Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » RAMADHAN: Jalan Sunyi Menuju Taqwa

RAMADHAN: Jalan Sunyi Menuju Taqwa

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
  • visibility 60
  • comment 0 komentar

RAMADHAN: Jalan Sunyi Menuju Taqwa
Oleh: Muh. Tahir

(Rektor Universitas Muhammadiyah Mamuju)

Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut Ramadhan dengan suasana yang berbeda dari bulan-bulan lainnya. Masjid kembali hidup, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema hingga larut malam, tangan-tangan terbuka untuk bersedekah, dan hati manusia terasa lebih lembut. Fenomena ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan tanda bahwa Ramadhan memiliki kekuatan transformasi yang nyata dalam kehidupan manusia.

Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur’an:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).

Ayat ini mengandung pesan mendalam tentang hakikat puasa. Ia tidak hanya berbicara tentang kewajiban ibadah, tetapi tentang proses pembentukan manusia yang utuh. Jika diamati secara sosial dan spiritual, puasa Ramadhan menghadirkan sebuah fenomena menarik: perubahan perilaku umat yang terjadi hampir serempak di berbagai tempat dan generasi.

Dalam perspektif fenomena sosial, Ramadhan memperlihatkan bagaimana teori kehidupan lahir dari praktik nyata masyarakat. Tanpa komando formal, umat Islam tiba-tiba lebih disiplin, lebih sabar, lebih peduli, dan lebih religius. Ini menunjukkan bahwa puasa bukan sekadar konsep teologis, tetapi mekanisme pendidikan karakter yang hidup dalam realitas.

Ada tiga pesan utama dalam perintah puasa yang patut direnungkan.
Pertama, puasa ditujukan kepada orang-orang beriman. Artinya, puasa bukan sekadar kewajiban fisik, tetapi panggilan kesadaran spiritual. Iman menjadi fondasi utama. Standar keimanan dalam Islam tidak abstrak; ia tercermin dalam keyakinan kepada Allah, malaikat, rasul, kitab suci, hari akhir, serta takdir baik dan buruk. Puasa menjadi ujian nyata apakah iman hanya berhenti pada pengakuan lisan atau benar-benar hadir dalam perilaku hidup sehari-hari.

Kedua, puasa merupakan ibadah yang telah dijalankan oleh umat-umat sebelum Islam. Sejarah menunjukkan bahwa para nabi dan pengikutnya menjadikan puasa sebagai sarana penyucian diri. Dengan demikian, Ramadhan menghubungkan umat Islam modern dengan rantai panjang spiritualitas manusia sepanjang sejarah. Puasa menjadi bahasa universal manusia dalam mendekatkan diri kepada Tuhan.

Ketiga, tujuan akhir puasa adalah taqwa. Inilah inti Ramadhan. Taqwa bukan sekadar istilah religius, melainkan kualitas kesadaran moral tertinggi. Orang bertaqwa mampu mengendalikan diri meskipun tidak diawasi, jujur meskipun memiliki kesempatan berbuat curang, serta tetap berbuat baik meskipun tidak mendapat pujian.

Jika ditelaah lebih jauh, hikmah puasa juga menyentuh berbagai dimensi kehidupan. Dari aspek sejarah, Ramadhan menjaga kesinambungan tradisi kenabian. Dari aspek mental dan kesehatan, puasa melatih pengendalian diri, kesabaran, serta keseimbangan emosional. Dari aspek sosial, Ramadhan menumbuhkan solidaritas dan empati terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan.

Menariknya, perubahan sosial selama Ramadhan sering terjadi secara alami. Tingkat kepedulian sosial meningkat, konflik sosial menurun, dan budaya berbagi tumbuh kuat. Fenomena ini menunjukkan bahwa puasa memiliki fungsi rekonstruksi sosial yang luar biasa. Ia mendidik manusia bukan melalui ceramah panjang, tetapi melalui pengalaman langsung menahan diri.

Hakikat puasa sesungguhnya adalah praktik Islam secara menyeluruh atau Islam kaffah. Ramadhan melatih integritas pribadi: jujur ketika sendiri, disiplin terhadap waktu, menjaga lisan, serta mengendalikan hawa nafsu. Puasa mengajarkan bahwa spiritualitas bukan hanya urusan masjid, tetapi juga urusan etika kerja, tanggung jawab sosial, dan kemanusiaan.

Namun, pertanyaan pentingnya adalah: apakah nilai-nilai Ramadhan berhenti setelah Idul Fitri? Di sinilah ujian sesungguhnya. Ramadhan bukan tujuan akhir, melainkan sekolah kehidupan. Ia membentuk manusia agar membawa nilai taqwa sepanjang tahun.

Taqwa dapat disebut sebagai gelar paripurna seorang Muslim. Ia menjadi identitas spiritual sekaligus tiket keberlanjutan menuju kehidupan akhirat. Orang bertaqwa bukan hanya rajin beribadah, tetapi menghadirkan nilai ketuhanan dalam setiap keputusan hidupnya dalam keluarga, pekerjaan, kepemimpinan, dan kehidupan sosial.
Ramadhan pada akhirnya mengajarkan satu hal sederhana namun mendalam: manusia yang kuat bukanlah yang mampu menguasai dunia, tetapi yang mampu menguasai dirinya sendiri.

