Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » INTERNASIONAL » 1 Januari 1984, Brunei Darussalam Merdeka Sepenuhnya

1 Januari 1984, Brunei Darussalam Merdeka Sepenuhnya

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Kam, 1 Jan 2026
  • visibility 128
  • comment 0 komentar

Pada 1 Januari 1984, Brunei Darussalam telah berhasil mencapai kemerdekaan sepenuhnya dari Inggris. Brunei, dengan nama resmi Brunei Darussalam, adalah negara berdaulat di Asia Tenggara yang terletak di pantai utara pulau Kalimantan.

Negara ini memiliki wilayah seluas 5.765 km² yang menempati pulau Kalimantan dengan garis pantai seluruhnya menyentuh Laut Tiongkok Selatan. Wilayahnya dipisahkan ke dalam negara bagian di SarawakMalaysia.

Saat ini, Brunei memiliki Indeks Pembangunan Manusia tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Singapura, sehingga diklasifikasikan sebagai negara maju. Menurut Dana Moneter Internasional, Brunei memiliki produk domestik bruto per kapita terbesar kelima di dunia dalam keseimbangan kemampuan berbelanja.

Sementara itu, Forbes menempatkan Brunei sebagai negara terkaya kelima dari 182 negara karena memiliki ladang minyak bumi dan gas alam yang luas.

Selain itu, Brunei juga terkenal dengan kemakmurannya dan ketegasan dalam melaksanakan Syari’at Islam, baik dalam bidang pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat. Pada tahun 2020, tercatat bahwa Brunei memiliki penduduk sebanyak 460,345 jiwa.

Kerajaan Brunei Darussalam adalah negara yang memiliki corak pemerintahan monarki absolut dengan Sultan yang menjabat sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, merangkap sebagai Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan dengan dibantu oleh Dewan Penasihat Kesultanan dan beberapa Menteri.

Sultan Hassanal Bolkiah yang gelarnya diturunkan dalam wangsa yang sama sejak abad ke-15, ialah kepala negara serta pemerintahan Brunei. Baginda dinasihati oleh beberapa majelis dan sebuah kabinet menteri, walaupun baginda secara berkesan merupakan pemerintah tertinggi. Media amat memihak kerajaan, dan kerabat kerajaan melestarikan status yang dihormati di dalam negeri.

Brunei tidak memiliki dewan legislatif, namun pada bulan September 2000, Sultan bersidang untuk menentukan Parlemen yang tidak pernah diadakan lagi sejak tahun 1984. Parlemen ini tidak mempunyai kuasa selain menasihati Sultan. Disebabkan oleh pemerintahan mutlak Sultan, Brunei menjadi salah satu negara yang paling stabil dari segi politik di Asia.

Pertahanan Keamanan Brunei mengandalkan perjanjian pertahanan dengan Inggris di mana terdapat pasukan Gurkha yang terutama ditempatkan di Seria. Jumlah pertahanan keamanannya lebih kecil bila dibandingkan dengan kekayaannya dan negara negara tetangga.

Secara teori, Brunei berada di bawah pemerintahan militer sejak pemberontakan yang terjadi pada awal dekad 1960-an. Pemberontakan itu dihancurkan oleh laskar-laskar Britania Raya dari Singapura.

Brunei memiliki dengan hubungan luar negeri terutama dengan negara negara ASEAN dan negara negara lain serta ikut serta sebagai anggota PBB. Kesultanan ini juga terlibat konflik Kepulauan Spratly yang melibatkan hampir semua negara ASEAN (kecuali IndonesiaKambojaLaos dan Myanmar), RRT dan Republik Tiongkok.

Selain itu terlibat konflik perbatasan laut dengan Malaysia terutama masalah daerah yang menghasilkan minyak dan gas bumi. Brunei menuntut wilayah di Sarawak, seperti Limbang. Banyak pulau kecil yang terletak di antara Brunei dan Labuan, termasuk Pulau Kuraman, telah dipertikaikan oleh Brunei dan Malaysia. Bagaimanapun, pulau-pulau ini diakui sebagai sebagian Malaysia di tingkat internasional.

Raja-raja Brunei

Raja-raja Brunei Darusalam yang memerintah sejak didirikannya kerajaan pada tahun 1363 M yakni:

  1. Sultan Muhammad Shah (1383 – 1402)
  2. Sultan Ahmad (1408 – 1425)
  3. Sultan Syarif Ali (1425 – 1432)
  4. Sultan Sulaiman (1432 – 1485)
  5. Sultan Bolkiah (1485 – 1524)
  6. Sultan Abdul Kahar (1524 – 1530)
  7. Sultan Saiful Rizal (1533 – 1581)
  8. Sultan Shah Brunei (1581 – 1582)
  9. Sultan Muhammad Hasan (1582 – 1598)
  10. Sultan Abdul Jalilul Akbar (1598 – 1659)
  11. Sultan Abdul Jalilul Jabbar (1659 – 1660)
  12. Sultan Haji Muhammad Ali (1660 – 1661)
  13. Sultan Abdul Hakkul Mubin (1661 – 1673)
  14. Sultan Muhyiddin (1673 – 1690)
  15. Sultan Nasruddin (1690 – 1710)
  16. Sultan Husin Kamaluddin (1710 – 1730) (1737 – 1740)
  17. Sultan Muhammad Alauddin (1730 – 1737)
  18. Sultan Omar Ali Saifuddien I (1740-1795)
  19. Sultan Muhammad Tajuddin (1795-1804) (1804-1807)
  20. Sultan Muhammad Jamalul Alam I (1804)
  21. Sultan Muhammad Kanzul Alam (1807-1826)
  22. Sultan Muhammad Alam (1826-1828)
  23. Sultan Omar Ali Saifuddin II (1828-1852)
  24. Sultan Abdul Momin (1852-1885)
  25. Sultan Hashim Jalilul Alam Aqamaddin (1885-1906)
  26. Sultan Muhammad Jamalul Alam II (1906-1924)
  27. Sultan Ahmad Tajuddin (1924-1950)
  28. Sultan Omar ‘Ali Saifuddien III (1950-1967)
  29. Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah (1967-kini)

Pembagian administratif

Pembagian administratif.

