Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Potensi Desa Wisata Wukirsari di Yogyakarta

Potensi Desa Wisata Wukirsari di Yogyakarta

  • account_circle Pro Indonesia
  • calendar_month Jum, 30 Jun 2023
  • visibility 55
  • comment 0 komentar

Desa Wukirsari di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), termasuk 75 besar dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.

Desa Wukirsari memiliki kekayaan budaya dan tempat wisata di antaranya Embung Imogiri, yang berbentuk seperti gunungan wayang. Ada pula tempat wisata panorama, salah satunya Bukit Bego.

Saat memasuki kawasan desa dari arah barat, terlihat hamparan persawahan dengan latar belakang perbukitan. Desa Wukirsari berada di Kepanewon atau Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. Jarak tempuhnya dari pusat Kota Yogyakarta adalah sekitar 17 kilometer (km) dengan waktu tempuh kurang lebih 45 menit.

Untuk menuju desa ini harus menyusuri ring road sampai perempatan Terminal Giwangan, kemudian ke selatan melalui Jl Imogiri Timur, sekitar 18 km. Sebelum Pasar Imogiri, belok kiri ke arah timur memasuki Jl Pramuka. Nantinya, akan ada gapura dengan hiasan gunungan wayang. Usai melewati gapura itu, perjalanan sampai di Desa Wukirsari.

Selain keindahan alam dan kekayaan budaya, di sana juga bisa ditemui produk-produk ekonomi kreatif masyarakat sekitar. Berbagai potensi itu menjadi modal bagi Desa Wisata Wukirsari, untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berkelanjutan.

Sentra batik tulis di Wukirsari yang ada di Kampung Giriloyo biasa dikunjungi berbagai sekolah dan kampus untuk belajar seputar batik. Di sana, sebagian besar warganya bekerja sebagai perajin batik.

Pengelola Desa Wisata Wukirsari Nur Rahmadi mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak bagi kunjungan tamu ke kampung batik Giriloyo. Dia menyebut kunjungan wisata di sentra batik Giriloyo Wukirsari pada 2020 sekitar 4.000 orang. Namun itu tercatat mengalami penurunan drastis dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sekitar 29 ribu orang.

Bersama dengan seluruh anggota yang 80 persen didominasi perempuan, Desa Wukirsari terus berupaya untuk bangkit. Alhasil di 2022, kunjungan ke Wukirsari mencapai sekitar 24 ribu orang.

“Kami harap tahun ini Desa Wisata Wukirsari dapat meningkat kunjungan wisata, apalagi dengan penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia, akan menambah catatan prestasi Desa Wukirsari, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Dukungan pemerintah maupun pihak swasta, sebagai bapak asuh, diberikan terkait upaya pembentukan klaster kriya, wisata, dan budaya serta sistem digitalisasi. “Bersama 75 desa wisata lainnya, Desa Wukirsari harus siap bersaing di kancah global,” tegas Menparekraf RI Sandiaga Uno.

Pengembangan itu diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan hingga di atas 30 ribu dalam satu tahun. Ini demi dapat meningkatkan nilai perputaran uang, dari Rp1,3 miliar menjadi Rp2 miliar, sehingga dapat mendukung program Kemenparekraf membuka 4,4 juta lapangan kerja baru di 2024.

Sandiaga Uno mengakui, kontribusi DIY terhadap capaian target nasional sudah cukup signifikan. Dari target 1,4 miliar kunjungan wisatawan nusantara pada 2023, DIY menyumbang sesuai target, yakni antara 5 hingga 7 persen pada triwulan pertama. Seiring itu, kunjungan wisatawan asing juga mulai menggeliat.

Kehadiran Menparekraf ke lokasi desa wisata menunjukkan komitmen yang kuat untuk mengembangkan desa wisata. Dengan melihat langsung potensi yang dimiliki desa wisata, maka akan dapat memberikan intervensi dengan cepat baik yang bersifat kebijakan maupun sarana.

Pada kunjungan ke Desa Wisata Wukirsari Sandiaga Uno memberikan bantuan handy talky (HT).

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menilai, status desa wisata kelas dunia akan memberi banyak keuntungan karena akan dipromosikan ke dunia internasional. Dengan demikian, peluang untuk dikunjungi wisatawan asing semakin besar. Kunjungan wisatawan asing akan membuka peluang meningkatkan pendapatan warga

Predikat desa wisata kelas dunia ini, menurut Muslih, hendaknya diimbangi dengan terus meningkatnya sarana dan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan kelas dunia. Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi wajib, sambung dia, agar wisatawan asing tidak kecewa.

