Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » RAMADHAN: Jalan Sunyi Menuju Taqwa

RAMADHAN: Jalan Sunyi Menuju Taqwa

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month 20 jam yang lalu
  • visibility 15
  • comment 0 komentar

RAMADHAN: Jalan Sunyi Menuju Taqwa
Oleh: Muh. Tahir

(Rektor Universitas Muhammadiyah Mamuju)

Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut Ramadhan dengan suasana yang berbeda dari bulan-bulan lainnya. Masjid kembali hidup, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema hingga larut malam, tangan-tangan terbuka untuk bersedekah, dan hati manusia terasa lebih lembut. Fenomena ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan tanda bahwa Ramadhan memiliki kekuatan transformasi yang nyata dalam kehidupan manusia.

Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur’an:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).

Ayat ini mengandung pesan mendalam tentang hakikat puasa. Ia tidak hanya berbicara tentang kewajiban ibadah, tetapi tentang proses pembentukan manusia yang utuh. Jika diamati secara sosial dan spiritual, puasa Ramadhan menghadirkan sebuah fenomena menarik: perubahan perilaku umat yang terjadi hampir serempak di berbagai tempat dan generasi.

Dalam perspektif fenomena sosial, Ramadhan memperlihatkan bagaimana teori kehidupan lahir dari praktik nyata masyarakat. Tanpa komando formal, umat Islam tiba-tiba lebih disiplin, lebih sabar, lebih peduli, dan lebih religius. Ini menunjukkan bahwa puasa bukan sekadar konsep teologis, tetapi mekanisme pendidikan karakter yang hidup dalam realitas.

Ada tiga pesan utama dalam perintah puasa yang patut direnungkan.
Pertama, puasa ditujukan kepada orang-orang beriman. Artinya, puasa bukan sekadar kewajiban fisik, tetapi panggilan kesadaran spiritual. Iman menjadi fondasi utama. Standar keimanan dalam Islam tidak abstrak; ia tercermin dalam keyakinan kepada Allah, malaikat, rasul, kitab suci, hari akhir, serta takdir baik dan buruk. Puasa menjadi ujian nyata apakah iman hanya berhenti pada pengakuan lisan atau benar-benar hadir dalam perilaku hidup sehari-hari.

Kedua, puasa merupakan ibadah yang telah dijalankan oleh umat-umat sebelum Islam. Sejarah menunjukkan bahwa para nabi dan pengikutnya menjadikan puasa sebagai sarana penyucian diri. Dengan demikian, Ramadhan menghubungkan umat Islam modern dengan rantai panjang spiritualitas manusia sepanjang sejarah. Puasa menjadi bahasa universal manusia dalam mendekatkan diri kepada Tuhan.

Ketiga, tujuan akhir puasa adalah taqwa. Inilah inti Ramadhan. Taqwa bukan sekadar istilah religius, melainkan kualitas kesadaran moral tertinggi. Orang bertaqwa mampu mengendalikan diri meskipun tidak diawasi, jujur meskipun memiliki kesempatan berbuat curang, serta tetap berbuat baik meskipun tidak mendapat pujian.

Jika ditelaah lebih jauh, hikmah puasa juga menyentuh berbagai dimensi kehidupan. Dari aspek sejarah, Ramadhan menjaga kesinambungan tradisi kenabian. Dari aspek mental dan kesehatan, puasa melatih pengendalian diri, kesabaran, serta keseimbangan emosional. Dari aspek sosial, Ramadhan menumbuhkan solidaritas dan empati terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan.

Menariknya, perubahan sosial selama Ramadhan sering terjadi secara alami. Tingkat kepedulian sosial meningkat, konflik sosial menurun, dan budaya berbagi tumbuh kuat. Fenomena ini menunjukkan bahwa puasa memiliki fungsi rekonstruksi sosial yang luar biasa. Ia mendidik manusia bukan melalui ceramah panjang, tetapi melalui pengalaman langsung menahan diri.

