Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Kopiah Resam, Kerajinan Ramah Lingkungan Khas Bangka

Kopiah Resam, Kerajinan Ramah Lingkungan Khas Bangka

  • account_circle Pro Indonesia
  • calendar_month Kam, 6 Apr 2023
  • visibility 84
  • comment 0 komentar

Masyarakat Bangka Belitung pernah memberikan cendera mata kopiah resam kepada para peserta salah satu rangkaian Presidensi G20.

Beragamnya suku yang mendiami 38 provinsi di tanah air telah memberi sumbangsih besar dalam memperkaya khasanah budaya dan tradisi Nusantara. Setiap suku tentu memiliki adat istiadatnya masing-masing, yang terkadang tak dijumpai di daerah lainnya. Mereka pun sangat dekat dengan alam dan tak jarang membuat benda-benda untuk membantu kebutuhan sehari-hari dari bahan yang diambil di alam bebas.

Misalnya, tas noken yang merupakan kerajinan khas masyarakat Papua. Dibuat dari serat kulit kayu, tas itu berguna untuk membawa hasil bumi yang hendak dijual ke pasar atau sebagai tas belanja. Begitu pula baju kulit kayu, salah satu ciri khas masyarakat suku Dayak di Kalimantan.

Nah, masyarakat di Bangka Belitung pun memiliki tradisi memanfaatkan bahan dari alam untuk dijadikan songkok atau kopiah. Kopiah sendiri merupakan salah satu warisan budaya takbenda di provinsi berjuluk Serumpun Sebalai itu sejak 2015.

Penutup kepala yang biasa dipakai kaum adam untuk salat dan pelengkap saat acara adat seperti Sepintu SedulangRebo Kasan, dan Nganggung tersebut berasal dari resam (Dicranopteris linearis). Seperti dikutip dari website Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, resam merupakan tanaman dari keluarga paku-pakuan atau pakis (Pteridophyta).

Habitat resam adalah daerah tebing bersuhu lembab di kawasan perbukitan berketinggian 200-1.200 meter di atas permukaan laut. Ia dapat tumbuh hingga mencapai 1,5 meter dan paku-pakuan ini acap tumbuh melilit pada batang pohon lain serta bercabang.

Rimpang atau akar resam berbentuk umbi yang tumbuh di dekat permukaan tanah dan memiliki batang keras serta berongga. Ciri khas daunnya menyirip berjajar dua dan tangkainya bercabang mendua. Pada bagian bawah daun ada stomata berwujud bintik-bintik yang berfungsi sebagai alat penapasan.

Resam dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis dan subtropis, tersebar di Asia dan Pasifik. Kendati dikenal sebagai gulma atau pengganggu, resam pun dapat berfungsi sebagai tanaman obat.

Seperti disebutkan di dalam website Yayasan Kehati, resam dapat mengobati luka, sebagai obat batuk, obat infeksi saluran kencing, dan pemecah bisul. Tumbuhan ini kendati bersifat invasif dan mampu mendominasi permukaan tanah, sehingga menghambat pertumbuhan tanaman lain. Pada kenyataannya, resam justru memberi manfaat lantaran mampu menyuburkan tanah dan menyerap racun di sekitar tempatnya tumbuh serta dapat dijadikan tanaman hias.

Bagi masyarakat suku Ketapik yang mendiami kawasan Desa Dendang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, resam mendapat tempat spesial karena bisa bernilai ekonomi tinggi. Lewat tangan-tangan terampil dan kreatif penduduk desa salah satu subsuku Melayu tersebut, resam dibuat naik kelas sebagai anyaman pembuat kopiah unik ramah lingkungan dan dalam perkembangannya juga dapat dibuat cincin atau gelang.

Turun-Temurun

Tradisi membuat kopiah resam sudah diwariskan turun-temurun oleh para leluhur Desa Dendang. Hampir semua warga, khususnya kaum hawa, mampu membuat kopiah resam.

Proses membuat kopiah resam tergolong sulit dan menguras waktu, meski harga jualnya pun cukup tinggi, yakni berkisar Rp100 ribu hingga jutaan rupiah per songkok tergantung kualitas produk, kasar atau halus.

Tanaman resam sendiri tak sulit untuk mencarinya karena banyak ditemui di hutan-hutan sekunder Bangka Barat, perkebunan sawit, atau di sekitar kebun warga. Namun, tak semua resam dapat dianyam sebagai kopiah. Hanya batang resam tua yang memenuhi syarat karena lebih kuat dan lentur dianyam untuk menghasilkan sebuah kopiah berkualitas.

Caranya, kulit luar batang resam dikupas untuk diambil seratnya dan yang terbaik untuk dianyam ada di lapisan ketiga kulitnya dengan warna cokelat. Selanjutnya, serat-serat resam direndam ke dalam air selama tiga hari supaya lebih lentur. Angkat dan tiriskan untuk selanjutnya dijemur hingga kering. Setelah benar-benar kering, serat resam diserut memakai alat sederhana berupa tutup kaleng yang dilubangi kecil-kecil.

Nantinya, serat hasil serutan tersebut akan membentuk semacam benang kaku dan siap untuk dianyam mengikuti pola kopiah yang berbentuk lonjong. Umumnya pola atau cetakan songkok terbuat dari kayu. Supaya warna serat lebih terlihat, umumnya perajin akan merendamnya di dalam air rebusan kulit kayu semak (Syzygium muelleri) hingga berwarna cokelat keemasan dan segera diangkat untuk dikeringkan.

Proses penganyaman hingga selesai dan menciptakan sebuah songkok bisa berlangsung antara seminggu sampai tiga bulan. Semua bergantung dari tingkat kehalusan produk, karena makin halus tentu saja harganya makin mahal. Oh iya, sekadar gambaran, untuk menghasilkan kopiah bertekstur kasar hanya dibutuhkan waktu paling lama satu minggu.

