Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » Perkuat Posisi ASEAN, Pemerintah Optimis KTT ke-42 Sukses Respons Tantangan Terkini

Perkuat Posisi ASEAN, Pemerintah Optimis KTT ke-42 Sukses Respons Tantangan Terkini

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Kam, 4 Mei 2023
  • visibility 149
  • comment 0 komentar

LABUAN BAJO – Dengan tema “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”, Indonesia menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN untuk melanjutkan dan memperkuat relevansi ASEAN dalam merespons tantangan kawasan dan global.

Selain itu, Keketuaan Indonesia dalam ASEAN Tahun 2023 akan memperkuat posisi ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan demi kemakmuran rakyat ASEAN.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan, Keketuaan ASEAN 2023 berlangsung di tengah situasi geopolitik yang makin tajam hingga pelambatan pemulihan ekonomi global pascapandemi. Namun, memiliki peluang untuk meningkatkan resiliensi ekonomi di kawasan.

“Sebagaimana Keketuaan G20, Keketuaan ASEAN Indonesia dijalankan di tengah situasi dunia yang masih menghadapi berbagai tantangan. Seperti rivalitas geopolitik yang makin tajam, dampak perang di Ukraina terhadap ketahanan pangan dan energi, serta stabilitas keuangan masih terasa, lambatnya pemulihan ekonomi global pasca pandemi. Terlepas bahwa Indonesia sendiri mempunyai resiliensi yang kuat bertumbuh di atas lima persen,” jelasnya dalam Media Gathering dan Diskusi Persiapan KTT ke-42 ASEAN, di Jayakarta Hotel, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (02/05/2023) malam.

Kondisi itu, menurut Menteri Johnny menjadi momentum untuk mengembangkan cara pandang positif dan kerja bersama dalam optimisme dalam menjalankan Keketuaan ASEAN.

“Dalam rangka kerja bersama-sama, mempunyai pandangan positif untuk kepentingan kita sebagai bangsa dan optimisme. Cara pandang inilah yang digunakan oleh Indonesia dalam menjalankan Keketuaan ASEAN. Sama halnya dengan Keketuaan Indonesia dalam G20 tahun lalu,” ungkapnya.

Lewat KTT ke-42 ASEAN kali ini, Menkominfo mengharapkan Indonesia bisa melakukan dengan baik dan sukses sebagaimana yang sudah dilakukan pada saat KTT G20 yang lalu.

“Mengapa kali ini di Labuan Bajo dipilih oleh Bapak Presiden? Tentu punya alasannya. kita harus bisa memaksimalkan alasan itu untuk manfaat kita. Menjadikan ASEAN resilient, barometer kerja sama yang dapat berkontribusi bagi perdamaian, bagi stabilitas dan kesejahteraan kawasan serta kesejahteraan dunia,” tandasnya.

KTT ke-42 ASEAN akan menghasilkan sejumlah dokumen antara lain Statement Pemimpin ASEAN mengenai penguatan institusi, Visi ASEAN pasca-2025, penanganan kejahatan perdagangan orang (TPPO), perlindungan pekerja migran dan keluarga di masa krisis, kesehatan, ekosistem kendaraan listrik, serta pengembangan jejaring desa ASEAN. Oleh karena itu, Menteri Johnny menilai KTT ASEAN ini memiliki nilai strategis bagi Indonesia.

“Indonesia hingga kini telah lima kali terpilih menjadi Ketua ASEAN. yang pertama tahun 1976, kemudian 1996, lalu 2003. Indonesia kembali memengang keketuaan ASEAN pada tahun 2011 dan kali ini tahun 2023,” ujarnya.

Sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 5 Tahun 2023 tentang Panitia Nasional Keketuaan Indonesia pada the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), Menkominfo Johnny G. Plate menjadi Penanggung Jawab Bidang Komunikasi, Media, dan Hubungan Masyarakat.

“Pembentukan panitia nasional bertujuan untuk mengoptimalkan persiapan dan penyelenggaraan Keketuaan Indonesia pada ASEAN tahun 2023 dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait,” tegas Menkominfo.

Dalam diskusi itu juga hadir Kepala Staf Kepresidenan yang juga menjadi anggota Bidang Komunikasi, Media dan Hubungan Masyarakat KTT ke-42 ASEAN 2023, Moeldoko; Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adriyani; serta Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Usman Kansong.