Hakikat puasa sesungguhnya adalah praktik Islam secara menyeluruh atau Islam kaffah. Ramadhan melatih integritas pribadi: jujur ketika sendiri, disiplin terhadap waktu, menjaga lisan, serta mengendalikan hawa nafsu. Puasa mengajarkan bahwa spiritualitas bukan hanya urusan masjid, tetapi juga urusan etika kerja, tanggung jawab sosial, dan kemanusiaan.

Namun, pertanyaan pentingnya adalah: apakah nilai-nilai Ramadhan berhenti setelah Idul Fitri? Di sinilah ujian sesungguhnya. Ramadhan bukan tujuan akhir, melainkan sekolah kehidupan. Ia membentuk manusia agar membawa nilai taqwa sepanjang tahun.

Taqwa dapat disebut sebagai gelar paripurna seorang Muslim. Ia menjadi identitas spiritual sekaligus tiket keberlanjutan menuju kehidupan akhirat. Orang bertaqwa bukan hanya rajin beribadah, tetapi menghadirkan nilai ketuhanan dalam setiap keputusan hidupnya dalam keluarga, pekerjaan, kepemimpinan, dan kehidupan sosial.
Ramadhan pada akhirnya mengajarkan satu hal sederhana namun mendalam: manusia yang kuat bukanlah yang mampu menguasai dunia, tetapi yang mampu menguasai dirinya sendiri.

Di tengah dunia modern yang serba cepat, kompetitif, dan sering kali kehilangan arah spiritual, Ramadhan hadir sebagai ruang jeda. Ia mengingatkan manusia tentang asal-usulnya, tujuan hidupnya, dan akhir perjalanannya.

Maka Ramadhan 1447 Hijriah seharusnya menjadi momentum refleksi kolektif. Bukan sekadar menjalankan ritual tahunan, tetapi membangun manusia yang lebih jujur, lebih peduli, lebih sehat secara mental, dan lebih dekat kepada Sang Pencipta.

Sebab pada akhirnya, puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Puasa adalah perjalanan sunyi menuju taqwa, menuju saat ketika manusia kembali kepada Allah dengan hati yang bersih dan kehidupan yang bermakna. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ridwan Kamil: Ada Tujuh Pekerjaan Perbaikan Jalan di Cirebon

    Ridwan Kamil: Ada Tujuh Pekerjaan Perbaikan Jalan di Cirebon

    • calendar_month Ming, 2 Apr 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KABUPATEN CIREBON — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan inspeksi mendadak perbaikan jalan di Jl. Sumber, Kabupaten Cirebon, Minggu (2/4/2023). Dalam sidak tersebut, Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– menuturkan bahwa ada tujuh pekerjaan perbaikan jalan provinsi di Kabupaten dan Kota Cirebon. “Untuk Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon, total ada tujuh pekerjaan dari yang rusak berat, […]

