Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » Junda Maulana Respon Respon Polemik THR PPPK

Junda Maulana Respon Respon Polemik THR PPPK

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar

MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menjelaskan alasan belum dibayarkannya Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan PPPK Paruh Waktu.

Keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi faktor utama yang membuat pemerintah belum mampu memenuhi pembayaran tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulbar selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Junda Maulana mengatakan, pemerintah pada dasarnya memiliki keinginan untuk membayarkan THR kepada para PPPK. Namun kondisi keuangan daerah tidak memungkinkan untuk merealisasikannya saat ini.

“Sebagai pemerintah tentu kami sangat ingin membayarkan THR PPPK, termasuk PPPK paruh waktu. Tetapi kenyataannya anggaran itu tidak tersedia di APBD karena keterbatasan fiskal daerah, dan nilainya juga tidak kecil,” ujar Junda Maulana, Sabtu (14/3/26).

Ia menjelaskan, bahkan anggaran gaji untuk PPPK penuh waktu maupun paruh waktu dalam APBD saat ini baru teralokasi untuk 10 bulan. Artinya, masih terdapat kekurangan anggaran untuk dua bulan gaji yang harus dicarikan solusinya.

“Saat ini Anggaran gaji PPPK kita baru teranggarkan untuk 10 bulan. Pemprov juga masih memikirkan sumber anggaran untuk menutupi kekurangan sisa gaji tersebut,” jelasnya.

Secara regulasi, pemerintah daerah memang diperbolehkan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membayar THR apabila tidak tersedia dalam APBD. Namun kondisi tersebut juga sulit dilakukan di Sulbar karena keterbatasan dana BTT.

Menurut Junda, dana BTT yang tersedia hanya sekitar Rp5 miliar. Sementara kebutuhan anggaran untuk membayar THR dan Gaji 13 PPPK penuh waktu saja mencapai sekitar Rp15 miliar, sementara untuk THR dan Gaji 13 PPPK Paruh Waktu sebesar Rp10,5 miliar, total kebutuhan anggaran bisa mencapai lebih dari Rp25,5 miliar.

“BTT kita hanya Rp5 miliar. Sementara kalau kita ingin membayar THR PPPK secara keseluruhan, kita butuh tambahan anggaran sekitar Rp25,5 miliar,” katanya.

Belum lagi jika dihitung dengan kekurangan dua bulan gaji PPPK Paruh Waktu, pemerintah daerah diperkirakan membutuhkan tambahan anggaran sebesar 10,5 miliar.

“Kalau ditambah kekurangan dua bulan gaji dengan total kebutuhan untuk membayar THR dan Gaji 13 PPPK Penuh Waktu dan PPPK Patuh Waktu, kita membutuhkan total sekitar Rp36 miliar. Pertanyaannya, dari mana kita mendapatkan anggaran sebesar itu dalam waktu singkat?” ungkapnya.

Menanggapi sorotan terkait alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa yang mencapai sekitar Rp40 miliar, Junda menegaskan bahwa program tersebut sudah direncanakan jauh sebelumnya dan menjadi bagian dari janji kerja kepala daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Menurutnya, BKK desa diberikan dengan tujuan mendorong kepala desa membantu pemerintah dalam menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem.

“Kepala desa kita minta membantu pemerintah, misalnya meningkatkan kunjungan posyandu hingga di atas 80 persen untuk menekan stunting serta menurunkan angka kemiskinan ekstrem di desa. Itu ada targetnya, dan jika tidak tercapai maka tidak dibayarkan,” terangnya.

Ia menambahkan, alokasi BKK tersebut telah dimasukkan dalam APBD sejak tahap perencanaan, sehingga tidak berkaitan dengan kebijakan THR PPPK yang muncul setelah APBD disahkan.

Selain itu, perubahan status sebagian tenaga honorer menjadi PPPK paruh waktu juga ikut mempengaruhi perhitungan anggaran. Sebelumnya para tenaga tersebut tidak menerima THR karena masih berstatus honorer.

“Tahun lalu PPPK paruh waktu itu masih berstatus honorer, sehingga tidak ada THR. Setelah statusnya berubah, muncul kebijakan baru terkait THR sementara APBD sudah disahkan,” jelasnya.

Junda menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki niat untuk membeda-bedakan pegawai, namun kondisi keuangan daerah menjadi faktor penentu dalam pelaksanaan kebijakan tersebut.

