Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Istana Amantubillah Jejak Kerajaan Islam di Mempawah

Istana Amantubillah Jejak Kerajaan Islam di Mempawah

  • account_circle mbahdot
  • calendar_month Ming, 2 Apr 2023
  • visibility 123
  • comment 0 komentar

Berwisata sejarah kesultanan Islam di Kalimantan Barat bukanlah hal yang sulit. Jika hendak mengunjungi Kesultanan Mempawah, pelancong dapat bergerak menuju utara dari Kota Pontianak.

Malam telah tiba dengan siluet merah jingga yang masih tersisa di atas Istana Amantubillah, Mempawah, Kalimantan Barat. Saat malam tiba dan cahaya lampu yang berpendar, Istana Amantubillah terlihat gagah dengan nuansa warna hijau pekat.

Pada Kamis (9/2/2023), terlihat ada keramaian di seputaran istana itu. Rupanya pihak kerabat keraton Mempawah mendapat tamu istimewa, yakni Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Pihak kerabat keraton Mempawah menyambut sukacita kedatangan Menparekraf, termasuk Raja Muda Mempawah Wirabuana Muhammad Hafidz Adinugraha, yang menanti di singgasana Istana Amantubillah.

Setelah prosesi penyambutan selesai, tarian selamat datang pun tersajikan. Selain sajian tarian, sebelum Menparekraf menginjakkan kaki di dalam Istana Amantubillah, kumandang Selawat Nabi Muhammad SAW dikumandangkan oleh kerabat keraton yang diwakili Raja Muda Mempawah Wirabuana Muhammad Hafidz Adinugraha.

Nama Istana Amantubillah diambil dari Bahasa Arab yang memiliki arti “aku beriman kepada Allah”. Ketika hendak memasuki areal itu, pengunjung akan menemukan tulisan “Mempawah Harus Maju, Maju dengan Adat” di gerbang istana.

Seperti halnya kebanyakan kerajaan Islam di sepanjang pesisir Kalimantan Barat, Kesultanan Mempawah pun memiliki hubungan kekerabatan dengan kesultanan Pontianak. Konon, Syarif Abdurrahman Alkadrie, pendiri kesultanan Pontianak, adalah putra ulama dari Kesultanan Mempawah. Kesultanan itu juga masih berkerabat dengan Kesultanan Sambas dan kesultanan di Brunei Darussalam.

Bagi pelancong, melakukan kegiatan wisata sejarah kesultanan Islam di Kalimantan Barat bukanlah hal yang sulit. Jika hendak mengunjungi Kesultanan Mempawah, pelancong dapat bergerak menuju utara dari Kota Pontianak. Jarak tempuh dari Kota Pontianak menuju Mempawah sekitar 76 kilometer (km), dengan waktu tempuh kurang lebih dua jam.

Bila sudah sampai Mempawah, wisatawan pun dengan mudah menemukan ikon wisata kota itu, yakni Istana Amantubillah. Lokasi Istana Amantubillah itu tepatnya berada di Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, istana yang dibangun pada masa Pemerintahan Gusti Jamiril itu merupakan keraton dari Kerajaan Mempawah. Pemerintahan Gusti Jamiril yang memiliki gelar Panembahan Adi Wijaya Kesuma (1761–1787) itu merupakan sultan ke-3 di Kesultanan Mempawah.

Di sela-sela kunjungan ke Istana Amantubillah, Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa bangunan tersebut merupakan destinasi wisata budaya yang jadi daya tarik Kabupaten Mempawah. “Mempawah memiliki potensi (wisata) berbasis adat, budaya, maupun juga kearifan lokal dan ekonomi kreatif kekinian,” kata Sandiaga.

Pada kesempatan itu, Sandi Uno juga dianugerahi gelar kehormatan oleh Raja Mempawah Pangeran Ratu Mulawangsa, yaitu Pangeran Matayasa Wangsa.

Buka Lapangan Kerja

Berkaitan dengan pengembangan wisata budaya di Mempawah, Sandiaga Uno meyakini, hal itu bisa sekaligus membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja. Itulah sebabnya, pihaknya berjanji mendorong penguatan pengembangan wisata dan ekonomi kreatif berbasis komunitas di Mempawah.

