Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » Peluang Investasi Besar di Kawasan Pariwisata

Peluang Investasi Besar di Kawasan Pariwisata

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Sen, 1 Mei 2023
  • visibility 139
  • comment 0 komentar

Ada peluang investasi besar di kawasan pariwisata. Dampak ke lapangan kerja enam kali lebih besar. Indeks pembangunan tour dan travel Indonesia telah menyalip Thailand dan Malaysia.

Berada di semenanjung yang dikepung laut biru dengan beberapa pulau kecil di sekelilingnya membuat Kota Labuan Bajo memang tampak cantik nan menawan. Serangkaian penataan kawasan dengan sentuhan arsitektur mutakhir, yang disertai pembangunan berbagai infrastruktur, menjadikan kota berpenduduk 56 ribu jiwa itu kini mendapat pengakuan sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

Pembangunan Labuan Bajo yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat sudah dilakukan sudah cukup lama. Tapi, belakangan pengerjaannya mengalami percepatan. Ada 42 paket pembangunan sarana, infrastruktur, penataan pengembangan kawasan atau upgrade lingkungan, yang sedang dan telah dilakukan di sana.

Pada kurun 2020-2021 saja, curahan anggaran untuk pengembangan wisata di Labuan Bajo mencapai Rp1,4 triliun, terutama lewat Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Labuan Bajo dengan kekayaan wisata alam dan budayanya itu kini menjadi destinasi unggulan. Apalagi, kawasan itu pun menjadi pintu gerbang ke “Jurassic Park” Taman Nasional Komodo yang mengkonservasi habitat kadal raksasa peninggalan kehidupan purba. Tak ayal Labuan Bajo adalah destinasi wisata idaman.

Investasi besar dari pemerintah di kawasan pariwisata superprioritas yang berada di ujung barat Flores itu segera diikuti oleh pihak swasta. Kini di sana tersedia 11 hotel dari bintang 3 hingga bintang 5 dengan total kapasitas 848 kamar dan ditargetkan terus bertambah hingga 1.500 kamar sampai akhir 2022.

Investasi lainnya berupa homestay, klinik kesehatan, restoran, kafe, kios, taksi, dan kapal-kapal wisata yang melayani trayek ke Taman Nasional Komodo.

Pemerintah juga telah melakukan investasi besar di kawasan superprioritas lainnya, yakni di Mandalika, Lombok. Sampai Maret 2022, lebih dari Rp3,8 triliun sudah ditanamkan pemerintah ke seputaran Mandalika, termasuk untuk sirkuit balap MotoGP yang menelan anggaran lebih dari Rp2 triliun.

Investasi swasta yang menyertainya, antara lain, Hotel Pullman, Golden Tulip, Aloft Hotel, dan Marta Hotel. Realisasi investasi swasta sampai akhir 2021 mencapai Rp824 miliar dari kominten Rp2,2 triliun sampai 2024.

Menyongsong Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai destinasi wisata dunia, investasi masih akan berlanjut. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan, ada peluang swasta berinvestasi di luar bidang lain, di luar layanan wisata yang baku.

Ada peluang, misalnya, pengembangan Bandara International Selaparang, investasi di bidang pengadaan air bersih, telekomunikasi, pengelolaan limbah, atau investasi dalam skala UKM.

Menparekraf Sandiaga mengajak para investor untuk berinvestasi di sektor wisata, khususnya pada lima destinasi superprioritas (DSP) serta delapan kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata, yang kini dikembangkan pemerintah. Kelima DSP itu adalah Kawasan Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang (Sulawesi Utara).

Ada pun ke-8 KEK pariwisata itu, antara lain, Tanjung Kelayang (Belitung), Nongsa (Batam), Tanjung Lesung (Banten), Lido (Sukabumi, Jawa Barat), Singorasi (Jawa Timur), Likupang, Mandalika, dan Morotai (Maluku Utara).

‘’Sebelum saya bertugas di pemerintahan, saya mengelola investasi, dan saya melihat peluang besar. Apalagi, investasi ini begitu banyak menciptakan lapangan pekerjaan,” ucap Sandiaga, Forum Investasi dan Pembiayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di ARTOTEL Suites Mangkuluhur, Jakarta, Kamis (28/7/2022).

Lapangan Kerja Luas

Menparekraf Sandi Uno perlu menekankan isu dampak ketenagakerjaan karena dianggap cocok bagi Indonesia yang berkelimpahan sumber daya manusia. Setiap 1 dolar investasi di sektor wisata, katanya, berdampak enam kali lipat lebih besar dibanding investasi di sektor industri yang lain. Dengan nilai yang sama, investasi di sektor wisata bisa menciptakan lapangan kerja enam kali lebih banyak.

“Skema pembiayaannya pun sudah ada sehingga memberikan dampak yang luas,” katanya.

Maka, yang diperlukan adalah langkah eksekusi, agar peluang investasi di lima DSP, 8 KEK, dan 12 lokasi sustainable tourism itu bisa menjadi sustainable project. Dalam catatannya, untuk Kawasan Toba, Borobudur dan Labuan Bajo diperlukan investasi Rp6,7 triliun sedangkan di 22 kawasan lainnya ada peluang investasi Rp226,79 triliun.

