Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » RAMADHAN: Jalan Sunyi Menuju Taqwa

RAMADHAN: Jalan Sunyi Menuju Taqwa

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
  • visibility 93
  • comment 0 komentar

RAMADHAN: Jalan Sunyi Menuju Taqwa
Oleh: Muh. Tahir

(Rektor Universitas Muhammadiyah Mamuju)

Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut Ramadhan dengan suasana yang berbeda dari bulan-bulan lainnya. Masjid kembali hidup, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema hingga larut malam, tangan-tangan terbuka untuk bersedekah, dan hati manusia terasa lebih lembut. Fenomena ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan tanda bahwa Ramadhan memiliki kekuatan transformasi yang nyata dalam kehidupan manusia.

Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur’an:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).

Ayat ini mengandung pesan mendalam tentang hakikat puasa. Ia tidak hanya berbicara tentang kewajiban ibadah, tetapi tentang proses pembentukan manusia yang utuh. Jika diamati secara sosial dan spiritual, puasa Ramadhan menghadirkan sebuah fenomena menarik: perubahan perilaku umat yang terjadi hampir serempak di berbagai tempat dan generasi.

Dalam perspektif fenomena sosial, Ramadhan memperlihatkan bagaimana teori kehidupan lahir dari praktik nyata masyarakat. Tanpa komando formal, umat Islam tiba-tiba lebih disiplin, lebih sabar, lebih peduli, dan lebih religius. Ini menunjukkan bahwa puasa bukan sekadar konsep teologis, tetapi mekanisme pendidikan karakter yang hidup dalam realitas.

Ada tiga pesan utama dalam perintah puasa yang patut direnungkan.
Pertama, puasa ditujukan kepada orang-orang beriman. Artinya, puasa bukan sekadar kewajiban fisik, tetapi panggilan kesadaran spiritual. Iman menjadi fondasi utama. Standar keimanan dalam Islam tidak abstrak; ia tercermin dalam keyakinan kepada Allah, malaikat, rasul, kitab suci, hari akhir, serta takdir baik dan buruk. Puasa menjadi ujian nyata apakah iman hanya berhenti pada pengakuan lisan atau benar-benar hadir dalam perilaku hidup sehari-hari.

Kedua, puasa merupakan ibadah yang telah dijalankan oleh umat-umat sebelum Islam. Sejarah menunjukkan bahwa para nabi dan pengikutnya menjadikan puasa sebagai sarana penyucian diri. Dengan demikian, Ramadhan menghubungkan umat Islam modern dengan rantai panjang spiritualitas manusia sepanjang sejarah. Puasa menjadi bahasa universal manusia dalam mendekatkan diri kepada Tuhan.

Ketiga, tujuan akhir puasa adalah taqwa. Inilah inti Ramadhan. Taqwa bukan sekadar istilah religius, melainkan kualitas kesadaran moral tertinggi. Orang bertaqwa mampu mengendalikan diri meskipun tidak diawasi, jujur meskipun memiliki kesempatan berbuat curang, serta tetap berbuat baik meskipun tidak mendapat pujian.

Jika ditelaah lebih jauh, hikmah puasa juga menyentuh berbagai dimensi kehidupan. Dari aspek sejarah, Ramadhan menjaga kesinambungan tradisi kenabian. Dari aspek mental dan kesehatan, puasa melatih pengendalian diri, kesabaran, serta keseimbangan emosional. Dari aspek sosial, Ramadhan menumbuhkan solidaritas dan empati terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan.

Menariknya, perubahan sosial selama Ramadhan sering terjadi secara alami. Tingkat kepedulian sosial meningkat, konflik sosial menurun, dan budaya berbagi tumbuh kuat. Fenomena ini menunjukkan bahwa puasa memiliki fungsi rekonstruksi sosial yang luar biasa. Ia mendidik manusia bukan melalui ceramah panjang, tetapi melalui pengalaman langsung menahan diri.

Hakikat puasa sesungguhnya adalah praktik Islam secara menyeluruh atau Islam kaffah. Ramadhan melatih integritas pribadi: jujur ketika sendiri, disiplin terhadap waktu, menjaga lisan, serta mengendalikan hawa nafsu. Puasa mengajarkan bahwa spiritualitas bukan hanya urusan masjid, tetapi juga urusan etika kerja, tanggung jawab sosial, dan kemanusiaan.

Namun, pertanyaan pentingnya adalah: apakah nilai-nilai Ramadhan berhenti setelah Idul Fitri? Di sinilah ujian sesungguhnya. Ramadhan bukan tujuan akhir, melainkan sekolah kehidupan. Ia membentuk manusia agar membawa nilai taqwa sepanjang tahun.

Taqwa dapat disebut sebagai gelar paripurna seorang Muslim. Ia menjadi identitas spiritual sekaligus tiket keberlanjutan menuju kehidupan akhirat. Orang bertaqwa bukan hanya rajin beribadah, tetapi menghadirkan nilai ketuhanan dalam setiap keputusan hidupnya dalam keluarga, pekerjaan, kepemimpinan, dan kehidupan sosial.
Ramadhan pada akhirnya mengajarkan satu hal sederhana namun mendalam: manusia yang kuat bukanlah yang mampu menguasai dunia, tetapi yang mampu menguasai dirinya sendiri.

