Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » Suhardi Duka Soroti Ketidakadilan Pajak dan Pendapatan Daerah di IBF TVOne

Suhardi Duka Soroti Ketidakadilan Pajak dan Pendapatan Daerah di IBF TVOne

  • account_circle Pro Indonesia
  • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
  • visibility 42
  • comment 0 komentar

JAKARTA – Gubernur Sulbar Suhardi Duka menjadi salah satu narasumber dalam program Indonesia Business Forum (IBF) yang disiarkan live TVOne, Rabu malam, 26 November 2026.

Forum yang mengangkat tema “Stop Pajaki PBB Hunian dan Sembako” tersebut dipandu presenter Celia Alexandra.

Menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Putra Hutama, Ketua Bidang Fatwa MUI Prof. Asrorun Niam Sholeh, serta Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin.

Dalam diskusi itu, Gubernur Suhardi Duka menyatakan kesepahaman dengan Prof. Asrorun Niam Sholeh terkait pentingnya keadilan dalam sistem perpajakan.

Namun, ia menegaskan bahwa konsep keadilan tidak hanya berlaku bagi individu, tetapi juga bagi daerah.

“Katakanlah daerah saya, ditarik tambangnya, dirusak lingkungannya, apa yang didapatkan daerah saya? Ini kan perlu juga hal-hal yang seperti itu dipikirkan oleh negara, dipikirkan oleh MUI,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa terdapat berbagai jenis pajak lain selain Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), sehingga perhatian tidak seharusnya hanya terfokus pada PBB semata.

Menurutnya, di tengah kebijakan fiskal yang semakin ketat dari pemerintah pusat, pemerintah daerah saat ini sangat membutuhkan pendanaan.

Namun, ruang untuk berinovasi dalam menggali sumber pendapatan sangat terbatas karena sudah diatur oleh regulasi pusat.

“Kalau PBB dihapus, harus ada kebijakan pengganti dari pemerintah pusat. Jika sekiranya masing-masing pemerintah daerah, gubernur disuruh inovasi, ada ruang yang diberikan oleh pemerintah, oleh regulasi, itu bisa saja, oke hapus aja ini. Nanti kita ambil dari sini,” ungkapnya.

“Karena ini potensinya cukup besar, saya bisa melihat potensi yang lebih besar. Tapi kan tidak ada regulasi dan kewenangan yang diberikan oleh pemerintah pusat,” tambahnya.

Menurut Suhardi Duka, keadilan fiskal harus dilihat secara menyeluruh, baik antara orang kaya dan miskin, maupun antara pemerintah pusat dan daerah.

“Jadi, olehnya itu yang saya katakan tadi, kalau kita sepakat, mari kita sama-sama menciptakan keadilan antara keadilan pajak antara masyarakat miskin dan kaya serta keadilan pendapatan antara pusat dan daerah,” sebutnya.

Sementara itu, Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin, menyoroti rendahnya kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang saat ini hanya sekitar 15 sampai 20 persen dari total pendapatan negara.

Menurutnya, pemerintah pusat perlu lebih kreatif dalam meningkatkan PNBP agar tidak terlalu membebani pajak di daerah.

Wijayanto juga menyebut bahwa adanya pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) sudah sangat dirasakan dampaknya.

Bahkan, beberapa pemerintah daerah terpaksa menaikkan PBB hingga 1.000 persen sebagai imbas dari keterbatasan fiskal.

“Tahun ini saja dipangkas 10 persen, daerah sudah kesulitan. Tahun depan akan dipangkas lagi 25 persen. Jadi kita bisa bayangkan, akan ada banyak Pemda yang membiayai kebutuhan rutin saja tidak mampu. Nanti akan banyak pemangkasan karyawan honorer di daerah-daerah,” ungkapnya.

Ia menegaskan mendukung pernyataan Suhardi Duka soal keadilan pajak dan keadilan pendapatan antara pusat dan daerah.

Jadi tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah daerah, melainkan harus menjadi agenda bersama antara pusat dan daerah.

Dalam hal ini, menurutnya, peran MUI sangat positif karena mendorong kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakan.

