Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » INTERNASIONAL » Pesawat Ulang Alik Challenger NASA Meledak

Pesawat Ulang Alik Challenger NASA Meledak

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
  • visibility 146
  • comment 0 komentar

Pada tanggal 28 Januari 1986, Pesawat Ulang-alik Challenger hancur berkeping-keping pada detik ke-73 penerbangannya, menewaskan ketujuh awak yang berada di dalamnya.

Wahana antariksa tersebut mengalami disintegrasi pada ketinggian 46.000 kaki (14 km) di atas Samudra Atlantik, di lepas pantai Cape Canaveral, Florida, pada pukul 16.39.13 UTC (11.39.13 EST, waktu setempat di lokasi peluncuran).

Peristiwa ini merupakan kecelakaan fatal pertama yang melibatkan wahana antariksa Amerika saat sedang mengudara.

Misi yang diberi kode STS-51-L ini adalah penerbangan ke-10 bagi pengorbit tersebut dan penerbangan ke-25 bagi armada Pesawat Ulang-alik.

Para awak dijadwalkan untuk melepaskan satelit komunikasi komersial dan meneliti Komet Halley selama berada di orbit, selain membawa seorang guru sekolah, Christa McAuliffe, ke luar angkasa di bawah naungan Proyek Guru di Luar Angkasa.

Tugas terakhir ini mengakibatkan tingginya minat dan liputan media yang tidak seperti biasanya terhadap misi ini; peluncuran dan musibah yang menyertainya disaksikan secara langsung di banyak sekolah di seluruh Amerika Serikat.

Penyebab musibah ini adalah kegagalan segel cincin-O primer dan sekunder pada sambungan di Pendorong Roket Padat (SRB) bagian kanan.

Suhu rendah yang memecahkan rekor pada pagi hari peluncuran telah membuat cincin-O karet menjadi kaku, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyegel sambungan.

Sesaat setelah lepas landas, segel tersebut jebol, dan gas bertekanan panas dari dalam SRB bocor melalui sambungan serta membakar tembus penyangga perlekatan buritan yang menghubungkannya ke tangki propelan luar (ET), kemudian menembus ke dalam tangki itu sendiri.

Runtuhnya struktur internal ET dan rotasi SRB yang menyusul kemudian mendorong rangkaian pesawat ulang-alik, yang sedang melaju pada kecepatan Mach 1,92, ke arah yang memungkinkan gaya aerodinamika mencabik-cabik pengorbit hingga hancur.

Kedua SRB terlepas dari ET yang kini telah hancur dan terus terbang tak terkendali hingga petugas keselamatan jangkauan meledakkannya.

Kompartemen awak, yang berisi jenazah manusia, serta banyak serpihan lain dari pesawat ulang-alik diangkat dari dasar laut setelah operasi pencarian dan pemulihan selama tiga bulan.

Waktu pasti kematian para awak tidak diketahui, namun beberapa awak diperkirakan selamat dari kehancuran awal wahana antariksa tersebut. Pengorbit itu tidak memiliki sistem penyelamatan diri, dan benturan kompartemen awak pada kecepatan terminal dengan permukaan laut terlalu dahsyat untuk dapat disintas.



Musibah ini mengakibatkan masa jeda selama 32 bulan dalam Program Pesawat Ulang-alik.

Presiden Ronald Reagan membentuk Komisi Rogers untuk menyelidiki kecelakaan tersebut.

Komisi ini mengkritik budaya organisasi dan proses pengambilan keputusan NASA yang berkontribusi pada kecelakaan itu. Data pengujian sejak tahun 1977 telah menunjukkan adanya cacat yang berpotensi memicu malapetaka pada cincin-O SRB, namun baik NASA maupun produsen SRB, Morton Thiokol, tidak menangani cacat yang sudah diketahui ini.

Para manajer NASA juga mengabaikan peringatan para insinyur mengenai bahaya peluncuran pada suhu rendah dan tidak melaporkan kekhawatiran teknis ini kepada atasan mereka.

Sebagai akibat dari musibah ini, NASA mendirikan Kantor Keselamatan, Keandalan, dan Jaminan Mutu, serta mengatur agar pelepasan satelit komersial dilakukan menggunakan kendaraan peluncur sekali pakai alih-alih dari pengorbit berawak.

