Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Mendorong Stabilitas dan Integritas Keuangan ASEAN

Mendorong Stabilitas dan Integritas Keuangan ASEAN

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Ming, 7 Mei 2023
  • visibility 98
  • comment 0 komentar

JAKARTA – Butuh strategi antisipasi untuk menjaga stabilitas ekonomi dan netralitas ASEAN di tengah tantangan perekonomian dan konflik global.

Adanya kebutuhan mutual partnership antarnegara di kawasan ASEAN, di tengah-tengah kondisi makro ekonomi global yang tidak menentu, telah menguatkan tekad organisasi regional itu untuk memperluas cakupan kerja samanya.

Kebutuhan itulah yang terlihat ketika Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023 mendorong kerja sama penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan secara bilateral atau Local Currency Transaction (LCT), sesuai dengan tema besar Keketuaan ASEAN Indonesia 2023, ASEAN Matters: Epicentrum of Growth.

Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral BKF (Badan Kebijakan Fiskal) Kementerian Keuangan RI Nella Sri Hendriyetti menyampaikan bahwa Indonesia telah menetapkan beberapa upaya prioritas dalam mendorong stabilitas dan integrasi keuangan ASEAN. Salah satunya, mendorong perluasan pemakaian mata uang lokal agar melibatkan semua negara anggota ASEAN.

“Pemakaian mata uang lokal negara ASEAN akan memperkuat stabilitas mata uang masing-masing negara anggota dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Hal ini akan menekan risiko ekonomi yang disebabkan oleh volatilitas nilai tukar negara-negara ASEAN terhadap dolar AS yang selama ini kita hadapi,” ujarnya, dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang mengangkat tema “Menjaga Stabilitas Ekonomi dan Netralitas ASEAN”, Rabu (3/5/2023).

Langkah ini merupakan strategi antisipasi untuk menjaga stabilitas ekonomi dan netralitas ASEAN di tengah tantangan perekonomian global dan konflik yang terus terjadi di dunia. Penggunaan mata uang lokal negara ASEAN diharapkan juga akan membuat keragaman di dalam komposisi cadangan devisa.

Ini akan memberikan perlindungan tambahan pada negara-negara anggota ASEAN terhadap risiko volatilitas mata uang dan menambah kekuatan ekonomi kawasan. Dalam rangka mencapai tujuan ini, Nella menambahkan, ASEAN akan membentuk gugus tugas untuk merumuskan proses transisi penggunaan mata uang lokal negara-negara ASEAN dalam transaksi keuangan intra-ASEAN.

Hal ini akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih stabil dan mengurangi risiko ekonomi yang disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar mata uang. Hanya saja, dia mengakui, saat ini pemakaian dolar AS dalam penyediaan cadangan devisa di Indonesia dan sebagian negara anggota ASEAN lainnya masih sangat dominan sehingga ASEAN perlu bekerja sama untuk menciptakan strategi guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS secara bertahap.

“Namun, negara-negara anggota ASEAN tidak mungkin serta-merta meninggalkan dolar AS dalam transaksi dagang di luar ASEAN. Bila itu terjadi, hal itu tentu akan memicu kemarahan negara adi daya tersebut dan berpotensi menimbulkan masalah geopolitik,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Berlianto Situngkir menambahkan, LCT merupakan satu inisiatif baru dari Indonesia yang telah dilakukan pada tingkat bilateral. Hal itu bertujuan meningkatkan efisiensi dalam transaksi ekonomi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di intra-ASEAN.

“Meskipun tidak ada kewajiban bagi negara-negara untuk menerapkan kebijakan ini, para pelaku usaha akan menggunakan mekanisme ini apabila dianggap lebih efisien dan stabil,” ujarnya.

Epicentrum of Growth

Dalam menjaga stabilitas dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di ASEAN, kolaborasi antarnegara dan sektor sangat penting. Semua pihak harus bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dan menjaga stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Menurut Berlianto, keberhasilan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di ASEAN membutuhkan empat elemen utama, yaitu; arsitektur kesehatan yang kuat, ketahanan pangan, ketahanan energi menuju transisi ekonomi bersih dan terbarukan, serta stabilitas keuangan di kawasan untuk mengantisipasi guncangan eksternal.

“Untuk mendukung tema Epicentrum of Growth, ASEAN perlu memperkuat keberadaannya dalam menciptakan stabilitas dan perdamaian di kawasan, bukan hanya di ASEAN, melainkan juga di kawasan Indo-Pasifik,” tegasnya.

Menurut Berlianto, dalam hal pertumbuhan ekonomi, ASEAN saat ini telah menjadi kekuatan kelima dari negara-negara maju di dunia, dengan total Gross Domestic Product (GDP) sebesar USD3,3 triliun dan jumlah penduduk lebih dari 650 juta jiwa, yang menempatkannya pada posisi ketiga setelah Tiongkok dan India.

