Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » ASEAN Konsisten Membangun Kerja Sama Konkret dan Inklusif

ASEAN Konsisten Membangun Kerja Sama Konkret dan Inklusif

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Ming, 7 Mei 2023
  • visibility 139
  • comment 0 komentar

JAKARTA – Pendekatan ASEAN sangat konsisten, yaitu ingin membangun kerja sama konkret dan inklusif dengan semua negara untuk menjadikan Indo Pasifik sebagai kawasan damai dan sejahtera.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno L.P. Marsudi mengingatkan kembali bahwa pendekatan ASEAN sangat konsisten, yaitu ingin membangun kerja sama konkret dan inklusif dengan semua negara untuk menjadikan Indo Pasifik sebagai kawasan damai dan sejahtera.

“Jadi singkat kata, kepemimpinan Indonesia di ASEAN akan digunakan untuk meletakkan fondasi yang kuat bagi visi jangka panjang ASEAN post-2025 dengan rentang waktu 20 tahun atau disebut 2045 Vision. Hal ini penting dilakukan untuk mempersiapkan ASEAN menghadapi tantangan jangka panjang. Di sinilah diperlukan penguatan kapasitas dan institusi ASEAN agar ASEAN lebih agile,” kata Menteri Luar Negeri dalam pers briefing di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (5/5/2023).

Dikatakan Menteri Luar Negeri, Indonesia juga ingin membumikan kerja sama konkret dalam ASEAN, ada health, energy, financial stability, trafficking in person karena menyangkut kepentingan rakyat dan juga pekerja migran.

Ini penting untuk dibumikan sehingga dapat dirasakan manfaatnya bagi rakyat ASEAN dan untuk mendukung Asia Tenggara sebagai epicentrum of growth. Hal itu juga untuk mendorong kerja sama inklusif dan konkret implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP).

Perlu diketahui, negosiasi sudah dilakukan cukup panjang. Saat ini perundingan terus berjalan, terutama bagi dokumen-dokumen yang akan dihasilkan dalam KTT ke-42 ASEAN 2023 yang akan digelar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sebagaimana biasa, perundingan ini terus akan berlangsung sampai pertemuan sepihak, pertemuan Senior Officials Meeting (SOM) dan bahkan bisa sampai pada pertemuan tingkat Menlu bila memang ada hal yang belum dapat diselesaikan.

Sejauh ini perundingan dilakukan terhadap sejumlah possible deliverables, antara lain, chair statement; Post-2025 Vision atau 2045 Vision; penguatan kapasitas ASEAN; keanggotaan penuh Timor Leste; penanggulangan perdagangan orang; perlindungan pekerja migran; pelindungan pekerja perikanan; bidang kesehatan; pembentukan jejaring desa; ekosistem kendaraan listrik, dan konektivitas pembayaran di kawasan.

“Jadi itu adalah isu atau dokumen yang saat ini sedang dinegosiasikan oleh negara anggota ASEAN,” kata Menteri Retno Marsudi.

Retno mengatakan, pada tahap awal keketuaan, Indonesia memutuskan untuk mengambil pendekatan non-megaphone diplomacy. Tujuannya adalah untuk memberikan ruang bagi para pihak untuk membangun trust dan agar para pihak lebih terbuka dalam berkomunikasi. Pendekatan ini disambut baik oleh para pihak termasuk stakeholders di Myanmar.

Non-megaphone diplomacy atau quiet diplomacy bukan berarti Indonesia tidak melakukan apa pun. Yang terjadi sebaliknya adalah dalam empat bulan ini Indonesia telah melakukan banyak hal yang mudah-mudahan akan menjadi modal bagi upaya selanjutnya,” katanya.

Menurutnya, fokus saat ini adalah melakukan engagements dengan sebanyak mungkin stakeholders yang merupakan mandat the Five-Point Consensus (5PC). Selama empat bulan ini, telah dilakukan lebih dari 60 kali engagements dengan berbagai pihak di Myanmar. Engagements dilakukan baik dalam bentuk in-person virtual maupun kunjungan lapangan dan dengan berbagai stakeholders seperti SAC, NUG, EAOs; juga dengan negara kunci/tetangga seperti India, RRT, AS, EU, Jepang, Thailand; dan juga dengan PBB.

“Banyak sekali negara kunci dan negara tetangga yang kita engage,” papar Retno.

Dalam engagements, Indonesia mendorong untuk segera dilakukan dialog nasional yang inklusif.  Hanya saja perbedaan posisi di antara mereka para stakeholders yang ada di Myanmar masih cukup lebar dan dalam.

“Meski demikian, Indonesia tidak akan menyerah sebagai chair dan akan terus mencoba memainkan peran sebagai jembatan dari berbagai perbedaan dan akan terus melakukan engagements,” tegasnya.

Kemudian (kedua), hal yang terus disuarakan oleh Indonesia selama melakukan engagement adalah menyuarakan pentingnya segera dihentikannya penggunaan kekerasan.

“Kita semua prihatin dengan meningkatnya kekerasan di Myanmar yang telah memakan korban sipil cukup banyak. Indonesia sebagai Ketua ASEAN mengecam keras penggunaan kekerasan yang mengakibatkan jatuhnya korban sipil yang semakin banyak. Kekerasan harus dihentikan, saya ulangi kekerasan harus segera dihentikan. Tanpa dihentikannya kekerasan, maka tidak akan ada perdamaian di Myanmar. Keselamatan rakyat Myanmar harus terus menjadi perhatian kita semua,” papar Menlu.

