Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » LADIN, Cara Baru Mendokumentasikan Perkembangan Bahasa

LADIN, Cara Baru Mendokumentasikan Perkembangan Bahasa

  • account_circle Pro Indonesia
  • calendar_month Kam, 9 Mar 2023
  • visibility 113
  • comment 0 komentar

Perlu sebuah upaya konservasi dan rehabilitasi terhadap bahasa dan sastra daerah di tanah air supaya terhindar dari kepunahan.

Indonesia adalah negara adidaya dalam hal seni budaya dan tradisi. Pasalnya, terdapat 1.331 suku bangsa mendiami 17.000 pulau di 38 provinsi di seluruh tanah air. Setiap suku menghasilkan beragam seni tradisi sendiri-sendiri, termasuk di dalamnya bahasa daerah.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam kajiannya menyatakan bahwa ada 718 bahasa daerah sebagai hasil validasi di 2.560 daerah pengamatan sejak 1991 sampai 2019. Bahkan, hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan fakta terbaru bahwa sampai akhir 2022 ada sekitar 744 bahasa daerah di seluruh Indonesia.

Beberapa daerah bahkan mempunyai dialek yang berbeda-beda. Sayangnya, keranekaragaman bahasa tersebut makin terancam keberadaannya. Saat ini, di dunia dalam 40 hari terdapat satu bahasa daerah dinyatakan punah.

Mengutip data World Atlas of Language, ada sekitar 8.324 bahasa di dunia. Ribuan bahasa itu tetap lestari karena selalu diucapkan atau ditandatangani, didokumentasikan oleh pemerintah, lembaga publik dan komunitas akademik. Kendati demikian, hanya sekitar 7.000 bahasa yang masih digunakan di seluruh dunia.

World Atlas of Language adalah sebuah aplikasi daring interaktif dan dinamis yang mendokumentasikan berbagai aspek dan fitur status bahasa di berbagai negara di seluruh dunia. Dipaparkan Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Itje Chodidjah, saat menjadi pembicara utama pada hari kedua Konferensi Internasional Preservasi Bahasa dan Sastra bertema “Merayakan Keberagaman Bahasa Ibu” yang diadakan BRIN di Jakarta, Rabu (22/2/2023), dari 700 lebih bahasa di berbagai daerah di Indonesia, baru sekitar 37 bahasa yang tercatat di World Atlas of Language.

Kondisi itu, menurut Itje, harus dijadikan tantangan bagi seluruh pegiat bahasa untuk memperbarui data sehingga ada lebih banyak lagi bahasa daerah di Indonesia dikenal dunia. Oleh karena itu, ia menekankan agar penggunaan bahasa ibu (mother language) harus dimulai dari ranah paling kecil yaitu keluarga, kemudian komunitas, dan masyarakat.

Ia juga meminta kepada otoritas sektor pendidikan supaya tidak menjadikan bahasa daerah selaku muatan lokal saja dan membuat siswa hanya mengejar nilai semata. “Mari terus lestarikan bahasa ibu salah satunya dengan menyarankan penggunaannya sejak tahun-tahun awal sekolah yang digabungkan dengan bahasa pengantar resmi,” terang Itje.

LADIN

Sementara itu, dalam ajang konferensi pertama yang digelar Indonesia untuk preservasi bahasa dan sastra, BRIN membuat terobosan. Tiga organisasi di bawah BRIN, yaitu Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra (PRPBS) serta Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah bersama Pusat Data dan Informasi memperkenalkan cara baru dalam mendokumentasikan perkembangan bahasa.

Namanya Language Documentation of Indonesia atau disingkat LADIN. Ini sekaligus untuk mewujudkan mimpi para pegiat bahasa terhadap belum adanya database repositori dokumentasi bahasa. Padahal, Indonesia adalah negara terbanyak kedua di dunia dalam hal bahasa daerah. LADIN sendiri merupakan inovasi BRIN untuk database repositori dokumentasi bahasa-bahasa di Indonesia secara digital dan modern.

Menurut Sekretaris Utama BRIN Nur Tri Aries Suestiningtyas, LADIN ini bisa diakses oleh masyarakat kapan pun dan dari mana pun. Sebelum adanya LADIN, dokumentasi repositori bahasa tersimpan di beberapa pusat data sejenis seperti SOAS di Inggris atau Paradisec, Australia. Tak sedikit pula dokumentasi tersebut masih di tangan individu.

Pendokumentasian secara digital ini menjadi salah satu upaya konservasi dan rehabilitasi serta perlindungan terhadap bahasa dan sastra daerah supaya tidak punah. “Penelitian preservasi bahasa dan sastra di Indonesia harus mampu menunjukkan manfaat, baik untuk pengembangan ilmu pengetahuan maupun tindakan perlindungan bahasa dan sastra daerah,” katanya.

Peneliti dari PRPBS Dendy Wijaya mengatakan, dokumentasi bahasa adalah pengarsipan lama dari kumpulan materi tentang satu bahasa yang dapat memenuhi beberapa fungsi. Selain itu, dokumentasi bahasa menjadi rekaman bahasa untuk data primer. Untuk itulah LADIN dihadirkan serta dapat dimanfaatkan oleh para peneliti bahasa daerah untuk menyimpan dokumentasi hasil penelitian mereka.

