Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » POLITIK » Serap Aspirasi Petani Sumsel, Puan Soroti Masalah Pangan Indonesia

Serap Aspirasi Petani Sumsel, Puan Soroti Masalah Pangan Indonesia

  • account_circle Pro Indonesia
  • calendar_month Sen, 6 Mar 2023
  • visibility 82
  • comment 0 komentar

PALEMBANG – Meninjau operasional PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang, Ketua DPR R RI Dr. (H.C) Puan Maharani berdialog dengan sejumlah petani dan nelayan di Sumatera Selatan. Sekitar 700 orang yang terdiri para petani dan nelayan tersebut mengungkapkan kegundahan mereka soal pangan.

Politisi PDI-Perjuangan itu juga menyerahkan bantuan. Di antaranya adalah traktor roda 4, combine harvester multiguna, alat untuk program ternak Sapi Ruminansia, eskavator dan mesin penyedot lumpur.

Kemudian, bantuan untuk kebutuhan program kampung nelayan maju, program Biofolk Lele, program instalasi pengelolahan air dengan Teknologi Bio Alkaline, program makmur, hingga hutan program kehutanan dan bantuan stimulus perumahan swadaya, serta program percepatan peningkatan tata guna air irigasi.

“Bantuan-bantuan yang diberikan untuk membantu bapak dan ibu agar bisa mensejahterakan keluarga dan daerahnya,” kata Puan saat berdialog dengan Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani, Penyuluh Pertanian dan Penyuluh Perikanan diselenggarakan di Gedung Serbaguna PT Pusri Palembang, Jumat (3/3/2023).

Ia mengajak beberapa orang perwakilan petani untuk naik ke atas podium dan menyampaikan aspirasinya. Petani Banyuasin bernama Sumitro mengeluhkan soal sulitnya mendapat pupuk bersubsidi.

“Kita dapat tapi hanya separuhnya, jadi separuhnya lagi beli. Kami mau beli asal ada barangnya, tapi ini sulit. Padahal Banyuasin lumbung pangan. Dan kami juga terkendala masalah transportasi untuk pasarkan hasil. Jalannya tidak layak sepanjang 60 km,” curhat petani asal Jawa itu.

Sumitro berharap agar dibuatkan jembatan agar hasil panen petani bisa dijual dengan harga yang lebih bagus. Sebab saat ini petani Banyuasin hanya bisa menjual hasil panen padi seharga Rp4.200/kg. Jika ada jembatan, distribusi disebutnya akan lebih baik sehingga harga padi bisa dijual dengan harga lebih dari Rp5.000/kg.

Menanggapi harapan Sumitro, Perempuan Pertama sebagai Ketua DPR RI itu meminta anggota DPR dan DPRD dapil setempat berkoordinasi menyelesaikan persoalan petani di Banyuasin. Ia berjanji akan mencarikan solusi. “Masalahnya soal disrribusi pupuk. Padahal saya lihat pupuk cukup. Ini lintas kementerian harus duduk bersama karena ini masalah dari dulu,” tukas Puan.

Selain Sumitro, petani dari kelompok tani wanita juga turut menyampaikan aspirasinya. Dengan menggunakan Bahasa Palembang, ibu petani bernama Miniana meminta bantuan kultivator untuk lahan sayuran dan pompa air untuk menyirami tanaman sayuran di lahan kelompok taninya.

Kemudian petani bernama Hermawati mengeluhkan kampungnya yang sering banjir sehingga berdampak terhadap lahan tanaman sayurnya serta distribusi hasil panen. “Nanti kita coba carikan solusi,” sebut Puan.

Tak hanya petani, dirinya juga mengajak penyuluh pertanian untuk berdialog langsung dengannya. Yeni Rahma yang merupakan penyuluh pertanian Banyuasin mengeluhkan penyuluh kontrak yang belum mendapat gaji dan tidak ada biaya operasional.

Penyuluh Perikanan bernama Widia juga menyampaikan hal yang sama. Dari sekitar 1.600 penyuluh di Indonesia, menurutnya, selama ini statusnya adalah tenaga kontrak. Puan memastikan akan membawa aspirasi Widia dan penyuluh-penyuluh lainnya ke Pemerintah Pusat.

Kepada petani, Puan mengatakan sudah memantau persoalan harga gabah rendah yang disebabkan karena berbagai faktor, khususnya jelang panen raya ini. DPR RI bersama Pemerintah disebutnya sedang berupaya mencarikan jalan agar dapat memenuhi harapan semua pihak.

