Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Guratan Akulturisasi Budaya di Masjid Agung Sumenep

Guratan Akulturisasi Budaya di Masjid Agung Sumenep

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Jum, 14 Apr 2023
  • visibility 113
  • comment 0 komentar

Masjid Agung Sumenep termasuk salah satu bangunan dari 10 masjid tertua di Nusantara dan mempunyai arsitektur yang khas.

Bila Anda pencinta wisata religi, terutama pada momentum Ramadan, sempatkanlah datang ke Masjid Agung Keraton Sumenep. Wisatawan dipastikan akan mendapatkan sensasi luar biasa ketika berkunjung ke masjid itu.

Kendati pintu masjid itu selalu terbuka lebar setiap saat, ada baiknya para penikmat wisata religi mencoba datang ke masjid itu bertepatan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pasalnya setiap usai memperingati Maulid Nabi, masyarakat setempat memiliki kebiasaan menggelar acara makan bersama di masjid.

Makanan yang disajikan dalam momentum itu pun merupakan makanan yang khas, yakni nasi kebuli dengan paduan rempah campuran Timur Tengah dan Sumenep. Makan bersama di Masjid Agung Keraton Sumenep itu disebut selametan.

Kini, tradisi selametan yang mengiringi peringatan Maulud Nabi itu sudah menjadi agenda tahunan rutin di masjid tersebut, termasuk tahun ini.

Arsitektur Khas

Masjid Agung Keraton Sumenep tak hanya memiliki tradisi unik yang telah dikenal sejak lama. Masjid yang dibangun di era pemerintahan Panembahan Somala, Penguasa Negeri Sungenep XXXI itu juga memiliki arsitektur yang khas.

Termasuk dalam 10 masjid tertua di Nusantara, masjid yang dikenal dengan nama Masjid Jami Panembahan Somala itu didirikan setelah pembangunan Kompleks Keraton Sumenep usai. Masjid itu diarsiteki seorang lelaki beretnis Tionghoa bernama Lauw Pia Ngo, yang juga membangun keraton.

Sejatinya, tak banyak literatur yang mengulas tentang sepak terjang Lauw Pia Ngo. Namun disain masjid dan keraton itu telah mampu menunjukkan ketinggian cita rasa seni sang arsitek.

Selain Tiongkok, arsitektur masjid yang juga dikenal dengan sebutan Masjid Jamik Sumenep itu banyak dipengaruhi unsur kebudayaan Eropa, Jawa, dan Madura. Kesan arsitektur Tiongkok tampak pada disain pintu gerbang pintu masuk utama masjid.

Pasalnya, sang arsitek, menempatkan pintu gerbang itu di tembok yang dibuat memanjang, sehingga mengesankan kekokohan dan keagungan, mirip dengan tembok China. Kesan arsitektur Tiongkok juga tampak di interior masjid. Dinding mimbar, mihrab, dan maksurah di masjid itu dilapisi keramik porselen dari Tiongkok.

Walau demikian, secara umum bangunan itu tetap didominasi oleh terpengaruh budaya Jawa. Misalnya, pada bagian atap. Sedangkan budaya Madura terlihat dari pilihan warna pada pintu utama dan jendela masjid.

Pemasangan pagar tembok yang mengelilingi masjid dimaksudkan agar para jemaah lebih berhati-hati dalam menjalankan ibadah salat dan mendengarkan khotbah. Sedangkan pintu masjid berbentuk gapura memiliki filosofi berupa harapan dari sang penguasa atau panembahan kepada rakyatnya, ketika menjalankan ibadah.

Di atas gapura, wisatawan akan menemukan ornamen berbentuk dua lubang tanpa penutup. Keduanya diibaratkan dua mata manusia yang sedang melihat. Lalu lebih atas lagi, juga terdapat ornamen segi lima memanjang ke atas yang diibaratkan sebagai manusia yang sedang duduk dengan rapi menghadap arah kiblat.

Masih banyak simbol-simbol yang penuh makna dari gapura Masjid Agung Sumenep ini, salah satunya adalah ornamen rantai. Hal ini dimaksudkan agar kaum muslim haruslah menjaga ikatan ukuwah islamiyah agar tidak bercerai-berai.

Nah, tunggu apa lagi, yuuk agendakan untuk berkunjung ke Masjid Agung Sumenep untuk berwisata religi di bulan Ramadan ini. Apalagi masjid unuk ini telah menjadi salah satu kebanggaan di Pulau Madura.

