Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » 5 Pasal Kontroversi dan Multitafsir RUU Perampasan Aset

5 Pasal Kontroversi dan Multitafsir RUU Perampasan Aset

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
  • visibility 162
  • comment 0 komentar

5 Pasal Kontroversi dan Multitafsir RUU Perampasan Aset

Oleh:
Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, SH, MH, (Guru Besar Universitas Negeri Makassar, Ketua Dewan Pembina Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)

Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset yang akan disahkan mendapat sorotan luas. Sebab RUU yang digadang-gadang sebagai senjata ampuh negara untuk melawan korupsi dan kejahatan luar biasa itu bisa disalahgunakan. Hal ini karena adanya beberapa pasal yang kontroversi dan multitafsir.

RUU ini punya tujuan mulia. Tetapi ada 5 pasal yang harus dicermati karena hukum bisa menjadi menakutkan daripada fungsi melindungi. Ini bisa menurunkan kepercayaan rakyat terhadap hukum dan negara. Sebelum disahkan, sebaiknya pasal-pasal tersebut diperbaiki.

Pasal 2 mendalilkan negara bisa merampas aset tanpa menunggu putusan pidana. Masalah yang timbul adalah menggeser asas praduga tak bersalah. Risikonya, pedagang atau pengusaha yang lemah dalam administrasi pembukuan, kekayaannya bisa dianggap ‘tidak sah’.

Demikian juga Pasal 3, yang menyatakan aset dapat dirampas meskipun proses pidana terhadap orangnya tetap berjalan. Ini akan menimbulkan dualisme hukum perdata dan pidana. Risikonya masyarakat bisa merasa dihukum dua kali: aset dirampas, sementara dirinya tetap diadili.

Berikutnya Pasal 5 ayat (2) huruf a, mengatakan perampasan dilakukan bila jumlah harta dianggap ‘tidak seimbang’ dengan penghasilan sah. Persoalannya frasa kalimat ‘tidak seimbang’ sangat subjektif. Risikonya seorang petani yang mewarisi tanah tanpa dokumen lengkap bisa dicurigai, karena asetnya dianggap lebih besar dari penghasilan hariannya.

Pasal 6 ayat (1) juga perlu dicermati. Aset bernilai minimal Rp 100 juta bisa dirampas. Persoalannya ambang batas nominal bisa salah sasaran. Karena seorang buruh yang berhasil membeli rumah sederhana Rp 150 juta bisa terjerat, sementara penjahat bisa menyiasati dengan memecah aset di bawah Rp 100 juta.

Selanjutnya Pasal 7 ayat (1) yang menyatakan aset tetap bisa dirampas meskipun tersangka meninggal, kabur, atau dibebaskan. Persoalannya hal ini bisa merugikan ahli waris dan pihak ketiga yang beritikad baik. Risikonya, anak-anak bisa kehilangan rumah warisan satu-satunya karena orang tuanya pernah dituduh tindak pidana.

Yang juga penting untuk dicermati adalah prosedur perampasan (blokir, sita, pembuktian), di mana didalilkan setelah aset disita, pihak yang keberatan harus membuktikan bahwa harta itu sah (reverse burden of proof). Ini membalik beban pembuktian ke rakyat. Risikonya, rakyat yang tidak paham hukum bisa kehilangan aset karena tidak mampu menunjukkan dokumen formal.

Karena itu, saya menyarankan pembahasan RUU memperjelas definisi pasal-pasal yang kontroversial tersebut. Mulai dari Istilah ‘tidak seimbang’, di mana harus punya ukuran objektif, laporan pajak, standar profesi, atau data ekonomi. Juga perlindungan kepada pihak ketiga dan ahli waris, untuk ditegaskan bahwa harta orang beritikad baik tidak boleh dirampas.

Pun demikian soal pembuktian. Harus tetap menjadi beban aparat penegak hukum. Karena siapa yang menuduh wajib membuktikan, bukan rakyat. Termasuk harus ada putusan pengadilan independen sebagai syarat mutlak perampasan, karena tidak boleh ada perampasan tanpa persetujuan hakim.

Begitu pula proses perampasan, harus transparan dan mengutamakan akuntabilitas publik sehingga proses perampasan harus terbuka, diawasi media dan masyarakat. Negara juga harus menyediakan bantuan hukum gratis, terutama bagi rakyat kecil yang terdampak.