Ia pun berpesan kepada Pemerintah Daerah untuk meningkatkan perhatian kepada Penyuluh Pertanian dan Perikanan. Sebab solusinya ada di Pemda dan APBD. “Jadi harus ada porsinya. Pemda harus benar-benar mengingat bahwa pangan adalah urusan hidup matinya sebuah bangsa. Tidak boleh dianggap remeh atau tidak dijadikan prioritas,” pungkas Puan. (ts/aha)

  • Penulis: Pro Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 7 Januari 1610, Galileo Mengamati Keempat Bulan Terbesar Jupiter

    7 Januari 1610, Galileo Mengamati Keempat Bulan Terbesar Jupiter

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Pada tanggal 7 Januari 1610  Galileo Galilei pertama kali mengamati keempat bulan terbesar Jupiter yaitu Io, Europa, Ganymede, dan Callisto menggunakan teleskop buatannya. Sebuah penemuan penting yang membuktikan adanya benda langit yang mengorbit planet selain Bumi, memperkuat teori heliosentrisme. Detail Penemuan: Tanggal Penting: Penemuan terjadi antara akhir 1609 dan awal 1610. Metode: Galileo mengamati pergerakan bintang-bintang kecil yang tampak mengelilingi […]

  • Pemprov Sulbar Gelar Rakor Koordinasi Lintas Sektor Jelang Nataru

    Pemprov Sulbar Gelar Rakor Koordinasi Lintas Sektor Jelang Nataru

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 88
    • 0Komentar

    MAMUJU – Wakil Gubernur Sulbar Salim S Mengga mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pusat dan Daerah Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Keikutsertaan Rakor dilaksanakan di ruang Oval Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, Senin (1/12/2025). Rakor ini membahas strategi mitigasi serta penanganan terpadu menjelang Natal dan Tahun Baru 2026. Pasangan Gubernur Suhardi Duka ini menekankan, […]

  • Sayyang Pattudu Diusulkan Jadi Agenda Tahunan, SDK Siap Beri Dukungan

    Sayyang Pattudu Diusulkan Jadi Agenda Tahunan, SDK Siap Beri Dukungan

    • calendar_month Rab, 25 Jun 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 83
    • 0Komentar

    MAJENE – Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka ikut naik Sayyang Pattudu (Kuda menari) di Kabupaten Majene saat menghadiri penamatan massal untuk anak-anak Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Selasa 24 Juni 2025. Kegiatan ini setiap tahunnya dilaksanakan sejak tahun 1984 dan baru tahun 2025 ini periode Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim […]

  • Bey Machmudin Terus Dorong Peningkatan Volume Ekspor Kopi dan Kakao Jawa Barat

    Bey Machmudin Terus Dorong Peningkatan Volume Ekspor Kopi dan Kakao Jawa Barat

    • calendar_month Rab, 10 Jul 2024
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 107
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG — Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menghadiri acara Familiarization Trip Speciality Coffee and Cacao Buyer Filipina, yang berlangsung di Pendopo Pemda Kabupaten Bandung. Acara tersebut merupakan kegiatan business watching yang diselenggarakan di rumah dinas Bupati Bandung, Rabu (10/7/2024). Ditemui seusai acara, Bey Machmudin menyatakan bahwa acara ini bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan […]

  • Usai Mengikuti Arahan Mendagri, Gubernur Sulbar Minta Masyarakat Kawal Demo Secara Damai

    Usai Mengikuti Arahan Mendagri, Gubernur Sulbar Minta Masyarakat Kawal Demo Secara Damai

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 75
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka, bersama Wakil Gubernur Salim S Mengga, mengikuti arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terkait perkembangan situasi nasional yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2025 melalui zoom meeting di Ruang Oval, Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, Selasa, 2 September 2025. Usai rapat, Gubernur Suhardi Duka menyampaikan bahwa Kemendagri […]

  • Petakziah Terus Berdatangan ke Gedung Pakuan Warga, Kepala Daerah, Hingga Dubes Sampaikan Dukacita

    Petakziah Terus Berdatangan ke Gedung Pakuan Warga, Kepala Daerah, Hingga Dubes Sampaikan Dukacita

    • calendar_month Ming, 5 Jun 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 207
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Suasana haru masih menyelimuti rumah dinas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Minggu (5/6/2022) pagi warga sekitar sudah mendatangi Gedung Pakuan di bilangan Cicendo, Kota Bandung untuk memberikan bunga dan menyampaikan belasungkawa kepada Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– atas wafatnya putra sulung, Emmeril Kahn Mumtadz. Kang Emil bersama Atalia Praratya Ridwan Kamil pun […]

expand_less