Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI » Inovasi Menuju Pertanian Unggul

Inovasi Menuju Pertanian Unggul

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Kam, 14 Des 2023
  • visibility 85
  • comment 0 komentar

Teknologi pertanian terus ditingkatkan agar lebih canggih dan efektif. Bukan hanya soal varietas unggul, melainkan juga soal standardisasi dan inovasi pertanian.

Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) memberikan pernyataan menarik, Jumat (1/12/2023), yakni telah membentuk Lembaga Sertifikasi Produk (LS Pro). Lembaga di bawah naungan BSIP, Kementerian Pertanian, Provinsi Papua Barat, ini menjadi yang pertama di wilayah timur Indonesia.

“Wilayah timur Indonesia belum ada LS Pro seperti yang dimiliki BSIP Papua Barat. Jadi ini pertama kalinya,” kata Triningsih Herlinawati, Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian, Badan Standardisasi Nasional (BSN) di Manokwari, Jumat (1/12/2023).

Pembentukan laboratorium LS Pro, menurut Triningsih, berstandar ISO 17065 oleh BSIP Papua Barat akan menjadi role model penjaminan mutu komoditas unggulan pertanian di kawasan Timur Indonesia. Tak hanya itu, kehadiran laboratorium LS Pro BSIP Papua Barat juga akan berdampak positif pada perluasan pasar komoditas pertanian unggulan melalui penjaminan mutu standar nasional Indonesia (SNI) dan peningkatan nilai ekspor komoditas pertanian.

Pemerintah terus berupaya membina dan memperluas pasar komoditas pertanian unggul. Kondisi komoditas pertanian memang berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Baru-baru ini Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah usaha pertanian dalam Sensus Pertanian (ST) 2023 sebanyak 29,36 juta unit atau turun 2,35 juta unit.

Jumlah tersebut turun 7,42% jika dibandingkan dengan sensus 10 tahun lalu yang tercatat sebanyak 31,71 juta unit. Penurunan itu terjadi karena lahan pertanian yang berubah menyempit, imbas alih fungsi lahan. “Bagaimana pun lahan pertanian berubah selama 10 tahun terakhir,” ujar Atqo Mardiyanto, Sekretaris Utama BPS, di sela-sela acara Diseminasi Hasil Sensus Pertanian 2023 Tahap I di Hotel Ritz Carlton, Senin (4/12/2023).

 

Standardisasi Pertanian

Berkaitan dengan itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian memfokuskan diri pada standardisasi dan inovasi. Kedua masalah itu adalah dua pilar penting pendukung pertanian berkelanjutan di Indonesia. Analis Standardisasi Badan Standardisasi Nasional (BSN) Evan Buwana membahas hal tersebut dalam diskusi bertajuk “Smart Farming for Sustainable Growth”, di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (16/11/2023).

Pertanian berkelanjutan membutuhkan keseimbangan yang apik antara pelaksanaan standar dan dinamika perkembangan inovasi teknologi yang cepat. “Standardisasi dan teknologi itu punya hubungan yang intim sebetulnya. Dengan demikian, penerapan standar ini akhirnya bisa meningkatkan daya saing dan kinerja,” ujar Evan, sebagaimana dilansir situs brin.go.id, Minggu (19/11/2023).

Dia menambahkan, standardisasi di sektor pertanian juga memainkan peran penting dalam hal menjaga kualitas. Peran itulah yang dilaksanakan BSIP sejak didirikan pada 2022. Standardisasi instrumen pertanian, merupakan salah satu modal kuat untuk memajukan sektor pertanian Indonesia.

 

Inovasi Pertanian

Selain standardisasi, Kementerian Pertanian juga telah lama menggenjot aspek inovasi pertanian. PT Teknologi Sirkular Biru menyatakan telah menciptakan teknologi baterai yang dapat digunakan untuk peralatan pertanian. Ini sangat berguna untuk mengganti bahan bakar minyak yang mulai langka.

“Baterai tersebut dapat didaur ulang sehingga bahan baterai berkelanjutan tersebut dapat digunakan kembali,” kata Purwadi Kasino Putro, Direktur PT Teknologi Sirkular Biru, kepada pers, Ahad (19/11/2023).

Perusahaan lainnya juga giat melakukan inovasi pertanian, seperti yang dilakukan PT Bayer Corp Science dengan teknologi genome editing. “Ini merupakan salah satu tren terbaru dalam bidang pertanian untuk menghasilkan tanaman yang lebih baik,” tutur Yovita Sutanto, Industri Relation, PT Bayer Crop Science.

Berbagai inovasi pertanian ini membuka peluang bersaing yang lebih luas dalam pasar internasional. Dengan standar yang jelas dan teknologi yang inovatif, pertanian dapat menjadi lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.

Walau demikian, peringkat inovasi Indonesia secara umum dapat diandalkan. Laporan Indeks Inovasi Global 2022 yang dirilis World Intellectual Property Organization (WIPO), Indonesia meraih skor 27,90 dan menempati peringkat 75 dari 132 negara. Indonesia pun berhasil naik 12 peringkat dari peringkat di 2021.

Bahkan pencapaian itu disebutkan untuk pertama kalinya menembus 80 besar negara-negara paling inovatif dalam kurun waktu 11 tahun terakhir. Sebab itulah untuk pertama kalinya, WIPO menempatkan Indonesia sebagai Innovation Achievers atau negara-negara yang berprestasi di bidang inovasi.

Alasannya, WIPO menilai, perkembangan inovasi Indonesia berada di atas prediksi berdasarkan kelompok pendapatan. Yang menarik, WIPO menyebutkan salah satu faktor yang berpengaruh adalah peningkatan drastis pada keterkaitan inovasi dan aset-aset tidak berwujud (intangible assets).

