Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Berbuka Puasa dengan Es Selendang Mayang, Minuman Khas Betawi

Berbuka Puasa dengan Es Selendang Mayang, Minuman Khas Betawi

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Sel, 4 Apr 2023
  • visibility 228
  • comment 0 komentar

Ada banyak makanan khas Betawi yang mampu menimbulkan decak kelezatan. Di antaranya bisa dipilih sebagai menu berbuka puasa.

Ada sejumlah aktivitas unik khas suatu daerah yang hadir hanya di bulan suci Ramadan. Antara lain, bentuk kegiatan umat Islam saat menanti waktu berbuka puasa. Di Indonesia yang kaya keragaman tradisi dan kuliner, waktu berbuka puasa adalah momen parade masakan khas daerah.

Kali ini, sajian berbuka yang akan dibahas berasal dari Betawi. Bagi masyarakat urban yang tinggal di wilayah  sekitaran kota megapolitan, DKI Jakarta, menu makanan khas Betawi berupa nasi uduk, dodol, atau pecak ikan gabus tentu bukanlah sesuatu yang asing di lidah.

Namun sajian khas Betawi yang dikenal mampu menimbulkan decak kelezatan bukan hanya itu. Ada banyak jenis makanan lain yang bisa dipilih sebagai menu berbuka puasa.

Pertama-tama, menu yang cukup menggoda, baik untuk mata ataupun lidah, saat berbuka puasa adalah takjil khas Betawi yang dinamai bubur pacar cina. Berbeda dengan bubur pada umumnya, kuliner khas Betawi ini terbuat dari tepung sagu.

Pengolahannya makanan kelas pembuka (desert) ini tergolong sangat sederhana. Pertama-tama, biji pacar cina direbus hingga matang. Kemudian campurkan ke dalam olahan kuah santan, gula pasir, garam, dan daun pandan. Disajikan dengan es batu, membuat rasa segar pada bubur pacar cina begitu terasa hingga mampu menghilangkan dahaga setelah seharian berpuasa.

Berikutnya, menu desert lain saat berbuka adalah es selendang mayang. Minuman tradisional khas Betawi itu terbuat dari kudapan sejenis puding atau kue lapis yang terbuat dari tepung sagu aren. Lapisan selendang mayang terdiri dari warna putih dari santan dan merah muda atau hijau.

Oleh penjaja es selendang mayang, makanan ringan itu biasa disajikan dengan potongan kue berbentuk persegi agak tipis yang diletakkan di dalam mangkuk. Kemudian, disiram dengan pemanis dari gula merah atau sirup, santan, dan potongan es batu.

Cara membuat makanan cantik itu pun relatif sederhana. Cukup sediakan tepung beras lalu bentuklah selendang mayang dengan pola persegi dan agak tipis. Kemudian, berilah pewarna putih dari santan, hijau dari pandan hijau, dan merah dari siraman gula jawa.

Selain es selendang mayang dan bubur pacar cina, menu berbuka berikutnya adalah jenis makanan berat. Menu ikan bandeng kerap menjadi salah satu pilihan untuk berbuka puasa. Menu lezat yang sarat protein itu, dipadukan dengan kuah yang gurih dan segar, sangat cocok disantap dengan sepiring nasi putih hangat.

Selain nasi uduk, masyarakat Betawi juga memiliki nasi andalan lain, yakni nasi ulam. Keduanya sama-sama punya cita rasa gurih.

Proses pembuatan nasi ulam tidak diberi santan. Melainkan dimasak bersama campuran lengkuas, serai, jahe, dan daun salam. Kemudian disantap dengan taburan bubuk kacang tanah, bihun, serundeng, kerupuk, emping, daun kemangi, mentimun, dan aneka lauk.

Masih ada masakan khas Betawi lain yang diyakini mampu memikat selera makan pembaca.  Namanya, Soto Betawi. Boleh jadi, makanan ini tergolong yang paling kondang di antero negeri.

Kuah hangat dan gurih dari santan atau susu putih berisi campuran potongan daging sapi atau daging ayam yang dilengkapi dengan jeroan. Makanan ini acap disajikan bersama nasi, emping, acar timun, dan sambal pedas.

Meski tak sepopuler Soto Betawi, ada lagi makanan tradisional yang membuat liur menetes. Dikenal dengan nama Gabus Pucung, masakan ini tak lagi mudah ditemukan. Gabus pucung berisi potongan ikan Gabus dengan kuah kaya rempah seperti lengkuas, kunyit, hingga daun salam.

