Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Guratan Akulturisasi Budaya di Masjid Agung Sumenep

Guratan Akulturisasi Budaya di Masjid Agung Sumenep

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Jum, 14 Apr 2023
  • visibility 147
  • comment 0 komentar

Masjid Agung Sumenep termasuk salah satu bangunan dari 10 masjid tertua di Nusantara dan mempunyai arsitektur yang khas.

Bila Anda pencinta wisata religi, terutama pada momentum Ramadan, sempatkanlah datang ke Masjid Agung Keraton Sumenep. Wisatawan dipastikan akan mendapatkan sensasi luar biasa ketika berkunjung ke masjid itu.

Kendati pintu masjid itu selalu terbuka lebar setiap saat, ada baiknya para penikmat wisata religi mencoba datang ke masjid itu bertepatan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pasalnya setiap usai memperingati Maulid Nabi, masyarakat setempat memiliki kebiasaan menggelar acara makan bersama di masjid.

Makanan yang disajikan dalam momentum itu pun merupakan makanan yang khas, yakni nasi kebuli dengan paduan rempah campuran Timur Tengah dan Sumenep. Makan bersama di Masjid Agung Keraton Sumenep itu disebut selametan.

Kini, tradisi selametan yang mengiringi peringatan Maulud Nabi itu sudah menjadi agenda tahunan rutin di masjid tersebut, termasuk tahun ini.

Arsitektur Khas

Masjid Agung Keraton Sumenep tak hanya memiliki tradisi unik yang telah dikenal sejak lama. Masjid yang dibangun di era pemerintahan Panembahan Somala, Penguasa Negeri Sungenep XXXI itu juga memiliki arsitektur yang khas.

Termasuk dalam 10 masjid tertua di Nusantara, masjid yang dikenal dengan nama Masjid Jami Panembahan Somala itu didirikan setelah pembangunan Kompleks Keraton Sumenep usai. Masjid itu diarsiteki seorang lelaki beretnis Tionghoa bernama Lauw Pia Ngo, yang juga membangun keraton.

Sejatinya, tak banyak literatur yang mengulas tentang sepak terjang Lauw Pia Ngo. Namun disain masjid dan keraton itu telah mampu menunjukkan ketinggian cita rasa seni sang arsitek.

Selain Tiongkok, arsitektur masjid yang juga dikenal dengan sebutan Masjid Jamik Sumenep itu banyak dipengaruhi unsur kebudayaan Eropa, Jawa, dan Madura. Kesan arsitektur Tiongkok tampak pada disain pintu gerbang pintu masuk utama masjid.

Pasalnya, sang arsitek, menempatkan pintu gerbang itu di tembok yang dibuat memanjang, sehingga mengesankan kekokohan dan keagungan, mirip dengan tembok China. Kesan arsitektur Tiongkok juga tampak di interior masjid. Dinding mimbar, mihrab, dan maksurah di masjid itu dilapisi keramik porselen dari Tiongkok.

Walau demikian, secara umum bangunan itu tetap didominasi oleh terpengaruh budaya Jawa. Misalnya, pada bagian atap. Sedangkan budaya Madura terlihat dari pilihan warna pada pintu utama dan jendela masjid.

Pemasangan pagar tembok yang mengelilingi masjid dimaksudkan agar para jemaah lebih berhati-hati dalam menjalankan ibadah salat dan mendengarkan khotbah. Sedangkan pintu masjid berbentuk gapura memiliki filosofi berupa harapan dari sang penguasa atau panembahan kepada rakyatnya, ketika menjalankan ibadah.

Di atas gapura, wisatawan akan menemukan ornamen berbentuk dua lubang tanpa penutup. Keduanya diibaratkan dua mata manusia yang sedang melihat. Lalu lebih atas lagi, juga terdapat ornamen segi lima memanjang ke atas yang diibaratkan sebagai manusia yang sedang duduk dengan rapi menghadap arah kiblat.

Masih banyak simbol-simbol yang penuh makna dari gapura Masjid Agung Sumenep ini, salah satunya adalah ornamen rantai. Hal ini dimaksudkan agar kaum muslim haruslah menjaga ikatan ukuwah islamiyah agar tidak bercerai-berai.

Nah, tunggu apa lagi, yuuk agendakan untuk berkunjung ke Masjid Agung Sumenep untuk berwisata religi di bulan Ramadan ini. Apalagi masjid unuk ini telah menjadi salah satu kebanggaan di Pulau Madura.

