Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Pesona Pasir Putih di Pesisir Bangka Belitung

Pesona Pasir Putih di Pesisir Bangka Belitung

  • account_circle Pro Indonesia
  • calendar_month Kam, 9 Mar 2023
  • visibility 81
  • comment 0 komentar

Garis pantai memanjang hingga dua kilometer dan pasir putih padat selebar 300 meter merupakan kelebihan pantai di timur pusat Kota Pangkalpinang, saat air laut surut.

Bangka Belitung adalah salah satu provinsi di bagian timur Pulau Sumatra yang terdiri atas dua pulau besar yaitu Bangka dan Belitung. Terdiri atas sekitar 470 pulau, 50 di antaranya berpenghuni. Bangka Belitung sejak lama dikenal sebagai penghasil timah dan lada putih terbaik di dunia.

Provinsi berjuluk Serumpun Sebalai itu memiliki luas perairan sekitar 65.301 kilometer persegi dan daratan 16.424,4 km2. Sebagai sebuah kepulauan, tentu saja Bangka Belitung memiliki banyak daerah pesisir alias kawasan berpantai yang umumnya berpasir putih nan halus. Salah satunya adalah Pantai Pasir Padi di Pulau Bangka, tepatnya di Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang.

Letak pantai itu tak jauh dari pusat kota, sekitar 7 km berkendara atau sekitar 3 km dari kompleks kantor gubernur Babel, yang satu kelurahan dengan Pantai Pasir Padi. Pasir Padi memiliki garis pantai memanjang hampir 2 km, terpanjang di seluruh pulau.

Saat surut, bibir pantainya bisa membentuk daratan selebar 100 meter dan pada titik tertentu bisa mencapai 300 meter. Pantai Pasir Padi menjadi salah satu objek wisata favorit masyarakat di ibu kota Bangka Belitung dan sekitarnya.

Ombak di sana cukup tenang. Padatnya permukaan pasir putih serta aksesnya yang dekat dengan pusat kota menjadi alasan masyarakat untuk berwisata ke pantai yang langsung menghadap ke Laut Natuna dan Laut Natuna Utara.

Libur akhir pekan menjadi waktu terbaik bagi masyarakat di Pulau Bangka dan wisatawan domestik untuk berkunjung ke pantai. Tak perlu khawatir akan terpaan sinar matahari yang dapat membakar kulit ketika berada di Pantai Pasir Padi. Sebab, di bagian tepi pantai itu tumbuh ratusan pohon cemara yang menjadi peneduh alami.

Populasi pohon cemara lebih banyak dibandingkan pohon kelapa yang menjadi ciri khas tumbuhan pesisir kawasan tropis. Jangan pula cemas jika tak membawa bekal makanan yang cukup saat bertandang ke objek wisata andalan Pemerintah Kota Pangkalpinang itu. Pasalnya di sana tersedia ratusan warung tenda yang menyajikan aneka hidangan hasil laut.

Warung-warung beratap terpal warna biru dan oranye milik masyarakat setempat berderet di sepanjang Jl Pantai Pasir Padi. Tak sedikit pula yang menyajikan menu-menu umum, seperti otak-otak bakar, mie bangka, empek-empek, pecel ikan lele atau pecel ayam, nasi goreng, bakso, bahkan ketoprak.

Para pemilik warung menyiapkan banyak meja dan kursi kayu untuk pengunjung dengan pemandangan menghadap langsung ke laut. Beberapa penginapan termasuk sebuah resor juga telah berdiri di objek wisata itu.

Akses jalan menuju Pantai Pasir Padi telah beraspal sangat mulus. Maklum saja, lokasinya terhitung tak jauh dari pusat kota dan pusat pemerintahan. Tak hanya itu, otoritas setempat juga membangun pusat informasi, galeri seni, dan toko suvenir berisi hasil kerajinan tangan pelaku usaha mikro, kecil menengah binaan pemkot.

Hanya sayangnya, di hari-hari biasa objek wisata potensial itu sangat sepi dari kunjungan masyarakat. Padahal, kawasan bibir pantainya cukup menarik untuk dijelajahi. Suasana beda dapat ditemui di akhir pekan. Jumlah pengunjungnya, menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga Provinsi Babel Herwanita seperti dikutip dari website Pemerintah Provinsi Babel, bisa mencapai 6.000 orang.