Sajian yang memiliki cita rasa istimewa itu hadir dengan kuah berwarna hitam, karena dimasak dengan menggunakan kluwek atau rempah pewarna alami yang biasa dipakai untuk memasak rawon.

Penulis: Firman Hidranto

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sunarto Dilantik Sebagai Wakil Ketua MA Bidang Yudisial

    Sunarto Dilantik Sebagai Wakil Ketua MA Bidang Yudisial

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 147
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)  menyaksikan pengucapan sumpah Sunarto sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) Bidang Yudisial. Acara pengucapan sumpah tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (3/4/2023). Pengangkatan Wakil Ketua MA Bidang Yudisial tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 12/P tahun 2023 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Ketua Mahkamah […]

  • FKPT Sulbar–Kesbangpol Sulbar Perkuat Kerjasama Program Peningkatan Kewaspadaan Nasional

    FKPT Sulbar–Kesbangpol Sulbar Perkuat Kerjasama Program Peningkatan Kewaspadaan Nasional

    • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 121
    • 0Komentar

    MAMUJU – Pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Barat melakukan ausiensi dengan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulbar Darwis Damir. Bertempat di Kantor Kesbangpol Sulbar, Kamis, 5 Februari 2026. Dalam adiensi tersebut, Ketua FPKP Sulbar Muhammad Sahlan didampingi sejumlah pengurus dan tim satuan tugas FKPT Sulbar. Sahlan menegaskan eksistensi fungsi dan […]

  • Siti KDI Akui Sudah Cerai dari Cem Perk Setelah 12 Tahun Nikah

    Siti KDI Akui Sudah Cerai dari Cem Perk Setelah 12 Tahun Nikah

    • calendar_month Sel, 16 Jan 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 228
    • 0Komentar

    JAKARTA – Status pernikahan Siti KDI dengan Cem Perk akhirnya terkuak. Dilansir dari Detik.com, Siti mengakui bahwa ia sudah bercerai dari pria asal Turki tersebut. Menikah selama 12 tahun, Siti dan Cem dikaruniai satu orang anak yang bernama Elif. Kini Siti tinggal di Indonesia, sementara Cem tinggal di Turki dan diduga sudah memiliki pacar baru. Siti […]

  • BPBD Sulbar Latih Pegawai BPKP Hadapi Potensi Guncangan Gempa

    BPBD Sulbar Latih Pegawai BPKP Hadapi Potensi Guncangan Gempa

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 117
    • 0Komentar

    MAMUJU – Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sulawesi Barat (Sulbar), Swandy, memimpin pelaksanaan gladi ruang skenario bencana gempa bumi pada kegiatan Simulasi Gempa Bumi yang diselenggarakan di Gedung Kantor BPKP Sulbar, baru-baru ini. Dalam gladi ruang tersebut, Swandy memaparkan alur penanganan kejadian gempa mulai dari detik pertama gempa terjadi, langkah cepat penyelamatan diri, mekanisme […]

  • Pesawat Sriwijaya Air Jatuh ke Perairan Kepulauan Seribu

    Pesawat Sriwijaya Air Jatuh ke Perairan Kepulauan Seribu

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 307
    • 0Komentar

    PADA tanggal 9 Januari 2021, pesawat Sriwijaya Air jatuh ke perairan Kepulauan Seribu empat menit setelah lepas landas, menewaskan seluruh 62 orang di dalamnya. Sriwijaya Air Penerbangan 182 (SJ182/SJY182) adalah penerbangan penumpang domestik berjadwal di Indonesia yang dioperasikan oleh Sriwijaya Air dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten ke Bandar Udara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat dengan 50 penumpang dan 12 awak. Pesawat yang dipakai dalam […]

  • Sekda Jabar Terima Kunjungan Kerja Baleg DPR RI  Bahas Penyusunan RUU Statistik

    Sekda Jabar Terima Kunjungan Kerja Baleg DPR RI Bahas Penyusunan RUU Statistik

    • calendar_month Sen, 10 Apr 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 144
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja menerima kunjungan kerja Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Ruang Rapat Papandayan Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (10/4/2023). Kunjungan kerja Baleg DPR RI dalam rangka penyusunan naskah akademik dan Rancangan Undang-Undang tentang Statistik. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik telah berjalan lebih dari 26 […]

expand_less