UGM-Pemprov Sulbar Buka Peluang Beasiswa Afirmasi untuk Putra-Putri Daerah
- account_circle Pro Indonesia
- calendar_month Ming, 18 Jan 2026
- visibility 26
- comment 0 komentar

MAMUJU — Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia dalam sebuah seremoni di Rumah Jabatan Gubernur Sulbar, Sabtu, 17 Januari 2026.
Kesepakatan ini menjadi landasan kolaborasi jangka panjang untuk memperkuat kualitas SDM Sulawesi Barat, mengoptimalkan potensi daerah, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi putra-putri Sulbar melanjutkan pendidikan tinggi di UGM melalui berbagai skema, termasuk jalur afirmasi.
MoU antara Pemprov Sulbar dan UGM memuat kerja sama komprehensif dalam implementasi Tridharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian dan pelatihan, serta pengabdian kepada masyarakat, yang diintegrasikan dengan agenda pengembangan kapasitas aparatur dan masyarakat Sulbar.
Ruang lingkup kerja sama meliputi peningkatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penguatan pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal, tata kelola pemerintahan yang transparan, pembangunan infrastruktur, serta pelestarian budaya dan kearifan lokal di Provinsi Sulawesi Barat.
Kesepakatan ini akan dijabarkan lebih rinci melalui perjanjian-perjanjian kerja sama turunan antara perangkat daerah Sulbar dan unit-unit di UGM, dengan pembiayaan kegiatan bersumber dari APBD Provinsi Sulbar, anggaran UGM, serta sumber-sumber lain yang sah dan tidak mengikat.
MoU berlaku selama lima tahun sejak penandatanganan dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, dengan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas pelaksanaan kerja sama.
Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Barat, Dr. Suhardi Duka, menyebut penandatanganan MoU dengan UGM sebagai momentum bersejarah yang mengubah lanskap peluang pendidikan bagi generasi muda Sulbar. Ia menegaskan bahwa Sulbar memiliki potensi besar pada sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan, namun tantangan terbesar justru berada pada kualitas sumber daya manusia yang masih tertinggal.
“Malam ini kita sudah menandatangani MoU dengan Universitas Gadjah Mada; itu artinya bahwa peluang anak-anak Sulawesi Barat dibuka untuk Universitas Gadjah Mada. Ini adalah sejarah dan tentunya akan dicatat oleh sejarah, karena melalui kerja sama ini kita ingin menjadikan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama agar Sulawesi Barat tidak tertinggal dari daerah lain di Indonesia,” ujar Suhardi Duka.
Gubernur menjelaskan bahwa struktur ekonomi Sulbar saat ini masih sangat bertumpu pada pertanian, perikanan, dan perkebunan, meskipun provinsi ini juga memiliki potensi besar di sektor pertambangan dengan berbagai komoditas strategis. Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi memilih tetap menjadikan pertanian sebagai pondasi pembangunan dengan menjadikan mitigasi lingkungan sebagai pertimbangan utama dalam kebijakan ekonomi.
Sebagai wujud komitmen pembangunan SDM, Suhardi menawarkan skema khusus agar lulusan terbaik dari puluhan SMA di Sulbar dapat dikirim ke UGM melalui jalur afirmasi, dengan dukungan penuh beasiswa dari pemerintah provinsi. Ia menyatakan keyakinannya bahwa dalam lima tahun ke depan, langkah ini akan membuat SDM Sulbar menjadi jauh lebih kompetitif di tingkat nasional.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemprov Sulbar dan mengaku terkesan dengan keindahan alam serta suasana Mamuju sejak pertama kali mendarat di bandara. Ia menekankan bahwa kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan keharusan di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
“Di zaman ke depan, kolaborasi adalah keharusan dan kolaborasi ada karena saling percaya; Universitas Gadjah Mada sebagai universitas tertua yang pertama kali didirikan setelah Indonesia merdeka mempunyai tugas sebagai induk pendidikan untuk mencerdaskan bangsa di seluruh penjuru tanah air, termasuk di Sulawesi Barat, dan melalui kerja sama ini kami siap membantu menyusun peta jalan pengembangan sumber daya manusia—khususnya di sektor pertanian—melalui jalur afirmasi serta penerapan inovasi teknologi pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tutur Ova Emilia.
Ia mengingatkan bahwa sebelum MoU ini ditandatangani, UGM sudah beberapa tahun hadir di Sulbar melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang menempatkan mahasiswa di berbagai wilayah, termasuk daerah kepulauan.
Menurutnya, KKN merupakan program unggulan yang tidak hanya memperkuat kapasitas akademik, tetapi juga membentuk karakter, empati, dan integritas mahasiswa melalui pembelajaran langsung di tengah masyarakat.
Rektor UGM juga menjelaskan bahwa kampus telah mengembangkan mekanisme seleksi khusus bagi calon mahasiswa dari daerah afirmasi yang berbeda dari jalur seleksi nasional maupun ujian mandiri.
Ia menegaskan bahwa desain kerja sama dengan Sulbar akan diarahkan secara fokus pada sektor-sektor prioritas yang disepakati bersama, mulai dari perencanaan SDM, pendidikan tinggi, riset terapan, hingga pengembangan inovasi yang dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat dan pemerintah daerah.
Penandatanganan MoU ini dihadiri jajaran pimpinan UGM, pengurus Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) tingkat pusat dan daerah, alumni UGM di Sulbar, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Kehadiran para alumni UGM yang kini menduduki posisi strategis di lingkungan Pemprov—antara lain Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Kominfo—diharapkan memperkuat konektivitas program dan mempercepat implementasi berbagai inisiatif di lapangan.
Melalui kesepakatan ini, UGM, KAGAMA, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menegaskan komitmen bersama untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia, memperkuat sektor-sektor unggulan berbasis potensi lokal, dan mendorong inovasi pembangunan yang berkelanjutan. (***)
- Penulis: Pro Indonesia

Saat ini belum ada komentar