Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » Pilar AIK Harus Diajarkan Secara Komprehensif di Lingkungan Pendidikan Muhammadiyah

Pilar AIK Harus Diajarkan Secara Komprehensif di Lingkungan Pendidikan Muhammadiyah

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
  • visibility 137
  • comment 0 komentar

MAMUJU – Pengembangan Integrasi Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai Sistem Gerakan Pendidikan Muhammadiyah menjadi salah satu tema kajian pada Pengajian Ramadan 1447 H.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat melaksanakan Pengajian Ramadhan 1447 H dengan tema “Implementasi Nilai Islam Berkemajuan Pendidikan Muhammadiyah”.

Pengajian yang dilaksanakan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) berlangsung di Aula Kampus II Universitas Muhammadiyah Mamuju, Jalan Prof. Baharuddin Lopa, Mamuju, Ahad 1 Maret 2026.

Pengajian yang akan dilaksanakan selama dua hari ini, akan menampilkan sejumlah pemateri handal sesuai bidangnya masing-masing.

Pada sesi pertama secara hybrid, membahas tema “Pengembangan Integrasi AIK sebagai Sistem Gerakan Persyarikatan Muhammadiyah”.

Sesi pertama dipandu langsung Kaharuddin, S,Pd., M.Pd, Ketua MPKSDI PW Muhammadiyah Sulbar.

Adapun pemateri sesi pertama yakni; H. Ismail Ibrahim, M.Pdi.(Sekretaris PW Muhammadiyah Sulbar).), Dr Rustang Rasud, M.Pd.I (Mudir Ponpes Muhammadiyah Topoyo) dan Dr. Furqan Mawardi, M.Pi. (Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting PW Muhammadiyah Sulbar).

Pengembangan Integrasi AIK adalah konsep pendidikan yang memadukan ajaran Islam (akidah, akhlak, ibadah, muamalah) yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, sebagaimana dipahami oleh Muhammadiyah dengan ilmu pengetahuan umum, sains, teknologi, dan seni.

Tujuan utamanya adalah menghapus dikotomi (pemisahan) antara ilmu agama dan ilmu umum. Sehingga nilai-nilai AIK tidak hanya diajarkan sebagai teori, tetapi menjadi ruh, landasan, dan pembentuk karakter dalam seluruh aktivitas akademik, perilaku praktis, dan keilmuan.

Narasumber Ismail Ibrahim mengawali pemaparan pada dua pilar utama pendidikan di lingkungan Muhammadiyah, yakni Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

“Kedua pilar ini tidak diajarkan secara terpisah, tapi diajarkan secara komprehensif,” ujarnya.

Adapun filosofi dan dasar pengembangan AIK, menurut Ismail Ibrahim, berlandaskan pada prinsip:

  1. Keimanan sebagai fondasi utama.
  2. Islam sebagai rahmatan lil alamin.
  3. Kemuhammadiyahan sebagai pedoman sosial dan organisatoris.

Ismail Ibrahim menegaskan, bahwa AIK sebagai sistem gerakan pendidikan Muhammadiyah, melihat bahwa pendidikan bukan sekadar perubahan sosial, tetapi merupakan gerakan dengan penguatan pendidikan secara internal dan eksternal.

Pada akhir pemaparannya Ismail Ibrahim menyampaikan kesimpulan bahwa AIK adalah fondasi pendidikan Muhammaddiyah yang menggabungkan iman, ilmu, dan aman.

Pendidikan Muhammadiyah melalui AIK, adalah gerakan sistematik yang mencetak manusia berkarakter Islami sekaligus agen perubahan sosial.

Sementara narasumber Rustang Rasud mengawali pemaparan yang lebih berorientasi pada pengembangan Pendidikan AIK.

Menurutnya, ada tiga dasar ideologis yang membentuk karakter dan nilai-nilai pendidikan di Muhammadiyah, yang berlandaskan pada prinsip tauhid, dakwah dan tajdid.

Rustang juga menyoroti pentingnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berakhlak mulia sebagai prioritas dalam sistem Pendidikan Muhammadiyah untuk mencapai tujuan pendidikan secara holistik.

Untuk itu, kata Rustang, salah satu strategi implementasi pendidikan Muhammadiyah adalah dilaksanakannya Pelatihan Pendidik untuk memastikan peningkatan kualitas SDM pendidik.

Rustang juga memaparkan pentingnya membangun Model Pendidikan dengan Menciptakan Model pendidikan Islam yang progresif dan kontekstual, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi pendidikan di Indonesia secara umum.

Sementara narasumber Furqan Mawardi lebih menyoroti Pengembangan Integrasi AIK sebagai Sistem Gerakan Pendidikan Muhammadiyah dalam persfektif historis dan teologis.

Pada persfektif Historis, Furqan Mawardi menekankan pada AIK sebagai DNA Gerakan Muhammadiyah yang mengintegrasikan ilmu agama dan Ilmu Umum.

Persfektif historis ini bahkan telah dimulai sejak Muhammadiyah didirikan KH Ahmad Dahlan pada tahun 1912.

Adapun Persfektif teologis landasan AIK, kata Furqan Mawardi adalah Tauhid sebagai fondasi integarasi dengan implikasi teologis yakni:

  1. Tidak ada pemisahan abtara ilmu dan iman.
  2. Sains adalah bagian dari ibadah.
  3. Pendidikan adalah bagian dari dakwah.

Furqan Mawardi juga menyampaikan persfektif teologis landasan AIK adalah Ilmu sebagai Amanah Perdaban.

Adapun makna teologis adalah membaca bukan sekadar literasi, tetapi kesadaran peradaban. dan pendidikan adalah misi kenabian.

