Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » Pilar AIK Harus Diajarkan Secara Komprehensif di Lingkungan Pendidikan Muhammadiyah

Pilar AIK Harus Diajarkan Secara Komprehensif di Lingkungan Pendidikan Muhammadiyah

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
  • visibility 69
  • comment 0 komentar

MAMUJU – Pengembangan Integrasi Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai Sistem Gerakan Pendidikan Muhammadiyah menjadi salah satu tema kajian pada Pengajian Ramadan 1447 H.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat melaksanakan Pengajian Ramadhan 1447 H dengan tema “Implementasi Nilai Islam Berkemajuan Pendidikan Muhammadiyah”.

Pengajian yang dilaksanakan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) berlangsung di Aula Kampus II Universitas Muhammadiyah Mamuju, Jalan Prof. Baharuddin Lopa, Mamuju, Ahad 1 Maret 2026.

Pengajian yang akan dilaksanakan selama dua hari ini, akan menampilkan sejumlah pemateri handal sesuai bidangnya masing-masing.

Pada sesi pertama secara hybrid, membahas tema “Pengembangan Integrasi AIK sebagai Sistem Gerakan Persyarikatan Muhammadiyah”.

Sesi pertama dipandu langsung Kaharuddin, S,Pd., M.Pd, Ketua MPKSDI PW Muhammadiyah Sulbar.

Adapun pemateri sesi pertama yakni; H. Ismail Ibrahim, M.Pdi.(Sekretaris PW Muhammadiyah Sulbar).), Dr Rustang Rasud, M.Pd.I (Mudir Ponpes Muhammadiyah Topoyo) dan Dr. Furqan Mawardi, M.Pi. (Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting PW Muhammadiyah Sulbar).

Pengembangan Integrasi AIK adalah konsep pendidikan yang memadukan ajaran Islam (akidah, akhlak, ibadah, muamalah) yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, sebagaimana dipahami oleh Muhammadiyah dengan ilmu pengetahuan umum, sains, teknologi, dan seni.

Tujuan utamanya adalah menghapus dikotomi (pemisahan) antara ilmu agama dan ilmu umum. Sehingga nilai-nilai AIK tidak hanya diajarkan sebagai teori, tetapi menjadi ruh, landasan, dan pembentuk karakter dalam seluruh aktivitas akademik, perilaku praktis, dan keilmuan.

Narasumber Ismail Ibrahim mengawali pemaparan pada dua pilar utama pendidikan di lingkungan Muhammadiyah, yakni Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

“Kedua pilar ini tidak diajarkan secara terpisah, tapi diajarkan secara komprehensif,” ujarnya.

Adapun filosofi dan dasar pengembangan AIK, menurut Ismail Ibrahim, berlandaskan pada prinsip:

  1. Keimanan sebagai fondasi utama.
  2. Islam sebagai rahmatan lil alamin.
  3. Kemuhammadiyahan sebagai pedoman sosial dan organisatoris.

Ismail Ibrahim menegaskan, bahwa AIK sebagai sistem gerakan pendidikan Muhammadiyah, melihat bahwa pendidikan bukan sekadar perubahan sosial, tetapi merupakan gerakan dengan penguatan pendidikan secara internal dan eksternal.

Pada akhir pemaparannya Ismail Ibrahim menyampaikan kesimpulan bahwa AIK adalah fondasi pendidikan Muhammaddiyah yang menggabungkan iman, ilmu, dan aman.

Pendidikan Muhammadiyah melalui AIK, adalah gerakan sistematik yang mencetak manusia berkarakter Islami sekaligus agen perubahan sosial.

Sementara narasumber Rustang Rasud mengawali pemaparan yang lebih berorientasi pada pengembangan Pendidikan AIK.

Menurutnya, ada tiga dasar ideologis yang membentuk karakter dan nilai-nilai pendidikan di Muhammadiyah, yang berlandaskan pada prinsip tauhid, dakwah dan tajdid.

Rustang juga menyoroti pentingnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berakhlak mulia sebagai prioritas dalam sistem Pendidikan Muhammadiyah untuk mencapai tujuan pendidikan secara holistik.

Untuk itu, kata Rustang, salah satu strategi implementasi pendidikan Muhammadiyah adalah dilaksanakannya Pelatihan Pendidik untuk memastikan peningkatan kualitas SDM pendidik.

Rustang juga memaparkan pentingnya membangun Model Pendidikan dengan Menciptakan Model pendidikan Islam yang progresif dan kontekstual, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi pendidikan di Indonesia secara umum.

Sementara narasumber Furqan Mawardi lebih menyoroti Pengembangan Integrasi AIK sebagai Sistem Gerakan Pendidikan Muhammadiyah dalam persfektif historis dan teologis.

Pada persfektif Historis, Furqan Mawardi menekankan pada AIK sebagai DNA Gerakan Muhammadiyah yang mengintegrasikan ilmu agama dan Ilmu Umum.

Persfektif historis ini bahkan telah dimulai sejak Muhammadiyah didirikan KH Ahmad Dahlan pada tahun 1912.

Adapun Persfektif teologis landasan AIK, kata Furqan Mawardi adalah Tauhid sebagai fondasi integarasi dengan implikasi teologis yakni:

  1. Tidak ada pemisahan abtara ilmu dan iman.
  2. Sains adalah bagian dari ibadah.
  3. Pendidikan adalah bagian dari dakwah.

Furqan Mawardi juga menyampaikan persfektif teologis landasan AIK adalah Ilmu sebagai Amanah Perdaban.

