Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Antisipasi Hepatitis Akut di Jabar, Ridwan Kamil: Jangan Panik, Negara Siap Atasi

Antisipasi Hepatitis Akut di Jabar, Ridwan Kamil: Jangan Panik, Negara Siap Atasi

  • account_circle mbahdot
  • calendar_month Sen, 9 Mei 2022
  • visibility 224
  • comment 0 komentar

KOTA BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memantau beberapa ruangan termasuk laboratorium Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin Bandung guna mengantisipasi fenomena hepatitis akut yang saat ini belum ditemukan di Jabar.

”Saya laporkan di Jawa Barat belum ada (hepatitis akut), dan mudah-mudahan tidak ada.  Masyarakat diimbau yang pertama jangan panik. Seperti biasa kita sudah mengalami jatuh bangun dari pandemi COVID-19. Jaga kebersihan dari mulai diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Tenang saja, negara sudah siap untuk mengatasi jika ada (kasus),” kata Ridwan Kamil di RSHS Bandung, Senin (9/5/2022).

Usai meninjau beberapa ruangan di RSHS, Ridwan Kamil mengungkapkan, pihaknya membentuk tim ahli dari kesehatan untuk mempersiapkan skenario terjitu apabila hepatitis akut sudah terbukti yang orisinal.

”Di Jawa Barat tim ahli sudah dibentuk bersama RSHS. Laboratorium disiapkan untuk mengecek apakah ini kategori hepatitis akut dan lain sebagainya. Saya cek sudah siap, bahkan teknologi molekuler terbaru sudah dimiliki,” imbuh Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Pemda Provinsi Jabar pun telah menyiapkan ruangan-ruangan di RSHS apabila ada yang suspek hepatitis akut. Penyakit ini menyasar bayi hingga remaja umur 16 tahun.

”Ruangan sudah disiapkan, jaga-jaga kalau ada di Jawa Barat. Dari catatan memang (hepatitis akut) terjadinya di usia bayi sampai 16 tahun. Namun kita belum mengetahui alasan sasaran  di usia tersebut, tapi statisik menunjukkan itu,” sebutnya.

”Untuk pencegahan hepatitis yang menular, kuncinya hidup sehat. Kalau penularan lewat pernapasan pakai masker, jaga jarak, kurangi kerumunan, dan jangan saling tukar alat makan. Kalau ada keluarga yang sakit jangan terlalu banyak berinteraksi,” tambah Kang Emil.

Selain menyiapkan strategi penanganan hepatitis akut, Kang Emil memastikan pula, bahwa penanganan COVID-19 di Jabar teekendali. Tingkat keterisian rumah sakit 0,8 persen.

”Saya datang ke RSHS juga memastikan kondisi COVID-19. Keterisian rumah sakit di Jabar untuk COVID-19 hanya 0,8 persen. Kasus aktif tersisa 1.500 dari puncaknya ratusan ribu, dan rata-rata sudah banyak yang sembuh. Terbukti seperti di RSHS hanya tiga anak yang diawat akibat COVID-19, dan empat orang dewasa. Jadi minim,” tegasnya.

  • Penulis: mbahdot

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berlangsung Meriah, PMI Sulbar Apresiasi Jumbara II PMI Pasangkayu

    Berlangsung Meriah, PMI Sulbar Apresiasi Jumbara II PMI Pasangkayu

    • calendar_month Rab, 24 Jul 2024
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 141
    • 0Komentar

    PASANGKAYU – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasangkayu melaksanakan Jumpa Bakti dan Gembira (Jumbara) II Palang Merah Remaja (PMR) tingkat kabupaten. Jumbara yang diikuti PMR Tingkat Madya dan PMR Tingkat Wira se Kabupaten Pasangkayu dilaksanakan di Lapangan Desa Pajalele, Tikke Raya, Rabu 24 Juli 2024. Tema Jumbara II PMI Kabupaten Pasangkayu Tahun 2024 yakni “Bersatu […]

  • Eva Stefany Rataba Harap Kemenpora Tingkatkan Alokasi Anggaran 2024 Bidang Kepemudaan

    Eva Stefany Rataba Harap Kemenpora Tingkatkan Alokasi Anggaran 2024 Bidang Kepemudaan

    • calendar_month Kam, 7 Sep 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 118
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI Eva Stefany Rataba menyayangkan alokasi anggaran bidang kepemudaan memperoleh alokasi anggaran dengan porsi kecil dalam Pagu Anggaran sementara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tahun anggaran 2024. Sebab itu, dirinya berharap Kemenpora mempertimbangkan untuk memberikan alokasi anggaran yang memadai karena akan berdampak pada tumbuh kembang pemuda dalam menghadapi tantangan […]

  • Suhardi Duka Jadi Narasumber di Rakerkonas Apindo, Tawarkan Potensi dan Peluang Investasi

    Suhardi Duka Jadi Narasumber di Rakerkonas Apindo, Tawarkan Potensi dan Peluang Investasi

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 135
    • 0Komentar

    BANDUNG — Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) menjadi salah satu narasumber dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) ke-34 Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Selasa 5 Agustus 2025. Kehadiran Gubernur Suhardi Duka dalam forum nasional bergengsi ini menjadi momen strategis untuk memperkenalkan potensi investasi dan kekayaan sumber daya di provinsi […]

  • SDK Tekankan Pentingnya Koperasi ASN ‘Panca Daya’ untuk Meningkatkan Kesejahteraan Pegawai

    SDK Tekankan Pentingnya Koperasi ASN ‘Panca Daya’ untuk Meningkatkan Kesejahteraan Pegawai

    • calendar_month Kam, 26 Jun 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 113
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) meyakini koperasi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) bakal tumbuh berkembang. Hal itu disampaikannya dalam rapat pembentukan koperasi ASN Pemprov Sulbar yang di beri nama Koperasi “Panca Daya” di ruang teather lantai 2 kantor Gubernur Sulbar, Selasa 25 Juni 2025. Gubernur Sulbar, Suhardi Duka […]

  • Pemerintah Resmi Terbitkan Aturan Perlindungan Anak di Ruang Digital

    Pemerintah Resmi Terbitkan Aturan Perlindungan Anak di Ruang Digital

    • calendar_month Sab, 29 Mar 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 181
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan bahwa penyusunan peraturan ini adalah menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat perlindungan anak di ruang digital. Hal ini bertujuan untuk menciptakan generasi bangsa yang hebat. Pemerintah secara resmi mengesahkan aturan tentang perlindungan anak di ruang digital. Aturan itu dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Tentang Tata Kelola Perlindungan Anak dalam Penyelenggaraan […]

  • Tiga Strategi Perangi TBC

    Tiga Strategi Perangi TBC

    • calendar_month Jum, 28 Jul 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 127
    • 0Komentar

    TBC menjadi penyakit menular paling mematikan urutan kedua setelah Covid-19 di 2021 dan urutan ke-13 sebagai faktor penyebab utama kematian di seluruh dunia. Indonesia ditargetkan bebas tuberkulosis pada 2030. Dunia kesehatan di Indonesia sedang mendapat sorotan. Dalam rilis World Health Organization (WHO), merujuk dokumen “Global Tuberculosis Report 2022”, disebutkan bahwa Indonesia disebut menjadi negara pengidap […]

expand_less