Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » KESEHATAN » 10 Macam Penyakit Jantung yang Paling Sering Terjadi

10 Macam Penyakit Jantung yang Paling Sering Terjadi

  • account_circle Pro Indonesia
  • calendar_month Sab, 7 Des 2024
  • visibility 50
  • comment 0 komentar
INFO SEHAT – Ada macam-macam penyakit jantung yang paling sering terjadi dan perlu diketahui. Beda jenis, beda pula perawatannya. Apa saja? Yuk simak penjelasan lengkapnya.
Setiap tanggal 29 September, dunia memperingati Hari Jantung Sedunia. Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia. Tahukah Kamu, ada 10 jenis penyakit jantung yang paling sering terjadi? Mari kita bahas lebih lanjut.

Penyakit jantung merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Menurut Global Burden of Disease dan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) 2014-2019, penyakit jantung merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Bahkan, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 dan 2018 menunjukkan peningkatan penyakit jantung, dari 0,5% pada tahun 2013 menjadi 1,5% pada tahun 2018.

Tak hanya berakibat fatal, penyakit jantung juga menimbulkan beban biaya besar, terutama pada kasus yang berat. Menurut data nasional tahun 2021, pembiayaan kesehatan terbesar ialah penyakit jantung, yaitu Rp7,7 triliun.

Pada dasarnya, penyakit jantung merujuk pada gangguan kesehatan yang mengganggu fungsi jantung atau pembuluh darah. Namun, tahukah Kamu kalau penyakit jantung dapat dibedakan jenisnya?

Apa saja macam-macam penyakit jantung yang paling sering muncul? Mari kenali berbagai penyakit jantung di bawah ini.

1. Serangan Jantung

Kamu mungkin sudah tak asing dengan istilah yang satu ini. Serangan jantung terjadi saat aliran darah ke jantung mendadak berkurang akibat pembuluh darah koroner yang tersumbat.

Kehilangan suplai oksigen bisa menyebabkan gejala serangan jantung klinis seperti nyeri dada yang bisa menjalar, keringat dingin, napas pendek hingga tidak sadarkan diri.

Umumnya penyumbatan terjadi karena penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lain di dalam arteri jantung (koroner). Penyumbatan arteri jantung (koroner) dapat terjadi seluruhnya atau sebagian, tergantung derajat penyakit.

Siapa saja yang berisiko mengalami serangan jantung? Pria berusia 45 tahun ke atas, wanita berusia 55 tahun ke atas, perokok, memiliki tekanan darah dan kolesterol tinggi, diabetes, kondisi autoimun, dan riwayat keluarga.

2. Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah utama yang memasok oksigen, darah, dan nutrisi ke otot jantung rusak atau tersumbat akibat penumpukan lemak di dinding arteri.

Jenis penyakit jantung ini sering disebabkan oleh plak kolesterol (aterosklerosis). Akhirnya, mengakibatkan penyempitan pada arteri koroner sehingga menurunkan aliran oksigen ke otot jantung.

Kelebihan berat badan, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, merokok, dan riwayat keluarga merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner.

3. Gagal Jantung

Saat jantung tidak dapat memompa cukup darah yang kaya akan oksigen untuk kebutuhan organ-organ tubuh, kondisi ini disebut gagal jantung.

Bukan berarti jantung berhenti berdetak, tetapi tanpa aliran darah yang cukup, organ tubuh lainnya mungkin tidak berfungsi dengan baik. Kondisi gagal jantung bisa terjadi pada satu atau kedua sisi jantung.

Jika terjadi pada sisi kanan, jantung terlalu lemah untuk memompa cukup darah ke paru-paru untuk mendapatkan oksigen. Sementara jika terjadi pada sisi kiri berarti jantung tidak dapat memompa cukup banyak darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh.

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan gagal jantung, seperti:

  • Gangguan irama jantung
  • Penyakit jantung bawaan
  • Penyakit jantung koroner
  • Serangan jantung
  • Penyakit katup jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Gumpalan darah di paru-paru
  • Diabetes
  • Penyakit paru obstruktif kronis
  • Kegemukan

Gangguan jantung yang satu ini bisa terjadi pada pria dan wanita dari berbagai usia. Namun, risiko gagal jantung meningkat pada usia di atas 65 tahun, perokok, kebiasaan makan makanan tinggi lemak dan garam, gaya hidup tidak aktif.

4. Gangguan Irama Jantung 

Kelainan jantung berikutnya yaitu aritmia atau gangguan irama jantung. Detak jantung yang tidak normal bisa terjadi pada berbagai bagian jantung, bisa terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan.

Umumnya, jantung manusia berdetak dengan teratur sekitar 60-80 kali per menit. Namun, adanya masalah pada struktur jantung atau darah yang dipompa di jantung bisa memengaruhi ritme normal jantung.

Memiliki ritme jantung yang teratur sangat penting, mengingat organ ini memasok nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh lewat darah yang dipompanya.

