Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » Sejarah Hari Ini, Gus Dur Wafat karena Sakit

Sejarah Hari Ini, Gus Dur Wafat karena Sakit

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Sel, 30 Des 2025
  • visibility 286
  • comment 0 komentar

JAKARTA – Abdurrahman Wahid (dilahirkan dengan nama Abdurrahman ad-Dakhil), lahir September 1940 – 30 Desember 2009. Lebih dikenal dengan nama Gus Dur adalah politikus Indonesia dan ulama Islam yang menjabat sebagai presiden Indonesia keempat sejak tahun 1999 hingga 2001. Selain memimpin organisasi Nahdlatul Ulama, ia merupakan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia adalah putra Menteri Agama Wahid Hasyim, dan cucu dari pendiri Nahdlatul UlamaHasyim Asy’ari.

Selama pemerintahannya, Abdurrahman Wahid dikenal dengan kebijakannya yang tidak menentu dan pemikirannya yang visioner. Pengaruhnya terhadap Reformasi Indonesia mencakup pembebasan pers yang lebih luas, ditandai dengan pembubaran Departemen Penerangan pada 1999.

Abdurrahman Wahid berperan penting dalam mencabut larangan perayaan Tahun Baru Imlek. Wahid juga menjadikan Konfusianisme sebagai agama resmi keenam di Indonesia pada tahun 2000 dan melindungi hak-hak minoritas di Indonesia.

Setelah serangkaian keputusan kontroversialnya, yang meliputi pencopotan banyak menteri dari kabinet, hubungan baiknya dengan Israel yang ditentang oleh banyak kalangan Muslim, sampai maklumat kontroversialnya yang ditujukan untuk membekukan parlemen; Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) akhirnya memakzulkan Abdurrahman Wahid pada 23 Juli 2001 serta menunjuk Megawati Soekarnoputri sebagai penggantinya.

Abdurrahman Wahid dihormati secara luas sebagai seorang guru bangsa dan pembela Hak Asasi Manusia (HAM) terkemuka. Pemerintahannya dianggap membebaskan orang Tionghoa Indonesia dari penindasan yang mereka alami selama Orde Baru, dan sejumlah tokoh Tionghoa memberikannya gelar “Bapak Tionghoa”. Kebijakannya yang mendukung hak-hak minoritas dan perdamaian membuatnya diberi gelar “Bapak Pluralisme”. Peristiwa pemakzulannya sendiri kemudian dianggap sebagai tindakan melawan hukum, dan banyak yang menganggap bahwa pemakzulan itu seharusnya tidak sah.

Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara. Gus Dur lahir dalam keluarga yang sangat terhormat dalam komunitas Muslim Jawa Timur. Kakek dari ayahnya adalah Hasyim Asyari, pendiri organisasi masyarakat Nahdlatul Ulama (NU) dan salah satu tokoh yang diakui sebagai Pahlawan nasional, sementara kakek dari pihak ibu, Bisri Syansuri, adalah pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan.

Ayah Gus Dur, Wahid Hasyim, terlibat dalam Gerakan Nasionalis dan menjadi Menteri Agama tahun 1949. Ibunya, Salihah, adalah putri pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang. Saudaranya adalah Salahuddin Wahid dan Lily Wahid. Ia menikah dengan Sinta Nuriyah dan dikaruniai empat putri: AlisaYenny, Anita, dan Inayah.

Gus Dur secara terbuka pernah menyatakan bahwa ia memiliki darah Tionghoa. Gus Dur juga mengaku bahwa ia adalah keturunan dari Tan Kim Han yang menikah dengan Tan A Lok, saudara kandung Raden Patah (Tan Eng Hwa), pendiri Kesultanan Demak.

Tan A Lok dan Tan Eng Hwa ini merupakan anak dari Putri Campa, putri Tiongkok yang merupakan selir Brawijaya V. Tan Kim Han sendiri kemudian berdasarkan penelitian seorang peneliti Prancis, Louis-Charles Damais diidentifikasikan sebagai Syekh Abdul Qodir al-Shini yang makamnya ditemukan di Trowulan.

Kesehatan

Gus Dur memiliki masalah penglihatan selama masa kepresidenannya, meski banyak yang menyatakan bahwa ia masih mampu melihat tanpa bantuan.

Meskipun demikian, saat dilantik sebagai presiden, ia dibantu oleh seorang perwira TNI yang berperan sebagai asisten dengan membacakan kembali teks sumpah presiden saat pelantikannya.

Penglihatannya mulai memburuk karena glaukoma sejak tahun 1985, hal ini diperparah dengan sebuah kecelakaan di mana Gus Dur tertabrak mobil yang mengakibatkan ia kehilangan retinanya.

Alhasil, ia dibantu oleh beberapa asisten tepercaya yang berperan sebagai “matanya”. Dia juga diduga mengidap gangguan tidur karena dia kadang-kadang ketahuan tertidur selama rapat kabinet penting. Meskipun begitu, ketika ia bangun, ia dapat dengan mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepadanya.

Kematian

Makam Abdurrahman Wahid di Jombang.

