Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Kabupatan Subang Utara Disetujui Jadi Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru Total dari Jabar sampai tahun ini diusulkan sembilan CDPOB

Kabupatan Subang Utara Disetujui Jadi Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru Total dari Jabar sampai tahun ini diusulkan sembilan CDPOB

  • account_circle mbahdot
  • calendar_month Sel, 27 Jun 2023
  • visibility 138
  • comment 0 komentar

KOTA BANDUNG — Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan DPRD Jabar menyetujui Kabupaten Subang Utara menjadi Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru dan selanjutnya segera diusulkan ke Pemerintah Pusat.

Pengusulan Kabupaten Subang Utara menjadi Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) ke Pemerintah Pusat berdasarkan persetujuan yang berlangsung dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Selasa (27/6/2023).

“Alhamdulillah, satu daerah CDPOB, yaitu Kabupaten Subang Utara sudah kami setujui (dalam Rapat Paripurna) dihadiri oleh tokoh-tokoh dari forum koordinasi pemekaran pantura Subang,” kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil mengungkapkan, CDPOB Kabupaten Subang Utara ini terwujud berkat kerja kolektif seluruh stakeholders termasuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait pemekaran daerah otonom baru di kawasan utara Jabar.

“Ini adalah aspirasi yang diwujudkan oleh kerja semua pihak, mulai level desa, forum komunikasi Kabupaten Subang, Pemda Provinsi Jabar, juga anggota DPR RI, yang tentunya memperjuangkan sebuah keadilan kewilayahan,” tuturnya.

Menurut Gubernur Ridwan Kamil, hingga tahun ini Pemdaprov Jabar telah mengusulkan sembilan CDPOB ke Pemerintah Pusat, yaitu Tasikmalaya Selatan, Cianjur Selatan, Garut Utara, Sukabumi Utara, Garut Selatan, Bogor Barat, Bogor Timur, Indramayu Barat, dan yang terbaru Kabupaten Subang Utara.

“Total sudah sembilan daerah persiapan otonomi baru ini. Jadi mudah-mudahan di Pemerintah Pusat apakah masih di era Presiden Jokowi ataupun nanti di era pemerintahan yang baru keadilan pemekaran wilayah yang sekarang masih dalam moratorium bisa dicabut dan kita bisa merasakan kesejahteraan (masyarakat) Jawa Barat yang meningkat,” ungkap Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil.

“Sekarang saja dengan keterbatasan kita sudah sangat luar biasa, apalagi (setelah) ada pemekaran yang proporsional,” imbuhnya.

Wakil Ketua DPRD Achmad Ruhiyat menyebut akan memperjuangkan proses pemekaran daerah otonomi baru hingga ke level pusat. Pasalnya, hal itu harus dilakukan karena Provinsi Jabar memiliki jumlah penduduk hampir 50 juta jiwa, akan tetapi hanya ada 27 kabupaten/kota.

“Jawa Barat dengan penduduk hampir 50 juta jiwa, tapi jumlah kabupaten/kota hanya 27. Sedangkan Jawa Tengah ada 35 kabupaten/kota dan Jawa Timur mempunyai 38 kabupaten/kota.  Sehingga kami dari DPRD (Jabar) mendesak Pemerintah Pusat untuk mencabut moratorium dan memberikan kesempatan kepada sembilan kabupaten/kota daerah otonomi baru di Jabar untuk dibahas di Komisi II DPR RI dan Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri,” jelas Ruhiyat.

Sementara itu anggota DPR RI Ono Surono akan mendorong Pemerintah Pusat untuk mencabut moratorium sehingga pemekaran daerah otonomi baru di Jabar bisa berjalan dengan lancar.

“Tadi sudah disampaikan oleh Pak Gubernur bagaimana mendorong Pemerintah Pusat untuk mencabut moratorium dan tentunya kita semua sepakat. Saya yakin semua fraksi di DPR sepakat karena memang harus ada keadilan pemekaran dan fiskal,” ucap Ono.

Namun Ono mengungkapkan, pengusulan CDPOB tak hanya dilakukan oleh Provinsi Jabar. Hingga saat ini ada sekitar 200 CDPOB yang telah diusulkan ke Pemerintah Pusat. Menurut Ono, Pemda Provinsi Jabar dan DPRD harus mempersiapkan infrastruktur dasar untuk mendukung pemenuhan klasifikasi menjadi daerah otonomi baru.