Terakhir, sosialisasi dan literasi hukum harus dikerjakan masif. Rakyat harus diedukasi agar tahu hak-haknya, sehingga tidak mudah ditakut-takuti. Karena ibarat pedang bermata dua, rakyat kecil bisa dikriminalisasi hanya karena lemah administrasi. Sedangkan orang kaya bisa melindungi aset dengan pengacara dan dokumen. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Herman Ajak IKAPTK Berperan Aktif Akselerasi Pembangunan Jabar

    Sekda Herman Ajak IKAPTK Berperan Aktif Akselerasi Pembangunan Jabar

    • calendar_month Ming, 14 Jul 2024
    • account_circle mbahdot
    • visibility 150
    • 0Komentar

    KABUPATEN MAJALENGKA – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengajak pengurus Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Provinsi Jabar untuk berperan aktif dalam mengakselerasi pembangunan. “Kami berharap keluarga besar IKAPTK terdepan dalam turut mengakselerasi pencapaian indikator makro pembangunan Jawa Barat, agar Jawa Barat menjadi (provinsi) termaju di Indonesia,” ucap Herman saat menghadiri acara […]

  • Ridwan Kamil Dukung Senam Wajib di Sekolah, Sejalan dengan Senam di Tempat Kerja Pemdaprov Jabar

    Ridwan Kamil Dukung Senam Wajib di Sekolah, Sejalan dengan Senam di Tempat Kerja Pemdaprov Jabar

    • calendar_month Ming, 9 Jul 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 156
    • 0Komentar

    KABUPATEN PANGANDARAN  — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendukung  penerapan senam atau gymnastic menjadi olahraga wajib di seluruh sekolah semua jenjang. Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo bilang akan mewajibkan senam di semua sekolah semua jenjang karena merupakan mother of sports yang baik untuk pertumbuhan generasi muda. “Iya, saya sangat setuju. Saya sudah memerintahkan […]

  • Ridwan Kamil Beri Bantuan Pembangunan Masjid di Depok

    Ridwan Kamil Beri Bantuan Pembangunan Masjid di Depok

    • calendar_month Jum, 8 Apr 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 314
    • 0Komentar

    KOTA DEPOK – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam kegiatan safari Ramadhan memberikan bantuan untuk pembangunan masjid di lingkungan Pesantren Cendekia Amanah, di Cilodong, Kota Depok, Jumat (8/4/2022). “Dukungan kepada pesantren ini bagian dari saya sebagai umara. Selain bantuan untuk pembangunan masjid jika pesantren ini membutuhkan keperluan untuk perpustakaan dengan senang hati Pak Kiai bisa […]

  • Resmi Dibuka, Apresiasi Menpora karena Antusiasme Tinggi

    Resmi Dibuka, Apresiasi Menpora karena Antusiasme Tinggi

    • calendar_month Ming, 2 Jul 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 151
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG – Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (Fornas) VII/2023 resmi dibuka di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (2/7/2023) malam. Fornas digelar 2-9 Juli 2023 di tiga daerah Jabar yakni Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kota Bekasi. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ikut membuka Fornas bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo […]

  • Ridwan Kamil Beri Kadeudeuh Atlet SEA Games dan Para Games

    Ridwan Kamil Beri Kadeudeuh Atlet SEA Games dan Para Games

    • calendar_month Sel, 11 Apr 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 183
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerahkan bonus atau kadeudeuh bagi atlet, pelatih, dan ofisial  Jabar yang meraih prestasi di ajang SEA Games Vietnam 2021 dan Para Games Solo 2022. Total kadeudeuh yang diberikan sebesar Rp18,905 miliar termasuk pajak. Masing-masing untuk SEA Games 112 atlet dan 26 pelatih dengan total uang Rp8,375 miliar. […]

  • Pemkab Sajikan Sesuai Data dan Informasi

    Pemkab Sajikan Sesuai Data dan Informasi

    • calendar_month Kam, 16 Mar 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 125
    • 0Komentar

    MAJENE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene menyajikan sesuai data dan informasi pemeriksa dalam menyusun Laporan Keuangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran (TA) 2022. Data informasi pemeriksa itu, dengan mengedepankan aspek yang handal dalam penyajian laporan transaksi yang tercatat adalah integritas secara memadai sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku. Hal ini, disampaikan Bupati Majene Andi Achmad Syukri […]

expand_less