Di tengah dunia modern yang serba cepat, kompetitif, dan sering kali kehilangan arah spiritual, Ramadhan hadir sebagai ruang jeda. Ia mengingatkan manusia tentang asal-usulnya, tujuan hidupnya, dan akhir perjalanannya.

Maka Ramadhan 1447 Hijriah seharusnya menjadi momentum refleksi kolektif. Bukan sekadar menjalankan ritual tahunan, tetapi membangun manusia yang lebih jujur, lebih peduli, lebih sehat secara mental, dan lebih dekat kepada Sang Pencipta.

Sebab pada akhirnya, puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Puasa adalah perjalanan sunyi menuju taqwa, menuju saat ketika manusia kembali kepada Allah dengan hati yang bersih dan kehidupan yang bermakna. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jawa Barat Raih Tiga Penghargaan PUBLIC RELATIONS INDONESIA Awards 2022

    Jawa Barat Raih Tiga Penghargaan PUBLIC RELATIONS INDONESIA Awards 2022

    • calendar_month Jum, 25 Mar 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 263
    • 0Komentar

    KOTA SEMARANG – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar meraih tiga penghargaan pada Acara The 7th PUBLIC RELATIONS INDONESIA Awards (PRIA) 2022, yang diselenggarakan oleh Majalah PR INDONESIA di PO Hotel Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (25/03/2022).   Tiga penghargaan yang disabet Jawa Barat, yakni Gold Winner dalam Kategori […]

  • Unhas Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta

    Unhas Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta

    • calendar_month Jum, 13 Des 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 175
    • 0Komentar

    MAKASSAR  – Universitas Hasanuddin memperluas layanan pendidikannya dengan menghadirkan Program Studi di Luar Kampus Utama atau PSDKU di Daerah Khusus Jakarta. Sejumlah petinggi Unhas kini berada di Jakarta, Jumat (13/12/2024), untuk persiapan soft launching PSDKU Jakarta, yang dijadwalkan pada Sabtu (14/12/2024). Soft launching dirangkaikan dengan rapat koordinasi pimpinan Universitas Hasanuddin. “Syukur alhamdulillah setelah melewati proses […]

  • Peningkatan Pemahaman Pengelolaan Pembangunan Berskala Besar

    Peningkatan Pemahaman Pengelolaan Pembangunan Berskala Besar

    • calendar_month Sab, 30 Nov 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 95
    • 0Komentar

    NUSANTARA – Tingkatkan pemahaman pengelolaan pembangunan berskala besar di Ibu Kota Nusantara (IKN), Dr. Ir. Danis Hidayat Sumadilaga, M.Eng.Sc. selaku Plt. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN sekaligus Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Kementerian Pekerjaan Umum menjadi narasumber utama dalam seminar daring berjudul, “Managing Complex Project: Experience from IKN Development” pada Jumat (29/11/2024). Seminar […]

  • Inspektorat Sulbar Dukung Peningkatan Kapabilitas APIP Melalui Workshop Nasional BPKP

    Inspektorat Sulbar Dukung Peningkatan Kapabilitas APIP Melalui Workshop Nasional BPKP

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 119
    • 0Komentar

    JAKARTA — Sekretaris Inspektorat Provinsi Sulawesi Barat, Abdul Syahid Hasan, mewakili Inspektur Daerah Provinsi Sulawesi Barat menghadiri Workshop Penilaian Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang diselenggarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Senin (27/10/2025), bertempat di Aula Gandhi Lt. 2, Kantor BPKP, Jakarta Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas dan […]

  • Gubernur Jawa Barat Dua Periode 1993−2003 HR Nuriana Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra

    Gubernur Jawa Barat Dua Periode 1993−2003 HR Nuriana Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra

    • calendar_month Kam, 11 Jul 2024
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 386
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG –  Gubernur Jawa Barat periode 1993−1998 dan 1998−2003, Mayjen TNI (Purn) Nana Nuriana wafat pada Kamis (11/7/2024), pukul 04.55 WIB. Jenazah almarhum Nuriana disemayamkan di rumah duka Kompleks Parahyangan Rumah Vila, Kabupaten Bandung Barat dan pada Kamis siang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung. Jenazah almarhum Nuriana tiba di TMP […]

  • Sahroni Minta Polri Usut Tuntas Skema Jual Beli Masuk Bintara

    Sahroni Minta Polri Usut Tuntas Skema Jual Beli Masuk Bintara

    • calendar_month Kam, 9 Mar 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 137
    • 0Komentar

    JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengecam dugaan praktik jual beli penerimaan Bintara di lingkungan Polda Jawa Tengah (Jateng). Sahroni meminta Polri mendalami dan mengusut tuntas skema dan jaringan tersebut karena diduga praktik jual beli masuk Bintara berlangsung secara sistematis. “Mohon ditelusuri lebih dalam terkait skema yang dimainkan para pelaku. Bagaimana […]

expand_less