Penulis: Firman Hidranto

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ridwan Kamil: Indeks Reformasi Birokrasi Jawa Barat Naik Kelas Kategori Sangat Baik

    Ridwan Kamil: Indeks Reformasi Birokrasi Jawa Barat Naik Kelas Kategori Sangat Baik

    • calendar_month Sel, 27 Jun 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 117
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuka kegiatan Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2023 oleh Ombudsman Republik Indonesia di Gaia Hotel, Kota Bandung, Selasa (27/6/2023). Ridwan Kamil menuturkan, progres capaian indeks Reformasi Birokrasi Provinsi Jabar 2018-2021 kategori BB dan sekarang 2022 meningkat menjadi A atau sangat baik. “Jadi reformasi birokrasi Jabar biasanya […]

  • Perpadi Beri Gelar Bahtiar sebagai Gubernur Ketahanan Pangan

    Perpadi Beri Gelar Bahtiar sebagai Gubernur Ketahanan Pangan

    • calendar_month Kam, 9 Jan 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 138
    • 0Komentar

    POLMAN – Penjabat Gubernur Sulbar Bahtiar Baharuddin mendapat gelar sebagai Gubernur Ketahanan Pangan dari Perpadi (Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia). “Terima kasih Pj Gubernur dengan full tim, dengan atensinya terhadap Perpadi. Ini sepatutnya Perpadi memberi gelar yaitu Gubernur Ketahanan Pangan,” ucap Ajbar, Ketua Perpadi Sulbar pada Musda DPD Perpadi Sulbar di Polman, Rabu […]

  • RM Margono Djojohadikusumo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Bupati Banyumas Mendukung

    RM Margono Djojohadikusumo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Bupati Banyumas Mendukung

    • calendar_month Rab, 19 Mar 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 144
    • 0Komentar

    PURWOKERTO – Pengusulan gelar Pahlawan Nasional untuk RM. Margono Djojohadikusumo semakin mendapat dukungan luas. Dalam Seminar Kabupaten yang digelar di Aula Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto pada Selasa (18/3/2025), berbagai tokoh, akademisi, dan masyarakat Banyumas hadir untuk mendiskusikan kontribusi besar pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) pertama tersebut terhadap bangsa. Acara ini dihadiri oleh […]

  • 14,9 Juta Pemudik Diperkirakan Masuk ke Jabar

    14,9 Juta Pemudik Diperkirakan Masuk ke Jabar

    • calendar_month Sel, 19 Apr 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 266
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Pemda Provinsi Jawa Barat sudah menyiapkan langkah antisipatif terhadap lonjakan pemudik di tengah pandemi COVID-19. Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut 14,9 juta pemudik diperkirakan akan masuk wilayah Jabar. Sementara yang keluar Jabar mencapai 9,2 juta orang. Jumlah itu merupakan bentuk akumulasi warga karena sudah dua tahun mudik ditiadakan pemerintah mengingat kasus COVID-19 […]

  • Terpilih 1.000 Duta Pariwisata Jabar, Disparbud Latih Warga Sekitar Tempat Wisata Jadi Content Creator

    Terpilih 1.000 Duta Pariwisata Jabar, Disparbud Latih Warga Sekitar Tempat Wisata Jadi Content Creator

    • calendar_month Sen, 1 Mei 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 133
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat mengumumkan 1.000 nama content creator yang terpilih program Smiling West Java Ambassador 2023. Seribu content creator itu akan menjadi duta pariwisata yang akan mengeksplorasi potensi desa di seluruh penjuru Jawa Barat. Tahun lalu program ini diikuti hanya 108 content creator dan mendapat perhatian positif dari […]

  • Waspada Cacar Monyet: Gejala, Penyebaran dan Upaya Penanganan

    Waspada Cacar Monyet: Gejala, Penyebaran dan Upaya Penanganan

    • calendar_month Kam, 29 Agu 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Wabah cacar monyet atau Mpox kembali mencuat, namun Indonesia berhasil menangani mayoritas kasus dengan cepat. Dengan 87 dari 88 pasien sudah sembuh, penting bagi kita untuk tetap waspada dan memahami langkah-langkah pencegahan yang efektif. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan data terbaru yang dikonfirmasi per Sabtu, 17 Agustus 2024 terkait penyebaran wabah penyakit cacar monyet (Mpox) di […]

expand_less