Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Istana Amantubillah Jejak Kerajaan Islam di Mempawah

Istana Amantubillah Jejak Kerajaan Islam di Mempawah

  • account_circle Pro Indonesia
  • calendar_month Ming, 2 Apr 2023
  • visibility 36
  • comment 0 komentar

Berwisata sejarah kesultanan Islam di Kalimantan Barat bukanlah hal yang sulit. Jika hendak mengunjungi Kesultanan Mempawah, pelancong dapat bergerak menuju utara dari Kota Pontianak.

Malam telah tiba dengan siluet merah jingga yang masih tersisa di atas Istana Amantubillah, Mempawah, Kalimantan Barat. Saat malam tiba dan cahaya lampu yang berpendar, Istana Amantubillah terlihat gagah dengan nuansa warna hijau pekat.

Pada Kamis (9/2/2023), terlihat ada keramaian di seputaran istana itu. Rupanya pihak kerabat keraton Mempawah mendapat tamu istimewa, yakni Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Pihak kerabat keraton Mempawah menyambut sukacita kedatangan Menparekraf, termasuk Raja Muda Mempawah Wirabuana Muhammad Hafidz Adinugraha, yang menanti di singgasana Istana Amantubillah.

Setelah prosesi penyambutan selesai, tarian selamat datang pun tersajikan. Selain sajian tarian, sebelum Menparekraf menginjakkan kaki di dalam Istana Amantubillah, kumandang Selawat Nabi Muhammad SAW dikumandangkan oleh kerabat keraton yang diwakili Raja Muda Mempawah Wirabuana Muhammad Hafidz Adinugraha.

Nama Istana Amantubillah diambil dari Bahasa Arab yang memiliki arti “aku beriman kepada Allah”. Ketika hendak memasuki areal itu, pengunjung akan menemukan tulisan “Mempawah Harus Maju, Maju dengan Adat” di gerbang istana.

Seperti halnya kebanyakan kerajaan Islam di sepanjang pesisir Kalimantan Barat, Kesultanan Mempawah pun memiliki hubungan kekerabatan dengan kesultanan Pontianak. Konon, Syarif Abdurrahman Alkadrie, pendiri kesultanan Pontianak, adalah putra ulama dari Kesultanan Mempawah. Kesultanan itu juga masih berkerabat dengan Kesultanan Sambas dan kesultanan di Brunei Darussalam.

Bagi pelancong, melakukan kegiatan wisata sejarah kesultanan Islam di Kalimantan Barat bukanlah hal yang sulit. Jika hendak mengunjungi Kesultanan Mempawah, pelancong dapat bergerak menuju utara dari Kota Pontianak. Jarak tempuh dari Kota Pontianak menuju Mempawah sekitar 76 kilometer (km), dengan waktu tempuh kurang lebih dua jam.

Bila sudah sampai Mempawah, wisatawan pun dengan mudah menemukan ikon wisata kota itu, yakni Istana Amantubillah. Lokasi Istana Amantubillah itu tepatnya berada di Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, istana yang dibangun pada masa Pemerintahan Gusti Jamiril itu merupakan keraton dari Kerajaan Mempawah. Pemerintahan Gusti Jamiril yang memiliki gelar Panembahan Adi Wijaya Kesuma (1761–1787) itu merupakan sultan ke-3 di Kesultanan Mempawah.

Di sela-sela kunjungan ke Istana Amantubillah, Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa bangunan tersebut merupakan destinasi wisata budaya yang jadi daya tarik Kabupaten Mempawah. “Mempawah memiliki potensi (wisata) berbasis adat, budaya, maupun juga kearifan lokal dan ekonomi kreatif kekinian,” kata Sandiaga.

Pada kesempatan itu, Sandi Uno juga dianugerahi gelar kehormatan oleh Raja Mempawah Pangeran Ratu Mulawangsa, yaitu Pangeran Matayasa Wangsa.

Buka Lapangan Kerja

Berkaitan dengan pengembangan wisata budaya di Mempawah, Sandiaga Uno meyakini, hal itu bisa sekaligus membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja. Itulah sebabnya, pihaknya berjanji mendorong penguatan pengembangan wisata dan ekonomi kreatif berbasis komunitas di Mempawah.

