat ini, PT Astra Daihatsu Motor belum mengadopsi teknologi continous variable transmission atau CVT pada mobil-mobil yang mereka jual di Indonesia. Padahal, beberapa pabrikan lain sudah mengadopsi teknologi tersebut. Lantas, apa alasan Daihatsu? Direktur Pemasaran ADM, Amelia Tjandra mengatakan, CVT akan membuat harga jual mobil Daihatsu menjadi kurang terjangkau. Tapi, tidak menutup kemungkinan ke […]

  • Bahtiar Ajak DPRD Mulai Rancang Sekolah Vokasi di Enam Kabupaten

    Bahtiar Ajak DPRD Mulai Rancang Sekolah Vokasi di Enam Kabupaten

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 143
    • 0Komentar

    MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan memprogramkan sekolah berbasis vokasi di enam kabupaten. Hal ini dalam menindaklanjuti hasil kesepakatan bersama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Negeri Makassar (UNM). Penguatan sekolah vokasi diharapkan agar warga Sulbar tidak perlu meninggalkan kampung halamannya untuk mengenyam pendidikan. Sekolah vokasi sifatnya jangka pendek sesuai bidang atau karakteristik pada […]

  • Hari Kedua MPLS, Bey Machmudin Interaksi dengan Siswa SMAN 1 Parongpong

    Hari Kedua MPLS, Bey Machmudin Interaksi dengan Siswa SMAN 1 Parongpong

    • calendar_month Sel, 16 Jul 2024
    • account_circle mbahdot
    • visibility 138
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG BARAT — Puluhan siswa baru dan para guru SMA Negeri 1 Parongpong dikagetkan dengan kedatangan Penjabat Gubernur Bey Machmudin di hari kedua masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Selasa (16/7/2024). Bey sengaja tidak memberitahu sebelumnya karena ingin memantau pelaksanaan MPLS dan pembelajaran tatap muka hari kedua tanpa merepotkan pihak sekolah. Bey tiba pukul 10.00 […]

expand_less