“Kalau ini bisa didorong betul, maka compliance pajak yang sangat rendah ini bisa diperbaiki. Artinya pemerintah tidak hanya dituntut, tapi juga dibantu oleh fatwa itu,” pungkasnya. (Rls)

  • Penulis: Pro Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antisipasi Virus Jembrana, Distanakbun Majene Lakukan Vaksinasi

    Antisipasi Virus Jembrana, Distanakbun Majene Lakukan Vaksinasi

    • calendar_month Kam, 2 Mar 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 35
    • 0Komentar

    MAJENE – Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (Distanakbun) Majene terus melakukan langkah antisipasi terhadap penyebaran virus Jembrana agar tidak mewabah di daerah ini. Langkah yang dilakukan, dengan memaksimalkan pendataan untuk kegiatan vaksinasi hewan, baik sapi maupun ternak kambing di Kabupaten Majene. “Di Majene hanya dua hewan yang terdeteksi terpapar virus jembrana dan mati, sehingga semua sapi […]

  • Indeks Literasi Indonesia Dinilai Memprihatinkan

    Indeks Literasi Indonesia Dinilai Memprihatinkan

    • calendar_month Sab, 8 Apr 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 51
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengaku prihatin dengan Indeks Literasi Indonesia di dunia berdasarkan Survei PISA 2018. Survei tersebut menyebutkan urutan Indonesia berada di nomor 74 dari 79 atau enam peringkat dari bawah. Ia memperinci survei tersebut bahwa kemampuan membaca siswa Indonesia berada pada skor 371, sementara rata-rata negara OECD meliputi […]

  • Strategi Digitalisasi: Memperkuat Fondasi dan Daya Saing Ekonomi Indonesia

    Strategi Digitalisasi: Memperkuat Fondasi dan Daya Saing Ekonomi Indonesia

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 78
    • 0Komentar

    JAKARTA – Transformasi ekonomi digital di Indonesia bergerak cepat. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025, nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan melampaui USD130 miliar, menjadikannya yang terbesar di Asia Tenggara. Pesatnya arus digitalisasi global menjadikan Indonesia menapaki babak baru dalam perjalanan ekonominya. Inovasi digital kini menjadi motor penggerak utama dalam memperkuat transformasi ekonomi dan keuangan digital (EKD) […]

  • Perputaran Ekonomi Sektor Otomotif Jawa Barat Capai Rp1,5 Triliun

    Perputaran Ekonomi Sektor Otomotif Jawa Barat Capai Rp1,5 Triliun

    • calendar_month Sab, 5 Mar 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 202
    • 0Komentar

    BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengemukakan, perputaran uang dari sektor otomotif di Jabar mencapai Rp1,5 triliun per tahun. Perputaran ekonomi otomotif tersebut berasal dari belanja bahan bakar minyak, penginapan, kuliner, hiburan, hingga pedagang kaki lima. ”Tercatat perputaran ekonomi dari sektor otomotif di Jabar per tahun mencapai Rp 1,2 triliun hingga Rp1,5 triliun dari […]

  • Luar Biasa, ITFun Sulbar Raih 3 Medali Emas, 2 Perak, 1 Perunggu

    Luar Biasa, ITFun Sulbar Raih 3 Medali Emas, 2 Perak, 1 Perunggu

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 98
    • 0Komentar

    MATARAM – Tim Indonesia Taekwondo Fun (ITFun) Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Sulawesi Barat tampil gemilang pada perhelatan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VII Nusa Tenggara Barat 2025 yang dilaksanakan di Kota Mataram. Pada pertandingan hari pertama, Rabu 30 Juli 2025 yang dilaksanakan di GOR Turide Mataram, Tim ITFun Sulbar berhasil mendulang 3 medali emas, […]

  • Rektor Unimaju Dorong Program Studi Menuju Akreditasi Internasional

    Rektor Unimaju Dorong Program Studi Menuju Akreditasi Internasional

    • calendar_month Jum, 27 Sep 2024
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 48
    • 0Komentar

    MAMUJU – Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju) melaksanakan Baitul Arqam Dosen II. Bertempat di Asrama Haji Transit Mamuju, Jumat-Minggu 27-29 September 2024. Tema kegiatan yakni, “Penguatan Kebijakan Akademik Berbasis Al-Islam Ke-Muhammadiyahan Dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pendidikan”. Baitul Arqam Dosen II diikuti 56 dosen. Kegiatan dilaksanakan dengan dirangkaikan acara pengajian rutin bulanan Unimaju. Pada acara pembukaan, Rektor […]

expand_less