Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Keliling Indonesia Sehari di TMII

Keliling Indonesia Sehari di TMII

  • account_circle Pro Indonesia
  • calendar_month Sab, 3 Jun 2023
  • visibility 76
  • comment 0 komentar

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan taman yang dibangun seperti miniatur Indonesia. Di sana ada rumah adat, taman, museum, dan gedung teater yang menyajikan keunikan berbagai daerah di Indonesia.

Terletak di Jakarta Timur, TMII menyediakan berbagai wahana bagi pengunjung agar mendapat pengetahuan tentang Nusantara sambil berekreasi. Wisatawan juga bisa menjajal wahana permainan yang ada, seperti bioskop empat dimensi. Berikut beberapa wahana yang ada di TMII:

  1. Anjungan Daerah

Anjungan daerah adalah bangunan-bangunan rumah adat yang bercirikan arsitektur tradisional khas daerah Indonesia. Ada 33 anjungan daerah yang dibangun berderet mengelilingi danau miniatur arsipelago Indonesia, melambangkan satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Tiap provinsi menampilkan sekurangnya tiga bentuk rumah adat khas daerah. Semua berada di satu kawasan yang disediakan untuk provinsi bersangkutan.

  1. Museum

Di museum akan ditemukan pemikiran-pemikiran jenius anak bangsa yang dengan kreatifnya menciptakan sesuatu dengan mengandalkan hasil alam tanpa merusaknya, sesuai dengan kearifan lokal milik mereka, perkembangan setelahnya, teknologi masa kini dan yang akan datang.

Ada 18 museum di TMII yang bisa menjadi tempat belajar sekaligus bisa melestarikan budaya milik kita.

  1. Rumah Ibadah

Jika ingin melihat betapa rukun dan damainya umat beragama beribadah tanpa konflik di waktu yang saling berdekatan, silakan datang ke TMII dan melihatnya secara langsung. Di kawasan itu, kita akan menemukan penganut agama Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu berjalan bersama menuju rumah ibadah masing-masing yang hanya berjarak beberapa meter.

  1. Wahana Rekreasi

Selain sebagai Lembaga Pelestarian Budaya Indonesia, Taman Mini ‘Indonesia Indah’ merupakan salah satu penyedia sarana pendidikan dan rekreasi dalam satu tempat sekaligus. Wahana rekreasi tersebut, antara lain, Istana Anak-Anak Indonesia, Teater IMAX Keong Emas, Kereta Gantung, Taman Budaya Tionghoa Indonesia, Skyworld, dan Taman Legenda Keong Emas.

  1. Taman Burung

Taman burung terletak di bagian belakang atau timur dari kawasan TMII, berdekatan dengan PP IPTEK dan Museum Migas ‘Graha Widya Patra’, menempati lahan seluas enam hektare termasuk fasilitas umum berupa tempat parkir yang cukup luas dan rindang.

Awalnya, taman burung hanya satu kubah yang dibangun tahun 1975 dan diresmikan 19 Agustus 1976. Namun pada 1986, wahana itu dikembangkan menjadi sembilan kubah dan diresmikan pada 27 April 1986 oleh Presiden Soeharto.

Penataan koleksi berdasarkan pada zoogeografi atau pola persebaran binatang. Oleh karena itu, koleksi taman burung dibagi menjadi dua belahan: kubah barat dan kubah timur, sesuai dengan Garis Wallace.

Di kubah barat kita dapat menikmati kicauan burung-burung asal Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Bali. Antara lain burung merak, beo putih, enggang, elang, dan jalak bali. Sedangkan di kubah timur kita dapat merasakan surga burung asal Sulawesi, Maliku, dan Papua, seperti burung cendrawasih, kasuari, dara mahkota, nuri, dan maleo.

Koleksi burung yang ada di taman burung merupakan yang terlengkap di Indonesia, terdiri atas 175 jenis dengan jumlah mencapai ribuan ekor, baik yang berasal dari Indonesia bagian barat maupun Indonesia bagian timur.

Taman Burung dilengkapi sarana karantina sebagai tempat memisahkan burung-burung yang sakit agar segera mendapat perawatan.

