Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » ASEAN Konsisten Membangun Kerja Sama Konkret dan Inklusif

ASEAN Konsisten Membangun Kerja Sama Konkret dan Inklusif

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Ming, 7 Mei 2023
  • visibility 168
  • comment 0 komentar

JAKARTA – Pendekatan ASEAN sangat konsisten, yaitu ingin membangun kerja sama konkret dan inklusif dengan semua negara untuk menjadikan Indo Pasifik sebagai kawasan damai dan sejahtera.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno L.P. Marsudi mengingatkan kembali bahwa pendekatan ASEAN sangat konsisten, yaitu ingin membangun kerja sama konkret dan inklusif dengan semua negara untuk menjadikan Indo Pasifik sebagai kawasan damai dan sejahtera.

“Jadi singkat kata, kepemimpinan Indonesia di ASEAN akan digunakan untuk meletakkan fondasi yang kuat bagi visi jangka panjang ASEAN post-2025 dengan rentang waktu 20 tahun atau disebut 2045 Vision. Hal ini penting dilakukan untuk mempersiapkan ASEAN menghadapi tantangan jangka panjang. Di sinilah diperlukan penguatan kapasitas dan institusi ASEAN agar ASEAN lebih agile,” kata Menteri Luar Negeri dalam pers briefing di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (5/5/2023).

Dikatakan Menteri Luar Negeri, Indonesia juga ingin membumikan kerja sama konkret dalam ASEAN, ada health, energy, financial stability, trafficking in person karena menyangkut kepentingan rakyat dan juga pekerja migran.

Ini penting untuk dibumikan sehingga dapat dirasakan manfaatnya bagi rakyat ASEAN dan untuk mendukung Asia Tenggara sebagai epicentrum of growth. Hal itu juga untuk mendorong kerja sama inklusif dan konkret implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP).

Perlu diketahui, negosiasi sudah dilakukan cukup panjang. Saat ini perundingan terus berjalan, terutama bagi dokumen-dokumen yang akan dihasilkan dalam KTT ke-42 ASEAN 2023 yang akan digelar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sebagaimana biasa, perundingan ini terus akan berlangsung sampai pertemuan sepihak, pertemuan Senior Officials Meeting (SOM) dan bahkan bisa sampai pada pertemuan tingkat Menlu bila memang ada hal yang belum dapat diselesaikan.

Sejauh ini perundingan dilakukan terhadap sejumlah possible deliverables, antara lain, chair statement; Post-2025 Vision atau 2045 Vision; penguatan kapasitas ASEAN; keanggotaan penuh Timor Leste; penanggulangan perdagangan orang; perlindungan pekerja migran; pelindungan pekerja perikanan; bidang kesehatan; pembentukan jejaring desa; ekosistem kendaraan listrik, dan konektivitas pembayaran di kawasan.

“Jadi itu adalah isu atau dokumen yang saat ini sedang dinegosiasikan oleh negara anggota ASEAN,” kata Menteri Retno Marsudi.

Retno mengatakan, pada tahap awal keketuaan, Indonesia memutuskan untuk mengambil pendekatan non-megaphone diplomacy. Tujuannya adalah untuk memberikan ruang bagi para pihak untuk membangun trust dan agar para pihak lebih terbuka dalam berkomunikasi. Pendekatan ini disambut baik oleh para pihak termasuk stakeholders di Myanmar.

“Non-megaphone diplomacy atau quiet diplomacy bukan berarti Indonesia tidak melakukan apa pun. Yang terjadi sebaliknya adalah dalam empat bulan ini Indonesia telah melakukan banyak hal yang mudah-mudahan akan menjadi modal bagi upaya selanjutnya,” katanya.

Menurutnya, fokus saat ini adalah melakukan engagements dengan sebanyak mungkin stakeholders yang merupakan mandat the Five-Point Consensus (5PC). Selama empat bulan ini, telah dilakukan lebih dari 60 kali engagements dengan berbagai pihak di Myanmar. Engagements dilakukan baik dalam bentuk in-person virtual maupun kunjungan lapangan dan dengan berbagai stakeholders seperti SAC, NUG, EAOs; juga dengan negara kunci/tetangga seperti India, RRT, AS, EU, Jepang, Thailand; dan juga dengan PBB.

“Banyak sekali negara kunci dan negara tetangga yang kita engage,” papar Retno.

Dalam engagements, Indonesia mendorong untuk segera dilakukan dialog nasional yang inklusif.  Hanya saja perbedaan posisi di antara mereka para stakeholders yang ada di Myanmar masih cukup lebar dan dalam.

“Meski demikian, Indonesia tidak akan menyerah sebagai chair dan akan terus mencoba memainkan peran sebagai jembatan dari berbagai perbedaan dan akan terus melakukan engagements,” tegasnya.

Kemudian (kedua), hal yang terus disuarakan oleh Indonesia selama melakukan engagement adalah menyuarakan pentingnya segera dihentikannya penggunaan kekerasan.

“Kita semua prihatin dengan meningkatnya kekerasan di Myanmar yang telah memakan korban sipil cukup banyak. Indonesia sebagai Ketua ASEAN mengecam keras penggunaan kekerasan yang mengakibatkan jatuhnya korban sipil yang semakin banyak. Kekerasan harus dihentikan, saya ulangi kekerasan harus segera dihentikan. Tanpa dihentikannya kekerasan, maka tidak akan ada perdamaian di Myanmar. Keselamatan rakyat Myanmar harus terus menjadi perhatian kita semua,” papar Menlu.