Berikut beberapa penyebab gangguan irama jantung:

  • Tekanan darah tinggi
  • Perubahan pada otot jantung
  • Ketidakseimbangan elektrolit dalam darah
  • Cedera akibat serangan jantung
  • Proses pemulihan setelah operasi jantung

Orang yang merokok, minum alkohol, minum minuman berkafein, memiliki indeks massa tubuh lebih dari 30, dan memiliki gula darah tinggi lebih berisiko mengalami gangguan irama jantung.

5. Kardiomiopati

Apa itu kardiomiopati? Jenis penyakit jantung yang satu ini merupakan kumpulan dari beragam masalah otot jantung dan memiliki banyak penyebab, gejala, hingga pengobatan.

Pada pasien kardiomiopati, terjadi pembesaran otot jantung yang menjadikannya kaku sehingga memengaruhi fungsi jantung secara menyeluruh. Penyakit pada jantung ini tidak selalu diketahui penyebabnya. Namun, dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • Riwayat keluarga kardiomiopati, gagal jantung atau henti jantung mendadak
  • Penyakit jantung koroner atau serangan jantung
  • Penyakit endokrin, termasuk kondisi tiroid dan diabetes
  • Infeksi pada otot jantung
  • Konsumsi alkohol jangka panjang
  • Penyalahgunaan kokain
  • Kehamilan

6. Penyakit Jantung Bawaan

Masalah pada struktur jantung yang sudah ada sejak lahir ini memiliki beberapa ciri khas. Misalnya, lubang di dinding jantung, masalah pembuluh darah, atau masalah katup jantung.

Pada beberapa kasus, penyakit jantung bawaan cukup ringan dan tidak butuh penanganan khusus. Namun, pada beberapa penderita bisa lebih kompleks hingga butuh prosedur seperti pengobatan non-bedah sampai tindakan bedah.

Kondisi ini terjadi akibat jantung janin tidak berkembang dengan baik di dalam rahim. Belum diketahui secara pasti penyebab penyakit jantung bawaan, tetapi kemungkinan terkait dengan genetika abnormal, minum alkohol dan merokok selama kehamilan, dan penyakit pada ibu selama hamil, seperti diabetes atau infeksi virus.

7. Penyakit Katup Jantung

Gangguan pada jantung lainnya yaitu ketika satu atau lebih katup jantung tidak berfungsi dengan normal. Masalah utama pada penyakit ini adalah katup jantung yang tidak bisa membuka sepenuhnya atau tidak menutup secara sempurna.

Katup jantung yang tidak terbuka sepenuhnya dapat menghalangi aliran darah. Namun, katup yang tidak menutup sepenuhnya bisa membuat darah bocor dan kembali ke jantung.

Masalah tersebut pada akhirnya memberikan tekanan ekstra pada jantung dan membuatnya harus bekerja lebih keras. Dampaknya, Kamu lebih lelah hingga kehabisan napas, bahkan berisiko untuk mengalami serangan jantung dan stroke.

Beberapa penyebab penyakit katup jantung yaitu penyakit jantung bawaan, kerusakan otot akibat serangan jantung, kolesterol tinggi, diabetes, hingga proses penuaan.

8. Tumor Jantung

Apa yang dimaksud tumor jantung? Kondisi ini terjadi saat pertumbuhan otot jantung atau struktur yang berdekatan. Gangguan ini dibagi menjadi tumor jinak (non-kanker) dan ganas (kanker).

Penyebab tumor jantung tidak selalu jelas. Namun, kelainan genetik seperti Carney complex bisa berperan dalam menyebabkan tumor jantung non-kanker (jinak).

Selain itu, penyebaran kanker dari satu bagian tubuh lain ke jantung secara metastasis juga berisiko menyebabkan tumor jantung metastatik. Tumor jantung bisa menyerang siapa saja, termasuk janin, anak-anak, dan orang dewasa.

9. Endokarditis

Endokarditis merupakan peradangan lapisan dalam bilik dan katup jantung yang disebabkan bakteri. Masalah jantung ini dimulai ketika kuman memasuki aliran darah dan menyebar ke jantung.

Beberapa orang yang menderita penyakit ini memiliki kondisi sebagai berikut:

  • Cacat lahir pada jantung
  • Katup jantung yang rusak atau tidak normal
  • Kecanduan obat parenteral (intravena)
  • Pemasangan jalur intravena jangka panjang

Penyebab endokarditis belum diketahui secara pasti. Namun, kuman paling mungkin masuk ke dalam aliran darah pada penggunaan jarum suntik tidak steril, penggunaan narkoba suntik, hingga operasi kecil pada saluran pernapasan, saluran kemih, kulit, tulang atau otot.

Endokarditis sering terjadi pada lansia, orang dengan katup jantung buatan, penyakit jantung bawaan, pengguna narkoba, memiliki kesehatan gigi buruk, dan penggunaan kateter vena jangka panjang.

10. Perikarditis

Perikarditis adalah pembengkakan dan iritasi pada jaringan tipis seperti kantung yang mengelilingi jantung (perikardium). Gangguan jantung ini sering membuat penderitanya merasakan nyeri dada yang tajam saat lapisan perikardium yang teriritasi bergesekan satu sama lain.