Di tengah dunia modern yang serba cepat, kompetitif, dan sering kali kehilangan arah spiritual, Ramadhan hadir sebagai ruang jeda. Ia mengingatkan manusia tentang asal-usulnya, tujuan hidupnya, dan akhir perjalanannya.

Maka Ramadhan 1447 Hijriah seharusnya menjadi momentum refleksi kolektif. Bukan sekadar menjalankan ritual tahunan, tetapi membangun manusia yang lebih jujur, lebih peduli, lebih sehat secara mental, dan lebih dekat kepada Sang Pencipta.

Sebab pada akhirnya, puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Puasa adalah perjalanan sunyi menuju taqwa, menuju saat ketika manusia kembali kepada Allah dengan hati yang bersih dan kehidupan yang bermakna. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan, Pj Gubernur Sulbar Rakor dengan Para Bupati

    Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan, Pj Gubernur Sulbar Rakor dengan Para Bupati

    • calendar_month Kam, 29 Feb 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 96
    • 0Komentar

    MAMUJU – Menjelang bulan suci ramadan, Pemprov Sulbar menggelar rakor dengan para bupati untuk pengendalian laju inflasi.  Pj Gubernur Prof Zudan Arif Fakrulloh secara resmi membuka High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi dan Kabupaten se Sulbar, di Grand Maleo Hotel Mamuju, Kamis (29/2/2024). Acara […]

  • KUR Kian Bersahabat dengan UMKM

    KUR Kian Bersahabat dengan UMKM

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Keringanan bunga dan agunan diberikan kepada debitur KUR supermikro-mikro dengan maksimal pinjaman Rp100 juta. Pada 2023, pemerintah kembali menetapkanbunga KUR 3 persen untuk KUR supermikrodan bunga single digit untuk KUR mikro.Kebijakan itu merupakan bentuk afirmatifpemerintah ke sektor UMKM yang menguasai61 persen PDB Indonesia. Selain sumbangan terhadap PDB besar, sektoritu juga memberikan sumbangan terhadappenyerapan tenaga kerja hingga 97 persen daritotal penyerapan tenaga kerja nasional. Jadi,keberadaan program kredit usaha rakyat(KUR) yang kian ramah untuk nasabah adalahsebuah keharusan. Tak hanya tawaran bunga kredit rendah mulaidari 3 persen, pemerintah juga meminta bank penyalur KUR untuk memberikan keringananberupa bebas agunan bagi debitur mikromaupun supermikro. Keringanan itu tertuanglewat Peraturan Menteri Koordinator bidangPerekonomian nomor 1 tahun 2023 yang terbitpada akhir Januari 2023. Pada aturan itu, keringanan bunga dan agunandiutamakan untuk debitur KUR supermikrodan mikro dengan maksimal pinjaman tidaklebih dari Rp100 juta. Menteri Koordinatorbidang Perekonomian Airlangga Hartartomengatakan, kebijakan bunga KUR supermikro jadi 3 persen itu merupakan wujudkeberpihakan kepada para pekerja yang terkena PHK dan ibu rumah tangga untuk bisamenjalankan usahanya lebih produktif. Jika dirinci, kebijakan KUR dengankeringanan dan agunan untuk dua segmendebitur, pertama debitur KUR supermikromendapatkan fasilitas bunga kredit 3 persendengan plafon kredit maksimal Rp10 juta.Segmen ini diberikan tenor 3 tahun–-5 tahun. Kedua, debitur KUR mikro akan dikenaibunga kredit sesuai tipe penerima, misalnyadebitur pertama kali mengajukan KUR bisamendapatkan bunga 6 persen, kedua kali 7 persen, ketiga kali 8 persen, dan keempat kali 9 persen. Pemerintah menentukan plafon KUR untuk mikro mulai dari Rp10 juta–-Rp100 juta. Yang menjadi istimewa untuk debitur KUR supermikro dan mikro adalah mereka tidakdiwajibkan untuk memenuhi agunantambahan. Tapi, tetap menyepakati agunanpokok. Sedangkan, debitur KUR yang mendapat pinjaman di atas Rp100 juta tetapmemenuhi ketentuan agunan pokok dantambahan. Tentu kebijakan itu menjadi anginsegar bagi masyarakat, terutama untuk pekerjadan ibu rumah tangga. Dari data Kementerian Perekonomian, pada2022 dari total 7,62 juta debitur KUR, sebanyak 66,11 persen adalah debitur mikro, 31,84 persen untuk debitur kecil, dan 1,74 persen debitur supermikro dan di bawah 1 persen PMI. Sejatinya, peran perbankan dibutuhkan untukmenciptakan pertumbuhan ekonomi daripelaku usaha kelas bawah, yakni supermikro.Hanya saja, suku bunga yang mini dan tanpaagunan tambahan dapat memicu kenaikanrisiko kredit bermasalah atau non performingloan/NPL perbankan. Di sisi lain, alokasi KUR untuk pelaku usahasupermikro masih tergolong baru, sehinggakontribusinya terhadap total plafon KUR masih kecil. Namun terlepas dari semua itu, harus diakui peran penting UMKM tetap harusdiapresiasi oleh pemerintah. Pasalnya, sektorUMKM mampu menyerap sejumlah tenagakerja, banyaknya jumlah unit usaha, capaiankinerja ekspor yang kian impresif, hinggakontribusi yang signifikan terhadap PDB. Pengembangan UMKM penting bagipemerintah untuk dapat mengungkitpertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintahjuga terus berupaya mendukung peningkatandaya saing UMKM dan kontribusinyaterhadap ekonomi nasional, salah satunyadengan mengkaji dan memperbaiki kebijakanterkait pembiayaan UMKM. “Saat ini kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia mencapai 61 persen dengankemampuan penyerapan tenaga kerjamencapai 97 persen dari total penyerapantenaga kerja nasional. Diharapkan juga, kontribusi UMKM terhadap ekspor nonmigasyang saat ini baru mencapai 16 persen dapatditingkatkan,” ungkap Menko Airlangga, dalam satu kesempatan. Terkait dengan kebijakan pembiayaan bagiUMKM tersebut, pemerintah berupayameningkatkan akses pembiayaan KUR denganporsi kredit yang ditargetkan mencapai 30 persen pada 2024. Selanjutnya gunamendorong UMKM naik kelas jugadiperlukan skema kerja sama antara usahakecil dan usaha besar, sehingga UMKM dapatberkembang dengan peningkatan kuantitas dankualitas produksi. Bagi perusahaan besar juga dapatmeningkatkan profit. Melalui kerja sama yang diiringi dengan peningkatan produktivitas dankualitas produksi yang baik, UMKM akanlebih mudah menjangkau global value chain (GVC). Keberpihakan pemerintah terhadap sektorUMKM sangat jelas dan tegas. Bagipemerintah, keberadaan sektor UMKM saatini sangat disadari pentingnya bagi pemulihanperekonomian nasional. Harapannya, sejumlah kebijakan pemerintahyang afirmatif terhadap sektor UMKM bisamendongkrak mereka untuk naik kelas. Ujung dari semua itu, peran sektor UMKM tetap bisamenjadi penyangga perekonomian negara. (***)