  • KUR Kian Bersahabat dengan UMKM

    KUR Kian Bersahabat dengan UMKM

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Keringanan bunga dan agunan diberikan kepada debitur KUR supermikro-mikro dengan maksimal pinjaman Rp100 juta. Pada 2023, pemerintah kembali menetapkanbunga KUR 3 persen untuk KUR supermikrodan bunga single digit untuk KUR mikro.Kebijakan itu merupakan bentuk afirmatifpemerintah ke sektor UMKM yang menguasai61 persen PDB Indonesia. Selain sumbangan terhadap PDB besar, sektoritu juga memberikan sumbangan terhadappenyerapan tenaga kerja hingga 97 persen daritotal penyerapan tenaga kerja nasional. Jadi,keberadaan program kredit usaha rakyat(KUR) yang kian ramah untuk nasabah adalahsebuah keharusan. Tak hanya tawaran bunga kredit rendah mulaidari 3 persen, pemerintah juga meminta bank penyalur KUR untuk memberikan keringananberupa bebas agunan bagi debitur mikromaupun supermikro. Keringanan itu tertuanglewat Peraturan Menteri Koordinator bidangPerekonomian nomor 1 tahun 2023 yang terbitpada akhir Januari 2023. Pada aturan itu, keringanan bunga dan agunandiutamakan untuk debitur KUR supermikrodan mikro dengan maksimal pinjaman tidaklebih dari Rp100 juta. Menteri Koordinatorbidang Perekonomian Airlangga Hartartomengatakan, kebijakan bunga KUR supermikro jadi 3 persen itu merupakan wujudkeberpihakan kepada para pekerja yang terkena PHK dan ibu rumah tangga untuk bisamenjalankan usahanya lebih produktif. Jika dirinci, kebijakan KUR dengankeringanan dan agunan untuk dua segmendebitur, pertama debitur KUR supermikromendapatkan fasilitas bunga kredit 3 persendengan plafon kredit maksimal Rp10 juta.Segmen ini diberikan tenor 3 tahun–-5 tahun. Kedua, debitur KUR mikro akan dikenaibunga kredit sesuai tipe penerima, misalnyadebitur pertama kali mengajukan KUR bisamendapatkan bunga 6 persen, kedua kali 7 persen, ketiga kali 8 persen, dan keempat kali 9 persen. Pemerintah menentukan plafon KUR untuk mikro mulai dari Rp10 juta–-Rp100 juta. Yang menjadi istimewa untuk debitur KUR supermikro dan mikro adalah mereka tidakdiwajibkan untuk memenuhi agunantambahan. Tapi, tetap menyepakati agunanpokok. Sedangkan, debitur KUR yang mendapat pinjaman di atas Rp100 juta tetapmemenuhi ketentuan agunan pokok dantambahan. Tentu kebijakan itu menjadi anginsegar bagi masyarakat, terutama untuk pekerjadan ibu rumah tangga. Dari data Kementerian Perekonomian, pada2022 dari total 7,62 juta debitur KUR, sebanyak 66,11 persen adalah debitur mikro, 31,84 persen untuk debitur kecil, dan 1,74 persen debitur supermikro dan di bawah 1 persen PMI. Sejatinya, peran perbankan dibutuhkan untukmenciptakan pertumbuhan ekonomi daripelaku usaha kelas bawah, yakni supermikro.Hanya saja, suku bunga yang mini dan tanpaagunan tambahan dapat memicu kenaikanrisiko kredit bermasalah atau non performingloan/NPL perbankan. Di sisi lain, alokasi KUR untuk pelaku usahasupermikro masih tergolong baru, sehinggakontribusinya terhadap total plafon KUR masih kecil. Namun terlepas dari semua itu, harus diakui peran penting UMKM tetap harusdiapresiasi oleh pemerintah. Pasalnya, sektorUMKM mampu menyerap sejumlah tenagakerja, banyaknya jumlah unit usaha, capaiankinerja ekspor yang kian impresif, hinggakontribusi yang signifikan terhadap PDB. Pengembangan UMKM penting bagipemerintah untuk dapat mengungkitpertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintahjuga terus berupaya mendukung peningkatandaya saing UMKM dan kontribusinyaterhadap ekonomi nasional, salah satunyadengan mengkaji dan memperbaiki kebijakanterkait pembiayaan UMKM. “Saat ini kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia mencapai 61 persen dengankemampuan penyerapan tenaga kerjamencapai 97 persen dari total penyerapantenaga kerja nasional. Diharapkan juga, kontribusi UMKM terhadap ekspor nonmigasyang saat ini baru mencapai 16 persen dapatditingkatkan,” ungkap Menko Airlangga, dalam satu kesempatan. Terkait dengan kebijakan pembiayaan bagiUMKM tersebut, pemerintah berupayameningkatkan akses pembiayaan KUR denganporsi kredit yang ditargetkan mencapai 30 persen pada 2024. Selanjutnya gunamendorong UMKM naik kelas jugadiperlukan skema kerja sama antara usahakecil dan usaha besar, sehingga UMKM dapatberkembang dengan peningkatan kuantitas dankualitas produksi. Bagi perusahaan besar juga dapatmeningkatkan profit. Melalui kerja sama yang diiringi dengan peningkatan produktivitas dankualitas produksi yang baik, UMKM akanlebih mudah menjangkau global value chain (GVC). Keberpihakan pemerintah terhadap sektorUMKM sangat jelas dan tegas. Bagipemerintah, keberadaan sektor UMKM saatini sangat disadari pentingnya bagi pemulihanperekonomian nasional. Harapannya, sejumlah kebijakan pemerintahyang afirmatif terhadap sektor UMKM bisamendongkrak mereka untuk naik kelas. Ujung dari semua itu, peran sektor UMKM tetap bisamenjadi penyangga perekonomian negara. (***)

