Gubernur Sulbar Perkuat Kolaborasi Riset dengan BRIN untuk Mendukung Pembangunan Daerah
- account_circle PROINDONESIA
- calendar_month Ming, 26 Jul 2026
- visibility 2
- comment 0 komentar

JAKARTA – Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) melakukan kunjungan ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung C Sasana Widya Sarwono (SWS) Lantai 2, Jakarta, Jumat 24 Juli 2026.
Kunjungan SDK untuk memperkuat kolaborasi riset antara Pemprov Sulbar dengan BRIN guna mendukung pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan, data, dan inovasi.
Agenda ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan hasil penelitian BRIN sekaligus upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga riset nasional dalam mendukung pembangunan berbasis bukti (evidence-based policy).
Kepala BRIN Arif Satri, yang didampingi Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah beserta jajaran peneliti BRIN, menyambut kedatangan Gubernur Sulbar. Pertemuan berlangsung produktif dengan membahas hasil penelitian BRIN mengenai radiasi alam tinggi di Kabupaten Mamuju beserta implikasinya terhadap kesehatan masyarakat dan arah kebijakan pembangunan daerah.
Kepala BRIN Arif Satri menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulbar atas komitmennya dalam mendorong pembangunan berbasis riset. Ia mengungkapkan bahwa Gubernur Sulbar merupakan gubernur pertama di Indonesia yang secara langsung berkunjung ke BRIN untuk membahas pemanfaatan hasil penelitian sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah dengan lembaga riset nasional dalam menghasilkan kebijakan yang lebih efektif, terukur, dan berbasis data ilmiah.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulbar Suhardi Duka menegaskan komitmen pemerintahanya untuk memperkuat kerja sama strategis dengan BRIN. Gubernur mengusulkan agar sinergi yang telah terbangun dapat ditindaklanjuti melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemprov Sulbar dan BRIN sebagai landasan pelaksanaan riset, inovasi, pengembangan sumber daya manusia, serta pemanfaatan hasil penelitian dalam mendukung pembangunan daerah.
Gubernur juga menekankan pentingnya komunikasi publik dalam menyampaikan hasil-hasil penelitian kepada masyarakat. Menurutnya, temuan ilmiah, khususnya mengenai radiasi alam di Kabupaten Mamuju, perlu dikomunikasikan secara baik, terbuka, dan mudah dipahami agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh serta tidak menimbulkan persepsi yang keliru maupun keresahan. Dengan komunikasi yang efektif, hasil riset dapat dipahami sebagai dasar ilmiah dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pertemuan tersebut turut membahas penyusunan rekomendasi kebijakan yang dapat diintegrasikan ke dalam program pembangunan daerah, peluang menjadikan Kabupaten Mamuju sebagai kawasan rujukan penelitian terkait radiasi alam, serta penguatan kolaborasi jangka panjang antara BRIN dan Pemprov Sulbar dalam pemanfaatan hasil riset sebagai dasar pengambilan kebijakan berbasis bukti.
- Penulis: PROINDONESIA

Saat ini belum ada komentar