Peluang tersebut, kata Menparekraf, cukup menjanjikan. Dunia pariwisata Indonesia berkembang positif dan pesat. Mengacu pada World Economic Forum tentang Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2022, yang dirilis Mei 2022, Indonesia kini berada di peringkat 32 dari 117 negara yang diobservasi. Posisi Indonesia naik 12 tangga dibandingkan 2019.

‘’Para investor telah melihat adanya peluang yang signifikan yang dilihat dari TTDI Indonesia yang naik 12 peringkat, di atas Thailand dan Malaysia. Sehingga ini membuka minat untuk berinvestasi,” ujar Sandiaga Uno.

Ia pun mendorong para investor lokal memanfaatkan momentum yang cukup menjanjikan ini. Ada insentif pembiayaan, pajak, dan penggunaan lahan usaha di kawasan wisata yang berstatus KEK atau DSP tersebut. Menparekraf pun bertekad akan mengawal agar investasi yang sudah berjalan di sektor wisata bisa lancar dan tuntas.

“Sesuai arahan Presiden Jokowi, proyek-proyek infrastruktur harus selesai pada 2023–2024, tidak boleh ada satu pun yang mangkrak (macet dan terbengkalai). Untuk itu, investor harus bergegas menyelesaikan pembangunannya sampai 2024, supaya target 4,4 juta lapangan kerja baru dapat terealisasikan,” ujarnya.

Penulis: Putut Trihusodo

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunker ke Bandung, Presiden Jokowi Ngopi di Park Cikutra

    Kunker ke Bandung, Presiden Jokowi Ngopi di Park Cikutra

    • calendar_month Jum, 7 Jul 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 132
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Presiden Joko Widodo mengunjungi Park di Jalan Pahlawan Kota Bandung, Selasa (11/7/2023) malam. Presiden nongkrong sambil ngopi di Jabarano Coffee. Didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Presiden tiba sekitar pukul 18.30 yang ketika diresmikan Jumat (7/7/2023) namanya Pasar Kreatif Jawa Barat. Setelah diresmikan namanya kemudian berubah menjadi Park agar brand – nya […]

  • Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right

    Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right

    • calendar_month Rab, 8 Mar 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 129
    • 0Komentar

    JAKARTA – Semua perusahaan pers media siber yang tergabung dalam Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menyatakan menolak rancangan Peraturan Presiden (Perpres) Media Berkelanjutan “Publisher Right” atau hak penerbit. Demikian keputusan sidang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) SMSI yang dibacakan oleh Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus pada Hari Ulang Tahun SMSI ke-6 di Hall Dewan Pers, Jakarta, […]

  • Integrasi Data Pangan Realtime untuk Kendalikan inflasi, DiskominfoSS Sulbar Kembangkan Sistem SAPEDA

    Integrasi Data Pangan Realtime untuk Kendalikan inflasi, DiskominfoSS Sulbar Kembangkan Sistem SAPEDA

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 100
    • 0Komentar

    MAMUJU — Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfoperss) Sulbar, mengembangkan Sistem Informasi SAPEDA berbasis integrasi data pangan pasar secara real-time dengan mengadopsi referensi sukses dari Pemprov DKI Jakarta. Kepala Diskominfoperss Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar mengatakan, pengembangan sistem ini merupakan wujud komitmen Gubernur Sulbar Suhardi Duka dalam upaya pengendalian inflasi di daerah. Ridwan menjelaskan, pengembangan […]

  • Keluarga Ridwan Kamil Terima Ungkapan Belasungkawa dari Anies Baswedan

    Keluarga Ridwan Kamil Terima Ungkapan Belasungkawa dari Anies Baswedan

    • calendar_month Sen, 6 Jun 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 198
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima ungkapan belasungkawa dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta istri, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (6/6/2022). Anies Baswedan datang ke rumah dinas Gubernur Ridwan Kamil sekitar pukul 19.30 WIB. Ketika tiba, Anies langsung memeluk erat Kang Emil dengan mata berkaca-kaca. “Jadi kami hadir bertemu dengan […]

  • Dinsos Sulbar Pastikan Target Kesejahteraan Masuk RPMJD dan Renstra 2025-2030

    Dinsos Sulbar Pastikan Target Kesejahteraan Masuk RPMJD dan Renstra 2025-2030

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 168
    • 0Komentar

    MAMUJU – Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat menghadiri kegiatan Pengisian Indikator Target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2025–2030 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat, bertempat di ruang rapat Bapperida Sulbar, Kamis 6 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan penyusunan dokumen […]

  • Visi-Misi Sulbar Disesuaikan Efisiensi Anggaran

    Visi-Misi Sulbar Disesuaikan Efisiensi Anggaran

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 145
    • 0Komentar

    MAMUJU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar rapat kerja strategis yang dipimpin langsung Gubernur Sulbar Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur Salim S Mengga di Ballroom Andi Depu, Lantai III Kantor Gubernur Sulbar, Selasa, 30 September 2025. Rapat ini dihadiri seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulbar dan Plh Sekprov, Herdin Ismail. […]

expand_less