Predikat desa wisata kelas dunia ini harus benar-benar menjadi sebuah keuntungan sebagai pengungkit kesejahteraan masyarakat Sesuai kebijakan Pemkab Bantul, yang menetapkan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan bersama sektor industri kreatif dan pertanian.

Penulis: Eri Sutriso

  • Penulis: Pro Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Jabar Luruskan Informasi Terkait Kontaminasi Sungai Citarum

    Sekda Jabar Luruskan Informasi Terkait Kontaminasi Sungai Citarum

    • calendar_month Sen, 15 Jul 2024
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 71
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Terkait pemberitaan tentang kontaminasi obat-obatan di Sungai Citarum, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menyampaikan bahwa kita harus cermat membaca dan memahami hasil penelitian dari Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air – BRIN tersebut. “Saya sudah konfirmasi langsung dengan Ibu Retno sebagai penelitinya. Beliau menyayangkan pemberitaan tersebut. Dijelaskan bahwa itu […]

  • Gubernur Ridwan Kamil Serap Aspirasi Ulama – Tokoh Masyarakat

    Gubernur Ridwan Kamil Serap Aspirasi Ulama – Tokoh Masyarakat

    • calendar_month Sel, 10 Mei 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 137
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerap aspirasi para ulama dan tokoh masyarakat Kabupaten Bandung. Hal itu terjadi dalam sebuah forum silaturahim antara Gubernur dan ulama – tokoh masyarakat di Pendopo Kabupaten Bandung, Selasa (10/5/2022). Gubernur mencatat berbagai macam usulan ulama dan tokoh masyarakat untuk pembangunan Kabupaten Bandung. Nantinya, aspirasi akan coba direalisasikan […]

  • Suhardi Duka Launching Maskot Kejurnas Catur “Ratu Malea”

    Suhardi Duka Launching Maskot Kejurnas Catur “Ratu Malea”

    • calendar_month Sab, 18 Okt 2025
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 90
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka secara resmi meluncurkan maskot Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-50 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Percasi ke-45 yang digelar oleh Pengprov Percasi Sulbar tahun 2025. Maskot kejurnas kali ini mengusung tema burung endemik Sulawesi, “Ratu Malea”, yang terinspirasi dari satwa khas burung maleo. Peluncuran berlangsung meriah dengan dihadiri […]

  • Pemanfaatan Kompleks Makam Raja-Raja Hadat Banggae, Andi Syukri-Dirjen Kebudayaan Teken MoU

    Pemanfaatan Kompleks Makam Raja-Raja Hadat Banggae, Andi Syukri-Dirjen Kebudayaan Teken MoU

    • calendar_month Jum, 3 Mar 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 50
    • 0Komentar

    MAJENE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene terus meningkatkan kelestarian kebudayaan sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Kebudayaan merupakan perwujudan dari kemampuan manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Hal ini, dituturkan Bupati Majene Andi Achmad Syukri setelah Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek RI dengan Pemda Majene di Jakarta, Jumat (03/03/2023). […]

  • Rapor Kinerja Jadi Prioritas, Pemkesra Sulbar Matangkan Persiapan LKjIP dan LPPD

    Rapor Kinerja Jadi Prioritas, Pemkesra Sulbar Matangkan Persiapan LKjIP dan LPPD

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 26
    • 0Komentar

    MAMUJU – Plt. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Biro Pemkesra Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Burahim, mengikuti Rapat Penyusunan dan Asistensi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2025, yang berlangsung di Ruang Kerja Bagian Otonomi Daerah, Rabu (7/1/2025). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan akuntabilitas kinerja perangkat […]

  • Junda Maulana Pimpin Rapat Persiapan Raker Lintas Sektor Sulbar

    Junda Maulana Pimpin Rapat Persiapan Raker Lintas Sektor Sulbar

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 37
    • 0Komentar

    MAMUJU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) mulai mematangkan persiapan rapat kerja (raker) lintas sektor yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 20 Januari 2026. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat internal yang dipimpin Sekretaris Provinsi Sulbar, Junda Maulana, di Mamuju, Kamis (15/1/2026). Rapat diikuti para asisten, tenaga ahli, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya […]

expand_less