Brunei dibagi atas empat distrik:

Hingga tahun 1979, hubungan luar negeri Brunei dikelola oleh pemerintah Inggris. Setelah itu, mereka ditangani oleh Dinas Diplomatik Brunei. Setelah kemerdekaan pada tahun 1984, Dinas ini ditingkatkan ke tingkat menteri dan sekarang dikenal sebagai Kementerian Luar Negeri.

Secara resmi, kebijakan luar negeri Brunei adalah sebagai berikut:

  1. Saling menghormati kedaulatan, integritas, dan kemerdekaan teritorial negara lain;
  2. Pemeliharaan hubungan persahabatan antar bangsa;
  3. Tidak campur tangan dalam urusan internal negara lain; dan
  4. Pemeliharaan dan peningkatan perdamaian, keamanan dan stabilitas di kawasan. (wikipedia)
  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Kerja DPMPTSP Sulbar Sinkronkan Kajian Potensi dan Promosi Investasi

    Tim Kerja DPMPTSP Sulbar Sinkronkan Kajian Potensi dan Promosi Investasi

    • calendar_month Ming, 1 Feb 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 62
    • 0Komentar

    MAMUJU — Tim Kerja Pengembangan Iklim Penanaman Modal DPMPTSP Sulawesi Barat memperkuat sinergi internal melalui koordinasi lintas tim kerja, khususnya dengan Tim Kerja Promosi Penanaman Modal. Pembahasan difokuskan pada penyelarasan dan supporting hasil kajian potensi penanaman modal yang akan dipromosikan kepada calon investor. Koordinasi dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut […]

  • Polres Majene Gelar Operasi Keselamatan Marano 2023

    Polres Majene Gelar Operasi Keselamatan Marano 2023

    • calendar_month Sel, 7 Feb 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 65
    • 0Komentar

    MAJENE – Pelanggaran kasat mata bagi para pengendara yang melanggar lalu lintas di jalan raya akan tetap menjadi prioritas, seperti tidak menggunakan helm, tidak memasang plat kendaraan. “Termasuk pengendara dibawah umur, dan potensi gangguan menyebabkan kemacetan dan sebagainya yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan,” ungkap Kapolres Majene AKBP Toni Sugadri saat memimpin Apel gelar pasukan operasi keselamatan […]

  • Pemdaprov Jabar yang Pertama di Indonesia Permanenkan Mekanisme Kerja Dinamis  ASN dapat bekerja di mana saja berorientasi output dan outcome

    Pemdaprov Jabar yang Pertama di Indonesia Permanenkan Mekanisme Kerja Dinamis ASN dapat bekerja di mana saja berorientasi output dan outcome

    • calendar_month Sen, 19 Jun 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 98
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menjadi instansi yang pertama di Indonesia menerapkan Mekanisme Kerja Dinamis (MKD) dengan mengedepankan pelayanan publik yang prima dan Aparatur Sipil Negara tetap produktif 100 persen. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengemukakan hal itu usai meluncurkan Mekanisme Kerja Dinamis, Senam Bugar di Tempat Kerja, dan Aplikasi Bugar.id di […]

  • Dua Pahlawan Lingkungan Jabar Dapat Kalpataru

    Dua Pahlawan Lingkungan Jabar Dapat Kalpataru

    • calendar_month Sen, 5 Jun 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 104
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Dua pahlawan lingkungan dari Jawa Barat mendapatkan anugerah Kalpataru 2023 dari Pemerintah Pusat bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Senin (5/6/2023).  Dua pahlawan lingkungan yang mendapat anugerah Kalpataru 2023 yakni Asep Hidayat Mustopa. Asep mendapatkan penghargaan kategori Perintis Lingkungan dengan kiprahnya melestarikan tanaman henjeli atau coix lasyma-joby di Sukabumi. Kemudin H. Awam […]

  • SDK Tolak Impor Dua Juta Ton Beras untuk Pemenuhan CBP

    SDK Tolak Impor Dua Juta Ton Beras untuk Pemenuhan CBP

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 121
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Suhardi Duka (SDK) menyatakan penolakannya terhadap kebijakan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang memberikan penugasan kepada Perum Bulog untuk melakukan importasi beras sejumlah dua juta ton dalam rangka pemenuhan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Menurutnya, saat ini neraca komoditas beras masih surplus. Juga, alasan impor beras karena Bulog tidak dapat […]

  • Kapolda Tegaskan Pentingnya Penguatan Kerjasama Dalam Pencegahan Terorisme dan Radikalisme

    Kapolda Tegaskan Pentingnya Penguatan Kerjasama Dalam Pencegahan Terorisme dan Radikalisme

    • calendar_month Sel, 24 Jun 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 64
    • 0Komentar

    MAMUJU – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulbar Irjen Pol Raden Adang Ginanjar Saputra menegaskan penting kerjasama pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan terorisme dan radikalisme. Penegasan tersebut disampaikan Kapolda Sulbar saat menerima audiensi Pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulbar masa bakti 2025-2027, di ruang kerja Kapolda Sulbar, Senin 23 Juni 2025. Adang menyampaikan pentingnya Polda […]

expand_less