Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Pesona Pasir Putih di Pesisir Bangka Belitung

Pesona Pasir Putih di Pesisir Bangka Belitung

  • account_circle Pro Indonesia
  • calendar_month Kam, 9 Mar 2023
  • visibility 162
  • comment 0 komentar

Garis pantai memanjang hingga dua kilometer dan pasir putih padat selebar 300 meter merupakan kelebihan pantai di timur pusat Kota Pangkalpinang, saat air laut surut.

Bangka Belitung adalah salah satu provinsi di bagian timur Pulau Sumatra yang terdiri atas dua pulau besar yaitu Bangka dan Belitung. Terdiri atas sekitar 470 pulau, 50 di antaranya berpenghuni. Bangka Belitung sejak lama dikenal sebagai penghasil timah dan lada putih terbaik di dunia.

Provinsi berjuluk Serumpun Sebalai itu memiliki luas perairan sekitar 65.301 kilometer persegi dan daratan 16.424,4 km2. Sebagai sebuah kepulauan, tentu saja Bangka Belitung memiliki banyak daerah pesisir alias kawasan berpantai yang umumnya berpasir putih nan halus. Salah satunya adalah Pantai Pasir Padi di Pulau Bangka, tepatnya di Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang.

Letak pantai itu tak jauh dari pusat kota, sekitar 7 km berkendara atau sekitar 3 km dari kompleks kantor gubernur Babel, yang satu kelurahan dengan Pantai Pasir Padi. Pasir Padi memiliki garis pantai memanjang hampir 2 km, terpanjang di seluruh pulau.

Saat surut, bibir pantainya bisa membentuk daratan selebar 100 meter dan pada titik tertentu bisa mencapai 300 meter. Pantai Pasir Padi menjadi salah satu objek wisata favorit masyarakat di ibu kota Bangka Belitung dan sekitarnya.

Ombak di sana cukup tenang. Padatnya permukaan pasir putih serta aksesnya yang dekat dengan pusat kota menjadi alasan masyarakat untuk berwisata ke pantai yang langsung menghadap ke Laut Natuna dan Laut Natuna Utara.

Libur akhir pekan menjadi waktu terbaik bagi masyarakat di Pulau Bangka dan wisatawan domestik untuk berkunjung ke pantai. Tak perlu khawatir akan terpaan sinar matahari yang dapat membakar kulit ketika berada di Pantai Pasir Padi. Sebab, di bagian tepi pantai itu tumbuh ratusan pohon cemara yang menjadi peneduh alami.

Populasi pohon cemara lebih banyak dibandingkan pohon kelapa yang menjadi ciri khas tumbuhan pesisir kawasan tropis. Jangan pula cemas jika tak membawa bekal makanan yang cukup saat bertandang ke objek wisata andalan Pemerintah Kota Pangkalpinang itu. Pasalnya di sana tersedia ratusan warung tenda yang menyajikan aneka hidangan hasil laut.

Warung-warung beratap terpal warna biru dan oranye milik masyarakat setempat berderet di sepanjang Jl Pantai Pasir Padi. Tak sedikit pula yang menyajikan menu-menu umum, seperti otak-otak bakar, mie bangka, empek-empek, pecel ikan lele atau pecel ayam, nasi goreng, bakso, bahkan ketoprak.

Para pemilik warung menyiapkan banyak meja dan kursi kayu untuk pengunjung dengan pemandangan menghadap langsung ke laut. Beberapa penginapan termasuk sebuah resor juga telah berdiri di objek wisata itu.

Akses jalan menuju Pantai Pasir Padi telah beraspal sangat mulus. Maklum saja, lokasinya terhitung tak jauh dari pusat kota dan pusat pemerintahan. Tak hanya itu, otoritas setempat juga membangun pusat informasi, galeri seni, dan toko suvenir berisi hasil kerajinan tangan pelaku usaha mikro, kecil menengah binaan pemkot.