Media Gathering diikuti 59 orang jurnalis yang terdiri dari 20 orang pemimpin redaksi media nasional, 8 orang pemimpin redaksi media lokal, 17 orang wartawan media nasional dan 9 orang wartawan media lokal. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ulama Lulusan English for Ulama Jadi Khatib Salat Tarawih Berjemaah di Depok

    Ulama Lulusan English for Ulama Jadi Khatib Salat Tarawih Berjemaah di Depok

    • calendar_month Jum, 8 Apr 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 277
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjalankan salat tarawih berjemaah di Masih Al-Ihsan, Kota Depok, Jumat (8/4/2022). Dalam salat tarawih tersebut, lulusan program English for Ulama Beni Safira menjadi khatib. Beni pun menceritakan pengalamannya berdakwah di Manchester, Inggris. Menurutnya, ia dan ulama yang tergabung dalam program English for Ulama mendapat sambutan hangat dari […]

  • SDK Kunjungi Makam Pejuang Sulbar dan Maraqdia Tokape Arajang Balanipa

    SDK Kunjungi Makam Pejuang Sulbar dan Maraqdia Tokape Arajang Balanipa

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 102
    • 0Komentar

    JAWA TIMUR – Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) berziarah ke makam KH. Ahmad Yahya, yang merupakan tokoh pejuang dan Maraqdia Tokape Arajang Balanipa, di Pacitan, Jawa Timur, Kamis, 3 Juli 2025. Apa yang dilakukan Gubernur Sulbar Suhardi Duka menyambung sanad perjuangan yang merupakan langkah kecil untuk menghormati warisan besar. “Saya menyempatkan mengunjungi makam seoarang pejuang […]

  • Dinsos Sulbar Gelar Rakor Percepatan Pembentukan Sekolah Rakyat Terintegrasi

    Dinsos Sulbar Gelar Rakor Percepatan Pembentukan Sekolah Rakyat Terintegrasi

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 127
    • 0Komentar

    MAMUJU – Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pembentukan Sekolah Rakyat Terintegrasi, yang berlangsung di ruang rapat Kantor Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat, Senin, 27 Oktober 2025. Rakor ini dipimpin langsung oleh Asisten I Setda Provinsi Sulawesi Barat, Muh Jaun dan dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari instansi terkait, antara lain Badan […]

  • Akmal Malik Hormati Sikap DPRD Soal Pengusulan Pj Gubernur Sulbar

    Akmal Malik Hormati Sikap DPRD Soal Pengusulan Pj Gubernur Sulbar

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 118
    • 0Komentar

    MAMUJU – Penjabat Gubernur Sulbar Akmal Malik mengaku menghormati tiga nama calon penjabat Gubernur Sulbar yang diusulkan DPRD Sulbar ke Mendagri. Tiga nama yang diusulkan DPRD adalah  Sekprov Sulbar Muhammad Idris, Staf Ahli Bidang Pemerintah dan Otoda Kemenpan RB Jufri Rahman, serta Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan Prof DR Zudan Arif Fukurullah. Terkait nama-nama tersebut, Akmal menjelaskan bahwa usulan yang […]

  • Jumlah Perusahaan di Jabar Meningkat, Pengangguran Konsisten Menurun

    Jumlah Perusahaan di Jabar Meningkat, Pengangguran Konsisten Menurun

    • calendar_month Sen, 1 Mei 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 149
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat mencatat jumlah perusahaan yang ada di Jabar terus meningkat sejak 2019 hingga 2022. Hingga akhir tahun 2022, jumlah perusahaan tercatat mencapai 97.901 perusahaan kecil hingga besar. Sekitar 74 persen merupakan perusahaan besar. Pada saat bersamaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jabar terus menurun. […]

  • 7 Januari 1965, Indonesia Keluar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa

    7 Januari 1965, Indonesia Keluar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Pada tanggal 7 Januari 1965, Indonesia keluar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebagai puncak dari konfrontasi berkepanjangan dengan Malaysia . Latar Belakang Krisis: Konfrontasi Indonesia-Malaysia: Dimulai pada tahun 1963, ini adalah konflik bersenjata dan diplomatik atas pembentukan Federasi Malaysia, yang dianggap oleh Presiden Soekarno sebagai proyek neo-kolonial Inggris yang mengancam keamanan Indonesia. Keanggotaan Malaysia di Dewan […]

expand_less