Tetapi jika menginginkan kopiah bertekstur halus, maka proses pengerjaannya bisa mencapai tiga bulan. Agar ada variasi motif dan warna kopiah, misalnya dipadu warna putih, maka dapat dipakai serat akar pohon sulur. Setelah proses menganyam rampung, pekerjaan berikutnya adalah mengoleskan semacam lilin terbuat dari campuran madu hutan atau minyak kelapa supaya resam terlihat mengkilat dan lebih tahan lama.

Kopiah resam selain dipakai untuk salat lima waktu, juga dikenakan saat lebaran. Pamor kopiah jenis ini sudah melampaui Bangka Belitung dan menjadi oleh-oleh kerajinan khas untuk wisatawan dari provinsi penghasil timah dan lada tersebut. Ketika Pulau Belitung menjadi tuan rumah salah satu event pendukung Presidensi G20 berupa Development Working Group, pada 8 September 2022, para pesertanya mendapat oleh-oleh kopiah resam dari Penjabat Gubernur Ridwan Djamaluddin.

Terakhir, saat ini bahan baku kopiah di alam liar mulai berkurang karena makin gencarnya pembukaan lahan sawit dan secara tak langsung menghilangkan perlahan habitat resam. Oleh karena itu, perlu disiapkan langkah terpadu agar kopiah resam tidak hanya tinggal nama.

Penulis: Anton Setiawan

  • Penulis: Pro Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Kesehatan hingga Infrastruktur: Strategi 100 Hari Kerja SDK-JSM Optimalkan Anggaran untuk Kesejahteraan Rakyat

    Dari Kesehatan hingga Infrastruktur: Strategi 100 Hari Kerja SDK-JSM Optimalkan Anggaran untuk Kesejahteraan Rakyat

    • calendar_month Sel, 27 Mei 2025
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 27
    • 0Komentar

    MAMUJU – Meski awal masa jabatan diwarnai pengetatan fiskal, Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Salim S Mengga, berhasil mengubah wajah anggaran menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat. Di bawah kepemimpinan SDK-JSM, Pemprov Sulbar menggelontorkan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk mengcover warga yang tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan di kabupaten. Langkah ini dianggap […]

  • Kunker ke Bandung, Presiden Jokowi Ngopi di Park Cikutra

    Kunker ke Bandung, Presiden Jokowi Ngopi di Park Cikutra

    • calendar_month Jum, 7 Jul 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 41
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Presiden Joko Widodo mengunjungi Park di Jalan Pahlawan Kota Bandung, Selasa (11/7/2023) malam. Presiden nongkrong sambil ngopi di Jabarano Coffee. Didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Presiden tiba sekitar pukul 18.30 yang ketika diresmikan Jumat (7/7/2023) namanya Pasar Kreatif Jawa Barat. Setelah diresmikan namanya kemudian berubah menjadi Park agar brand – nya […]

  • Ridwan Kamil: Pasar Rakyat Jabar Juara Harus Jadi Pilihan Utama Warga

    Ridwan Kamil: Pasar Rakyat Jabar Juara Harus Jadi Pilihan Utama Warga

    • calendar_month Rab, 27 Apr 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 178
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengemukakan, Pasar Rakyat Jabar Juara harus jadi pilihan utama warga dalam mencari kebutuhan pokok. Maka dari itu Ridwan Kamil berharap Pasar Rakyat Jabar Juara di Ciranjang, Kabupaten Cianjur, bisa meningkatkan roda perekonomian warga setempat. “Kami bercita-cita agar ekonomi kerakyatan itu harus bangkit jadi pilihan utama. Jadi shoping […]

  • Pemkesra Sulbar Komitmen Hadirkan Layanan yang Berbasis Digital

    Pemkesra Sulbar Komitmen Hadirkan Layanan yang Berbasis Digital

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 37
    • 0Komentar

    MAMUJU – Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat melalui Penelaah Teknis Kebijakan, Muhammad Kurniawan Usman, mengikuti kegiatan Sosialisasi Penerapan Teknologi Digital terhadap Peningkatan Pelayanan Publik yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan berlangsung di Aula Teater Lantai 2 Kantor Gubernur Sulawesi Barat pada Senin, 8 Desember 2025. Sosialisasi ini merupakan […]

  • Pemda Provinsi Jawa Barat Terbaik Pembangunan Daerah 2022

    Pemda Provinsi Jawa Barat Terbaik Pembangunan Daerah 2022

    • calendar_month Kam, 28 Apr 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 169
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Pemda Provinsi Jawa Barat meraih juara terbaik pertama dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2022 lewat inovasi Sim Jawara (Sistem Informasi Manajemen Talenta Jawa Barat Juara). Pemenang PPD 2022 ini diumumkan pada saat pembukaan Musrenbangnas (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional) tahun 2022 yang dihadiri seluruh kepala daerah se-Indonesia secara virtual, Kamis (28/4/2022). Gubernur […]

  • Ridwan Kamil Ungkap Kunci Sukses Citarum Harum

    Ridwan Kamil Ungkap Kunci Sukses Citarum Harum

    • calendar_month Rab, 27 Apr 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 162
    • 0Komentar

    KABUPATEN CIANJUR — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkap kunci keberhasilan penyelamatan Sungai Citarum adalah kolaborasi pentaheliks. Tak kurang dari seribu individu dari berbagai instansi turut terlibat yang dikoordinasikan lewat pusat komando Satgas Citarum Harum. “Kuncinya adalah kekompakan maka lahirlah konsep pentaheliks ABCGM, semua bersinergi, semua diberi tempat semua dikoordinasikan melalui pusat komando,” ungkapnya disampaikan […]

expand_less