Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » Atasi Stunting dan Kemiskinan, Sulbar Luncurkan Gerakan Tim Pastipadu

Atasi Stunting dan Kemiskinan, Sulbar Luncurkan Gerakan Tim Pastipadu

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
  • visibility 190
  • comment 0 komentar

MAMUJU – Pemprov Sulbar terus berupaya menggenjot percepatan penurunan prevalensi stunting dan kemiskinan ekstrem melalui program unggulan PASTIPADU.

Langkah nyata itu dibuktikan dengan menggelar Rapat hasil Koordinasi Tim PASTIPADU bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) provinsi, mitra perusahaan dan mitra Baznas provinsi Sulawesi Barat di ruang oval lantai 3 kantor Gubernur Sulbar, Senin 11 November 2025.

Sekprov Sulbar Junda Maulana mengatakan bahwa PASTIPADU ini adalah program strategis pemprov Sulbar yang dicanangkan oleh Gebernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga.

“Tujuang utamanya ini adalah menangani masalah stunting, dengan menyasar kelompok-kelompok risiko stunting yaitu orang-orang miskin,” ujarnya.

Junda Maulana menekankan bahwa tentunya, tim PASTIPADU memiliki target yang ingin dicapai, yang pertama adalah menyasar orang miskin, yang kedua menurunkan kemiskinan sesuai dengan target RPJMD satu persen per tahun, Yang ketiga menurunkan stunting yang saat ini berada diangka 35 persen.

Selanjutnya menyasar aspek pendidikan agar pendidikan merata dan bisa berkualitas. Kemudian aspek kesehatan untuk merubah tatanang hidup masyarakat agar tadinya miskin kemudian terhindar dari masalah stunting.

“Jadi program ini adalah program terintegrasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan karena menangani stunting dan kemiskinan ini tidak bisa hanya pemerintah, begitu juga sebaliknya tidak bisa juga masyarakat tanpa dukungan pemerintah dan pihak swasta,” ujarnya.

 

Selain itu Junda Maulana mengungkapkan untuk tahun 2026 mendatang pemprov Sulbar bakal mengintervensi 10 desa per kabupaten yang didesain dalam bentuk Pilot proyek penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.

“Untuk tahun 2026 kita akan intervensi 10 desa per kabupaten sehingga ada 60 desa ditambah dengan tahun ini 12 desa menjadi 72 desa. Itu yang kita akan intervensi melalui APBD provinsi dan APBD Kabupaten. Program ini bertujuan untuk melihat efektivitas berbagai intervensi, seperti perbaikan gizi, peningkatan sanitasi, serta koordinasi antar instansi, untuk mencapai hasil yang nyata dan terukur,” ungkap Junda Maulana. (Rls)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kendaraan Bermotor Roda Dua Dilarang di IKN, Apa Gantinya?

    Kendaraan Bermotor Roda Dua Dilarang di IKN, Apa Gantinya?

    • calendar_month Kam, 14 Des 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 172
    • 0Komentar

    NUSANTARA – Ibu Kota Nusantara (IKN) direncanakan untuk menjadi smart city yang terintegrasi. Bahkan IKN direncanakan untuk melarang penggunaan kendaraan bermotor roda dua. Hal ini disampaikan oleh Resdiansyah selaku Chief Urban Mobility Otorita IKN. Karena melarang penggunaan sepeda motor, sebagai gantinya masyarakat IKN dapat menggunakan alat mobilitas individual berkecepatan di bawah 25 km/jam atau yang […]

  • Pemprov Sulbar Sukses Gelar Lomba Video Pendek HUT ke-80 Kemerdekaan RI

    Pemprov Sulbar Sukses Gelar Lomba Video Pendek HUT ke-80 Kemerdekaan RI

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 237
    • 0Komentar

    MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) sukses menggelar Lomba Pembuatan Video Pendek dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025. Kegiatan ini resmi berakhir dengan dilakukannya penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba, berupa sertifikat dan uang tunai. Prosesi penyerahan penghargaan berlangsung, Selasa 19 Agustus 2025, di Kantor Dinas […]

  • Gubernur Ridwan Kamil Ingatkan DKM Waspadai Modus Baru Penempelan “QR Code” di Kotak Amal

    Gubernur Ridwan Kamil Ingatkan DKM Waspadai Modus Baru Penempelan “QR Code” di Kotak Amal

    • calendar_month Sen, 10 Apr 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 140
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG –Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengingatkan seluruh Dewan Kemakmuran Masjid di Jabar  untuk meningkatkan keamanan dan rutin melakukan pengecekan sebagai antisipasi tindakan penempelan QR Code di kotak amal oleh pelaku kejahatan. Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil juga mengimbau kepada media untuk menginformasikan modus baru kejahatan ini agar diketahui masyarakat sehingga bisa lebih […]

  • KH Wahyun Mawardi Apresiasi Launching Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2025 Unimaju

    KH Wahyun Mawardi Apresiasi Launching Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2025 Unimaju

    • calendar_month Kam, 2 Jan 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 182
    • 0Komentar

    MAMUJU – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Barat Dr. K.H. Wahyun Mawardi, M.Pd. mengapresiasi Launching Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2025 yang dilaksanakan pengelola Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju). Acara tersebut dilaksanakan di Kampus I Unimaju, Jalan Pattalunru Nomor 2 Mamuju, Kamis 2 Januari 2025. Diikuti pengelola kampus, dosen dan sejumlah mahasiswa serta pengurus pimpinan Muhammadiyah. […]

  • Rektor IPB Apresiasi Program Petani Milenial: Progresif dan Inovatif

    Rektor IPB Apresiasi Program Petani Milenial: Progresif dan Inovatif

    • calendar_month Kam, 24 Mar 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 275
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Rektor IPB University Arif Satria mengapresiasi program Petani Milenial yang digagas Pemda Provinsi Jabar. Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu ikhtiar untuk mengatasi tantangan-tantangan ketahanan pangan.   Arif pun menyebut Petani Milenial sebagai program yang brilian, progresif, dan inovatif, untuk melahirkan generasi-generasi unggul yang responsif terhadap perubahan, terutama di bidang ketahanan pangan. […]

  • 4.791 Calon Siswa SMA/SMK di Jabar Dibatalkan Kepesertaannya

    4.791 Calon Siswa SMA/SMK di Jabar Dibatalkan Kepesertaannya

    • calendar_month Sen, 17 Jul 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 142
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat membatalkan kepesertaan 4.791 calon siswa SMA/SMK dalam Penerimaan Peserta Didik Baru 2023. Kepala Dinas Pendidikan Jabar Wahyu Mijaya menegaskan, pembatalan kepesertaan calon siswa tersebut di antaranya terkait dengan masalah Kartu Keluarga (KK) yang tidak sesuai dengan aslinya dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Ada beberapa penyebab kita […]

expand_less