Alhasil, di waktu weekend kawasan pantai itupun nyaris sesak. Oleh sebab itu, pemerintah daerah setempat telah menambah fasilitas-fasilitas pendukung wisata yang sudah ada.

Menggandeng Milineal

Generasi milenial usia 14–25 tahun pun turut digandeng untuk berkunjung ke objek wisata ini dan membuat konten-konten kreatif terkait pesona Pantai Pasir Padi. “Unggahan konten kreatif mereka yang berisi berlibur di Pantai Pasir Padi dengan materi khas anak muda diharapkan dapat menggugah lebih banyak lagi pengunjung ke sini,” ujar Herwanita.

Selain itu, bersama pemerintah provinsi, Pemkot Pangkalpinang juga telah merampungkan studi kelayakan pembangunan kota tepi pantai atau waterfront city berlatar Pantai Pasir Padi. Mereka juga mulai memperbanyak kegiatan di Pantai Pasir Padi yang mampu mengundang banyak orang datang.

Salah satunya, perayaan Peh Chun, sebuah upacara penghormatan masyarakat etnis Tionghoa di Pangkalpinang kepada bangsawan dari daratan Tiongkok bernama Qu Yuan yang hidup di era Dinasti Chu tahun 340 SM. Perayaan itu diadakan di Pantai Pasir Padi tiap tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek.

Ada fenomena unik pada waktu tersebut, di mana air laut pantai akan surut sangat jauh, bisa mencapai 1 km dari bibir pantai ke darat. Saat perayaan, masyarakat Tionghoa di Pulau Bangka Belitung akan bersembahyang di kelenteng dan selanjutnya pergi berduyun-duyun menuju Pantai Pasir Padi untuk melarung kue chang ke laut lepas sebagai simbol penghormatan kepada Qu Yuan. Kue ini terbuat dari ketan dan di dalamnya diisi dengan udang.

Tak hanya itu, secara berkala pemkot juga menggelar aneka kejuaraan olahraga seperti lomba balap motorkros dengan arena balap di atas permukaan pasir padat Pantai Pasir Padi. Bahkan salah satu seri Kejuaraan Dunia Motokros, pada 2017, turut digelar di tempat ini. Kegiatan paling anyar yang diadakan adalah Festival Pasir Padi 2023, 15 Januari 2023 dan menghadirkan panggung musik dengan band ternama asal Jakarta.

Keberadaan pantai ini juga dipuji oleh Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko ketika berkunjung ke sana, pada 23 Januari 2023. Disebutkannya, kawasan itu memiliki potensi konsep atraksi, aksesibilitas, dan amenitas atau 3A.

“Saya lihat potensi dari konsep 3A itu sudah ada dan merupakan sebuah kekuatan ke depannya seperti halnya potensi wisata dan ekonomi. Semua harus didukung pula oleh kekuatan sosial, budaya lokal, dan lainnya,” ujar Moeldoko.

Menurut mantan Panglima TNI ini, konsep 3A harus diterapkan di lokasi wisata pantai ini supaya dapat menjadi tujuan wisata tak hanya bertaraf nasional, melainkan juga internasional. (***)

Penulis: Anton Setiawan

  • Penulis: Pro Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Salat Idulfitri Tingkat Provinsi Jawa Barat Diselenggarakan di Masjid Raya Al Jabbar

    Salat Idulfitri Tingkat Provinsi Jawa Barat Diselenggarakan di Masjid Raya Al Jabbar

    • calendar_month Sel, 18 Apr 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 50
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Salat Idulfitri 1 Syawal 1444 Hijriah Tingkat Provinsi Jawa Barat akan dipusatkan di Masjid Raya Al Jabbar  di kawasan Gedebage, Kota Bandung. Dengan demikian Lapangan Gasibu yang setiap tahun menjadi lokasi Salat Idulfitri pada tahun ini tidak digunakan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar Ika Mardiah menyatakan dengan dipusatkannya kegiatan di Masjid […]