Penyebabnya sering kali sulit ditentukan, tetapi bisa terjadi karena hal berikut:

  • Infeksi seperti Covid-19
  • Gangguan peradangan, termasuk lupus dan rheumatoid arthritis
  • Cedera pada jantung atau dada
  • Kondisi kesehatan kronis lain, termasuk gagal ginjal dan kanker

Risiko terhadap perikarditis bisa menjadi lebih tinggi jika Kamu pernah mengalami serangan jantung, operasi jantung terbuka, atau terapi radiasi.

Artikel lainnya: 6 Obat yang Tidak Boleh Dikonsumsi Penderita Jantung

Kini, Kamu telah mengetahui berbagai macam penyakit jantung secara lengkap. Jika Kamu atau orang tersayang merasa memiliki keluhan penyakit jantung, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung sesuai jenis dan keluhannya.

Penyakit jantung bisa terjadi pada siapa saja. Supaya bisa lebih waspada, cek gejala dan risiko penyakit jantung dengan health tools skrining penyakit jantung.

Ingin tahu lebih banyak tentang kesehatan jantung? Unduh aplikasi KlikDokter sekarang untuk tips menjaga jantung sehat dan informasi tentang kesehatan lainnya. Yuk, #JagaSehatmu selalu. (***)

  • Penulis: Pro Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perda Desa Wisata Disahkan, Ridwan Kamil Optimistis Masyarakat Sejahtera

    Perda Desa Wisata Disahkan, Ridwan Kamil Optimistis Masyarakat Sejahtera

    • calendar_month Jum, 25 Mar 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 160
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Provinsi Jawa Barat  resmi memiliki Perda tentang Desa Wisata. Ini setelah DPRD Jawa Barat mengesahkan perda tersebut dalam rapat paripurna yang dihadiri Gubernur Ridwan Kamil.   Gubernur menyambut baik Perda Desa Wisata ini akhirnya diketuk palu. Dengan perda maka pengembangan wisata berbasis desa menjadi lebih terarah dan memiliki kepastian hukum.   Diharapkan […]

  • Gubernur Ridwan Kamil Dorong Masyarakat Manfaatkan Subsidi Kendaraan Listrik

    Gubernur Ridwan Kamil Dorong Masyarakat Manfaatkan Subsidi Kendaraan Listrik

    • calendar_month Ming, 25 Jun 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendorong masyarakat untuk memanfaatkan subsidi pembelian kendaraan listrik. Ditemui usai mengikuti EV (Electric Vehicle) Fun Riding di halaman depan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jabar, Ridwan Kamil menjelaskan, subsidi kendaraan listrik untuk roda dua sebesar Rp7 juta bisa digunakan untuk membeli unit baru maupun mengonversi dari kendaraan BBM […]

  • Kegiatan Donor Darah SMSI Raih Penghargaan MURI

    Kegiatan Donor Darah SMSI Raih Penghargaan MURI

    • calendar_month Jum, 22 Mar 2024
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 10
    • 0Komentar

    JAKARTA – Penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kembali diraih organisasi pers Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Kamis sore (21/3/2024) di Auditorium Ki Narto Sabdo, Gedung Jaya Suprana Institute (JSI), Jalan Gading Kirana Timur, Jakarta Utara. Penghargaan MURI terkait penyelenggaraan donor darah serentak di 33 provinsi saat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 SMSI pada 7 […]

  • Gubernur Ridwan Kamil: THR Tak Boleh Dicicil

    Gubernur Ridwan Kamil: THR Tak Boleh Dicicil

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 21
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengingatkan perusahaan tidak mencicil pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan untuk pegawainya. THR merupakan hak pekerja yang wajib dipenuhi oleh perusahaan dan harus dibayarkan secara penuh. “Tidak boleh ada THR yang dicicil, itu hak pekerja,” ujar Gubernur Ridwan Kamil di Kota Bandung, Selasa (4/4/2023). Kang Emil, sapaan […]

  • ASEAN Sepakati Penggunaan Uang Lokal

    ASEAN Sepakati Penggunaan Uang Lokal

    • calendar_month Rab, 12 Apr 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Pengurangan penggunaan dolar AS pada sistem pembayaran yang terintegrasi akan mengurangi risiko global terhadap negara kawasan. Mata uang suatu negara merupakan suatu aspek yang sangat penting bagi proses perekonomian, baik dalam skala nasional maupun internasional. Dalam konteks perdagangan internasional, misalnya, mata uang yang digunakan sebagai alat transaksi juga berperan penting bagi terjadinya kesepakatan perdagangan. Nah, […]

  • Demi Efisiensi Pilkada, Prabowo Lempar Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD

    Demi Efisiensi Pilkada, Prabowo Lempar Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD

    • calendar_month Jum, 13 Des 2024
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto melempar wacana kepala daerah seperti gubernur hingga bupati dan wali kota kembali dipilih oleh DPRD. Ia menilai sebagaimana yang diterapkan di negara lain, sistem itu dinilai lebih efisien dan tak menelan banyak biaya. “Saya lihat negara-negara tetangga kita efisien, Malaysia, Singapura, India, sekali milih anggota DPRD, sekali milih, ya […]

expand_less