Pada akhir Desember 2009, meskipun kesehatannya buruk dan baru-baru ini mengunjungi rumah sakit, Gus Dur meminta untuk dibawa mengunjungi Rembang (terletak di Jawa Tengah) dan Jombang.

Selama perjalanan kesehatannya memburuk dan Gus Dur dirawat di rumah sakit di Jombang pada tanggal 24 Desember 2009. Ia dipindahkan ke Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo di Jakarta Pusat keesokan harinya untuk menjalani cuci darah.

Ia juga menjalani operasi gigi pada 28 Desember setelah mengeluh sakit gigi. Gus Dur meninggal dunia pada tanggal 30 Desember sekitar pukul 18.45 waktu setempat karena komplikasi gangguan ginjal, penyakit jantung, dan diabetes.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi Gus Dur sesaat sebelum kematiannya. Pemakaman kenegaraan diadakan untuk Gus Dur pada tanggal 31 Desember, dan bendera dikibarkan setengah tiang selama tujuh hari. Ia dimakamkan di samping kakek dan neneknya serta orang tuanya di tempat kelahirannya, Jombang, Jawa Timur. (wikipedia)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunjungi SPOBNAS Sulbar, Bau Akram Dai Janji Lengkapi Fasilitas Atlet

    Kunjungi SPOBNAS Sulbar, Bau Akram Dai Janji Lengkapi Fasilitas Atlet

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Mamuju – Dua hari pasca penunjukannya sebagai Plt. Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporparekraf), Bau Akram Dai langsung melakukan peninjauan ke Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional (SPOBNAS) Sulbar, Selasa 6 Januari 2026. Selama kunjungan, Plt. Kepala Disporparekraf Sulbar didampingi Kepala UPTD SPOBNAS, Muhammad Sabir, dan beberapa orang staf. Bau Akram berkesempatan melihat […]

  • Gubernur Ridwan Kamil Serap Aspirasi Ulama – Tokoh Masyarakat

    Gubernur Ridwan Kamil Serap Aspirasi Ulama – Tokoh Masyarakat

    • calendar_month Sel, 10 Mei 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 206
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerap aspirasi para ulama dan tokoh masyarakat Kabupaten Bandung. Hal itu terjadi dalam sebuah forum silaturahim antara Gubernur dan ulama – tokoh masyarakat di Pendopo Kabupaten Bandung, Selasa (10/5/2022). Gubernur mencatat berbagai macam usulan ulama dan tokoh masyarakat untuk pembangunan Kabupaten Bandung. Nantinya, aspirasi akan coba direalisasikan […]

  • Gubernur Sulbar dan Bupati Mamuju Bagikan Beras Gratis kepada Ratusan Ojol

    Gubernur Sulbar dan Bupati Mamuju Bagikan Beras Gratis kepada Ratusan Ojol

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 136
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) bersama Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi turun langsung membagikan beras untuk ratusan pengemudi ojek online (Ojol) di Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju, Rabu 3 September 2025. Tak cuma itu, pemerintah juga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan harga di bawah pasaran. Program ini diharapkan bisa menekan inflasi sekaligus meringankan […]

  • Transformasi Digital Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

    Transformasi Digital Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

    • calendar_month Jum, 30 Jun 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Digitalisasi optimalkan kolaborasi pemerintah dan stakeholder bidang konstruksi. Kementerian PUPR kembali menggelar Konstruksi Indonesia 2023. Era Konstruksi 4.0 atau digitalisasi konstruksi menjadi penting sebagai pemicu pembangunan konstruksi dan pertumbuhan ekonomi baru. “Akselerasi Transformasi Digital Sektor Konstruksi untuk Mewujudkan Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan” begitulah topik utama yang diusung dalam ajang tahunan Konstruksi Indonesia 2023 di Jakarta. Konstruksi […]

  • Perpaduan Balap Sepeda dan Keindahan Alam Jabar Selatan

    Perpaduan Balap Sepeda dan Keindahan Alam Jabar Selatan

    • calendar_month Kam, 4 Mei 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 120
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Pemda Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Harian Kompas dan bank bjb menggelar Cycling de Jabar 2023. Event balap sepeda yang menjajal wilayah Jabar Selatan tersebut akan berlangsung pada 8-9 Juli 2023. Pemandangan alam Jabar Selatan yang memesona akan menjadi penyemangat bagi para peserta, dimulai dari Geopark Ciletuh sebagai titik start hingga menikmati […]

  • Salat Idulfitri di Gasibu, Ridwan Kamil: Meraih Kemenangan di Hari Bahagia

    Salat Idulfitri di Gasibu, Ridwan Kamil: Meraih Kemenangan di Hari Bahagia

    • calendar_month Ming, 1 Mei 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 195
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan rasa haru dan bahagia ketika bisa merasakan kembali Salat Idulfitri 1443 Hijriah di Lapangan Gasibu, Kota Bandung bersama ribuan masyarakat. Senyum bahagia terpancar dari raut wajah warga yang melangkahkan kakinya untuk mengikuti Salat Idulfitri di Lapangan Gasibu bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Walaupun dihadiri ribuan […]

expand_less