  • Honda New Rebel 1100 Seharga Rp300 Jutaan

    Honda New Rebel 1100 Seharga Rp300 Jutaan

    • calendar_month Kam, 13 Jun 2024
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 56
    • 0Komentar

    New Honda Rebel 1100 secara resmi diluncurkan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) di Jakarta Fair Kemayoran, Rabu (12/6). Motor cruiser itu kini mendapatkan mesin yang lebih bertenaga yakni 1.100 cc dari sebelumnya hanya 500 cc saja. Susumu Mitsuishi selaku President Director PT AHM menyebutkan motor besar saat ini sudah menjadi hobi pecinta sepeda motor. Untuk mendukung […]

  • Pemprov Sulbar Pastikan Stok Aman Lewat Gerakan Pangan Murah Nataru

    Pemprov Sulbar Pastikan Stok Aman Lewat Gerakan Pangan Murah Nataru

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 42
    • 0Komentar

    MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan terjangkau bagi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis 27 November 2025 di Lapangan Ahmad Kirang, Kabupaten Mamuju. GPM kali ini berlangsung melalui kolaborasi bersama Bulog Kantor Cabang Mamuju, Dinas Tanaman […]

  • Jabar CONNECTI:CITY 2022 Hidupkan Semangat Dasasila Bandung

    Jabar CONNECTI:CITY 2022 Hidupkan Semangat Dasasila Bandung

    • calendar_month Sen, 14 Mar 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 196
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Pemda Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat serta KREASI Jabar (Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Jawa Barat) akan menyelenggarakan CONNECTI:CITY 2022 pada 14-15 Maret 2022. Giat tersebut merupakan bagian dari side event Presidensi Indonesia pada U20, rangkaian dari G20.   Konferensi Internasional tersebut akan dilaksanakan di Museum Konferensi […]

  • Pilar Indonesia Emas 2045

    Pilar Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Sel, 31 Des 2024
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Oleh: Firdaus (Ketua Umum SMSI) JAKARTA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menyampaikan catatan akhir tahun 2024 dengan menyoroti kiprah Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat semangat kebangsaan dan mempersiapkan Indonesia menuju visi besar Indonesia Emas 2045. Dalam refleksi ini, SMSI menilai demokrasi terpimpin dan pembangunan sumber daya manusia menjadi fondasi utama pencapaian cita-cita tersebut. Presiden […]

