Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » Pilar AIK Harus Diajarkan Secara Komprehensif di Lingkungan Pendidikan Muhammadiyah

Pilar AIK Harus Diajarkan Secara Komprehensif di Lingkungan Pendidikan Muhammadiyah

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
  • visibility 174
  • comment 0 komentar

MAMUJU – Pengembangan Integrasi Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai Sistem Gerakan Pendidikan Muhammadiyah menjadi salah satu tema kajian pada Pengajian Ramadan 1447 H.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat melaksanakan Pengajian Ramadhan 1447 H dengan tema “Implementasi Nilai Islam Berkemajuan Pendidikan Muhammadiyah”.

Pengajian yang dilaksanakan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) berlangsung di Aula Kampus II Universitas Muhammadiyah Mamuju, Jalan Prof. Baharuddin Lopa, Mamuju, Ahad 1 Maret 2026.

Pengajian yang akan dilaksanakan selama dua hari ini, akan menampilkan sejumlah pemateri handal sesuai bidangnya masing-masing.

Pada sesi pertama secara hybrid, membahas tema “Pengembangan Integrasi AIK sebagai Sistem Gerakan Persyarikatan Muhammadiyah”.

Sesi pertama dipandu langsung Kaharuddin, S,Pd., M.Pd, Ketua MPKSDI PW Muhammadiyah Sulbar.

Adapun pemateri sesi pertama yakni; H. Ismail Ibrahim, M.Pdi.(Sekretaris PW Muhammadiyah Sulbar).), Dr Rustang Rasud, M.Pd.I (Mudir Ponpes Muhammadiyah Topoyo) dan Dr. Furqan Mawardi, M.Pi. (Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting PW Muhammadiyah Sulbar).

Pengembangan Integrasi AIK adalah konsep pendidikan yang memadukan ajaran Islam (akidah, akhlak, ibadah, muamalah) yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, sebagaimana dipahami oleh Muhammadiyah dengan ilmu pengetahuan umum, sains, teknologi, dan seni.

Tujuan utamanya adalah menghapus dikotomi (pemisahan) antara ilmu agama dan ilmu umum. Sehingga nilai-nilai AIK tidak hanya diajarkan sebagai teori, tetapi menjadi ruh, landasan, dan pembentuk karakter dalam seluruh aktivitas akademik, perilaku praktis, dan keilmuan.

Narasumber Ismail Ibrahim mengawali pemaparan pada dua pilar utama pendidikan di lingkungan Muhammadiyah, yakni Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

“Kedua pilar ini tidak diajarkan secara terpisah, tapi diajarkan secara komprehensif,” ujarnya.

Adapun filosofi dan dasar pengembangan AIK, menurut Ismail Ibrahim, berlandaskan pada prinsip:

  1. Keimanan sebagai fondasi utama.
  2. Islam sebagai rahmatan lil alamin.
  3. Kemuhammadiyahan sebagai pedoman sosial dan organisatoris.

Ismail Ibrahim menegaskan, bahwa AIK sebagai sistem gerakan pendidikan Muhammadiyah, melihat bahwa pendidikan bukan sekadar perubahan sosial, tetapi merupakan gerakan dengan penguatan pendidikan secara internal dan eksternal.

Pada akhir pemaparannya Ismail Ibrahim menyampaikan kesimpulan bahwa AIK adalah fondasi pendidikan Muhammaddiyah yang menggabungkan iman, ilmu, dan aman.

Pendidikan Muhammadiyah melalui AIK, adalah gerakan sistematik yang mencetak manusia berkarakter Islami sekaligus agen perubahan sosial.

Sementara narasumber Rustang Rasud mengawali pemaparan yang lebih berorientasi pada pengembangan Pendidikan AIK.

Menurutnya, ada tiga dasar ideologis yang membentuk karakter dan nilai-nilai pendidikan di Muhammadiyah, yang berlandaskan pada prinsip tauhid, dakwah dan tajdid.

Rustang juga menyoroti pentingnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berakhlak mulia sebagai prioritas dalam sistem Pendidikan Muhammadiyah untuk mencapai tujuan pendidikan secara holistik.

Untuk itu, kata Rustang, salah satu strategi implementasi pendidikan Muhammadiyah adalah dilaksanakannya Pelatihan Pendidik untuk memastikan peningkatan kualitas SDM pendidik.

Rustang juga memaparkan pentingnya membangun Model Pendidikan dengan Menciptakan Model pendidikan Islam yang progresif dan kontekstual, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi pendidikan di Indonesia secara umum.

Sementara narasumber Furqan Mawardi lebih menyoroti Pengembangan Integrasi AIK sebagai Sistem Gerakan Pendidikan Muhammadiyah dalam persfektif historis dan teologis.

Pada persfektif Historis, Furqan Mawardi menekankan pada AIK sebagai DNA Gerakan Muhammadiyah yang mengintegrasikan ilmu agama dan Ilmu Umum.

Persfektif historis ini bahkan telah dimulai sejak Muhammadiyah didirikan KH Ahmad Dahlan pada tahun 1912.

Adapun Persfektif teologis landasan AIK, kata Furqan Mawardi adalah Tauhid sebagai fondasi integarasi dengan implikasi teologis yakni:

  1. Tidak ada pemisahan abtara ilmu dan iman.
  2. Sains adalah bagian dari ibadah.
  3. Pendidikan adalah bagian dari dakwah.

