Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » Wagub Sulbar Desak Kebijakan Ekonomi Sesuai Potensi Daerah di Rakorwil Sulampua 2025

Wagub Sulbar Desak Kebijakan Ekonomi Sesuai Potensi Daerah di Rakorwil Sulampua 2025

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
  • visibility 100
  • comment 0 komentar

PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S. Mengga menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) Triwulan II Tahun 2025 yang digelar oleh Bank Indonesia (BI) di Aula Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kamis, 15 Mei 2025.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, serta para perwakilan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dari kawasan Sulampua.

Wakil Gubernur Sulbar, Salim S. Mengga mengungkapkan bahwa Rakorwil memberikan banyak masukan tentang strategi pengelolaan ekonomi daerah, termasuk penanganan inflasi dan defisit anggaran.

“Yang penting bagaimana potensi daerah digali untuk menumbuhkan ekonomi masing-masing wilayah,” kata Wakil Gubernur, Salim Mengga.

Pasangan Gubernur Suhardi Duka ini, menyoroti perlunya pemerintah pusat untuk tidak menerapkan kebijakan yang bersifat generalisasi terhadap seluruh daerah, mengingat setiap provinsi memiliki potensi dan tantangan yang berbeda.

“Seperti di Sulbar, disebut sebagai wilayah perkebunan sawit terbesar. Memang besar, tapi banyak masalah. Harusnya tiap perusahaan sawit menyertakan 20 persen plasma untuk masyarakat, tapi itu tidak ada,” ungkapnya.

Salim berharap, hasil Rakorwil ini bisa menjadi masukan bagi pemerintah pusat agar kebijakan ke depan lebih kontekstual dan relevan terhadap kebutuhan serta potensi setiap daerah.

“Jangan selalu menggeneralisasi. Itu tidak menyelesaikan masalah. Kita sudah merdeka 79 tahun, harus ada langkah maju yang nyata bagi daerah,” pungkasnya.

Dalam sambutannya, dr. Reny menekankan pentingnya tidak hanya mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi, namun juga memastikan pemerataan dan keberlanjutan pertumbuhan tersebut.

Ia menyampaikan perlunya penguatan kerja sama antarwilayah dan diversifikasi sektor ekonomi, serta keterhubungan sosial di akar rumput.

“Dengan langkah-langkah ini, kita harap dapat menciptakan ekosistem inklusif dan berkelanjutan yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” ujar Reny.

Ia berharap Rakorwil kali ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa segera diimplementasikan. Ia juga mengajak semua pihak untuk berkomitmen menjadikan kawasan Sulampua sebagai pusat industri yang kompetitif di tingkat nasional.

“Karena buat apa kita buat program kalau tidak bisa dikerjakan. Jadi harus ada kesepakatan yang signifikan untuk memajukan pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya. (Rls)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pastikan Keberlanjutan Pembangunan Hingga Tambahan Dana Desa Jika PHS-Enny Nahkodai Sulbar

    Pastikan Keberlanjutan Pembangunan Hingga Tambahan Dana Desa Jika PHS-Enny Nahkodai Sulbar

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 73
    • 0Komentar

    MAMUJU – Anjungan Pantai Manakarra, Mamuju, jadi pusat kampanye akbar Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar Prof Husain Syam dan Enny Anggraeni Anwar (PHS-Enny), Jumat 15 November 2024. Di hadapan belasan ribu pendukungnya, PHS-Enny menyampaikan janji kampanyenya. Salah satu yang menonjol adalah kucuran tambahan dana desa senilai Rp 150 juta perdesa. Menurut PHS, hal itu dilakukan agar pembangunan di sesa makin berkembang. “Saya akan […]

  • Rektor IPB Apresiasi Program Petani Milenial: Progresif dan Inovatif

    Rektor IPB Apresiasi Program Petani Milenial: Progresif dan Inovatif

    • calendar_month Kam, 24 Mar 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 216
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Rektor IPB University Arif Satria mengapresiasi program Petani Milenial yang digagas Pemda Provinsi Jabar. Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu ikhtiar untuk mengatasi tantangan-tantangan ketahanan pangan.   Arif pun menyebut Petani Milenial sebagai program yang brilian, progresif, dan inovatif, untuk melahirkan generasi-generasi unggul yang responsif terhadap perubahan, terutama di bidang ketahanan pangan. […]

  • SDK Pastikan Fokus pada Peningkatan PAD dan Tata Kelola APBD Sulbar

    SDK Pastikan Fokus pada Peningkatan PAD dan Tata Kelola APBD Sulbar

    • calendar_month Kam, 26 Jun 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 74
    • 0Komentar

    MAMUJU – Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Sulbar 2024 menjadi topik utama dalam rapat paripurna DPRD Sulawesi Barat yang digelar pada Rabu, 25 Juni 2025. Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK), hadir secara langsung dalam rapat tersebut untuk mendengarkan pemandangan umum fraksi terhadap penjelasan pemerintah provinsi mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang laporan pertanggungjawaban tersebut. Sebanyak tujuh fraksi […]

  • Produksi Gabah Kering Giling di Jabar Tahun 2024 Diupayakan Capai 11 Juta Ton

    Produksi Gabah Kering Giling di Jabar Tahun 2024 Diupayakan Capai 11 Juta Ton

    • calendar_month Rab, 3 Jul 2024
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 86
    • 0Komentar

    KABUPATEN INDRAMAYU — Berkaitan dengan program perluasan areal tanam melalui pompanisasi, produksi gabah kering giling (GKG) dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat akan ditingkatkan dari semula 9 juta ton menjadi 11 juta ton. Hal itu dikemukakan Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Herman Suryatman saat melaksanakan monitoring dan evaluasi program Pompanisasi di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten […]

  • Salim Mengga: Stunting dan Kemiskinan Harus Ditangani Secara Maksimal

    Salim Mengga: Stunting dan Kemiskinan Harus Ditangani Secara Maksimal

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 79
    • 0Komentar

    POLEWALI – Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S Mengga, menghadiri dan membuka secara resmi kegiatan Workshop Implementasi Program Pencegahan dan Penanganan Stunting serta Kemiskinan Ekstrem Terpadu yang diselenggarakan di aula Kantor Bupati Polewali Mandar pada Selasa, 5 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengatasi dua isu prioritas nasional, yaitu stunting […]

  • Suhardi Duka Laporkan Kemajuan Ekonomi dan Pelaksanaan Instruksi Kemendagri

    Suhardi Duka Laporkan Kemajuan Ekonomi dan Pelaksanaan Instruksi Kemendagri

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 93
    • 0Komentar

    MAMUJU – Pemprov Sulbar membeberkan penurunan angka kemiskinan sekira 9.900 orang pada Agustus 2025. Inflasi pun ada penurunan. Hal itu disampaikan Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) usai mengikuti rapat bersama Kemendagri lewat zoom di Ruang Oval Kantor Gubernur, Senin 8 September 2025. Rapat itu juga diikuti Wakil Gubernur Salim S Mengga serta sejumlah pimpinan OPD […]

expand_less