Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Sumpah Pemuda dan Filsafat Kesadaran Bangsa

Sumpah Pemuda dan Filsafat Kesadaran Bangsa

  • account_circle Pro Indonesia
  • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
  • visibility 199
  • comment 0 komentar

Sumpah Pemuda dan Filsafat Kesadaran Bangsa
Oleh: Muh. Tahir

Setiap bangsa besar memiliki momen kesadaran yang mengguncang nurani sejarahnya. Bagi Indonesia, itu terjadi pada 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda bukan sekadar teks tiga kalimat yang dihafal, melainkan revolusi batin kolektif yang mengubah orientasi hidup bangsa dari kegelapan penjajahan menuju terang kemerdekaan.

Sumpah Pemuda
Kami poetra dan poetri Indonesia,
mengakoe bertoempah darah jang satoe,
tanah air Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia,
mengakoe berbangsa jang satoe,
bangsa Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia,
mendjoendjoeng bahasa persatoean,
bahasa Indonesia.

Secara filosofis, peristiwa itu menandai lahirnya kesadaran eksistensial manusia Indonesia—dari kumpulan suku yang tercerai menjadi satu entitas yang sadar akan dirinya. Mereka tidak lagi hidup sebagai “yang dikuasai”, tetapi sebagai subjek sejarah yang memilih untuk menentukan nasibnya sendiri.

Dari Ego Etnik ke Etika Nasional

Filsafat manusia mengajarkan bahwa kesadaran tertinggi bukan terletak pada siapa kita secara individu, tetapi bagaimana kita hidup untuk yang lain. Para pemuda 1928 meninggalkan batas etnis, bahasa, dan kepentingan daerah untuk membangun kesatuan moral bernama Indonesia.

Transformasi ini serupa dengan konsep value exchange dalam dunia bisnis: nilai baru tercipta ketika ada pertukaran kepercayaan dan pengakuan. Dalam Sumpah Pemuda, terjadi pertukaran nilai moral yang membentuk solidaritas baru, bukan berbasis ras, tetapi cita dan akal budi. Di sanalah lahir apa yang disebut oleh filsuf bangsa, Soekarno, sebagai nationhood consciousness, kesadaran berbangsa yang dibangun di atas dasar etika.

Sumpah Pemuda sejatinya bukan sekadar sumpah politik, melainkan akad etis di hadapan sejarah dan Tuhan. Ia menyerupai akad bisnis spiritual: sebuah perjanjian yang dilandasi niat suci dan tanggung jawab moral.

Jika dalam Islam bisnis adalah ibadah,“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (QS. Al-Baqarah: 275),maka Sumpah Pemuda adalah ibadah sosial: ikrar pengabdian untuk kesejahteraan bangsa, bukan keuntungan pribadi.

Para pemuda itu menolak bentuk “riba sejarah”,penindasan yang menghisap kemanusiaan tanpa keadilan. Mereka membayar harga kemerdekaan dengan keyakinan, bahwa kejujuran, amanah, dan persaudaraan jauh lebih berharga daripada harta dan kekuasaan.

Evolusi Kesadaran dan Tantangan Zaman Digital

Seperti halnya bisnis yang berevolusi dari barter ke era digital, kesadaran bangsa juga terus berkembang. Sumpah Pemuda bisa disebut sebagai Revolusi Kesadaran 1.0—di mana manusia Indonesia untuk pertama kalinya mengintegrasikan bahasa, bangsa, dan tanah air dalam satu sistem nilai.

Kini kita hidup di era Kesadaran 4.0, di mana nasionalisme harus dipraktikkan melalui inovasi, etika digital, dan tanggung jawab sosial. Cinta tanah air bukan lagi sekadar simbol bendera, tetapi keberanian untuk berinovasi, berwirausaha, dan berbagi manfaat dalam ekonomi digital yang berkeadilan.

Nilai-nilai Islam tetap menjadi fondasi: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Māidah: 2). Pesan ini menegaskan bahwa di era modern pun, semangat Sumpah Pemuda harus diterjemahkan dalam kerja sama lintas budaya dan teknologi yang berakhlak.

Sumpah Pemuda dan Amanah Ketuhanan

Dalam filsafat Islam, manusia disebut khalifah fil ardh, wakil Tuhan di bumi. Sumpah Pemuda adalah bukti konkret kesadaran khalifah itu: manusia yang mengambil alih tanggung jawab untuk menjaga persatuan, menegakkan keadilan, dan menumbuhkan cinta damai.

Ayat “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri” (QS. Ar-Ra‘d: 11) adalah energi spiritual yang mendorong peristiwa 1928. Pemuda kala itu tidak menunggu perubahan, mereka menjadi perubahan itu sendiri.

Inilah amanah sejarah yang kini diwariskan kepada generasi muda abad ke-21: menjaga agar semangat persatuan tidak pudar dalam riuhnya modernitas dan kepentingan material.

Dari Sumpah ke Tindakan

Filsafat Sumpah Pemuda tidak berhenti di teks, tetapi berlanjut di praksis. Ia mengajarkan bahwa persatuan adalah proyek moral yang harus diperbarui setiap generasi.
Dalam bisnis, persatuan itu berarti kerja sama yang jujur dan beretika. Dalam pendidikan, ia berarti menanamkan nilai kemanusiaan dan spiritualitas dalam ilmu. Dalam pemerintahan, ia berarti melayani dengan amanah dan tanpa korupsi.

