Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » KESEHATAN » RSUD Sulbar Edukasi Penggunaan Obat Saat Puasa, Ini Aturannya!

RSUD Sulbar Edukasi Penggunaan Obat Saat Puasa, Ini Aturannya!

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
  • visibility 36
  • comment 0 komentar

MAMUJU – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan Tahun 2026, RSUD Provinsi Sulawesi Barat melalui Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) melaksanakan kegiatan edukasi tentang tata cara penggunaan obat yang tepat selama menjalankan ibadah puasa.

Berlangsung di RSUD Sulbar, Kamis 12 Februari 2026, kegiatan ini ditujukan kepada pasien dan keluarga pasien yang berkunjung ke RSUD Sulbar sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat agar tetap menjalani terapi pengobatan secara aman dan efektif tanpa mengganggu ibadah.

Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Panca Daya, yang digagas Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Melalui edukasi kesehatan yang berkelanjutan, RSUD Provinsi Sulbar berupaya membentuk masyarakat yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kesadaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menjalankan pengobatan selama bulan Ramadhan.

Edukasi dilaksanakan di depan ruang tunggu pelayanan rumah sakit sehingga dapat menjangkau langsung para pengunjung. Bertindak sebagai narasumber, Apt. Rahmadani menyampaikan materi terkait:

Pengaturan jadwal minum obat selama puasa:

Adapun jadwal Obat yang digunakan jika diminum dapat membatalkan puasa sehingga perlu disesuaikan jarak waktu meminumnya.

Berhati-hati mengubah jadwal dan dosis obat karena dapat mempengaruhi efek terapi obat. Konsultasikan pada dokter dan/atau apoteker Anda.

Jika tersedia, mintalah kepada dokter untuk meresepkan obat jenis lain yang diminum 1 atau 2 kali sehari.

Secara umum obat yang diminum sekali sehari diminum satu kali artinya tiap 24 jam pada jam yang sama yaitu:- SAAT SAHUR (terutama jika harus diminum PAGI HARI), atau- SAAT BERBUKA atau SETELAH MAKAN MALAM atau MENJELANG TIDUR (terutama jika harus diminum MALAM HARI).

Sebelum meminum obat perut dapat diisi dahulu dengan biskuit sebelum minum obat.

“Perubahan jadwal waktu minum obat saat puasa dan dosis obat mungkin dapat mempengaruhi efek terapi obat. Karena itu perlu kehati-hatian dalam merubah jadwal minum obat, Konsultasikan dengan dokter atau apoteker anda. Untuk obat yang diminum 3 atau bahkan 4 kali sehari, artinya diminum tiap 8 jam atau 6 jam sekali. Hal ini tidak memungkinkan dilakukan pada orang yang berpuasa,” kata Rahmadani, dalam pemaparannya.

Untuk mengatasi hal tersebut, lanjutnya, solusinya adalah ganti dengan obat sediaan yang dilepaskan perlahan-lahan atau diganti obat jenis lain yang memiliki khasiat sama, namun bekerja lebih panjang. Akan tetapi, jika tidak bisa diganti maka penggunaan selama berpuasa sebaiknya dibagi dalam rentang waktu yang sama yaitu SETIAP 5 JAM JIKA DIKONSUMSI 3×1.

“Untuk penggunaan obat 4×1 tidak dianjurkan untuk berpuasa khususnya untuk konsumsi Antibiotik,” ucapnya.

Aturan Minum Obat Saat Puasa:

1x sehari
1X 1 : Obat yang diminum satu kali sehari tidak ada perbedaan ketika digunakan saat puasa, dapat digunakan saat malam hari atau lagi saat sahur.
2 x sehari
2X 1 : Obat yang digunakan dua kali sehari, disarankan untuk diminum pada saat Sahur dan saat berbuka.
3 x Sehari
3X 1 : Obat diminum pada Pukul 18.00 , 23.00 , 04.00 . Atau dapat meminta dokter memberikan Antibiotik dengan durasi 2 kali pemakaian bahkan 1 kali pemakaian.

Jenis-Jenis Obat Yang Tidak Membatalkan Puasa:

1. Obat yang di absorpsi melalui kulit (Salep, Krim, Plester).
2. Obat yang diselipkan dibawahlidah (seperti isosorbide dan nitrogliserin).
3. Obat-obat yang disuntikan baik melalui kulit, otot, sendi, dan vena, kecuali pemberian makanan melalui intravena.
4. Obat Tetes mata atau telinga.
5. Obat kumur, sejauh tidak tertelan.
6. Obat asma berbentuk inhaler.
7. Pemberian gas oksigen dan anastesi Obat yang digunakan melalui rektal, seperti suppositoria.

Waktu yang Tepat Minum Obat:

Minum obat SEBELUM MAKAN berarti sekitar 30 menit sebelum sahur atau makan malam/makan besar. SESUDAH MAKAN konsumsi obat sekitar 5-10 menit setelah makan besar.

Untuk Pasien Kronis:

Obat Antihipertensi : obat antihipertensi kini sudah banyak di formulasi untuk pemakaian sekali dalam sehari. jika dokter telah meresepkan antihipertensi semacam ini, lebih disarankan agar obat diminum saat makan sahur sehingga obat tersebut dapat mengendalikan tekanan darah selama beraktivitas di siang hari

Obat Antidiabetes: obat antidiabetes yang hanya cukup diminum satu kali dalam sehari, misalnya glimepirid, glibenklamid atau glipizid sebaiknya digunakan pada saat berbuka puasa untuk mengontrol kadar gula dalam darah, karena pada saat tersebut ada kecenderungan kadar gula dalam darah akan meningkat berlebihan.

