Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Pesona Pasir Putih di Pesisir Bangka Belitung

Pesona Pasir Putih di Pesisir Bangka Belitung

  • account_circle mbahdot
  • calendar_month Kam, 9 Mar 2023
  • visibility 202
  • comment 0 komentar

Garis pantai memanjang hingga dua kilometer dan pasir putih padat selebar 300 meter merupakan kelebihan pantai di timur pusat Kota Pangkalpinang, saat air laut surut.

Bangka Belitung adalah salah satu provinsi di bagian timur Pulau Sumatra yang terdiri atas dua pulau besar yaitu Bangka dan Belitung. Terdiri atas sekitar 470 pulau, 50 di antaranya berpenghuni. Bangka Belitung sejak lama dikenal sebagai penghasil timah dan lada putih terbaik di dunia.

Provinsi berjuluk Serumpun Sebalai itu memiliki luas perairan sekitar 65.301 kilometer persegi dan daratan 16.424,4 km2. Sebagai sebuah kepulauan, tentu saja Bangka Belitung memiliki banyak daerah pesisir alias kawasan berpantai yang umumnya berpasir putih nan halus. Salah satunya adalah Pantai Pasir Padi di Pulau Bangka, tepatnya di Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang.

Letak pantai itu tak jauh dari pusat kota, sekitar 7 km berkendara atau sekitar 3 km dari kompleks kantor gubernur Babel, yang satu kelurahan dengan Pantai Pasir Padi. Pasir Padi memiliki garis pantai memanjang hampir 2 km, terpanjang di seluruh pulau.

Saat surut, bibir pantainya bisa membentuk daratan selebar 100 meter dan pada titik tertentu bisa mencapai 300 meter. Pantai Pasir Padi menjadi salah satu objek wisata favorit masyarakat di ibu kota Bangka Belitung dan sekitarnya.

Ombak di sana cukup tenang. Padatnya permukaan pasir putih serta aksesnya yang dekat dengan pusat kota menjadi alasan masyarakat untuk berwisata ke pantai yang langsung menghadap ke Laut Natuna dan Laut Natuna Utara.

Libur akhir pekan menjadi waktu terbaik bagi masyarakat di Pulau Bangka dan wisatawan domestik untuk berkunjung ke pantai. Tak perlu khawatir akan terpaan sinar matahari yang dapat membakar kulit ketika berada di Pantai Pasir Padi. Sebab, di bagian tepi pantai itu tumbuh ratusan pohon cemara yang menjadi peneduh alami.

Populasi pohon cemara lebih banyak dibandingkan pohon kelapa yang menjadi ciri khas tumbuhan pesisir kawasan tropis. Jangan pula cemas jika tak membawa bekal makanan yang cukup saat bertandang ke objek wisata andalan Pemerintah Kota Pangkalpinang itu. Pasalnya di sana tersedia ratusan warung tenda yang menyajikan aneka hidangan hasil laut.

Warung-warung beratap terpal warna biru dan oranye milik masyarakat setempat berderet di sepanjang Jl Pantai Pasir Padi. Tak sedikit pula yang menyajikan menu-menu umum, seperti otak-otak bakar, mie bangka, empek-empek, pecel ikan lele atau pecel ayam, nasi goreng, bakso, bahkan ketoprak.

Para pemilik warung menyiapkan banyak meja dan kursi kayu untuk pengunjung dengan pemandangan menghadap langsung ke laut. Beberapa penginapan termasuk sebuah resor juga telah berdiri di objek wisata itu.

Akses jalan menuju Pantai Pasir Padi telah beraspal sangat mulus. Maklum saja, lokasinya terhitung tak jauh dari pusat kota dan pusat pemerintahan. Tak hanya itu, otoritas setempat juga membangun pusat informasi, galeri seni, dan toko suvenir berisi hasil kerajinan tangan pelaku usaha mikro, kecil menengah binaan pemkot.

Hanya sayangnya, di hari-hari biasa objek wisata potensial itu sangat sepi dari kunjungan masyarakat. Padahal, kawasan bibir pantainya cukup menarik untuk dijelajahi. Suasana beda dapat ditemui di akhir pekan. Jumlah pengunjungnya, menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga Provinsi Babel Herwanita seperti dikutip dari website Pemerintah Provinsi Babel, bisa mencapai 6.000 orang.

Alhasil, di waktu weekend kawasan pantai itupun nyaris sesak. Oleh sebab itu, pemerintah daerah setempat telah menambah fasilitas-fasilitas pendukung wisata yang sudah ada.

Menggandeng Milineal

Generasi milenial usia 14–25 tahun pun turut digandeng untuk berkunjung ke objek wisata ini dan membuat konten-konten kreatif terkait pesona Pantai Pasir Padi. “Unggahan konten kreatif mereka yang berisi berlibur di Pantai Pasir Padi dengan materi khas anak muda diharapkan dapat menggugah lebih banyak lagi pengunjung ke sini,” ujar Herwanita.

Selain itu, bersama pemerintah provinsi, Pemkot Pangkalpinang juga telah merampungkan studi kelayakan pembangunan kota tepi pantai atau waterfront city berlatar Pantai Pasir Padi. Mereka juga mulai memperbanyak kegiatan di Pantai Pasir Padi yang mampu mengundang banyak orang datang.

Salah satunya, perayaan Peh Chun, sebuah upacara penghormatan masyarakat etnis Tionghoa di Pangkalpinang kepada bangsawan dari daratan Tiongkok bernama Qu Yuan yang hidup di era Dinasti Chu tahun 340 SM. Perayaan itu diadakan di Pantai Pasir Padi tiap tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek.