Hal ketiga adalah mengenai bantuan kemanusiaan yang juga mandat dari 5PC, dan bantuan kemanusiaan ini dikoordinir oleh Sekjen ASEAN yang dijalankan oleh The ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre).

Ada dua tahap bantuan kemanusiaan. Pertama, terkait dengan life saving, telah selesai dilakukan karena terkait dengan bantuan penanggulangan Covid-19. Masuk ke tahap kedua (life sustaining) yang sempat alami hambatan karena kurangnya akses kepada AHA Centre untuk menjangkau penduduk yang memerlukan, terutama di wilayah-wilayah yang di luar kontrol militer Myanmar.

“Setelah press briefing ini saya akan melakukan komunikasi lagi dengan stakeholders di Myanmar agar proses humanitarian assistance ini dapat dilakukan sesuai dengan pembicaraan yang sudah kita lakukan selama empat bulan ini. Saya akan melakukan komunikasi dengan stakeholders untuk memastikan bahwa ada kemajuan di bidang pemberian bantuan kemanusiaan.  Tentunya semua perkembangan akan dilaporkan di KTT ke-42 nanti,” kata Retno Marsudi.

Penulis: Eri Sutrisno

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PMI Sulbar Monitoring di PMI Mamuju Tengah

    PMI Sulbar Monitoring di PMI Mamuju Tengah

    • calendar_month Sel, 23 Jul 2024
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 143
    • 0Komentar

    TOBADAK – Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Barat mengadakan monitoring kepada Pengurus PMI Kabupten Mamuju Tengah. Rombongan Pengurus dan staf PMI Sulbar diterima Sekretaris PMI Mateng Baharuddin beserta staf. Bertempat di Markas PMI Mateng, Selasa 23 Juli 2024. Ketua Bidang Organisasi PMI Sulbar Andi Marini Ariakati dalam arahannya menyampaikan bahwa monitoring yang dilakukan […]

  • Upaya Pemda Provinsi Jabar Selesaikan Masalah Al-Zaytun Sesuai Kewenangan

    Upaya Pemda Provinsi Jabar Selesaikan Masalah Al-Zaytun Sesuai Kewenangan

    • calendar_month Sen, 24 Jul 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 135
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Pemda Provinsi Jawa Barat belum menerima pemberitahuan secara resmi dari Pengadilan Negeri Bandung terkait gugatan Pemimpin Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang kepada Gubernur Jabar Ridwan Kamil sebagai kepala daerah. Kepala Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Jabar Teppy Wawan Dharmawan menuturkan, karena belum ada pemberitahuan secara resmi, pihaknya masih belum mengetahui isi dan […]

  • Gubernur Ridwan Kamil Usulkan Tiga Nama Penjabat Kepala Daerah

    Gubernur Ridwan Kamil Usulkan Tiga Nama Penjabat Kepala Daerah

    • calendar_month Rab, 11 Mei 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 197
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah mengusulkan tiga nama ke Kementerian Dalam Negeri untuk mengisi jabatan kepala daerah yang kosong akibat masa jabatannya segera berakhir tahun ini. Ketiga penjabat itu akan mengisi jabatan kepala daerah Kabupatan Bekasi, Kota Tasikmalaya, dan Kota Cimahi. ”Kami sudah mengusulkan untuk penjabat bupati/wali kota di tiga wilayah […]

  • Gerindra Siap Lanjutkan Program Jokowi, Termasuk IKN di Kalimantan

    Gerindra Siap Lanjutkan Program Jokowi, Termasuk IKN di Kalimantan

    • calendar_month Sab, 4 Feb 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 98
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani memulai Rangkaian HUT ke-15 Partai Gerindra di Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah. Kalimantan Tengah dipilih karena menjadi daerah yang mencerminkan suasana kondusif serta lokasinya yang strategis berada di tengah-tengah wilayah Indonesia. Demikian keterangan pers Partai Gerindra yang diterima kantor pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) hari […]

  • Perkuat Digitalisasi Tata Kelola Pemerintahan, Kominfo Fasilitasi Pembentukan Tim Pengelola SPBE OPD

    Perkuat Digitalisasi Tata Kelola Pemerintahan, Kominfo Fasilitasi Pembentukan Tim Pengelola SPBE OPD

    • calendar_month Ming, 17 Mar 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 119
    • 0Komentar

    MAMUJU – Tim koordinasi SPBE Pemprov Sulbar yang diketuai oleh Sekretaris Daerah telah merumuskan model pengorganisasian tim pengelola SPBE di setiap OPD yang seragam. Tim tersebut terdiri dari delapan personil yang cukup lengkap untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan digitalisasi saat ini. Tim dipimpin oleh Kepala OPD, Sekdis/KTU dan berisi jajaran staf yang memiliki kompetensi TIK. Tujuannya […]

  • Bandara Kertajati Layani Penerbangan Tujuan Kuala Lumpur Mulai 17 Mei 2023

    Bandara Kertajati Layani Penerbangan Tujuan Kuala Lumpur Mulai 17 Mei 2023

    • calendar_month Rab, 26 Apr 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 151
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Masyarakat Jawa Barat dan sekitarnya mulai 17 Mei 2023 dapat menikmati layanan penerbangan tujuan Kuala Lumpur, Malaysia dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka. Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan penerbangan menggunakan pesawat Air Asia dengan jadwal dua kali dalam seminggu. ”Siap-siap terbang lagi dari Kertajati mulai 17 Mei, (maskapai) Air […]

expand_less