Untuk menggantikan Challenger, pembangunan pengorbit Pesawat Ulang-alik baru, Endeavour, disetujui pada tahun 1987, dan pengorbit baru tersebut terbang pertama kali pada tahun 1992. Misi-misi selanjutnya diluncurkan dengan SRB yang telah dirancang ulang dan para awaknya mengenakan baju bertekanan selama proses pendakian dan masuk kembali ke atmosfer.

Kecelakaan yang terjadi 28 Januari 1986 itu menewaskan seluruh awak pesawat yang berjumlah tujuh orang, yakni Michael SmithDick ScobeeJudith ResnikRonald McNairEllison OnizukaGregory Jarvis, dan Christa McAuliffe.

Challenger digantikan oleh pesawat Endeavour yang melakukan peluncuran perdananya pada tahun 1992, enam tahun setelah musibah. (wikipedia)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dasco Siap Mendukung Aspirasi PPNI

    Dasco Siap Mendukung Aspirasi PPNI

    • calendar_month Rab, 12 Apr 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 68
    • 0Komentar

    JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menerima audiensi DPP Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), di ruang pimpinan Gedung Nusantara III Senayan Jakarta. Pertemuan dengan PPNI ini membahas terkait advokasi mempertahankan UU Keperawatan. Dalam kesempatan itu, PPNI menyampaikan permohonan dukungan tentang Keperawatan yang merupakan hasil produk dari Parlemen untuk tetap hidup di dalam […]

  • Perkuat Budaya Anti Korupsi, Inspektorat Sulbar Turun Langsung Dampingi Pengguna Layanan Isi Kuesioner SPI KPK

    Perkuat Budaya Anti Korupsi, Inspektorat Sulbar Turun Langsung Dampingi Pengguna Layanan Isi Kuesioner SPI KPK

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 116
    • 0Komentar

    MAMUJU — Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Barat melalui Tim Inspektorat Pembantu Wilayah Khusus (Irbanwil Khusus) melaksanakan pendampingan pengisian Kuesioner Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2025 kepada masyarakat dan pengguna layanan publik. Pendampingan dilaksanakan di beberapa instansi pelayanan, yaitu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Samsat, serta UPTD Pengujian Mutu Dinas PUPR, Selasa […]

  • Yamaha Lexi LX 155 Laris Manis

    Yamaha Lexi LX 155 Laris Manis

    • calendar_month Jum, 9 Feb 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 111
    • 0Komentar

    YAMAHA Lexi LX 155 belum lama ini diluncurkan oleh PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) pada Januari 2024 kemarin. Belum genap satu bulan, pabrikan berlambang garpu tala itu menyebutkan produk baru mereka laku keras di konsumen Indonesia. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Antonius Widiantoro selaku Asst. General Manager Marketing & Public Relation PT YIMM. Hanya […]

  • Revitalisasi Alun-alun Cimahi Hadiah Buat Warga

    Revitalisasi Alun-alun Cimahi Hadiah Buat Warga

    • calendar_month Rab, 21 Jun 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 129
    • 0Komentar

    KOTA CIMAHI — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendorong percepatan revitalisasi Alun-alun Kota Cimahi yang telah didukung anggaran dari Pemdaprov Jabar. Penataan Alun-alun Kota Cimahi menjadi hadiah spesial bagi warga Cimahi di Hari Jadi ke – 22 yang bertepatan dengan 21 Juni 2023. “Bantuan ke Cimahi selama lima tahun, walaupun jumlah penduduk Cimahi tidak terlalu […]

  • Sekda Jabar: Esports Jadi Cabang Olahraga Prospektif

    Sekda Jabar: Esports Jadi Cabang Olahraga Prospektif

    • calendar_month Sen, 12 Jun 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 110
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, esports merupakan cabang olahraga (cabor) prospektif sebagai olahraga prestasi. Hal itu, kata Setiawan, sudah dibuktikan dengan kesuksesan Indonesia menjadi juara umum cabor esports di SEA Games Kamboja. Dalam ajang tersebut, Indonesia meraih tiga medali emas dan dua medali perak dari cabor esports. “Olahraga ini […]

  • Suhardi Duka: Temuan BPK Harus Dituntaskan

    Suhardi Duka: Temuan BPK Harus Dituntaskan

    • calendar_month Sab, 2 Agu 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 78
    • 0Komentar

    MAMUJU — Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK), menegaskan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Salah satunya melalui penyelesaian temuan-temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang hingga kini belum ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait. Gubernur Suhardi Duka menyatakan akan melimpahkan temuan BPK kepada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat jika tidak ada progres penyelesaian dari para […]

expand_less