Hal ketiga adalah mengenai bantuan kemanusiaan yang juga mandat dari 5PC, dan bantuan kemanusiaan ini dikoordinir oleh Sekjen ASEAN yang dijalankan oleh The ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre).

Ada dua tahap bantuan kemanusiaan. Pertama, terkait dengan life saving, telah selesai dilakukan karena terkait dengan bantuan penanggulangan Covid-19. Masuk ke tahap kedua (life sustaining) yang sempat alami hambatan karena kurangnya akses kepada AHA Centre untuk menjangkau penduduk yang memerlukan, terutama di wilayah-wilayah yang di luar kontrol militer Myanmar.

“Setelah press briefing ini saya akan melakukan komunikasi lagi dengan stakeholders di Myanmar agar proses humanitarian assistance ini dapat dilakukan sesuai dengan pembicaraan yang sudah kita lakukan selama empat bulan ini. Saya akan melakukan komunikasi dengan stakeholders untuk memastikan bahwa ada kemajuan di bidang pemberian bantuan kemanusiaan.  Tentunya semua perkembangan akan dilaporkan di KTT ke-42 nanti,” kata Retno Marsudi.

Penulis: Eri Sutrisno

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RSUD Sulbar Bersama Biro Ekbang, Bahas Pengelolaan Limbah dan Sanitasi

    RSUD Sulbar Bersama Biro Ekbang, Bahas Pengelolaan Limbah dan Sanitasi

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 106
    • 0Komentar

    MAMUJU – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat menerima kunjungan dari Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat, khususnya Bagian BUMD dan BLUD, Kamis, 5 Maret 2026. Rombongan Biro Ekbang diterima langsung oleh Kepala Bidang Penunjang Medik RSUD Provinsi Sulawesi Barat Bachtiar bersama jajaran terkait. Pertemuan berlangsung di Ruang […]

  • Kapolda Tegaskan Pentingnya Penguatan Kerjasama Dalam Pencegahan Terorisme dan Radikalisme

    Kapolda Tegaskan Pentingnya Penguatan Kerjasama Dalam Pencegahan Terorisme dan Radikalisme

    • calendar_month Sel, 24 Jun 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 134
    • 0Komentar

    MAMUJU – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulbar Irjen Pol Raden Adang Ginanjar Saputra menegaskan penting kerjasama pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan terorisme dan radikalisme. Penegasan tersebut disampaikan Kapolda Sulbar saat menerima audiensi Pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulbar masa bakti 2025-2027, di ruang kerja Kapolda Sulbar, Senin 23 Juni 2025. Adang menyampaikan pentingnya Polda […]

  • Kick Off HKSN 2024 Dimulai di Desa Talaga: Kolaborasi Mensos Saifullah Yusuf, Mendes Yandri, dan SMSI Pusat

    Kick Off HKSN 2024 Dimulai di Desa Talaga: Kolaborasi Mensos Saifullah Yusuf, Mendes Yandri, dan SMSI Pusat

    • calendar_month Sel, 17 Des 2024
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 121
    • 0Komentar

    SERANG – Menteri Sosial RI Drs. H. Saifullah Yusuf bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto, serta Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus, mengawali peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2024 di Taman Firdaus, Desa Talaga, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten, pada Senin (16/12/2024). Dalam kegiatan ini, kedua menteri bersama […]

  • FAI Sulbar Akhirnya Berhak Atas Medali Perunggu

    FAI Sulbar Akhirnya Berhak Atas Medali Perunggu

    • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 190
    • 0Komentar

    MATARAM – Tim Federasi Airsoft Indonesia (FAI) Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Sulawesi Barat akhirnya dinyatakan berhak atas Medali Perunggu. Kepastian FAI Sulbar meraih Medali Perunggu pada perhelatan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII Nusa Tenggara Barat (NTB) 2025 berdasarkan Berita Acara Federasi Airsoft Indonesia Nomor: 06/FORNAS-VIII/VII/2025 Tentang Hasil Pelaksanaan Pertandingan Save Deer Ops COB […]

  • Buka Puasa Bersama Insan Pers, Suhardi Duka Ajak Bersama-sama Bangun Daerah

    Buka Puasa Bersama Insan Pers, Suhardi Duka Ajak Bersama-sama Bangun Daerah

    • calendar_month Ming, 30 Mar 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 125
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur dan Wakil Gubernur  Provinsi Sulawesi Barat  Suhardi Duka (SDK) dan Salim S Mengga menggelar buka puasa bersama puluhan wartawan dari berbagai media, baik cetak, online dan elektronik di Mamuju, Sulbar, Sabtu, 29 Maret 2025. Dalam sambutannya, Suhardi mengungkapkan, pers adalah pilar demokrasi. Demokrasi sehat ditentukan oleh sehatnya kehidupan pers di suatu bangsa. […]

  • Wagub Jabar: Penyuluh Pertanian Sebagai Agen Perubahan

    Wagub Jabar: Penyuluh Pertanian Sebagai Agen Perubahan

    • calendar_month Rab, 16 Mar 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 252
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG BARAT – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mendorong penyuluh pertanian yang tergabung dalam DPW Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia Jabar terus memberdayakan petani agar memiliki kemampuan yang lebih baik dalam meningkatkan produktivitas, serta perbaikan kesejahteraan keluarga petani.   Hal itu menurut Pak Uu– sapaan karib Wagub Jabar– sesuai dengan amanat Undang- Undang […]

expand_less