  • Perkuat Sektor Bahari, Suhardi Duka Dorong Tiga Program Perikanan Prioritas

    Perkuat Sektor Bahari, Suhardi Duka Dorong Tiga Program Perikanan Prioritas

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 132
    • 0Komentar

    JAKARTA – Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK), terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan percepatan pembangunan daerah di tingkat nasional. Bertolak ke Jakarta, SDK melakukan audiensi dengan jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Gedung Mina Bahari I, Kamis (6/11/2025). Tujuannya, untuk memastikan keberlanjutan dan perluasan program strategis kelautan dan perikanan Provinsi Sulawesi Barat tahun 2026. […]

  • Ridwan Kamil Bonceng Legenda Hidup Pembalap Indonesia Keliling Kota Mataram, Ingatkan Kenangan Manis Tjetjep

    Ridwan Kamil Bonceng Legenda Hidup Pembalap Indonesia Keliling Kota Mataram, Ingatkan Kenangan Manis Tjetjep

    • calendar_month Ming, 20 Mar 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 222
    • 0Komentar

    KOTA MATARAM — Sebelum mengantarkan Tjetjep Heryana ke Pertamina Sirkuit Mandalika untuk menonton MotoGP. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terlebih dahulu mengajak Tjetjep jalan-jalan menggunakan motor tua yang ada sespannya untuk berkeliling di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.   Hal itu dilakukan guna menyegarkan ingatan untuk melihat aspal jalanan yang dulu seringkali menjadi teman akrab […]

  • Simposium SMSI Tegaskan Pilkada Melalui DPRD sebagai Alternatif Demokrasi

    Simposium SMSI Tegaskan Pilkada Melalui DPRD sebagai Alternatif Demokrasi

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 71
    • 0Komentar

    JAKARTA — Wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah kembali menguat menjelang Pilkada 2026. Menyikapi dinamika tersebut, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar Simposium Nasional bertema “Pilkada dalam Bingkai Demokrasi Pancasila” pada Rabu, 14 Januari 2026, bertempat di Press Club Indonesia, Kantor SMSI Pusat, Jalan Veteran II No. 7C, Gambir, Jakarta Pusat. Simposium nasional yang dipandu […]

  • Tuntaskan Blankspot di Sulbar, Ridwan Djafar Koordinasi ke Kemenkomdigi

    Tuntaskan Blankspot di Sulbar, Ridwan Djafar Koordinasi ke Kemenkomdigi

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 65
    • 0Komentar

    JAKARTA — Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (KominfoSS) Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Ridwan Djafar, melakukan pertemuan dengan Mas Adlin Dwi, PIC Direktorat Akselerasi Infrastruktur Digital Kemenkomdigi, di Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenkomdigi Lantai 8, Jalan Medan Merdeka Barat Nomor 17, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 2 Februari 2026. Pertemuan ini sebagai tindak lanjut arahan […]

expand_less