Oleh karena itu, Menparekraf Sandiaga Uno mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Kalbar, Pemerintah Kabupaten Mempawah, Kesultanan Mempawah, dan pihak-pihak terkait dalam melestarikan nilai tradisi dan budaya yang menjadi daya tarik wisata di Mempawah.

Sandiaga juga mengatakan, pihaknya akan mendorong pengembangan potensi melalui program-program yang ada di Kemenparekraf. Antara lain, melalui Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif, serta penguatan infrastruktur wisata dengan dana alokasi khusus (DAK). “Jadi nanti ini akan kita koordinasikan dengan pemerintah kabupaten dan provinsi,” pungkasnya.

Penulis: Firman Hidranto

  • Penulis: Pro Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Jabar: Esports Jadi Cabang Olahraga Prospektif

    Sekda Jabar: Esports Jadi Cabang Olahraga Prospektif

    • calendar_month Sen, 12 Jun 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 59
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, esports merupakan cabang olahraga (cabor) prospektif sebagai olahraga prestasi. Hal itu, kata Setiawan, sudah dibuktikan dengan kesuksesan Indonesia menjadi juara umum cabor esports di SEA Games Kamboja. Dalam ajang tersebut, Indonesia meraih tiga medali emas dan dua medali perak dari cabor esports. “Olahraga ini […]

  • Membuka Kembali Lembaran 100 Tahun Sejarah Kereta Api di Sulawesi

    Membuka Kembali Lembaran 100 Tahun Sejarah Kereta Api di Sulawesi

    • calendar_month Rab, 5 Apr 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Pada 1923, masyarakat Sulawesi Selatan pernah menikmati jalur trem dari Stasiun Pasar Butung, Makassar ke Takalar. Namun Pemerintah Kolonial Hindia Belanda kemudian menutup jalur itu. Setelah penantian panjang selama hampir satu abad, akhirnya masyarakat Sulawesi kembali dapat menikmati transportasi kereta. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (29/3/2023) meresmikan pengoperasian jalur kereta api (KA) Makassar-Parepare […]

  • Cakupan Signifikan, Jabar Optimistis sebagai Provinsi Pertama Bebas Polio

    Cakupan Signifikan, Jabar Optimistis sebagai Provinsi Pertama Bebas Polio

    • calendar_month Sel, 11 Apr 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Ketua Tim Pelaksana Vaksinasi Polio Jawa Barat Dedi Supandi menyampaikan, sebanyak 3,2 juta anak sudah mendapatkan imunisasi polio dari target 3,9 juta anak. Pelaksanaan Sub PIN Polio tahap pertama ini sudah dimulai sejak tanggal 3 April dan akan berakhir 15 April 2023 serentak di seluruh Jabar. “Sudah tercapai 3,2 juta anak atau […]

  • Ridwan Djafar Tegaskan Merit Sistem Fondasi ASN Berkualitas

    Ridwan Djafar Tegaskan Merit Sistem Fondasi ASN Berkualitas

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 22
    • 0Komentar

    MAMUJU – Di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga, manajemen talenta ASN ditegaskan sebagai pondasi utama dalam menata pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi Sulbar. Melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Pemprov Sulbar secara aktif melakukan pendampingan dan sosialisasi ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna […]

  • Astra Financial Catatkan Transaksi Rp57,20 Miliar di Gelaran GIICOMVEC 2024

    Astra Financial Catatkan Transaksi Rp57,20 Miliar di Gelaran GIICOMVEC 2024

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2024
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 56
    • 0Komentar

    JAKARTA – Penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2024 pada tanggal 7-10 Maret 2024 lalu telah usai dan sukses menarik perhatian para pemerhati dan pelaku industri otomotif terutama di sektor kendaraan komersial. Pada GIICOMVEC 2024, Astra Financial sebagai Official Financial Partner bersama lima unit bisnisnya berhasil mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp57,20 milar dengan […]

  • Jawa Barat Raih Opini WTP  Ke-12 dari BPK RI

    Jawa Barat Raih Opini WTP Ke-12 dari BPK RI

    • calendar_month Sen, 15 Mei 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 34
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Pemda Provinsi Jawa Barat mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian yang ke-12 kalinya dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Jabar Tahun Anggaran 2022. Dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) menurut Gubernur Ridwan Kamil menandakan bahwa pembangunan di Jabar selalu akuntabel dan transparan sehingga selama lima tahun […]

expand_less