Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Mengenal Keunikan Danau Poso di Sulawesi Tengah

Mengenal Keunikan Danau Poso di Sulawesi Tengah

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Sel, 24 Okt 2023
  • visibility 220
  • comment 0 komentar

Danau Poso akan dijadikan sebagai warisan geologi dan dikembangkan menjadi taman bumi atau geopark.

Indonesia terkenal memiliki kekayaan dan keragaman geologi, hayati, dan budaya. Dengan kekayaan itu, negara berpeluang dijadikan sebagai wilayah konservasi, edukasi, dan pengembangan ekonomi lokal, terutama pariwisata.

Salah satu kekayaan geologi itu adalah Danau Poso, yang tercatat sebagai danau terbesar ketiga di Indonesia setelah Danau Toba yang ada di Sumatra Utara dan Danau Singkarak di Sumatra Barat.

Selain itu, Danau Poso merupakan salah satu dari tiga danau terdalam setelah Toba dan Singkarak. Danau ini disebut mempunyai kedalaman mencapai 450 meter.

Dari sisi luasnya, danau ini memiliki panjang 32 km dan lebar 16 km sehingga total luas mencapai 32.000 hektare yang membentang dari utara ke selatan. Danau ini terletak di ketinggian 657 meter di atas permukaan laut.

Secara geografis, Danau Poso yang terletak di Kota Tentena, Kabupaten Poso di Sulawesi Tengah itu. Danau itu berada di rute jalur utama dari Toraja di bagian selatan dan Gorontalo-Manado di bagian utara.

Keunikan yang dimiliki Danau Poso adalah pasirnya yang berwarna kuning keemasan. Gelombang air di danau itu juga mirip dengan gelombang laut.

Tidak itu saja, bila wisatawan lihat secara seksama, warna air di Danau Poso cukup unik. Di bagian pinggir danau, air berwarna hijau dan warna biru di bagian tengah danau.

Tak dipungkiri, sejumlah keunikan dan kekhasan dari Danau Poso itu telah menggerakkan pemangku kepentingan di Sulawesi Tengah yang berencana mengembangkannya menjadi salah satu destinasi wisata provinsi itu. Pemprov setempat juga berencana menjadikan danau itu sebagai warisan geologi dan mengembangkannya menjadi taman bumi atau geopark.

Rencana itu pun diamini oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah Diah Agustiningsih. Pemprov, tambahnya, telah mengusulkan penetapan warisan geologi Danau Poso kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang menjadi dasar dalam pengembangan taman bumi atau geopark.

“Kami telah menyelesaikan kajian usulan untuk menjadikan Danau Poso sebagai kawasan Geopark. Hasil kajian dari akademisi dan ahli tersebut sudah kami serahkan kepada Gubernur Sulawesi Tengah 18 Agustus, tahun lalu,” ujar Diah dalam talkshow di acara Puncak Peringatan Kampanye Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI), Sabtu (5/7/2023).

Usulan untuk menjadikan situs warisan geologis Danau Poso ini juga didorong oleh keinginan masyarakat dari berbagai lapisan. Mereka itu berasal dari unsur agamawan, peneliti, dan juga para sejarawan.

Sebagai informasi, mengutip data Kementerian ESDM, Indonesia kini telah memiliki 10 geopark di Indonesia yang sudah diakui dunia karena keunikan geologis, biologis, dan budayanya hingga 2023. Terbaru, ada empat geopark yang baru saja ditetapkan ke dalam jaringan UNESCO Global Geoparks.

Hal tersebut disampaikan lewat keputusan Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-216 di Paris, Prancis, pada Rabu (24/5/2023). Keempat geopark tersebut ialah Merangin, Ijen, Maros Pangkep, dan Raja Ampat.

Menurut UNESCO, sebuah wilayah disebut sebagai geopark global manakala wilayah itu termasuk dalam kawasan geografis tunggal dan terpadu. Di mana situs geologi dan bentang alam yang memiliki makna internasional dikelola melalui konsep perlindungan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan secara menyeluruh.

 

Pengembangan Geopark

Saat ini, ada 147 Geopark Global UNESCO yang tersebar di 41 negara. Kepala Pusat Survei Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM Hermansyah menambahkan, penetapan sebuah wilayah menjadi geopark diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 9 tahun 2019 tentang Pengembangan Taman Bumi (Geopark).

Pengembangan geopark dilakukan melalui tahapan, penetapan warisan geologi (geoheritage), kedua perencanaan geopark, ketiga penetapan status geopark, dan terakhir pengelolaan geopark.

“Menteri yang tugas dan fungsinya menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang geologi akan menetapkan geoheritage yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan geopark,” ujar Hermansyah.

Hermansyah melanjutkan, suatu kawasan dapat ditetapkan menjadi geopark apabila memenuhi kriteria sebagai berikut, telah ditetapkan sebagai warisan geologi (geoheritage), memiliki warisan geologi (geoheritage) yang terkait dengan keragaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity), memiliki pengelola geopark dan memiliki rencana induk geopark.