Furqan Mawardi juga menekankan pentingnya AIK menjadi sistem nilai dalam Pendidikan Muhammadiyah. Sebagai sistem nilai harus diejawantahkan dalam budaya sekolah atau budaya kampus.

Ada hal menarik yang disampaikan Furqan Mawardi tentang arah pengembangan integrasi AIK. Menurutnya, setiap guru dan dosen harus sadar bahwa ia sedang berdakwah.

Pada sesi kedua yang akan dilaksanakan besok, Senin 2 Maret akan mengangkat tema “Transformasi Mutu Pendidikan Muhammadiyah: Pengembangan Kualitas SDM Pendidikan Muhammadiyah”.

Adapun pemateri yang akan tampil pada sesi kedua yakni; Dr. Haksan Darwangsa, M.Si. (Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Sulbar), Dr. Saharuddin, M.Pd. (Kepala Kantor Guru dan Tenaka Kependidikan Provinsi Sulbar), dan Muh. Rivai Khalik, S.PdI., M.PdI. (Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Mamuju).

Sementara pada sesi ketiga akan mengangkat tema “Mewujudkan Ekosistem Sekolah Muhammadiyah Inklusif dan Berkemajuan“.

Adapun pemateri yang akan tampil pada sesi ketiga yakni; Nursalam, S.Pd., M.Pd. (Wakil Ketua PW Muhammadiyah Provinsi Sulbar), dan Dr. H. Muh. Tahir, M.Si. (Rektor Unibersitas Muhammadiyah Mamuju).  (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peternak Waspada Kasus Lumpy Skin Disease pada Hewan Ternak

    Peternak Waspada Kasus Lumpy Skin Disease pada Hewan Ternak

    • calendar_month Sel, 13 Jun 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 138
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG —  Lumpy Skin Disease (LSD) atau cacar sapi/kerbau merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang utamanya menyerang hewan sapi. Penyakit ini dicirikan dengan adanya benjolan pada kulit sapi. Virus penyebab LSD termasuk dalam genus Capripoxvirus yang ditularkan melalui antropoda, terutama serangga penghisap darah (lalat, nyamuk, caplak),  pakan dan air yang terkontaminasi, serta penularan […]

  • Bantuan Pangan Beras Mulai Disalurkan di Jawa Barat  Sasaran penerima bantuan pangan 4,4 juta KPM

    Bantuan Pangan Beras Mulai Disalurkan di Jawa Barat Sasaran penerima bantuan pangan 4,4 juta KPM

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 111
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG BARAT – Sebagai upaya mengurangi kerawanan pangan, kemiskinan, tengkes, gizi buruk, dan pengendalian inflasi, pemerintah pusat menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah dalam bentuk bantuan pangan untuk masyarakat Jawa Barat. Bantuan pangan yang disalurkan pemerintah saat ini terdiri atas dua jenis, yaitu bantuan pangan beras dan bantuan pangan daging dan telur. Bantuan pangan beras diberikan […]

  • Pemerintah Resmi Terbitkan Aturan Perlindungan Anak di Ruang Digital

    Pemerintah Resmi Terbitkan Aturan Perlindungan Anak di Ruang Digital

    • calendar_month Sab, 29 Mar 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 164
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan bahwa penyusunan peraturan ini adalah menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat perlindungan anak di ruang digital. Hal ini bertujuan untuk menciptakan generasi bangsa yang hebat. Pemerintah secara resmi mengesahkan aturan tentang perlindungan anak di ruang digital. Aturan itu dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Tentang Tata Kelola Perlindungan Anak dalam Penyelenggaraan […]

  • “Sepasang Kekasih” di Jembatan Baduy Kecil Pada Peringatan HKSN 2024

    “Sepasang Kekasih” di Jembatan Baduy Kecil Pada Peringatan HKSN 2024

    • calendar_month Sel, 17 Des 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 228
    • 0Komentar

    BANTEN – Ada satu momen romantis saat kegiatan kick off Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2024 di Taman Firdaus Desa Talaga Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten (16/12/2024). Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Yandri Susanto terlihat berjalan beriringan berlindung di bawah payung dari guyuran hujan bersama Bupati Serang terpilih Ratu Rachmatu Zakia saat menyapa warga di […]

  • Wakili Indonesia di Jambore Pramuka Dunia, Ridwan Kamil Lepas Kepergian Kontingen Jabar

    Wakili Indonesia di Jambore Pramuka Dunia, Ridwan Kamil Lepas Kepergian Kontingen Jabar

    • calendar_month Kam, 20 Jul 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 115
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Ridwan Kamil melepas kepergian 513 pramuka Kwarda Jawa Barat yang akan mewakili Kontingen Indonesia pada ajang World Scout Jambore atau Jambore Pramuka Dunia 2023. Jambore Pramuka Dunia ke-25 akan berlangsung di Korea Selatan pada 2-12 Agustus 2023 diikuti pramuka dari 156 negara. Indonesia mengirimkan 1.700 perwakilan,  513 orang di antaranya pramuka […]

  • Menyiapkan Tata Kelola Laut Berkelanjutan

    Menyiapkan Tata Kelola Laut Berkelanjutan

    • calendar_month Jum, 28 Jul 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Indonesia siap menggelar KTT Forum AIS 2023 dengan mengundang 51 kepala negara dan kepala pemerintahan negara-negara pulau dan kepulauan ke Nusa Dua, 10-11 Oktober 2023. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 17.000 pulau dan dua pertiga luas wilayahnya berupa perairan. Jika mengacu kepada hasil Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 10 Desember 1982, luas laut Indonesia sebesar […]

expand_less