 

Kunci Masa Depan

Transformasi menuju pertanian unggul telah menjadi kunci masa depan bagi pertanian nasional. Berikut ini beberapa poin penting pengaruh dan manfaat yang terjadi:

  1. Ketahanan Pangan:

Transformasi pertanian meningkatkan ketahanan pangan, memastikan pasokan pangan yang mencukupi untuk penduduk yang terus berkembang.

  1. Pertumbuhan Ekonomi:

Modernisasi pertanian dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan, mengingat sektor pertanian mempekerjakan sebagian besar populasi.

  1. Kesejahteraan Petani:

Transformasi membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, yang pada gilirannya dapat mengurangi disparitas ekonomi antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

  1. Pengurangan Kemiskinan:

Melalui peningkatan produktivitas dan pendapatan petani, transformasi pertanian dapat berperan dalam mengurangi tingkat kemiskinan, terutama di daerah pedesaan.

  1. Daya Saing Global:

Peningkatan mutu dan keberlanjutan pertanian meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global, mendukung ekspor dan pertumbuhan ekonomi nasional.

  1. Adaptasi terhadap Perubahan Iklim:

Transformasi dapat membantu sektor pertanian menjadi lebih tahan terhadap perubahan iklim, yang semakin penting di era perubahan iklim global.

  1. Konservasi Sumber Daya Alam:

Melalui praktik pertanian berkelanjutan, transformasi dapat melibatkan konservasi sumber daya alam, menjaga ekosistem, dan mendukung keberlanjutan lingkungan. (indonesia.go.id)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Amir Dado Ditunjuk Jadi Plt Kepala DPMPTSP Sulbar

    Amir Dado Ditunjuk Jadi Plt Kepala DPMPTSP Sulbar

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 41
    • 0Komentar

    MAMUJU – Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Junda Maulana, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulbar kepada Amir Dado, Senin, 26 Januari 2026. Hal itu dilakukan menindaklanjuti perintah Gubernur Sulbar, Suhardi Duka untuk segera mengisih kekosongan jabatan Kepala DPMPTSP Sulbar setelah pelantikan pejabat eselon […]

  • Cakupan Signifikan, Jabar Optimistis sebagai Provinsi Pertama Bebas Polio

    Cakupan Signifikan, Jabar Optimistis sebagai Provinsi Pertama Bebas Polio

    • calendar_month Sel, 11 Apr 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 76
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Ketua Tim Pelaksana Vaksinasi Polio Jawa Barat Dedi Supandi menyampaikan, sebanyak 3,2 juta anak sudah mendapatkan imunisasi polio dari target 3,9 juta anak. Pelaksanaan Sub PIN Polio tahap pertama ini sudah dimulai sejak tanggal 3 April dan akan berakhir 15 April 2023 serentak di seluruh Jabar. “Sudah tercapai 3,2 juta anak atau […]

  • Pesona Laguna Kehe Daing yang Tersembunyi di Sudut Kakaban

    Pesona Laguna Kehe Daing yang Tersembunyi di Sudut Kakaban

    • calendar_month Sen, 23 Des 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 161
    • 0Komentar

    PERAIRAN Kehe Daing terhitung dangkal dengan air jernih berwarna biru kehijauan. Letak laguna ini membelakangi Danau Kakaban yang terkenal. Setiap daerah di Indonesia menyimpan potensi keindahan alam yang menarik untuk dikunjungi. Kehe Daing adalah satu di antaranya yang terletak di Kakaban, pulau tak berpenghuni seluas 774,2 hektare (ha) yang berada di gugus Kepulauan Derawan, Kecamatan […]

  • Perkuat Kolaborasi Zakat Nasional, Wagub Sulbar Mantapkan Langkah Turunkan Kemiskinan Ekstrem

    Perkuat Kolaborasi Zakat Nasional, Wagub Sulbar Mantapkan Langkah Turunkan Kemiskinan Ekstrem

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 52
    • 0Komentar

    JAKARTA — Sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu di wilayahnya, Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S Mengga, melakukan kunjungan resmi ke kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia di Jakarta, Rabu 15 Oktober 2025. Kunjungan pasangan Gubernur Suhardi Duka ini menjadi tindak lanjut dari hasil peninjauan langsung Wakil Gubernur ke sejumlah […]

  • Tingkatkan Kapasitas, Peserta Diklatpim Kejati Sulbar Kunjungi Dinas Pariwisata Sulbar

    Tingkatkan Kapasitas, Peserta Diklatpim Kejati Sulbar Kunjungi Dinas Pariwisata Sulbar

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 104
    • 0Komentar

    MAMUJU – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Barat (Sulbar), Bau Akram Dai menerima kunjungan peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Kejaksaan Tinggi Sulbar, pada Kamis, 6 November 2025, di Mamuju. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata memberikan infomasi terkait upaya pengembangan pariwisata Sulbar dan tantangan yang dihadapi terutama berkaitan dengan persoalan hukum. Menurut Bau Akram, kunjungan […]

  • Ulama Lulusan English for Ulama Jadi Khatib Salat Tarawih Berjemaah di Depok

    Ulama Lulusan English for Ulama Jadi Khatib Salat Tarawih Berjemaah di Depok

    • calendar_month Jum, 8 Apr 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 220
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjalankan salat tarawih berjemaah di Masih Al-Ihsan, Kota Depok, Jumat (8/4/2022). Dalam salat tarawih tersebut, lulusan program English for Ulama Beni Safira menjadi khatib. Beni pun menceritakan pengalamannya berdakwah di Manchester, Inggris. Menurutnya, ia dan ulama yang tergabung dalam program English for Ulama mendapat sambutan hangat dari […]

expand_less