Penulis: Firman Hidranto

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mensos Gus Ipul: Ketum SMSI Firdaus Yang Membuat Kami Terperangkap di Sini

    Mensos Gus Ipul: Ketum SMSI Firdaus Yang Membuat Kami Terperangkap di Sini

    • calendar_month Jum, 20 Des 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 99
    • 0Komentar

    SERANG – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengakhiri rapat daring (zoom meeting) bersama para Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) se-Indonesia dengan candaan yang mengundang tawa. Dalam sesi penutup, Gus Ipul, sapaan akrabnya melontarkan kalimat yang memecah suasana formal, “Itu Ketua Umum SMSI Pak Firdaus yang membuat kami terperangkap di sini”. Candaan tersebut […]

  • Hasil Kunker ke AS, Ridwan Kamil Bawa Beasiswa Pendidikan Teknologi “Blockchain” untuk Anak Muda

    Hasil Kunker ke AS, Ridwan Kamil Bawa Beasiswa Pendidikan Teknologi “Blockchain” untuk Anak Muda

    • calendar_month Sel, 9 Mei 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 110
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah kembali ke Tanah Air setelah melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat dari tanggal 1-7 Mei 2023. Dari sejumlah rangkaian padat 30 agenda yang diikuti, Guberrnur Ridwan Kamil membawa pulang beasiswa pendidikan senilai Rp2,2 miliar terkait teknologi rantai blok ( blokchain ). “Ya, saya baru pulang dinas […]

  • Apresiasi Tata Kelola Digital: Meutya Hafid Raih Excellence Award dari CNN Indonesia

    Apresiasi Tata Kelola Digital: Meutya Hafid Raih Excellence Award dari CNN Indonesia

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 124
    • 0Komentar

    JAKARTA – Meutya Hafid dinilai sebagai figur yang mampu menghubungkan dunia media, politik, dan teknologi dalam satu kepemimpinan yang visioner. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Republik Indonesia Meutya Hafid meraih penghargaan Excellence in Digital Governance & Strategic Communication Leadership dalam ajang CNN Indonesia Awards 2025 yang digelar di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Jumat (31/10/2025). Penghargaan […]

  • PKK-BNN Provinsi Jabar Perkuat Kolaborasi Sosialisasikan Gerakan Anti Narkoba

    PKK-BNN Provinsi Jabar Perkuat Kolaborasi Sosialisasikan Gerakan Anti Narkoba

    • calendar_month Sel, 4 Jul 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 100
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil menuturkan, kerja kolaboratif berbagai stakeholder memegang peranan penting dalam menyosialisasikan gerakan anti narkoba. Atalia sendiri mengajak kader PKK di Jabar berkolaborasi dengan Patriot Desa dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jabar untuk bergerak secara masif melindungi masyarakat dari ancaman narkoba. “Melalui […]

  • Gubernur Ridwan Kamil Resmikan Apartemen Transit

    Gubernur Ridwan Kamil Resmikan Apartemen Transit

    • calendar_month Sel, 18 Jul 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 83
    • 0Komentar

    KABUPATEN PURWAKARTA — Gubernur Ridwan Kamil meresmikan Apartemen Transit bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Desa Cilandak, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, Selasa (18/7/2023). Apartemen Transit diutamakan untuk masyarakat yang berprofesi sebagai buruh dan pekerja sektor informal seperti pedagang kecil, dan profesi dengan penghasilan rendah lainnya. Kehadiran Apartemen Transit merupakan komitmen Pemdaprov Jabar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat […]

  • Pimpinan Muhammadiyah Mamuju Temui Pj Gubernur, Undang Hadiri Jalan Sehat 15 Desember

    Pimpinan Muhammadiyah Mamuju Temui Pj Gubernur, Undang Hadiri Jalan Sehat 15 Desember

    • calendar_month Jum, 13 Des 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 92
    • 0Komentar

    MAMUJU – Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin menerima audiensi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mamuju, Ustadz Muhammad Rivai Khalik beserta rombongan di Rumah Jabatan Gubernur Sulbar, Kamis, 12 Desember 2024. Hadir para pengurus Muhammadiyah Mamuju dan turut mendampingi Pj Gubernur diantaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar Mithhar. “Alhamdulillah tadi kami sudah diterima oleh Pj Gubernur […]

expand_less