Adapun makna teologis adalah membaca bukan sekadar literasi, tetapi kesadaran peradaban. dan pendidikan adalah misi kenabian.

Furqan Mawardi juga menekankan pentingnya AIK menjadi sistem nilai dalam Pendidikan Muhammadiyah. Sebagai sistem nilai harus diejawantahkan dalam budaya sekolah atau budaya kampus.

Ada hal menarik yang disampaikan Furqan Mawardi tentang arah pengembangan integrasi AIK. Menurutnya, setiap guru dan dosen harus sadar bahwa ia sedang berdakwah.

Pada sesi kedua yang akan dilaksanakan besok, Senin 2 Maret akan mengangkat tema “Transformasi Mutu Pendidikan Muhammadiyah: Pengembangan Kualitas SDM Pendidikan Muhammadiyah”.

Adapun pemateri yang akan tampil pada sesi kedua yakni; Dr. Haksan Darwangsa, M.Si. (Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Sulbar), Dr. Saharuddin, M.Pd. (Kepala Kantor Guru dan Tenaka Kependidikan Provinsi Sulbar), dan Muh. Rivai Khalik, S.PdI., M.PdI. (Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Mamuju).

Sementara pada sesi ketiga akan mengangkat tema “Mewujudkan Ekosistem Sekolah Muhammadiyah Inklusif dan Berkemajuan“.

Adapun pemateri yang akan tampil pada sesi ketiga yakni; Nursalam, S.Pd., M.Pd. (Wakil Ketua PW Muhammadiyah Provinsi Sulbar), dan Dr. H. Muh. Tahir, M.Si. (Rektor Unibersitas Muhammadiyah Mamuju).  (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia dan Tiongkok Perkuat Kerja Sama dan Investasi, Apa Saja?

    Indonesia dan Tiongkok Perkuat Kerja Sama dan Investasi, Apa Saja?

    • calendar_month Sel, 24 Okt 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Forum Bisnis Indonesia-Tiongkok di sela Belt and Road Forum (BRF) ke-3 pada 16 Oktober 2023 telah menghasilkan kesepakatan kerja sama senilai Rp200 triliun lebih. Bahkan masih ada potensi kerja sama antarkedua negara hingga Rp455 triliun. Kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam 10 tahun terakhir semakin berkembang. Hal itu dipicu oleh […]

  • Suhardi Duka Lantik 13 Pejabat Administrator dan Pengawas di RSUD Sulbar

    Suhardi Duka Lantik 13 Pejabat Administrator dan Pengawas di RSUD Sulbar

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 139
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka (SDK), secara resmi mengambil sumpah jabatan dan melantik 13 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar, Selasa 6 Januari 2026. Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya penataan dan penguatan manajemen UPTD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulbar. Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sulbar, […]

  • Resmikan Buricak Burinong, Ridwan Kamil: Tanda Jatigede Akan Dikembangkan Jadi Wisata Internasional

    Resmikan Buricak Burinong, Ridwan Kamil: Tanda Jatigede Akan Dikembangkan Jadi Wisata Internasional

    • calendar_month Sel, 26 Apr 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 209
    • 0Komentar

    KABUPATEN SUMEDANG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan tempat wisata Buricak Burinong di Kawasan Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Selasa (26/4/2022). Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– menuturkan, peresmian tersebut dapat menjadi tanda bahwa Kawasan Waduk Jatigede akan dikembangkan sebagai destinasi wisata kelas internasional. “Kami meresmikan fasilitas pariwisata Jatigede, yaitu Kampung Buricak Burinong. Ada forest walk-nya, […]

  • Pemdaprov Jabar Luncurkan Aplikasi Singakota, Pengawasan Koperasi Terintegrasi Smart Jabar

    Pemdaprov Jabar Luncurkan Aplikasi Singakota, Pengawasan Koperasi Terintegrasi Smart Jabar

    • calendar_month Kam, 27 Jul 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 83
    • 0Komentar

    KABUPATEN BEKASI — Pemdaprov Jabar meluncurkan aplikasi Singakota atau Sistem Informasi Pengawasan Koperasi Digital bertepatan dengan peringatan tingkat Provinsi Jawa Barat ke -76 Hari Koperasi Nasional di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Kamis (27/7/2023). Singakota merupakan aplikasi digital untuk mengawasi koperasi hasil inovasi Dinas  Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat. Singakota terintegrasi dengan Smart Jabar […]

  • Suhardi Duka Temui Ditjen Bina Adwil Kemendagri, Usulkan Status Daerah Kepulauan

    Suhardi Duka Temui Ditjen Bina Adwil Kemendagri, Usulkan Status Daerah Kepulauan

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 112
    • 0Komentar
  • Salim Mengga Ajak Teladani Rasulullah, Kunci Wujudkan Keadilan di Negeri

    Salim Mengga Ajak Teladani Rasulullah, Kunci Wujudkan Keadilan di Negeri

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 115
    • 0Komentar

    MAMUJU – Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S Mengga menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2025 Masehi di Masjid Baiturrahman, Karema Selatan, Kabupaten Mamuju, Sabtu (8/11/2025). Acara yang diselenggarakan Yayasan Puang Ri Panreng Persatuan Pengamal Tharikat Islam Naqsyabandiyah Sulbar ini dihadiri tokoh agama, ulama, dan masyarakat. Dalam sambutannya, pasangan Gubernur Sulbar Suhardi Duka ini […]

expand_less