Namun apabila obat antidiabetes anda diresepkan dua kali dalam sehari, misalkan metformin, lebih disarankan untuk diminum saat berbuka puasa dan malam hari sebelum tidur. hindari penggunaan obat-obat antidiabetes pada saat makan sahur agar tidak terjadi keadaan hipoglikemia pada saat berpuasa pada siang harinya.

Obat Penurun Kolesterol: Obat penurun kolesterol (simvastatin, atrovastatin atau rosuvastatin) paling baik diminum pada pukul 19.00-21.00 atau saat menjelang tidur malam, karena memberikan efek lebih baik.

Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa kepatuhan terhadap terapi tetap menjadi prioritas utama demi menjaga kondisi kesehatan pasien selama Ramadhan.

Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Musadri Amir Abdullah menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada tindakan kuratif, tetapi juga pada upaya promotif dan preventif.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap sehat dan dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang. Edukasi seperti ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan yang paripurna dan berorientasi pada keselamatan pasien,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pasien dan keluarga semakin memahami pentingnya kepatuhan terhadap terapi serta tidak ragu untuk berkonsultasi kepada tenaga kesehatan apabila memiliki pertanyaan terkait penggunaan obat selama puasa. RSUD Provinsi Sulawesi Barat akan terus menghadirkan edukasi kesehatan sebagai bagian dari peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat. (Rls)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BRI Bagikan Dividen Rp34,89 Triliun

    BRI Bagikan Dividen Rp34,89 Triliun

    • calendar_month Ming, 16 Apr 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 111
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membayarkan dividen tunai senilai Rp34,89 triliun pada Rabu, 12 April 2023. Hal tersebut sesuai dengan putusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun 2023 dimana dalam rapat tersebut memutuskan BRI membayarkan dividen payout ratio sebesar 85% dari laba bersih konsolidasian pada tahun 2022. Seperti diketahui bahwa sepanjang […]

  • Dinas Perpusip Sulbar Juara Umum Porseni Kemerdekaan 2025

    Dinas Perpusip Sulbar Juara Umum Porseni Kemerdekaan 2025

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 70
    • 0Komentar

    MAMUJU – Semarak Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Kemerdekaan 2025 di Sulawesi Barat ditutup dengan kejutan membanggakan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpussip) Provinsi Sulbar berhasil keluar sebagai juara umum, setelah mengoleksi empat medali emas, satu perunggu, dan satu harapan II. Selain Perpussip, posisi juara umum kedua ditempati Biro Umum Setda Sulbar, sementara Balai Karantina Pertanian […]

  • Dinkes se- Jabar dan Praktisi Bahas Khusus Hepatitis Akut Misterius

    Dinkes se- Jabar dan Praktisi Bahas Khusus Hepatitis Akut Misterius

    • calendar_month Sab, 7 Mei 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 184
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), rumah sakit, laboratorium kesehatan daerah, serta dinas kesehatan 27 kabupaten/kota mengantisipasi kemunculan penyakit hepatitis akut misterius yang telah dinyatakan WHO sebagai kasus luar biasa. Jawa Barat sendiri tetap waspada meskipun belum menemukan kasus seperti di DKI Jakarta, yang telah ditemukan […]

  • FKPT Sulbar–Kesbangpol Sulbar Perkuat Kerjasama Program Peningkatan Kewaspadaan Nasional

    FKPT Sulbar–Kesbangpol Sulbar Perkuat Kerjasama Program Peningkatan Kewaspadaan Nasional

    • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 71
    • 0Komentar

    MAMUJU – Pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Barat melakukan ausiensi dengan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulbar Darwis Damir. Bertempat di Kantor Kesbangpol Sulbar, Kamis, 5 Februari 2026. Dalam adiensi tersebut, Ketua FPKP Sulbar Muhammad Sahlan didampingi sejumlah pengurus dan tim satuan tugas FKPT Sulbar. Sahlan menegaskan eksistensi fungsi dan […]

  • Kagama Sulbar Dorong Kolaborasi Tingkatkan SDM Lokal

    Kagama Sulbar Dorong Kolaborasi Tingkatkan SDM Lokal

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 86
    • 0Komentar

    MAJENE. Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Sulbar menggelar talkshow transformasi ekonomi dan daya saing daerah di Mamuju, 28 Juni 2025. Forum ini menghimpun pemangku kepentingan kunci untuk menjawab tantangan pengembangan SDM lokal. Perwakilan UGM Ova Emilia menekankan pentingnya afirmasi pendidikan: “UGM menyediakan jalur khusus daerah 3T dan program tridarma sesuai kebutuhan pengembangan wilayah”. Skema […]

  • Mustari Mula: Ada Tiga hal yang Dikoordinasikan

    Mustari Mula: Ada Tiga hal yang Dikoordinasikan

    • calendar_month Jum, 12 Jan 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 95
    • 0Komentar

    MAMUJU – Kepala Dinas Kominfo Pers Mustari Mula mendampingi rombongan Komisi I DPRD Sulbar saat kunjungan kerja di Dinas Kominfo SP Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (11/1/2024). Hadir dalam kunker Ketua Komisi I DPRD Sulbar Syamsul Samad, Wakil Ketua Muslim Fattah, anggota Syahrir Hamdani, Irbad Kaimuddin, Dalif Arsyad, Bonggalangi dan Yulianti. Kunker para legislator tersebut diterima […]

expand_less