Kepala Organisasi Riset Arkeologi Bahasa dan Sastra BRIN Herry Jogaswara mengutarakan, digelarnya konferensi terkait bahasa serta peluncuran LADIN memiliki beberapa makna. Salah satunya sebuah upaya membangun kesadaran suatu bangsa untuk selalu mempertahankan bahasa ibu di daerahnya sebagai warisan budaya untuk generasi mendatang.

Konferensi dan diluncurkannya LADIN, lanjut Herry, tak lepas dari keputusan Sidang Umum UNESCO, 17 November 1999 yang menetapkan setiap 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional. Hal ini sebagai penghormatan kepada gerakan bahasa yang dilakukan orang-orang Bangladesh yang menginginkan ditetapkannya Bangla sebagai bahasa nasional sebagai upaya melindungi etnis, entitas diri, dan perbedaan budaya. (***)

Penulis: Anton Setiawan

  • Penulis: Pro Indonesia
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Jokowi Tekankan Tiga Poin kepada Menpora Dito Ariotedjo

    Presiden Jokowi Tekankan Tiga Poin kepada Menpora Dito Ariotedjo

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 83
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan tiga arahan kepada Ario Bimo Nandito Ariotedjo atau Dito Ariotedjo yang baru saja dilantik menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Senin (03/04/2023). “Ada tiga poin dari Pak Presiden,” ungkap Dito dalam keterangan persnya usai pelantikan, di Istana Negara, Jakarta. Pertama, Kepala Negara meminta agar dalam keikutsertaan di […]

  • Prof Fachmi Idris: PMI Penting Membina Relawan

    Prof Fachmi Idris: PMI Penting Membina Relawan

    • calendar_month Sel, 12 Des 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 95
    • 0Komentar

    MAMUJU – Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan Musyawarah Kerja dengan tema “Pelayanan Gerakan Kemanusiaan untuk Sulawesi Barat”. Bertempat di Hotel Meganita Mamuju, 12-13 Desember 2023. Musyawarah Kerja PMI Sulbar juga diikuti Dewan Kehormatan PMI Sulbar, Pengurus PMI Kabupaten se Sulawesi Barat, Unit Donor Darah (UDD) dan Palang Merah Remaja (PMR). Dari […]

  • Aksi Sosial Gubernur Sulbar: Sasar Ojek dan Penjual Sayur di Mamasa

    Aksi Sosial Gubernur Sulbar: Sasar Ojek dan Penjual Sayur di Mamasa

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 105
    • 0Komentar

    MAMASA – Gubernur Sulbar Suhardi Duka, menyerahkan secara simbolis bingkisan Natal kepada komunitas penjual sayur dan komunitas ojek di Kabupaten Mamasa, sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dalam perayaan Natal yang diadakan GMKI. Berlangsung di lapangan Kabupaten Mamasa, Senin malam, 29 Desember 2025. Secara keseluruhan, sebanyak kurang lebih 700 paket bingkisan Natal telah disiapkan untuk dibagikan […]

  • Sekda Setiawan Lepas Atlet SOIna Jawa Barat Menuju Special Olympics World Games di Berlin

    Sekda Setiawan Lepas Atlet SOIna Jawa Barat Menuju Special Olympics World Games di Berlin

    • calendar_month Sel, 2 Mei 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja melepas atlet, official dan pelatih Special Olympics Indonesia (SOIna) Provinsi Jabar di Aula Dinas Pemuda dan Olahraga Jabar, Kota Bandung, Selasa (2/5/2023). Sekda Setiawan mengatakan, Pemda Provinsi Jabar sangat mendukung pelaksanaan Special Olympics World Games (SOWG) yang akan diselenggarakan di Berlin, Jerman. Special Olympics merupakan […]

  • Ridwan Kamil Wajibkan Inovasi Terbaik Direplikasi 27 Pemda di Jabar

    Ridwan Kamil Wajibkan Inovasi Terbaik Direplikasi 27 Pemda di Jabar

    • calendar_month Sel, 6 Jun 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 97
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmi membuka Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) Tahun 2023 di Auditorium Taman Budaya Dago Tea House, Kota Bandung, Selasa (6/6/2023). Gelaran KIJB bertema “Mencapai Kemandirian Masyarakat Jabar” tersebut akan menyaring ratusan inovasi dari Pemda Provinsi Jabar, 27 Pemda Kabupaten/Kota, lembaga pendidikan, BUMN, BUMD, serta lembaga kementerian yang […]

  • Wagub Uu Ruzhanul: Prevalensi “Stunting” di Jabar Turun Signifikan

    Wagub Uu Ruzhanul: Prevalensi “Stunting” di Jabar Turun Signifikan

    • calendar_month Ming, 14 Mei 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 129
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum membuka Charity Walk & Run bertajuk “Semesta Mencegah Stunting” di halaman depan Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu (14/5/2023). Wagub Uu Ruzhanul mengemukakan bahwa kegiatan yang dihelat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kanwil Jabar sebagai ikhtiar menggelorakan pencegahan tengkes ( stunting ) kepada masyarakat. […]

expand_less