“Apabila Pemerintah Pusat mencabut moratorium dengan CDPOB yang sudah diusulkan dari seluruh Indonesia mungkin jumlahnya 200 lebih, tentunya Pemerintah Pusat membentuk tim yang akan mengklasifikasikan skala prioritas kabupaten/kota mana yang lebih diutamakan sehngga tentunya infrastruktur dasar itu harus disiapkan,” pungkasnya.

  • Penulis: mbahdot

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT Timah Ikuti Indonesia Green Forestry Environment Expo ke-13 di Jogja Expo Center Yogyakarta

    PT Timah Ikuti Indonesia Green Forestry Environment Expo ke-13 di Jogja Expo Center Yogyakarta

    • calendar_month Rab, 8 Mar 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 155
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA – PT Timah Tbk mengikuti pameran Indonesia Green Forestry Environment Expo ke-13 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Indonesia Green Forestry Environment Expo 2023 dilaksanakan pada 2-5 Maret 2023 di Jogja Expo Center, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini diikuti puluhan lembaga dan instansi yang […]

  • Sekda Setiawan: Pembangunan SDM Jadi Kunci Indonesia Menuju Negara Maju 2045

    Sekda Setiawan: Pembangunan SDM Jadi Kunci Indonesia Menuju Negara Maju 2045

    • calendar_month Sen, 31 Jul 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 145
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengemukakan, kemajuan sebuah negara dipengaruhi oleh aspek kualitas Sumber Daya Manusia, ekonomi, infrastruktur serta reformasi birokrasi, yang disertai dengan kemampuan digitalisasi. Indonesia dengan penduduk kurang lebih 329 juta jiwa, 70 persen penduduk kelas menengah dan pendapatan per kapita kurang lebih mencapai Rp327,1 juta berpeluang menjadi […]

  • 27 Pemda Kabupaten dan Kota di Jawa Barat Promosikan UMKM di Ajang KKJ dan PKJB 2022

    27 Pemda Kabupaten dan Kota di Jawa Barat Promosikan UMKM di Ajang KKJ dan PKJB 2022

    • calendar_month Sab, 14 Mei 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 217
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Pemda Provinsi Jawa Barat melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jabar dan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat menggelar event Karya Kreatif Jabar dan Pekan Kerajinan Jawa Barat  2022. Dua event besar untuk kalangan UMKM di Jabar itu bakal berlangsung tiga hari, dari Sabtu hingga Senin, tanggal 14-16 Mei 2022 di Trans Convention Centre […]

  • BPKPD Sulbar Komitmen Transparan di Penilaian IPKD 2024

    BPKPD Sulbar Komitmen Transparan di Penilaian IPKD 2024

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 128
    • 0Komentar

    MAMUJU – Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas tata kelola keuangan daerah. Hal ini diwujudkan melalui kehadiran BPKPD Sulbar bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulbar dalam rapat pembahasan Penilaian Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) Kabupaten Tahun 2024, baru-baru […]

  • Tim Kerja DPMPTSP Sulbar Sinkronkan Kajian Potensi dan Promosi Investasi

    Tim Kerja DPMPTSP Sulbar Sinkronkan Kajian Potensi dan Promosi Investasi

    • calendar_month Ming, 1 Feb 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 122
    • 0Komentar

    MAMUJU — Tim Kerja Pengembangan Iklim Penanaman Modal DPMPTSP Sulawesi Barat memperkuat sinergi internal melalui koordinasi lintas tim kerja, khususnya dengan Tim Kerja Promosi Penanaman Modal. Pembahasan difokuskan pada penyelarasan dan supporting hasil kajian potensi penanaman modal yang akan dipromosikan kepada calon investor. Koordinasi dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut […]

  • 4.791 Calon Siswa SMA/SMK di Jabar Dibatalkan Kepesertaannya

    4.791 Calon Siswa SMA/SMK di Jabar Dibatalkan Kepesertaannya

    • calendar_month Sen, 17 Jul 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 133
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat membatalkan kepesertaan 4.791 calon siswa SMA/SMK dalam Penerimaan Peserta Didik Baru 2023. Kepala Dinas Pendidikan Jabar Wahyu Mijaya menegaskan, pembatalan kepesertaan calon siswa tersebut di antaranya terkait dengan masalah Kartu Keluarga (KK) yang tidak sesuai dengan aslinya dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Ada beberapa penyebab kita […]

expand_less