Oleh karena itu, Menparekraf Sandiaga Uno mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Kalbar, Pemerintah Kabupaten Mempawah, Kesultanan Mempawah, dan pihak-pihak terkait dalam melestarikan nilai tradisi dan budaya yang menjadi daya tarik wisata di Mempawah.

Sandiaga juga mengatakan, pihaknya akan mendorong pengembangan potensi melalui program-program yang ada di Kemenparekraf. Antara lain, melalui Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif, serta penguatan infrastruktur wisata dengan dana alokasi khusus (DAK). “Jadi nanti ini akan kita koordinasikan dengan pemerintah kabupaten dan provinsi,” pungkasnya.

Penulis: Firman Hidranto

  • Penulis: mbahdot

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Timnas Putri Indonesia Juara Piala AFF 2024, Erick Thohir Bijak Sampaikan Pesan

    Timnas Putri Indonesia Juara Piala AFF 2024, Erick Thohir Bijak Sampaikan Pesan

    • calendar_month Sab, 7 Des 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 134
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Umum PSSI Erick Thohir meminta tim nasional putri Indonesia untuk tidak berpuas diri setelah menjuarai Piala AFF Putri 2024 di Laos. “Jangan berpuas diri karena perjalanan masih panjang,” ujar Erick di hadapan skuad timnas putri Indonesia, diunggah di akun Instagram resminya @erickthohir di Jakarta, Sabtu. Menurut pria yang juga Menteri BUMN itu, timnas putri merupakan […]

  • Rindang Pohon Jalan IKN

    Rindang Pohon Jalan IKN

    • calendar_month Sen, 9 Okt 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Aspek lingkungan menjadi perhatian utama dalam pembangunan jalan tol di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara demi mendukung konsep green forest. Pohon aneka jenis, rindang, dan berderet rapi di bagian pinggir kiri dan kanan jalan. Selain terlihat rindang, juga enak dipandang. Walhasil, perjalanan sepanjang 50 kilometer di jalan selebar 60 meter itu pun terasa relatif singkat. […]

  • Junda Maulana Tekankan Disiplin dan Kepemimpinan dalam Seleksi Paskibraka Sulbar

    Junda Maulana Tekankan Disiplin dan Kepemimpinan dalam Seleksi Paskibraka Sulbar

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 42
    • 0Komentar

    MAMUJU – Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Junda Maulana, resmi membuka seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sulbar tahun 2026, Senin, 4 Mei 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar dibawah kepemimpinan Gubernur, Suhardi Duka, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulbar dan akan berlangsung selama lima hari. Sebanyak […]

  • Presiden Cek Langsung Pembuatan Patung Garuda Istana Kepresidenan di Nyoman Nuarta Gallery

    Presiden Cek Langsung Pembuatan Patung Garuda Istana Kepresidenan di Nyoman Nuarta Gallery

    • calendar_month Rab, 12 Jul 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 119
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG BARAT — Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Jawa Barat, Presiden RI Joko Widodo mengunjungi Nyoman Nuarta Gallery di Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (12/7/2023). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun turut mendampingi Presiden meninjau langsung workshop pembuatan patung garuda untuk Kantor Kepresidenan IKN. Presiden menuturkan, kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan semua bagian dan […]

  • Ridwan Kamil: Industri Kecil Menengah Naik Kelas Harus Dibantu Industri Besar

    Ridwan Kamil: Industri Kecil Menengah Naik Kelas Harus Dibantu Industri Besar

    • calendar_month Kam, 13 Jul 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 134
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG BARAT — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan komitmennya untuk melibatkan industri kecil menengah (IKM) ke dalam ekosistem industri besar, salah satunya di Metropolitan Rebana yang saat ini sedang dibangun. Komitmen tersebut disampaikan Gubernur saat membuka Forum Investasi dan Kawasan Industri (FIKI) di Mason Pine Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (13/7/2023). […]

  • Perkuat Mitigasi, BPBD Sulbar Ikuti Evaluasi Mendalam Gempa Merusak

    Perkuat Mitigasi, BPBD Sulbar Ikuti Evaluasi Mendalam Gempa Merusak

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 163
    • 0Komentar

    MAMUJU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengikuti Webinar Evaluasi Gempabumi Merusak 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama InaTEWS, Rabu 10 Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan mengkaji berbagai kejadian gempabumi merusak di Indonesia serta meningkatkan literasi dan kapasitas masyarakat terkait upaya mitigasi melalui penerapan teknologi Seismic […]

expand_less