  1. Dunia Air Tawar dan Dunia Serangga

Dunia air tawar adalah sarana rekreasi yang menyajikan peragaan koleksinya bertemakan ‘Indonesia dan Dunia Air Tawar’. Taman yang berisi keanekaragaman hayati air tawar dengan menyajikan simulasi dan replika ekosistem dari lahan basah asli itu dibangun sejak 1992 dan diresmikan pada 20 April 1994.

Taman yang didominasi dengan berbagai bentuk akuarium ini juga menjadi sarana rekreasi, pendidikan, penelitian, konservasi alam, dan atraksi. Taman ini terletak di sebelah selatan kawasan TMII, diapit oleh Museum Serangga dan Taman Bunga Keong Emas.

Dunia air tawar di TMII ini merupakan taman biota air tawar terbesar dan terlengkap kedua di dunia serta terbesar di Asia, menyimpan 6.000 ekor 126 spesies, terdiri atas berbagai jenis, ukuran, asalnya baik dari berbagai perairan di Indonesia maupun belahan dunia lain, meliputi tanaman air, reptiliancrustacean, dan ikan.

Taman akuarium ini dilengkapi museum, perpustakaan, auditorium, akuarium nusantara, pojok reptilia, lorong gurame, dan ruang karantina yang dibangun di bagian belakang untuk pengembangbiakan koleksi. Juga untuk menampung hasil dari petani yang dapat diperjualbelikan kepada pengunjung, masyarakat umum, penampung ikan, dan eksportir.

Taman akuarium air tawar juga membuka kesempatan bagi para mahasiswa dan masyarakat umum untuk melakukan penelitian dan observasi berkait dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan peluang bisnis ikan hias. Beberapa koleksi istimewa yang berasal dari dunia air tawar asli Indonesia, antara lain, arwana/siluk (Scleropages formosus), hiu gergaji (Pristis microdon), tapah (Wallago leeri), ikan sumpit, ikan buntal yang dapat menggelembung seperti balon, dan lain-lain.

Selain itu, terdapat juga koleksi jenis ikan tamu yang mempesona, antara lain, arapaima (Arapaima gigas), piranha (Serrasaimus) dari sungai Amazon di Amerika Selatan, ikan buta, ikan kupu-kupu, ikan chinese high fin (Myxocyprinus asiaticus asiaticus) dari Sungai Yangtze-Tiongkok, serta kelompok ikan kecil guppy, molly, dan platy.

  1. Museum Fauna Indonesia Komodo

Museum fauna Indonesia “komodo” adalah museum yang bertemakan dunia satwa Indonesia dalam bentuk awetan. Bangunan museum sangat unik karena ruang pameran berbentuk komodo, jenis reptil purba yang hidup di habitat aslinya Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Museum ini didirikan di atas lahan 10.120 m2 dengan luas bangunan 1.500 m2, dibangun mulai 1 Oktober 1975 sampai dengan 1 Juli 1976, dan diresmikan pada 20 April 1978 oleh Presiden Soeharto.

Museum Komodo sangat cocok untuk pengunjung usia anak-anak dan pelajar guna melihat kekayaan fauna Indonesia yang disajikan dalam bentuk diorama yang menarik. Tak kurang dari 150 jenis binatang yang sudah diawetkan, diperagakan dalam ruang-ruang kaca di gedung berlantai dua tersebut.

Pameran keanekaragaman fauna dari kepulauan nusantara ini disajikan berdasarkan kelompok persebarannya, yakni dari daerah barat ke timur dan dari pantai ke pegunungan. Dari barat ke timur menunjukkan persebaran hewan dari Sumatra sampai Papua, sedangkan dari pantai ke pegunungan menunjukkan habitatnya, yakni tempat di mana satwa tersebut hidup.

  1. Taman Mini Hijau

Dengan ketersediaan 70% ruang terbuka hijau, TMII kini hadir lebih segar dan asri. Kamu bisa jalan santai, bersepeda, jogging, atau sekadar nongkrong bareng temen di pinggir danau.

  1. Kuliner Nusantara

Kuliner nusantara kini hadir di Taman Mini Indonesia Indah, pengunjung dapat beristirahat sambil menikmati makanan dan minuman yang ditawarkan. Lokasi Kuliner nusantara berada di depan Museum Pusaka, Dunia Air Tawar, dan Museum Serangga.