Ada fenomena unik pada waktu tersebut, di mana air laut pantai akan surut sangat jauh, bisa mencapai 1 km dari bibir pantai ke darat. Saat perayaan, masyarakat Tionghoa di Pulau Bangka Belitung akan bersembahyang di kelenteng dan selanjutnya pergi berduyun-duyun menuju Pantai Pasir Padi untuk melarung kue chang ke laut lepas sebagai simbol penghormatan kepada Qu Yuan. Kue ini terbuat dari ketan dan di dalamnya diisi dengan udang.

Tak hanya itu, secara berkala pemkot juga menggelar aneka kejuaraan olahraga seperti lomba balap motorkros dengan arena balap di atas permukaan pasir padat Pantai Pasir Padi. Bahkan salah satu seri Kejuaraan Dunia Motokros, pada 2017, turut digelar di tempat ini. Kegiatan paling anyar yang diadakan adalah Festival Pasir Padi 2023, 15 Januari 2023 dan menghadirkan panggung musik dengan band ternama asal Jakarta.

Keberadaan pantai ini juga dipuji oleh Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko ketika berkunjung ke sana, pada 23 Januari 2023. Disebutkannya, kawasan itu memiliki potensi konsep atraksi, aksesibilitas, dan amenitas atau 3A.

“Saya lihat potensi dari konsep 3A itu sudah ada dan merupakan sebuah kekuatan ke depannya seperti halnya potensi wisata dan ekonomi. Semua harus didukung pula oleh kekuatan sosial, budaya lokal, dan lainnya,” ujar Moeldoko.

Menurut mantan Panglima TNI ini, konsep 3A harus diterapkan di lokasi wisata pantai ini supaya dapat menjadi tujuan wisata tak hanya bertaraf nasional, melainkan juga internasional. (***)

Penulis: Anton Setiawan

  • Penulis: mbahdot

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hutama Karya Bangun Gedung Pelayanan Kanker Terpadu di RSUP Dr. Kandou Manado

    Hutama Karya Bangun Gedung Pelayanan Kanker Terpadu di RSUP Dr. Kandou Manado

    • calendar_month Sab, 7 Des 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 240
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menjelang akhir 2024, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) mendapatkan kontrak pembangunan Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP Dr. Kandou, Manado. Proyek ini bernilai Rp 241,26 miliar dan dikerjakan melalui skema kerja sama (Joint Operation) dengan PT Tigamas Mitra Selaras (HK-Tigamas JO), di mana Hutama Karya memiliki porsi pengerjaan sebesar 70%. Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan proyek ini sejalan dengan […]

  • Uu Ruzhanul Dorong Dukungan CSR di  Ciayumajakuning untuk Turunkan “Stunting”

    Uu Ruzhanul Dorong Dukungan CSR di Ciayumajakuning untuk Turunkan “Stunting”

    • calendar_month Sel, 13 Jun 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 161
    • 0Komentar

    KOTA CIREBON – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat selalu berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya dengan menurunkan angka stunting di Jabar guna menyiapkan generasi penerus yang berkualitas, mampu bersaing, dan sehat. Salah satu yang diupayakan adalah dengan menguatkan dukungan dari perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di kawasan Ciayumajakuning (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten […]

  • Antisipasi Rusak Berat, Surya Yuliawan Tinjau Jembatan Sungai Bonehau

    Antisipasi Rusak Berat, Surya Yuliawan Tinjau Jembatan Sungai Bonehau

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 121
    • 0Komentar

    MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menindaklanjuti peninjauan lapangan pada Jembatan Sungai Bonehau di ruas Jalan Bonehau–Kalumpang, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju. Jembatan ini menggunakan konstruksi rangka baja dengan panjang bentang 100 meter dan lebar 5 meter, guna menjamin kekuatan struktur dan keselamatan pengguna jalan. […]

  • Sherpa Meeting U20 Sepakati Enam Isu Global

    Sherpa Meeting U20 Sepakati Enam Isu Global

    • calendar_month Rab, 23 Mar 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 268
    • 0Komentar

    JAKARTA — Forum internasional Sherpa Meeting sebagai rangkaian menuju U20 Mayor Summit 2022 resmi dimulai di Hotel Pullman Jakarta, Rabu (23/3/2022).   Sherpa Meeting yang membahas isu penting yang menjadi perhatian global ini diikuti oleh perwakilan 37 kota di berbagai negara secara daring selama dua hari. Adapun hasil kajian dari Sherpa Meeting akan direkomendasikan dan […]

  • Sekda Herman Ajak IKAPTK Berperan Aktif Akselerasi Pembangunan Jabar

    Sekda Herman Ajak IKAPTK Berperan Aktif Akselerasi Pembangunan Jabar

    • calendar_month Ming, 14 Jul 2024
    • account_circle mbahdot
    • visibility 145
    • 0Komentar

    KABUPATEN MAJALENGKA – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengajak pengurus Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Provinsi Jabar untuk berperan aktif dalam mengakselerasi pembangunan. “Kami berharap keluarga besar IKAPTK terdepan dalam turut mengakselerasi pencapaian indikator makro pembangunan Jawa Barat, agar Jawa Barat menjadi (provinsi) termaju di Indonesia,” ucap Herman saat menghadiri acara […]

  • Sinergi Sulbar-UGM: Menuju Transformasi SDM yang Lebih Berdaya Saing

    Sinergi Sulbar-UGM: Menuju Transformasi SDM yang Lebih Berdaya Saing

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 189
    • 0Komentar

    MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Sulbar, Sabtu malam, 17 Januari 2025. MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, serta disaksikan jajaran Pemprov Sulbar dan rombongan […]

expand_less