Di dalam perpres itu dinyatakan bahwa geopark ditetapkan berdasarkan tingkatan status yang terdiri atas geopark nasional dan UNESCO Global Geopark. “Geopark Nasional ditetapkan oleh Menteri ESDM berdasarkan usulan dari pengelola geopark melalui gubernur sesuai kewenangannya,” ujar Hermansyah.

Selanjutnya Hermansyah menjelaskan, kepada gubernur yang akan mengusulkan wilayahnya menjadi geopark dapat melengkapi proposal pengajuannya dengan dua dokumen, yakni dokumen administrasi yang terdiri dari surat rekomendasi dari Komite Nasional Geopark Indonesia, rekomendasi gubernur, kesepakatan bersama gubernur jika lokasi masuk lintas provinsi, memiliki badan pengelola, dan SK Warisan Geologi.

Dari paparan di atas, tak dipungkiri Danau Poso layak dijadikan pusat geopark juga karena telah memenuhi sejumlah syarat. Antara lain, danau purba, pusat penelitian biologi karena ada 20 jenis endemi dan memiliki pusat arkeologi, kekayaan biodiversity, serta adanya cerita misteri dari Danau Poso. (indonesia.go.id)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Suhardi Duka Ajak Masyarakat Olahraga Teratur Demi Kesehatan Jangka Panjang

    Gubernur Suhardi Duka Ajak Masyarakat Olahraga Teratur Demi Kesehatan Jangka Panjang

    • calendar_month Ming, 3 Agu 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 200
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK), mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Ajakan ini disampaikannya saat memimpin kegiatan olahraga bersama di Stadion Manakarra, Mamuju, Sabtu pagi, 2 Agustus 2025. Dalam kegiatan olahraga yang diikuti oleh ratusan masyarakat ini, Gubernur Sulbar terlihat dalam suasana penuh semangat dan kekompakan saat […]

  • Pemdaprov Jabar Luncurkan Aplikasi Singakota, Pengawasan Koperasi Terintegrasi Smart Jabar

    Pemdaprov Jabar Luncurkan Aplikasi Singakota, Pengawasan Koperasi Terintegrasi Smart Jabar

    • calendar_month Kam, 27 Jul 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 134
    • 0Komentar

    KABUPATEN BEKASI — Pemdaprov Jabar meluncurkan aplikasi Singakota atau Sistem Informasi Pengawasan Koperasi Digital bertepatan dengan peringatan tingkat Provinsi Jawa Barat ke -76 Hari Koperasi Nasional di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Kamis (27/7/2023). Singakota merupakan aplikasi digital untuk mengawasi koperasi hasil inovasi Dinas  Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat. Singakota terintegrasi dengan Smart Jabar […]

  • Salim Mengga Hadiri Praharlah ke-21 Sulbar: Momentum Refleksi dan Kolaborasi Membangun Daerah

    Salim Mengga Hadiri Praharlah ke-21 Sulbar: Momentum Refleksi dan Kolaborasi Membangun Daerah

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 149
    • 0Komentar

    JAKARTA – Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S Mengga menghadiri peringatan hari lahir (Praharlah) ke 21 Sulawesi Barat yang diselenggarakan oleh Badan Penghubung bersama KKMSB, di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat 29 Agustus 2025. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Barat menyampaikan apresiasi kepada badan penghubung di Jakarta bersama KKMSB, yang telah berperan aktif dalam proses pembangunan […]

  • Dokumen LKPJ Pemprov Tahun 2024 Diterima DPRD Sulbar

    Dokumen LKPJ Pemprov Tahun 2024 Diterima DPRD Sulbar

    • calendar_month Sab, 29 Mar 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 166
    • 0Komentar

    MAMUJU – Wakil Ketua I DPRD Sulbar, Sitti Suraidah Suhardi menerima LKPJ 2024 yang diserahkan oleh Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, Salim S Mengga, Jumat 28 Maret 2025. Suraidah menjelaskan Penyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2024 merupakan bentuk pertanggungjawaban Pemda ke publik dan pemerintah pusat. “Dan hari ini, hari terakhir ngantor, pas mudik orang […]

  • Andi Syukri Ajak Masyarakat Tingkatkan Silaturahmi

    Andi Syukri Ajak Masyarakat Tingkatkan Silaturahmi

    • calendar_month Ming, 2 Apr 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 155
    • 0Komentar

    MAJENE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan bulan Ramadhan dengan meningkatkan keimanan. Hal ini, disampaikan Bupati Majene Andi Achmad Syukri saat berbincang sejumlah awak media di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Majene, Minggu pagi (02/04/2023). “Mengingat bulan ini merupakan bulan yang penuh berkah dan pengampunan. Di bulan yang baik ini kita manfaatkan […]

  • BKD dan BPSDM Sulbar Resmi Bertransformasi Menjadi BKPSDM

    BKD dan BPSDM Sulbar Resmi Bertransformasi Menjadi BKPSDM

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 217
    • 0Komentar

    MAMUJU — Mengawali hari pertama kerja di Tahun 2026, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menandai babak baru organisasi dengan semangat kebersamaan. Momentum tersebut dirangkaikan melalui kegiatan Jumat Bersih dan Makan Bersama yang berlangsung di Kantor BKD Sulbar pada pukul 08.30 WITA. Kegiatan ini dipimpin langsung […]

expand_less