Penulis: Eri Sutrisno

  • Penulis: Pro Indonesia
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinsos Sulbar Tegaskan Komitmen Siap Berperan Aktif dalam Rangkaian Hari Pahlawan 2025

    Dinsos Sulbar Tegaskan Komitmen Siap Berperan Aktif dalam Rangkaian Hari Pahlawan 2025

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 71
    • 0Komentar

    MAMUJU — Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Irfan Muhammad Tahir, menghadiri rapat persiapan pelaksanaan peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025, yang digelar di ruang rapat Sekprov Sulbar, Lantai 2, Kantor Gubernur Sulbar, Senin 27 Oktober 2025. Rapat tersebut dipimpin langsung Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Sulbar, Amujib, dan diikuti unsur […]

  • Libatkan Pelajar dan Mahasiswa, BNPT-FKPT Sulbar Gelar Suara Damai Nusantara

    Libatkan Pelajar dan Mahasiswa, BNPT-FKPT Sulbar Gelar Suara Damai Nusantara

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 50
    • 0Komentar

    MAMUJU – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan Suara Damai Nusantara (SUDARA) yang melibatkan pelajar SMP, SMA sederajat dan Mahasiswa dalam pencegahan terorisme. Acara yang dilaksanakan dalam nuansa budaya daerah tersebut dilaksanakan di DAF Cafe Mamuju, Rabu 1 Oktober 2025. Ketua FKPT Sulbar, Muhammad Sahlan […]

  • Hepatitis Misterius, Meski Tak Ada Kasus Jabar Waspada

    Hepatitis Misterius, Meski Tak Ada Kasus Jabar Waspada

    • calendar_month Jum, 6 Mei 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 149
    • 0Komentar

    KABUPATEN GARUT — Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat saat ini masih menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan terkait penanganan kasus hepatitis misterius yang terjadi belakangan ini. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menuturkan, kasus hepatitis yang menewaskan tiga anak di Jakarta masih berada di isu nasional. Sejauh ini Kemenkes belum memberikan arahan spesifik kepada pemda. ”Hepatitis masih […]

  • Bawa Kearifan Lokal Kampung Cieundeur ke Forum PBB, Ridwan Kamil Perkenalkan Toponimi dalam Manajemen Gempa Cianjur

    Bawa Kearifan Lokal Kampung Cieundeur ke Forum PBB, Ridwan Kamil Perkenalkan Toponimi dalam Manajemen Gempa Cianjur

    • calendar_month Sel, 2 Mei 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 53
    • 0Komentar

    NEW YORK, AMERIKA SERIKAT — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi salah satu pembicara dalam The 4th Meeting 2023 United Nations Group of Experts Geographical Name (UNGEGN) di New York, Amerika Serikat, pada 2 Mei 2023 waktu setempat. Ridwan Kamil berbicara pada Sesi 3 dengan tema “Strengthening Relationship, Links and Connections in Geographical Names Standardization […]

  • Keberlanjutan Cycling de Jabar Selalu Dinantikan

    Keberlanjutan Cycling de Jabar Selalu Dinantikan

    • calendar_month Ming, 9 Jul 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KABUPATEN PANGANDARAN — Cycling de Jabar memiliki multiplier effect yang cukup besar untuk mengangkat potensi Jawa Barat, khususnya Jabar bagian Selatan. Selain mempromosikan pariwisata Jabar Selatan, Cycling de Jabar dapat menjadi arena sport tourism masa depan Indonesia. Rute Cycling de Jabar 2023, dari titik start di Kawasan Geoparak Ciletuh Kabupaten Sukabumi hingga finis di Kabupaten […]

  • Keluarga Ridwan Kamil Gelar Takziah untuk Eril Ungkapan bela sungkawa mengalir dari sejumlah tokoh, pejabat, dan masyarakat

    Keluarga Ridwan Kamil Gelar Takziah untuk Eril Ungkapan bela sungkawa mengalir dari sejumlah tokoh, pejabat, dan masyarakat

    • calendar_month Sab, 4 Jun 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 107
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Keluarga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hari ini menerima ungkapan bela sungkawa secara langsung dari sejumlah tokoh, pejabat dan masyarakat, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (4/6/2022). Suasana haru menyelimuti acara yang juga diisi dengan doa bersama dan salat gaib untuk almarhum putra sulung Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz. Tampak sejumlah Bupati/ […]

expand_less