  • Humas PMI se-Sulbar Ikuti Lokalatih Kehumasan

    Humas PMI se-Sulbar Ikuti Lokalatih Kehumasan

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 75
    • 0Komentar

    MAMUJU – Pengurus Palang Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan Lokalatih Kehumasan. Kegiatan dilaksanakan di Markas PMI Sulbar di Mamuju selama tiga hari, yakni 17-19 Februari 2025. Mewakili Ketua PMI Sulbar, Wakil Ketua Bidang Organisasi Andi Marini Ariakati membuka acara secara resmi pada tanggal 17 Februari 2025 malam. Kegiatan Lokalatih Kehumasan diikuti oleh staf sekretariat […]

  • Komitmen Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis, Bahtiar Bagikan Benih Ikan Nila ke Sejumlah Kades

    Komitmen Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis, Bahtiar Bagikan Benih Ikan Nila ke Sejumlah Kades

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 58
    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH – Usai menebar benih ikan Nila di bendungan dan sungai di Kecamatan Tobadak, Penjabat Gubernur Sulawesi Barat Bahtiar Baharuddin menemui sejumlah kepala desa di kabupaten Mamuju Tengah. Dalam melakukan kunjungan di Mamuju Tengah Bahtiar bersama Ketua DPRD Sulbar Amalia Fitri Aras. Bahtiar mengatakan, ikan nila merupakan salah satu sumber gizi masyarakat, Ia berharap […]

  • Serap Informasi ASN Kota Bogor, Bey Machmudin : Sinergi Kunci Pencapaian Pembangunan Makro Jabar

    Serap Informasi ASN Kota Bogor, Bey Machmudin : Sinergi Kunci Pencapaian Pembangunan Makro Jabar

    • calendar_month Rab, 3 Jul 2024
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 42
    • 0Komentar

    KOTA BOGOR — Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin bertemu dengan aparatur sipil negara Pemda Kota Bogor untuk memperkuat sinergi demi pencapaian pembangunan makro di Jabar. Bey menyebut perlu komitmen kolaborasi antara Pemda Provinsi dengan Pemda kabupaten dan kota di seluruh Jabar. “Pertemuan kita hari ini sangat penting untuk bersama-sama meningkatkan pencapaian indikator pembangunan Jawa […]

  • Dinas TPHP Sulbar Catat 1.928 Kelahiran Sapi dari Program IB

    Dinas TPHP Sulbar Catat 1.928 Kelahiran Sapi dari Program IB

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 63
    • 0Komentar

    MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) mencatat keberhasilan pelaksanaan program Inseminasi Buatan (IB) pada ternak sapi. Hingga tahun 2025, angka kelahiran sapi di Sulbar mencapai 1.928 ekor, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 1.687 ekor. Keberhasilan ini disampaikan oleh Kepala Dinas TPHP Sulbar, Hamdani […]

expand_less