Furqan Mawardi juga menyampaikan persfektif teologis landasan AIK adalah Ilmu sebagai Amanah Perdaban.

Adapun makna teologis adalah membaca bukan sekadar literasi, tetapi kesadaran peradaban. dan pendidikan adalah misi kenabian.

Furqan Mawardi juga menekankan pentingnya AIK menjadi sistem nilai dalam Pendidikan Muhammadiyah. Sebagai sistem nilai harus diejawantahkan dalam budaya sekolah atau budaya kampus.

Ada hal menarik yang disampaikan Furqan Mawardi tentang arah pengembangan integrasi AIK. Menurutnya, setiap guru dan dosen harus sadar bahwa ia sedang berdakwah.

Pada sesi kedua yang akan dilaksanakan besok, Senin 2 Maret akan mengangkat tema “Transformasi Mutu Pendidikan Muhammadiyah: Pengembangan Kualitas SDM Pendidikan Muhammadiyah”.

Adapun pemateri yang akan tampil pada sesi kedua yakni; Dr. Haksan Darwangsa, M.Si. (Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Sulbar), Dr. Saharuddin, M.Pd. (Kepala Kantor Guru dan Tenaka Kependidikan Provinsi Sulbar), dan Muh. Rivai Khalik, S.PdI., M.PdI. (Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Mamuju).

Sementara pada sesi ketiga akan mengangkat tema “Mewujudkan Ekosistem Sekolah Muhammadiyah Inklusif dan Berkemajuan“.

Adapun pemateri yang akan tampil pada sesi ketiga yakni; Nursalam, S.Pd., M.Pd. (Wakil Ketua PW Muhammadiyah Provinsi Sulbar), dan Dr. H. Muh. Tahir, M.Si. (Rektor Unibersitas Muhammadiyah Mamuju).  (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melestarikan Kerbau Berharga Miliaran dari Tana Toraja

    Melestarikan Kerbau Berharga Miliaran dari Tana Toraja

    • calendar_month Ming, 2 Apr 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Ada 10 jenis kerbau yang berkembang biak di wilayah Tana Toraja, dari yang bernilai jual sekitar Rp50 juta sampai berharga fantastis, yakni di kisaran Rp1 miliar, bahkan lebih. Kerbau adalah hewan bertanduk yang banyak dipelihara oleh masyarakat dari berbagai suku bangsa di dunia. Demikian pula bagi masyarakat suku Toraja di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, […]

  • Kesbangpol Sulbar dan DPRD Bangun Sinergi Strategis Forkopimda

    Kesbangpol Sulbar dan DPRD Bangun Sinergi Strategis Forkopimda

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 133
    • 0Komentar

    MAMUJU — Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Darwis Damir, bersama Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Audy Murfi Syarifuddin, melakukan koordinasi dan silaturahmi dengan Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat yang juga merupakan Unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Barat, Jumat (9/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di ruang kerja Ketua DPRD Sulawesi Barat Amalia Fitri […]

  • Pemdaprov Jabar dan KASN Teken MoU Center of Excellence Manajemen ASN Berbasis Sistem Merit

    Pemdaprov Jabar dan KASN Teken MoU Center of Excellence Manajemen ASN Berbasis Sistem Merit

    • calendar_month Jum, 28 Jul 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 122
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG– Pemerintah Provinsi Jawa Barat menandatangani Memorandum of Understanding dengan Komisi Aparatur Sipil Negara tentang Center of Excellence Manajemen Aparatur Sipil Negara Berbasis Sistem Merit Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (28/7/2023). Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat yang diwakili oleh Sekda Pemda Provinsi Jabar Setiawan Wangsaatmaja dan Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara […]

  • Efisiensi Anggaran: PUPR Sulbar Lakukan Check-up Total Alat Berat Guna Hindari Biaya Perbaikan Mendadak

    Efisiensi Anggaran: PUPR Sulbar Lakukan Check-up Total Alat Berat Guna Hindari Biaya Perbaikan Mendadak

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 148
    • 0Komentar

    MAMUJU — Tim Aset Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melaksanakan pemeriksaan rutin terhadap seluruh kendaraan operasional dan alat berat milik dinas. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 3 November 2025, ini bertujuan memastikan seluruh peralatan dan armada dalam kondisi prima sehingga siap digunakan untuk mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan pekerjaan umum […]

  • Perkuat Mitigasi, BPBD Sulbar Ikuti Evaluasi Mendalam Gempa Merusak

    Perkuat Mitigasi, BPBD Sulbar Ikuti Evaluasi Mendalam Gempa Merusak

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 175
    • 0Komentar

    MAMUJU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengikuti Webinar Evaluasi Gempabumi Merusak 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama InaTEWS, Rabu 10 Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan mengkaji berbagai kejadian gempabumi merusak di Indonesia serta meningkatkan literasi dan kapasitas masyarakat terkait upaya mitigasi melalui penerapan teknologi Seismic […]

  • DLH Jabar Tindaklanjuti Dugaan Pencemaran di Cimeta

    DLH Jabar Tindaklanjuti Dugaan Pencemaran di Cimeta

    • calendar_month Sen, 30 Mei 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 243
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG BARAT- Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat bersama Satuan Tugas Citarum Harum, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat menindaklanjuti dugaan pencemaran yang membuat Sungai Cimeta, anak Sungai Citarum berwarna merah pada Senin (30/5/2022). Keempat pihak tersebut berkolaborasi mengidentifikasi asal muasal zat warna yang sempat menggegerkan masyarakat di […]

expand_less