  • KUR Kian Bersahabat dengan UMKM

    KUR Kian Bersahabat dengan UMKM

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Keringanan bunga dan agunan diberikan kepada debitur KUR supermikro-mikro dengan maksimal pinjaman Rp100 juta. Pada 2023, pemerintah kembali menetapkanbunga KUR 3 persen untuk KUR supermikrodan bunga single digit untuk KUR mikro.Kebijakan itu merupakan bentuk afirmatifpemerintah ke sektor UMKM yang menguasai61 persen PDB Indonesia. Selain sumbangan terhadap PDB besar, sektoritu juga memberikan sumbangan terhadappenyerapan tenaga kerja hingga 97 persen daritotal penyerapan tenaga kerja nasional. Jadi,keberadaan program kredit usaha rakyat(KUR) yang kian ramah untuk nasabah adalahsebuah keharusan. Tak hanya tawaran bunga kredit rendah mulaidari 3 persen, pemerintah juga meminta bank penyalur KUR untuk memberikan keringananberupa bebas agunan bagi debitur mikromaupun supermikro. Keringanan itu tertuanglewat Peraturan Menteri Koordinator bidangPerekonomian nomor 1 tahun 2023 yang terbitpada akhir Januari 2023. Pada aturan itu, keringanan bunga dan agunandiutamakan untuk debitur KUR supermikrodan mikro dengan maksimal pinjaman tidaklebih dari Rp100 juta. Menteri Koordinatorbidang Perekonomian Airlangga Hartartomengatakan, kebijakan bunga KUR supermikro jadi 3 persen itu merupakan wujudkeberpihakan kepada para pekerja yang terkena PHK dan ibu rumah tangga untuk bisamenjalankan usahanya lebih produktif. Jika dirinci, kebijakan KUR dengankeringanan dan agunan untuk dua segmendebitur, pertama debitur KUR supermikromendapatkan fasilitas bunga kredit 3 persendengan plafon kredit maksimal Rp10 juta.Segmen ini diberikan tenor 3 tahun–-5 tahun. Kedua, debitur KUR mikro akan dikenaibunga kredit sesuai tipe penerima, misalnyadebitur pertama kali mengajukan KUR bisamendapatkan bunga 6 persen, kedua kali 7 persen, ketiga kali 8 persen, dan keempat kali 9 persen. Pemerintah menentukan plafon KUR untuk mikro mulai dari Rp10 juta–-Rp100 juta. Yang menjadi istimewa untuk debitur KUR supermikro dan mikro adalah mereka tidakdiwajibkan untuk memenuhi agunantambahan. Tapi, tetap menyepakati agunanpokok. Sedangkan, debitur KUR yang mendapat pinjaman di atas Rp100 juta tetapmemenuhi ketentuan agunan pokok dantambahan. Tentu kebijakan itu menjadi anginsegar bagi masyarakat, terutama untuk pekerjadan ibu rumah tangga. Dari data Kementerian Perekonomian, pada2022 dari total 7,62 juta debitur KUR, sebanyak 66,11 persen adalah debitur mikro, 31,84 persen untuk debitur kecil, dan 1,74 persen debitur supermikro dan di bawah 1 persen PMI. Sejatinya, peran perbankan dibutuhkan untukmenciptakan pertumbuhan ekonomi daripelaku usaha kelas bawah, yakni supermikro.Hanya saja, suku bunga yang mini dan tanpaagunan tambahan dapat memicu kenaikanrisiko kredit bermasalah atau non performingloan/NPL perbankan. Di sisi lain, alokasi KUR untuk pelaku usahasupermikro masih tergolong baru, sehinggakontribusinya terhadap total plafon KUR masih kecil. Namun terlepas dari semua itu, harus diakui peran penting UMKM tetap harusdiapresiasi oleh pemerintah. Pasalnya, sektorUMKM mampu menyerap sejumlah tenagakerja, banyaknya jumlah unit usaha, capaiankinerja ekspor yang kian impresif, hinggakontribusi yang signifikan terhadap PDB. Pengembangan UMKM penting bagipemerintah untuk dapat mengungkitpertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintahjuga terus berupaya mendukung peningkatandaya saing UMKM dan kontribusinyaterhadap ekonomi nasional, salah satunyadengan mengkaji dan memperbaiki kebijakanterkait pembiayaan UMKM. “Saat ini kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia mencapai 61 persen dengankemampuan penyerapan tenaga kerjamencapai 97 persen dari total penyerapantenaga kerja nasional. Diharapkan juga, kontribusi UMKM terhadap ekspor nonmigasyang saat ini baru mencapai 16 persen dapatditingkatkan,” ungkap Menko Airlangga, dalam satu kesempatan. Terkait dengan kebijakan pembiayaan bagiUMKM tersebut, pemerintah berupayameningkatkan akses pembiayaan KUR denganporsi kredit yang ditargetkan mencapai 30 persen pada 2024. Selanjutnya gunamendorong UMKM naik kelas jugadiperlukan skema kerja sama antara usahakecil dan usaha besar, sehingga UMKM dapatberkembang dengan peningkatan kuantitas dankualitas produksi. Bagi perusahaan besar juga dapatmeningkatkan profit. Melalui kerja sama yang diiringi dengan peningkatan produktivitas dankualitas produksi yang baik, UMKM akanlebih mudah menjangkau global value chain (GVC). Keberpihakan pemerintah terhadap sektorUMKM sangat jelas dan tegas. Bagipemerintah, keberadaan sektor UMKM saatini sangat disadari pentingnya bagi pemulihanperekonomian nasional. Harapannya, sejumlah kebijakan pemerintahyang afirmatif terhadap sektor UMKM bisamendongkrak mereka untuk naik kelas. Ujung dari semua itu, peran sektor UMKM tetap bisamenjadi penyangga perekonomian negara. (***)

expand_less