Hanya sayangnya, di hari-hari biasa objek wisata potensial itu sangat sepi dari kunjungan masyarakat. Padahal, kawasan bibir pantainya cukup menarik untuk dijelajahi. Suasana beda dapat ditemui di akhir pekan. Jumlah pengunjungnya, menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga Provinsi Babel Herwanita seperti dikutip dari website Pemerintah Provinsi Babel, bisa mencapai 6.000 orang.

Alhasil, di waktu weekend kawasan pantai itupun nyaris sesak. Oleh sebab itu, pemerintah daerah setempat telah menambah fasilitas-fasilitas pendukung wisata yang sudah ada.

Menggandeng Milineal

Generasi milenial usia 14–25 tahun pun turut digandeng untuk berkunjung ke objek wisata ini dan membuat konten-konten kreatif terkait pesona Pantai Pasir Padi. “Unggahan konten kreatif mereka yang berisi berlibur di Pantai Pasir Padi dengan materi khas anak muda diharapkan dapat menggugah lebih banyak lagi pengunjung ke sini,” ujar Herwanita.

Selain itu, bersama pemerintah provinsi, Pemkot Pangkalpinang juga telah merampungkan studi kelayakan pembangunan kota tepi pantai atau waterfront city berlatar Pantai Pasir Padi. Mereka juga mulai memperbanyak kegiatan di Pantai Pasir Padi yang mampu mengundang banyak orang datang.

Salah satunya, perayaan Peh Chun, sebuah upacara penghormatan masyarakat etnis Tionghoa di Pangkalpinang kepada bangsawan dari daratan Tiongkok bernama Qu Yuan yang hidup di era Dinasti Chu tahun 340 SM. Perayaan itu diadakan di Pantai Pasir Padi tiap tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek.

Ada fenomena unik pada waktu tersebut, di mana air laut pantai akan surut sangat jauh, bisa mencapai 1 km dari bibir pantai ke darat. Saat perayaan, masyarakat Tionghoa di Pulau Bangka Belitung akan bersembahyang di kelenteng dan selanjutnya pergi berduyun-duyun menuju Pantai Pasir Padi untuk melarung kue chang ke laut lepas sebagai simbol penghormatan kepada Qu Yuan. Kue ini terbuat dari ketan dan di dalamnya diisi dengan udang.

Tak hanya itu, secara berkala pemkot juga menggelar aneka kejuaraan olahraga seperti lomba balap motorkros dengan arena balap di atas permukaan pasir padat Pantai Pasir Padi. Bahkan salah satu seri Kejuaraan Dunia Motokros, pada 2017, turut digelar di tempat ini. Kegiatan paling anyar yang diadakan adalah Festival Pasir Padi 2023, 15 Januari 2023 dan menghadirkan panggung musik dengan band ternama asal Jakarta.

Keberadaan pantai ini juga dipuji oleh Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko ketika berkunjung ke sana, pada 23 Januari 2023. Disebutkannya, kawasan itu memiliki potensi konsep atraksi, aksesibilitas, dan amenitas atau 3A.

“Saya lihat potensi dari konsep 3A itu sudah ada dan merupakan sebuah kekuatan ke depannya seperti halnya potensi wisata dan ekonomi. Semua harus didukung pula oleh kekuatan sosial, budaya lokal, dan lainnya,” ujar Moeldoko.