Indonesia juga telah menggagas ASEAN outlook on Indo-Pasifik pada 2019 lalu dan telah meluncurkan ASEAN Indo-Pacific Forum sebagai flagship program pada Kepemimpinan ASEAN 2023.

Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam forum ini, antara lain, Creative Economic Forum, Infrastructure Forum, ASEAN Business and Investment Summit, dan Youth Conference on Digital Economic to Support SDGs. Untuk diketahui, periode Keketuaan Indonesia di ASEAN berlangsung selama satu tahun, dimulai sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2023.

Artinya, Keketuaan ASEAN 2023 oleh Indonesia merupakan bentuk kepercayaan organisasi regional itu kepada Indonesia untuk menavigasi pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan kawasan ASEAN di tengah kondisi pemulihan dunia pascapandemi.

“Yang jelas, keberadaan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN tentu ingin menegaskan kembali arti penting dan relevansi ASEAN bagi masyarakat di kawasannya.  Maka dari itu, stabilitas dan perdamaian menjadi syarat utama dalam rangka mewujudkan sentralitas ASEAN,” tambah Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kemenlu RI Berlianto Situngkir.

Penulis: Firman Hidranto

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Sulbar Tekankan Kerja Keras untuk Peningkatan PAD

    Gubernur Sulbar Tekankan Kerja Keras untuk Peningkatan PAD

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 38
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka, mengumpulkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar, Rabu, 25 Maret 2026, dalam rangka mematangkan perencanaan kerja pemerintah daerah. Dalam pertemuan tersebut, Suhardi Duka menekankan pentingnya membangun kembali semangat kerja keras di seluruh jajaran OPD sebagai fondasi utama dalam menjalankan program pembangunan daerah. […]

  • Diinisasi SMSI Pusat, Kemensos Gelar Kick Off HKSN 2024 di Taman Firdaus Desa Talaga Mancak

    Diinisasi SMSI Pusat, Kemensos Gelar Kick Off HKSN 2024 di Taman Firdaus Desa Talaga Mancak

    • calendar_month Sel, 17 Des 2024
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 88
    • 0Komentar

    BANTEN – Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia, pada Senin (16/12/2024) akan menggelar kick off Hari Kesetiakawan Sosial Nasional (HKSN) 2024 di Taman Firdaus, Kampung Saung Bojong, Desa Talaga, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten. Kegiatan yang melibatkan berbagai komponen masyarakat ini, menurut rencana akan dicanangkan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Drs. H. Saifullah Yusuf atau biasa […]

  • Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Diharapkan Beri Pelayanan Prima

    Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Diharapkan Beri Pelayanan Prima

    • calendar_month Sab, 21 Mei 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 211
    • 0Komentar

    KOTA BEKASI – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum melantik 21 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Jakarta – Bekasi Tahun 2022 di UPT Asrama Haji Bekasi, Kota Bekasi, Sabtu (21/5/2022). Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 436 Tahun 2022. Pak Uu -sapaan Wagub Jabar – berharap melalui pelantikan dan pengukuhan […]

  • Aris Munandar Buka Coaching Clinic

    Aris Munandar Buka Coaching Clinic

    • calendar_month Rab, 29 Mar 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 138
    • 0Komentar

    MAJENE – Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) menggelar Coaching Clinic DAK tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (PPKT) National Slum Upgrading Project (NSUP) 2023. Kegiatan ini, berlangsung selama dua hari, dimulai pada tanggal 29 sampai 30 Maret 2023 di Hotel Villa Bogor Majene. Ketua Panitia Nursalam melaporkan, Coaching Clinic merupakan wadah pengembangan kapasitas sekaligus salah satu […]

  • Rektor Unhas Lantik 28 Pejabat Baru dan Dosen Lulusan S3

    Rektor Unhas Lantik 28 Pejabat Baru dan Dosen Lulusan S3

    • calendar_month Sab, 29 Mar 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menggelar Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan dan Penerimaan Dosen Lulusan Program Doktor (S3) dalam Lingkup Unhas pada Kamis, (27/03). Upacara yang berlangsung di Lantai Dasar Gedung Rektorat ini terdapat 28 pejabat baru yang dilantik langsung oleh Rektor Unhas, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc. Selain itu, dua orang dosen lulusan […]

  • Beralih ke Siaran Digital, Jabar Dapat Jatah 1 Juta STB Gratis untuk Warga Miskin Gubernur: Jabar Siap Tambal Jika Ada Kekurangan

    Beralih ke Siaran Digital, Jabar Dapat Jatah 1 Juta STB Gratis untuk Warga Miskin Gubernur: Jabar Siap Tambal Jika Ada Kekurangan

    • calendar_month Jum, 1 Apr 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 226
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Jawa Barat mendapat jatah 1 juta lebih unit Set Top Box dari Pemerintah Pusat untuk masyarakat miskin berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dalam migrasi siaran televisi analog ke digital atau Analog Swicth Off. Dalam Analog Swicth Off (ASO) Pemerintah Pusat akan memberikan secara gratis 6,7 juta unit Set Top Box (STB) kepada […]

expand_less