“Kami sangat memahami kebutuhan teman-teman PPPK. Ini juga menjadi beban pemikiran pemerintah daerah, termasuk bapak Gubernur Suhardi Duka dan seluruh jajaran. Tetapi pada akhirnya semua bergantung pada kemampuan keuangan daerah,” pungkasnya. (Rls)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suhardi Duka Resmi Pimpin IKA PMII Sulbar, Keberagaman Profesi Pengurus IKA PMII adalah Kekuatan

    Suhardi Duka Resmi Pimpin IKA PMII Sulbar, Keberagaman Profesi Pengurus IKA PMII adalah Kekuatan

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 56
    • 0Komentar

    MAMUJU– Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) resmi menakhodai Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Sulbar. Suhardi Duka bersama jajaran pengurus dilantik langsung oleh Ketua Umum PB IKA PMII, Fathan Subchi, di Ballroom Hotel Maleo Mamuju, Jumat malam, 12 September 2025. Suasana pelantikan terasa hangat penuh kebersamaan. Para alumni tampak riang gembira, seolah ajang […]

  • Wagub Uu Ajak Masyarakat Tetap Produktif saat Ramadan

    Wagub Uu Ajak Masyarakat Tetap Produktif saat Ramadan

    • calendar_month Ming, 9 Apr 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 97
    • 0Komentar

    KABUPATEN CIAMIS — Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengajak masyarakat tetap produktif bekerja dan berkarya di bulan Ramadan. Produktivitas seseorang mesti dijaga demi ketahanan keluarga. “Masyarakat hayu meningkatkan ekonomi kita masing- masing, kami selaku pimpinan di Jawa Barat mendorong masyarakat untuk sejahtera,” ujar Uu Ruzhanul Ulum saat Subuh Keliling, di Pondok Pesantren Miftahul […]

  • Evaluasi SPBE, Ridwan Djafar Apresiasi OPD Sulbar Aktif Kelola Web dan Medsos

    Evaluasi SPBE, Ridwan Djafar Apresiasi OPD Sulbar Aktif Kelola Web dan Medsos

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 19
    • 0Komentar

    MAMUJU – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KominfoSS) Provinsi Sulawesi Barat melakukan evaluasi penilaian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) terhadap kanal informasi digital Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulbar. Rapat evaluasi bersama tim dipimpin langsung Kepala Bidang KPM DiskominfoSS Sulbar Dian Afrianty, di Kantor DiskominfoSS Sulbar, Minggu 1 Maret 2026. Dian menuturkan, evaluasi […]

  • Diskominfo Jabar Diseminasi Aplikasi Sapawarga

    Diskominfo Jabar Diseminasi Aplikasi Sapawarga

    • calendar_month Sen, 17 Jul 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jabar  menggelar Forum Diseminasi dan Diskusi Ketua RW untuk Pengembangan Aplikasi Sapawarga, Senin (17/7/2023). Diseminasi diselenggarakan di Aula Timur Gedung Sate, Kota Bandung untuk membangun komunikasi yang lebih terpadu dengan para Ketua Rukun Warga (RW) di Kota Bandung. Pada era industri 4.0 mengharuskan setiap orang menggunakan […]

  • Ridwan Djafar: SPBE dan Lapor SPAN Adalah Kunci Pelayanan Publik Masa Depan

    Ridwan Djafar: SPBE dan Lapor SPAN Adalah Kunci Pelayanan Publik Masa Depan

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 21
    • 0Komentar

    MAMUJU – Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian (Kominfo SS) Pemprov Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, mengikuti rapat koordinasi Tindak Lanjut Perbaikan Kinerja OPD. Rapat dipimpin Sekretaris Provinsi Sulbar, Junda Maulana, di Lantai 2 Kantor Gubernur Sulbar, Rabu 18 Februari 2026. Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi percepatan program prioritas berbasis digital yang menjadi bagian dari misi […]

  • Pemdaprov Gelar Bazar Ramadan dan Baksos, Wagub Uu:Ringankan dan Bahagiakan Masyarakat

    Pemdaprov Gelar Bazar Ramadan dan Baksos, Wagub Uu:Ringankan dan Bahagiakan Masyarakat

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 71
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Pemdaprov Jabar melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Diskuk Jabar menggelar Bazar Ramadan dan Bakti Sosial 2023. Bazar Ramadan dan Baksos dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan meringankan beban masyarakat jelang Idul Fitri. Bazar Ramadan dan Baksos 2023 digelar mulai hari ini dibuka Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum di halaman Kantor […]

expand_less