Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Mendorong Stabilitas dan Integritas Keuangan ASEAN

Mendorong Stabilitas dan Integritas Keuangan ASEAN

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Ming, 7 Mei 2023
  • visibility 132
  • comment 0 komentar

JAKARTA – Butuh strategi antisipasi untuk menjaga stabilitas ekonomi dan netralitas ASEAN di tengah tantangan perekonomian dan konflik global.

Adanya kebutuhan mutual partnership antarnegara di kawasan ASEAN, di tengah-tengah kondisi makro ekonomi global yang tidak menentu, telah menguatkan tekad organisasi regional itu untuk memperluas cakupan kerja samanya.

Kebutuhan itulah yang terlihat ketika Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023 mendorong kerja sama penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan secara bilateral atau Local Currency Transaction (LCT), sesuai dengan tema besar Keketuaan ASEAN Indonesia 2023, ASEAN Matters: Epicentrum of Growth.

Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral BKF (Badan Kebijakan Fiskal) Kementerian Keuangan RI Nella Sri Hendriyetti menyampaikan bahwa Indonesia telah menetapkan beberapa upaya prioritas dalam mendorong stabilitas dan integrasi keuangan ASEAN. Salah satunya, mendorong perluasan pemakaian mata uang lokal agar melibatkan semua negara anggota ASEAN.

“Pemakaian mata uang lokal negara ASEAN akan memperkuat stabilitas mata uang masing-masing negara anggota dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Hal ini akan menekan risiko ekonomi yang disebabkan oleh volatilitas nilai tukar negara-negara ASEAN terhadap dolar AS yang selama ini kita hadapi,” ujarnya, dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang mengangkat tema “Menjaga Stabilitas Ekonomi dan Netralitas ASEAN”, Rabu (3/5/2023).

Langkah ini merupakan strategi antisipasi untuk menjaga stabilitas ekonomi dan netralitas ASEAN di tengah tantangan perekonomian global dan konflik yang terus terjadi di dunia. Penggunaan mata uang lokal negara ASEAN diharapkan juga akan membuat keragaman di dalam komposisi cadangan devisa.

Ini akan memberikan perlindungan tambahan pada negara-negara anggota ASEAN terhadap risiko volatilitas mata uang dan menambah kekuatan ekonomi kawasan. Dalam rangka mencapai tujuan ini, Nella menambahkan, ASEAN akan membentuk gugus tugas untuk merumuskan proses transisi penggunaan mata uang lokal negara-negara ASEAN dalam transaksi keuangan intra-ASEAN.

Hal ini akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih stabil dan mengurangi risiko ekonomi yang disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar mata uang. Hanya saja, dia mengakui, saat ini pemakaian dolar AS dalam penyediaan cadangan devisa di Indonesia dan sebagian negara anggota ASEAN lainnya masih sangat dominan sehingga ASEAN perlu bekerja sama untuk menciptakan strategi guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS secara bertahap.

“Namun, negara-negara anggota ASEAN tidak mungkin serta-merta meninggalkan dolar AS dalam transaksi dagang di luar ASEAN. Bila itu terjadi, hal itu tentu akan memicu kemarahan negara adi daya tersebut dan berpotensi menimbulkan masalah geopolitik,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Berlianto Situngkir menambahkan, LCT merupakan satu inisiatif baru dari Indonesia yang telah dilakukan pada tingkat bilateral. Hal itu bertujuan meningkatkan efisiensi dalam transaksi ekonomi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di intra-ASEAN.

“Meskipun tidak ada kewajiban bagi negara-negara untuk menerapkan kebijakan ini, para pelaku usaha akan menggunakan mekanisme ini apabila dianggap lebih efisien dan stabil,” ujarnya.

Epicentrum of Growth

Dalam menjaga stabilitas dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di ASEAN, kolaborasi antarnegara dan sektor sangat penting. Semua pihak harus bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dan menjaga stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Menurut Berlianto, keberhasilan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di ASEAN membutuhkan empat elemen utama, yaitu; arsitektur kesehatan yang kuat, ketahanan pangan, ketahanan energi menuju transisi ekonomi bersih dan terbarukan, serta stabilitas keuangan di kawasan untuk mengantisipasi guncangan eksternal.

“Untuk mendukung tema Epicentrum of Growth, ASEAN perlu memperkuat keberadaannya dalam menciptakan stabilitas dan perdamaian di kawasan, bukan hanya di ASEAN, melainkan juga di kawasan Indo-Pasifik,” tegasnya.

Menurut Berlianto, dalam hal pertumbuhan ekonomi, ASEAN saat ini telah menjadi kekuatan kelima dari negara-negara maju di dunia, dengan total Gross Domestic Product (GDP) sebesar USD3,3 triliun dan jumlah penduduk lebih dari 650 juta jiwa, yang menempatkannya pada posisi ketiga setelah Tiongkok dan India.

Indonesia juga telah menggagas ASEAN outlook on Indo-Pasifik pada 2019 lalu dan telah meluncurkan ASEAN Indo-Pacific Forum sebagai flagship program pada Kepemimpinan ASEAN 2023.

Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam forum ini, antara lain, Creative Economic Forum, Infrastructure Forum, ASEAN Business and Investment Summit, dan Youth Conference on Digital Economic to Support SDGs. Untuk diketahui, periode Keketuaan Indonesia di ASEAN berlangsung selama satu tahun, dimulai sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2023.

Artinya, Keketuaan ASEAN 2023 oleh Indonesia merupakan bentuk kepercayaan organisasi regional itu kepada Indonesia untuk menavigasi pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan kawasan ASEAN di tengah kondisi pemulihan dunia pascapandemi.

“Yang jelas, keberadaan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN tentu ingin menegaskan kembali arti penting dan relevansi ASEAN bagi masyarakat di kawasannya.  Maka dari itu, stabilitas dan perdamaian menjadi syarat utama dalam rangka mewujudkan sentralitas ASEAN,” tambah Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kemenlu RI Berlianto Situngkir.

Penulis: Firman Hidranto

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suhardi Duka Dorong Pengelolaan LTJ Sulbar Berpihak pada Kesejahteraan Masyarakat

    Suhardi Duka Dorong Pengelolaan LTJ Sulbar Berpihak pada Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 86
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah pusat tengah mengembangkan potensi rare earth element (REE) atau logam tanah jarang (LTJ) yang saat ini menjadi incaran dunia karena dibutuhkan untuk industri pertahanan, elektronik, hingga baterai kendaraan listrik. BUMN baru bentukan Danantara, Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), rencananya akan menggarap pilot proyek hilirisasi logam tanah jarang (rare earth) di Mamuju. Pada Rabu, […]

  • Suhardi Duka Gelar Maulid Nabi di Kediamannya, Penuh Kehangatan Bersama Warga

    Suhardi Duka Gelar Maulid Nabi di Kediamannya, Penuh Kehangatan Bersama Warga

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 159
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di kediamannya bersama masyarakat, Kamis 2 Oktober 2025. Tampak hadir Wakil Gubernur Sulbar Salim S Mengga, tokoh agama, tokoh masyarakat, pejabat Pemprov maupun Pemkab Mamuju serta masyarakat Sulbar. Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan secara sederhana dengan penuh hikmat. Gubernur Sulbar Suhardi Duka mengatakan […]

  • Gubernur Sulbar: Keterbukaan Informasi Publik Wajib, tapi Perhatikan Batasan

    Gubernur Sulbar: Keterbukaan Informasi Publik Wajib, tapi Perhatikan Batasan

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 124
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK), menegaskan pentingnya keterbukaan informasi publik dalam tata kelola pemerintahan yang baik. Hal ini disampaikannya usai menghadiri peluncuran program Monitoring dan Evaluasi (E-Monev) Keterbukaan Informasi Publik Provinsi Sulbar Tahun 2025, yang digelar pada Selasa, 16 September 2025. Menurut Suhardi Duka, keterbukaan informasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan dalam era […]

  • BPJS Kesehatan Mamuju Sosialisasi Hak dan Kewajiban Peserta JKN di Unimaju photo_camera 1

    BPJS Kesehatan Mamuju Sosialisasi Hak dan Kewajiban Peserta JKN di Unimaju

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 261
    • 0Komentar

    MAMUJU –  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Mamuju bekerja sama dengan Pengurus Daerah Muhammadiyah Mamuju  melaksanakan Sosialisasi Program JKN KIS. Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) dilaksanakan untuk memberikan pemahaman terhadap Hak dan Kewajiban Peserta. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat memahami dengan baik: Hak peserta BPJS Kesehatan, Kewajiban […]

  • Momen Hari Ibu, Perempuan dan Anak Berdaya Bersama

    Momen Hari Ibu, Perempuan dan Anak Berdaya Bersama

    • calendar_month Ming, 22 Des 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 155
    • 0Komentar

    MELALUI Ruang Bersama Indonesia, pemerintah bekerja sama dengan masyarakat menciptakan ruang belajar, pelatihan keterampilan, serta tempat bermain anak yang mengedepankan nilai-nilai lokal dan budaya bangsa. Bali merupakan salah satu provinsi yang sudah menerapkan program ramah perempuan dan peduli kesejahteraan anak. Bangli merupakan salah satu kabupaten di Pulau Dewata yang memiliki komitmen untuk menerapkan Desa Ramah […]

  • Warga Terdampak Bencana dan MBR di Mamuju Tengah Terima Bantuan Program Membara

    Warga Terdampak Bencana dan MBR di Mamuju Tengah Terima Bantuan Program Membara

    • calendar_month Kam, 14 Des 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 204
    • 0Komentar

    TOBADAK- Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan memberikan bantuan perbaikan rumah tinggal kepada warga yang terdampak bencana alam maupun mayarakat miskin dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada kawasan kumuh. Bantuan program Membangun Rumah Rakyat (Membara) tersebut diserahkan secara bergantian oleh Wakil Bupati Mateng HM Amin Jasa, Ketua […]

expand_less