Sumpah Pemuda adalah cermin nilai universal: kejujuran, tanggung jawab, dan solidaritas. Nilai yang sama yang diajarkan Islam dalam setiap transaksi dan interaksi sosial.

Penutup:
Sumpah Pemuda adalah api kesadaran, bukan batu nisan sejarah. Ia hidup setiap kali kita menyalakan niat tulus untuk berbuat bagi negeri.

Di tengah zaman yang sarat teknologi, ekonomi digital, dan politik citra, kita perlu kembali kepada ruh sumpah itu: bekerja dengan hati yang jujur, bersatu dalam kebaikan, dan terus belajar menjadi bangsa yang bermartabat.

Sebagaimana pebisnis sejati menimbang untung dengan nilai moral, demikian pula manusia Indonesia menimbang kemajuan dengan ukuran kemanusiaan. Karena sejatinya, sumpah terbesar kita bukan hanya kepada bangsa, tetapi kepada Allah, Sang Pencipta sejarah. (***)

  • Penulis: Pro Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buka Puasa Bersama Insan Pers, Suhardi Duka Ajak Bersama-sama Bangun Daerah

    Buka Puasa Bersama Insan Pers, Suhardi Duka Ajak Bersama-sama Bangun Daerah

    • calendar_month Ming, 30 Mar 2025
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 25
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur dan Wakil Gubernur  Provinsi Sulawesi Barat  Suhardi Duka (SDK) dan Salim S Mengga menggelar buka puasa bersama puluhan wartawan dari berbagai media, baik cetak, online dan elektronik di Mamuju, Sulbar, Sabtu, 29 Maret 2025. Dalam sambutannya, Suhardi mengungkapkan, pers adalah pilar demokrasi. Demokrasi sehat ditentukan oleh sehatnya kehidupan pers di suatu bangsa. […]

  • Pimpinan Muhammadiyah Mamuju Temui Pj Gubernur, Undang Hadiri Jalan Sehat 15 Desember

    Pimpinan Muhammadiyah Mamuju Temui Pj Gubernur, Undang Hadiri Jalan Sehat 15 Desember

    • calendar_month Jum, 13 Des 2024
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 35
    • 0Komentar

    MAMUJU – Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin menerima audiensi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamuju, Ustadz Muhammad Rivai Khalik beserta rombongan di Rumah Jabatan Gubernur Sulbar, Kamis, 12 Desember 2024. Hadir para pengurus Muhammadiyah Mamuju dan turut mendampingi Pj Gubernur diantaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar Mithhar. “Alhamdulillah tadi kami sudah diterima oleh Pj Gubernur […]

  • Sinergi UGM-Pemprov Sulbar Perluas Akses Pendidikan Berkualitas

    Sinergi UGM-Pemprov Sulbar Perluas Akses Pendidikan Berkualitas

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 49
    • 0Komentar

    MAMUJU – Tujuh calon mahasiswa Sarjana (S1) dan satu calon mahasiswa Magister (S2) asal Sulawesi Barat (Sulbar) resmi diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui seleksi reguler. Informasi ini diperoleh langsung dari Kepala Kantor Alumni dan Kerjasama UGM, Sulistiawati, dengan tambahan satu jalur seleksi mandiri yang masih dalam proses dan akan diumumkan menyusul. Atas dasar […]

  • Bantu Warga Miskin, Jabar Siapkan Aplikasi Pemesanan Minyak Goreng

    Bantu Warga Miskin, Jabar Siapkan Aplikasi Pemesanan Minyak Goreng

    • calendar_month Kam, 24 Mar 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 146
    • 0Komentar

    KABUPATEN BOGOR — Untuk memudahkan masyarakat memperoleh minyak goreng, Pemda Provinsi Jawa Barat akan membuat aplikasi pemesanan minyak goreng.   Gubernur Jabar Ridwan Kamil menegaskan, pemesanan melalui aplikasi ini hanya di saat krisis saja karena negara tidak berjualan dengan rakyatnya secara permanen.   “Sistem ini hanya di saat krisis ya karena negara tidak berjualan dengan […]

  • Al Jasiyah Sulbar Siap Berangkatkan lagi Jemaah Umrah 13 November 2023

    Al Jasiyah Sulbar Siap Berangkatkan lagi Jemaah Umrah 13 November 2023

    • calendar_month Ming, 17 Sep 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 37
    • 0Komentar

    MAMUJU – Musim umrah 1445 H memiliki makna tersendiri bagi travel Al Jasiyah Sulbar. Ini momentum kembali ke performa terbaik, bahkan boleh dibilang Al Jasiyah Sulbar kini makin berkibar. Statistik jumlah jemaah semakin besar sejak umrah dimulai pada Agustus 2023 lalu. Tercatat sudah 128 jemaah umrah yang berangkat lewat perwakilan Sulbar yang membawahi sejumlah kabupaten. […]

  • Biro Pemkesra Komitmen Dukung Program LPTQ Sulbar

    Biro Pemkesra Komitmen Dukung Program LPTQ Sulbar

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 31
    • 0Komentar

    MAMUJU – Arsiparis Ahli Muda Biro Pemkesra Misrawati, menghadiri rapat yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Sulawesi Barat. Kehadiran Misrawati sekaligus memastikan aspek pengelolaan arsip dan dokumentasi kegiatan LPTQ berjalan tertib dan sesuai ketentuan, sebagai bagian dari dukungan Biro Pemkesra terhadap peningkatan tata kelola program keagamaan, Senin (1/12/25). Dalam rapat tersebut, Misrawati memberikan […]

expand_less