Menurut mantan Panglima TNI ini, konsep 3A harus diterapkan di lokasi wisata pantai ini supaya dapat menjadi tujuan wisata tak hanya bertaraf nasional, melainkan juga internasional. (***)

Penulis: Anton Setiawan

  • Penulis: Pro Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Ridwan Kamil Serap Aspirasi Ulama – Tokoh Masyarakat

    Gubernur Ridwan Kamil Serap Aspirasi Ulama – Tokoh Masyarakat

    • calendar_month Sel, 10 Mei 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 202
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerap aspirasi para ulama dan tokoh masyarakat Kabupaten Bandung. Hal itu terjadi dalam sebuah forum silaturahim antara Gubernur dan ulama – tokoh masyarakat di Pendopo Kabupaten Bandung, Selasa (10/5/2022). Gubernur mencatat berbagai macam usulan ulama dan tokoh masyarakat untuk pembangunan Kabupaten Bandung. Nantinya, aspirasi akan coba direalisasikan […]

  • FORNAS VII 2023 JABAR, Perolehan Medali Kontingen Jawa Barat Tak Terkejar

    FORNAS VII 2023 JABAR, Perolehan Medali Kontingen Jawa Barat Tak Terkejar

    • calendar_month Jum, 7 Jul 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 112
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG – Provinsi Jawa Barat diambang juara umum dalam ajang Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Fornas) VII 2023 Jabar. Perolehan medali sudah mencapai 100 lebih dan sulit dikejar provinsi lain. Hingga Kamis (6/7/2023) atau menyisakan dua hari lagi, dalam klasemen tim Jawa Barat masih berada di posisi pertama diikuti Provinsi DKI Jakarta dan Jawa […]

  • Dugaan Pelanggaran Disiplin PNS, Pemdaprov Jabar Tunggu Hasil Proses di Polres Tapanuli Utara

    Dugaan Pelanggaran Disiplin PNS, Pemdaprov Jabar Tunggu Hasil Proses di Polres Tapanuli Utara

    • calendar_month Kam, 4 Jul 2024
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 139
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Menyikapi pemberitaan di media sosial mengenai dugaan pelanggaran yang dilakukan TS, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat telah mengirimkan surat resmi kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMDesa) Jabar untuk melakukan klarifikasi secara mendalam. Kepala Badan Kepegawaian Provinisi Jabar Sumasna menjelaskan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 […]

  • Inovasi Menuju Pertanian Unggul

    Inovasi Menuju Pertanian Unggul

    • calendar_month Kam, 14 Des 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Teknologi pertanian terus ditingkatkan agar lebih canggih dan efektif. Bukan hanya soal varietas unggul, melainkan juga soal standardisasi dan inovasi pertanian. Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) memberikan pernyataan menarik, Jumat (1/12/2023), yakni telah membentuk Lembaga Sertifikasi Produk (LS Pro). Lembaga di bawah naungan BSIP, Kementerian Pertanian, Provinsi Papua Barat, ini menjadi yang pertama di wilayah […]

  • Kadis Kesehatan Sulbar Awali 2026 dengan Evaluasi Disiplin dan Kinerja Jajaran

    Kadis Kesehatan Sulbar Awali 2026 dengan Evaluasi Disiplin dan Kinerja Jajaran

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 168
    • 0Komentar

    MAMUJU – Mengawali aktivitas kerja di tahun 2026, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, memimpin apel perdana yang diikuti seluruh jajaran Dinas Kesehatan P2KB Sulbar, Jumat (2/1/2026). Apel perdana ini menjadi momentum penguatan komitmen aparatur dalam meningkatkan kinerja dan disiplin kerja. Dalam arahannya, dr. Nursyamsi menegaskan […]

  • Aklamasi! Andi Amran Sulaiman Kembali Pimpin IKA Unhas Periode 2026-2031

    Aklamasi! Andi Amran Sulaiman Kembali Pimpin IKA Unhas Periode 2026-2031

    • calendar_month Ming, 3 Mei 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 34
    • 0Komentar

    MAKASSAR, RADAR SULBAR – Andi Amran Sulaiman resmi ditetapkan kembali sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) untuk periode 2026-2031. Keputusan ini diambil secara aklamasi dalam Sidang Pleno Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas yang berlangsung khidmat dan semarak di Hotel Four Points, Makassar, Sabtu (2/5/2026) sore. Pimpinan Sidang Pleno, Rahman Pina, […]

expand_less