FGD “Sinergi UGM dan KAGAMA Sulawesi Barat” Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Pembangunan Daerah
- account_circle Pro Indonesia
- calendar_month Ming, 18 Jan 2026
- visibility 24
- comment 0 komentar

MAMUJU — Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Sulawesi Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sinergi UGM dan KAGAMA Sulawesi Barat” di Hotel Grand d’Maleo, Mamuju, pada Sabtu (17/1).
Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara kampus, alumni, dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan reputasi pendidikan di Sulawesi Barat.
Acara FGD dihadiri oleh tim UGM yang dipimpin oleh Direktur Kemitraan dan Relasi Global Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt., bersama Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A., serta perwakilan dari PP KAGAMA, Dra. Anwarini, M.M., yang mewakili Ketua Umum PP KAGAMA.
Turut hadir pula Ketua Pengurus Daerah (Pengda) KAGAMA Sulawesi Barat, Abdul Wahab, S.E., dan sejumlah pejabat pemerintah daerah, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulbar, Nehru Sagenna, S.IP., M.Si., serta Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar.
Dalam sambutannya, Ibu Anwarini menyampaikan rasa syukur dapat hadir bersama para alumni di Sulawesi Barat meski dalam kondisi kurang sehat. Ia mengungkapkan bahwa menjadi bagian dari Pengurus Pusat KAGAMA adalah pengalaman yang penuh makna karena memberi kesempatan untuk memperluas jejaring dan memperkuat persaudaraan antaralumni.
“Bertemu teman-teman pengda dan pengcab selalu membuat saya bersemangat. KAGAMA itu bukan hanya wadah alumni, tetapi keluarga besar yang saling menguatkan dan menumbuhkan kecintaan kita pada UGM,” ujarnya penuh semangat.
Sementara itu, Ketua Pengda KAGAMA Sulbar, Abdul Wahab, menegaskan pentingnya sinergi antara KAGAMA, UGM, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk membangun gagasan dan karya nyata bersama.
“Hari ini kita memulai langkah kolaborasi yang luar biasa. Tidak ada yang berat jika kita bersinergi dan mempunyai niat baik untuk membangun daerah,” ujar Wahab.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Puji Astuti menekankan bahwa peran alumni UGM menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu pendidikan dan daya saing sumber daya manusia. Melalui kegiatan seperti ini, katanya, KAGAMA bukan hanya menjadi jejaring sosial alumni, tetapi juga motor penggerak pembangunan di daerah.
“Strategi UGM tidak lepas dari kontribusi alumni. Banyak di antara alumni yang kini berperan di pemerintahan maupun sektor swasta. Kita ingin hubungan akademik dan sosial ini memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” jelas Prof. Puji.
Selain FGD, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus KAGAMA Sulawesi Barat Periode 2025–2029, serta penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Gadjah Mada dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Kegiatan ini menegaskan komitmen UGM dan KAGAMA untuk hadir membangun daerah melalui sinergi nyata antara dunia akademik, alumni, dan pemerintah.
- Penulis: Pro Indonesia

Saat ini belum ada komentar